Beranda blog Halaman 2

KHUTBAH JUMAT Menjadi Muslim yang Istiqamah di Tengah Ujian Zaman

0

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللّٰهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِنَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي أَوَّلًا بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tentang bagaimana kita memulai kebaikan, tetapi juga bagaimana kita mempertahankan kebaikan itu secara terus-menerus hingga akhir kehidupan.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita merenungkan sebuah tema: “Menjadi Muslim yang Istiqamah di Tengah Ujian Zaman.”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Kita hidup di zaman yang penuh dengan ujian. Perubahan terjadi begitu cepat. Teknologi berkembang, informasi datang tanpa henti, dan berbagai macam pengaruh masuk ke dalam kehidupan kita.

Di satu sisi, kemajuan zaman memberikan banyak kemudahan. Namun di sisi lain, zaman juga menghadirkan berbagai ujian bagi iman kita.

Kita dapat melihat bagaimana kemaksiatan semakin mudah diakses. Pergaulan semakin bebas. Berita yang tidak benar begitu mudah tersebar. Waktu banyak dihabiskan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Bahkan terkadang hati kita lebih dekat dengan dunia maya daripada dengan Al-Qur’an.

Dalam kondisi seperti ini, menjadi seorang Muslim bukan hanya persoalan mengetahui kebenaran, tetapi juga bagaimana kita tetap teguh berada di atas kebenaran. Itulah yang disebut dengan istiqamah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa iman harus diikuti dengan istiqamah.

Bukan hanya rajin beribadah ketika sedang mendapatkan kemudahan. Bukan hanya membaca Al-Qur’an ketika sedang memiliki waktu luang. Bukan hanya bersedekah ketika memiliki kelebihan.

Tetapi tetap beribadah ketika sibuk, tetap jujur ketika ada kesempatan untuk berbuat curang, tetap menjaga pandangan ketika tidak ada yang melihat, tetap menjaga lisan ketika sedang marah, dan tetap memilih yang halal meskipun jalan menuju yang haram terasa lebih mudah.

Jamaah Jumat rahimakumuallah,

Istiqamah bukan berarti kita tidak pernah melakukan kesalahan. Manusia pasti memiliki kelemahan. Kita bisa jatuh dalam dosa, lalai dalam ibadah, atau melakukan kesalahan.

Tetapi orang yang istiqamah adalah orang yang tidak berhenti kembali kepada Allah. Ketika jatuh, ia bangkit. Ketika lalai, ia kembali mengingat Allah. Ketika melakukan dosa, ia segera bertaubat. Ketika imannya melemah, ia berusaha menguatkannya kembali.

Karena kehidupan seorang Muslim bukan tentang menjadi manusia yang sempurna, tetapi tentang terus berjalan menuju Allah.

Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang suatu amalan yang paling utama. Beliau menjawab:

قُلْ آمَنْتُ بِاللّٰهِ فَاسْتَقِمْ

“Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Lalu bagaimana agar kita mampu istiqamah di tengah ujian zaman?

Pertama, jagalah shalat.

Shalat adalah tiang kehidupan seorang Muslim. Jangan biarkan kesibukan dunia membuat kita meninggalkan shalat. Apa pun pekerjaan kita, di mana pun kita berada, ketika waktu shalat tiba, kita harus mengingat bahwa ada kewajiban yang jauh lebih besar daripada urusan dunia.

Kedua, dekatkan diri dengan Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah petunjuk kehidupan. Jangan sampai setiap hari kita membaca begitu banyak pesan di telepon genggam, tetapi hampir tidak pernah membaca pesan dari Allah. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur’an, meskipun hanya beberapa ayat. Yang penting adalah konsisten.

Ketiga, pilih lingkungan pergaulan yang baik.

Teman memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa seseorang akan mengikuti agama atau kebiasaan teman dekatnya. Maka lihatlah dengan siapa kita berteman. Apakah pertemanan itu membuat kita semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh dari-Nya?

Keempat, kendalikan penggunaan teknologi dan media sosial.

Teknologi adalah alat. Ia dapat menjadi sarana kebaikan, tetapi juga dapat menjadi pintu kemaksiatan. Gunakan teknologi untuk belajar, berdakwah, bekerja, dan melakukan kebaikan.

Jangan biarkan jari kita menjadi sebab dosa karena menyebarkan fitnah, berita bohong, penghinaan, atau sesuatu yang Allah haramkan. Ingatlah bahwa apa yang kita tulis dan sebarkan akan dimintai pertanggungjawaban.

Kelima, perbanyak doa agar Allah meneguhkan hati kita.

Karena hati manusia mudah berubah. Allah-lah yang membolak-balikkan hati. Maka jangan pernah merasa aman dari perubahan hati.

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Pada akhirnya, ujian terbesar seorang Muslim bukanlah apakah ia pernah melakukan kebaikan, tetapi apakah ia mampu menjaga kebaikan itu sampai akhir hayat.

