
MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Penguatan kerukunan umat, pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, hingga percepatan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Zakat menjadi sejumlah agenda strategis yang mengemuka dalam forum silaturahmi lintas lembaga yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Selasa (14/7/2026).
Forum tersebut dihadiri berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, BIN Daerah (BINDA) Sulawesi Barat, Polda Sulawesi Barat, Densus 88 AT Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat turut ambil bagian sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam pembangunan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya penguatan layanan keagamaan berbasis masjid, pengembangan early warning system untuk mengantisipasi potensi konflik sosial, pencegahan perkawinan usia dini dan meningkatnya angka perceraian, penguatan ekoteologi melalui dakwah berwawasan lingkungan, moderasi beragama, pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah dan zakat produktif, serta perlindungan perempuan dan anak.
Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan adalah mendorong percepatan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Zakat sebagai instrumen untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Forum juga mendorong setiap organisasi kemasyarakatan Islam untuk mengembangkan masjid binaannya sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan sosial.
Selain itu, peserta menyepakati pentingnya penyusunan tema-tema dakwah yang selaras pada momentum tertentu agar pesan keagamaan yang disampaikan kepada masyarakat lebih efektif dan mampu memperkuat persatuan umat.
Di tingkat desa, sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, dan penyuluh agama akan terus diperkuat sebagai bagian dari sistem deteksi dini dan penyelesaian persoalan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam bidang ekonomi, forum menegaskan pentingnya penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
Untuk memastikan keberlanjutan koordinasi, seluruh peserta juga menyepakati penyelenggaraan rapat koordinasi lintas lembaga secara berkala setiap dua bulan dengan sistem tuan rumah bergiliran. Pertemuan berikutnya dijadwalkan diselenggarakan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama.
Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, M.Pd., menyatakan bahwa keikutsertaan Hidayatullah dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan berbagai elemen umat Islam.
Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi modal penting dalam menghadirkan program-program keagamaan dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas, sekaligus menjaga kehidupan sosial yang rukun, harmonis, aman, dan sejahtera di Sulawesi Barat.