Kita tidak tahu kapan kehidupan kita akan berakhir. Karena itu, jangan menunda taubat. Jangan menunda memperbaiki shalat. Jangan menunggu tua untuk mendekat kepada Allah. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu lapang untuk membaca Al-Qur’an.

Mulailah dari sekarang. Sedikit tetapi terus-menerus. Karena amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqamah, teguh dalam iman, kuat menghadapi ujian zaman, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللّٰهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِنَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، يَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita terus menjaga iman dan ketakwaan kita. Dunia akan terus berubah, zaman akan terus berkembang, tetapi prinsip seorang Muslim tidak boleh kehilangan arah.

Peganglah Al-Qur’an. Ikutilah sunnah Rasulullah ﷺ. Jaga shalat. Jaga keluarga. Jaga lisan. Jaga hati. Dan teruslah berbuat baik meskipun kebaikan itu kecil.

Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam.

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ.

Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu.

Ya Allah, kuatkan iman kami. Jauhkan kami dari fitnah kehidupan, fitnah kemaksiatan, dan segala sesuatu yang menjauhkan kami dari-Mu.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang istiqamah dalam beribadah.

Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada keluarga kami, kepada anak-anak kami, kepada orang tua kami, kepada guru-guru kami, dan kepada seluruh kaum Muslimin.

Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para guru kami, dan dosa seluruh kaum Muslimin dan Muslimat.

Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

IQ-FARM: Cara Rumah Qur’an di Jabar Cetak Santri Mandiri Lewat Bisnis Ayam Petelur

0
Pengelola memperlihatkan hasil panen telur ayam omega di lokasi peternakan IQ-FARM, Bekasi, Selasa (15/9/2026). Usaha berbasis Rumah Qur’an ini dihadirkan untuk mendukung pemenuhan gizi santri dan membangun kemandirian ekonomi lembaga.

BEKASI (Hidayatullah.or.id) — Selasa (15/09/2026), bertepatan dengan 22 Rabiul Awal 1448 H Upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren dan Rumah Qur’an terus dikembangkan di lingkungan Hidayatullah Jawa Barat. Salah satunya melalui IQ-FARM (Istiqomah Farm), usaha produktif peternakan ayam petelur omega yang berbasis di Rumah Qur’an.

Usaha yang dikelola oleh Ustadz Suprapto selaku Owner IQ-FARM tersebut telah berjalan selama lima bulan. Saat ini, IQ-FARM memiliki 70 ekor ayam petelur yang menghasilkan telur untuk kebutuhan konsumsi sekaligus dipasarkan kepada masyarakat.

Menurut Ustadz Suprapto, usaha ini memiliki banyak manfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan santri dan lingkungan Rumah Qur’an, hasil produksinya juga dapat dipasarkan sehingga memberikan nilai ekonomi.

“Usaha ini banyak manfaatnya, bisa dikonsumsi oleh santri dan lingkungan Rumah Qur’an, sekaligus bisa dijual sehingga memberikan nilai ekonomi,” ungkap Ustadz Suprapto.

Sementara itu, Kepala Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Noval, menyampaikan dukungan dan dorongan terhadap pengembangan IQ-FARM sebagai bagian dari gerakan ekonomi produktif.

Ia berharap model usaha tersebut dapat dikembangkan di berbagai pondok pesantren dan Rumah Qur’an Hidayatullah se-Jawa Barat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi santri dalam mengenal dunia usaha, keterampilan beternak, produktivitas, dan kemandirian ekonomi.

“Harapannya, model seperti ini bisa dikembangkan di pondok dan Rumah Qur’an Hidayatullah di seluruh Jawa Barat, sehingga santri tidak hanya mendapatkan pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki pengalaman dalam kemandirian dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Ustadz Noval.

Pengembangan IQ-FARM menjadi salah satu langkah konkret menghadirkan Rumah Qur’an yang produktif dan mandiri, sekaligus membangun ekosistem pendidikan santri yang memadukan pembinaan Al-Qur’an, keterampilan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi.

Dari Rumah Qur’an, mencetak santri Qur’ani yang mandiri dan berdaya.

BMH dan PW Mushida Kalbar Bagikan Hijab, Masker, dan Vitamin di Tengah Karhutla

0

PONTIANAK (Hidayatullah.or.id) — Momentum Hari Solidaritas Jilbab Dunia menjadi kesempatan bagi BMH Kalimantan Barat bersama PW Mushida (Muslimat Hidayatullah) Kalimantan Barat untuk memperkuat kepedulian kepada sesama.

Pada Ahad (13/09/2026), BMH dan PW Mushida Kalbar menggelar aksi berbagi paket hijab, masker, dan vitamin. Kegiatan diawali dengan pembagian masker dan vitamin kepada pengguna jalan di kawasan perempatan lampu merah Tugu Digulis Pontianak, kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan pembagian paket hijab, masker, serta vitamin kepada 55 muallaf binaan Yayasan Kekayaan Muallaf Indonesia di Jl. Adisucipto, Pontianak.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Solidaritas Jilbab Dunia sekaligus respons terhadap musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pembagian masker dan vitamin menjadi ikhtiar membantu masyarakat menjaga kesehatan, sementara hijab menjadi bagian dari dukungan terhadap dakwah dan pembinaan muslimah, khususnya para muallaf.

Kehadiran BMH dan PW Mushida Kalbar disambut hangat Ustadzah Romlah bersama para muallaf binaan. Perwakilan pengurus Yayasan Kekayaan Muallaf Indonesia itu menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih dan berbahagia atas silaturahmi dan kunjungan BMH dan PW Mushida Kalbar. Semoga menjadi wasilah awal untuk berkolaborasi menguatkan dakwah dan pembinaan kepada para muallaf.”

Ketua PW Mushida Kalimantan Barat, Ustadzah Mutiah, mengatakan momentum tersebut menjadi kesempatan menguatkan kesadaran muslimah mengenai pentingnya jilbab sekaligus kepedulian terhadap masyarakat terdampak karhutla.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk kita bisa saling menguatkan kembali kepada para muslimah tentang jilbab sebagai identitas muslimah. Dan juga momen kita untuk menguatkan kepedulian kita di tengah musibah karhutla.”

Sementara itu, Kepala Divisi Prodaya (Program dan Pendayagunaan) BMH Kalimantan Barat, Baidai, menegaskan kegiatan tersebut merupakan dukungan BMH untuk menguatkan dakwah sekaligus respons kemanusiaan atas kondisi di Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah, ini adalah bentuk dukungan BMH untuk menguatkan dakwah bagi para muslimah, khususnya para muallaf. Juga merespons musibah yang menimpa kita di Kalimantan Barat ini, yaitu karhutla dan kekeringan.”

Melalui aksi tersebut, BMH dan PW Mushida Kalbar berharap semangat solidaritas tidak berhenti pada momentum Hari Solidaritas Jilbab Dunia, tetapi terus tumbuh menjadi gerakan kepedulian yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Diguncang Gempa, Santri Hidayatullah Riung Tetap Semangat Belajar

0
Santri dan guru MA Hidayatullah Baar, Riung, Ngada, NTT tetap semangat menggelar KBM darurat di area terbuka di tengah ancaman gempa susulan, Rabu (16/09/2026).

RIUNG (Hidayatullah.or.id) — Rabu (16/09/2026), bertepatan dengan 5 Rabiul Akhir 1448 H — Bencana boleh meretakkan dinding-dinding bangunan, namun tak sedikit pun mampu mengikis semangat para penuntut ilmu di ujung utara Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Pascagempa utama berkekuatan M7,7 yang melanda Flores pada pertengahan Agustus lalu, ribuan gempa susulan yang masih terus bergemuruh tak menyurutkan langkah 40 santri MA Hidayatullah Baar, Riung, untuk terus mengejar cita-cita.

Di bawah tenda darurat beratap terpal, berdinding anyaman daun kelapa, hingga berteduh di bawah rindangnya pepohonan, 40 santri bersama 13 guru tetap melanjutkan proses belajar-mengajar. Senyum gigih dan tatapan fokus para santri serta ketelatenan para pendidik seolah membungkam cuaca terik dan rasa cemas akibat lebih dari 15.000 guncangan susulan yang masih tercatat hingga pertengahan September ini.

Kepala MA Hidayatullah Baar, Ustaz Tasnim, menegaskan keterbatasan fasilitas fisik bukan alasan untuk berhenti melangkah. Komitmen 13 tenaga pengajar untuk menjaga masa depan 40 anak didiknya menjadi bahan bakar utama semangat mereka.

“Sejak gempa terjadi kami tetap berkomitmen untuk menjalankan proses belajar mengajar, walaupun menggunakan tenda yang dibuat dari terpal, berdinding daun kelapa, atau di bawah pohon, kami bersama siswa tetap melakukan pembelajaran. Inilah semangat kami dalam menuntut ilmu,” tegas Ustaz Tasnim.

Kondisi kelas yang jauh dari kata ideal justru melahirkan pemandangan yang menyentuh hati. Lembar-lembar kitab dan buku pelajaran tetap terbuka rapi di atas meja seadanya, diselingi deru angin laut dan debu tanah darurat. Tak ada keluh kesah dari 40 santri tersebut, yang ada hanyalah lantunan ayat, diskusi ilmu, dan tekad untuk bangkit bersama dari masa-masa sulit.

Ketangguhan para santri dan guru di Pondok Pesantren Hidayatullah Riung menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan sekadar menghidupkan bangunan batu, melainkan menyalakan jiwa-jiwa yang pantang menyerah. Di tengah puing dan keterbatasan, harapan itu terus dirawat dan tumbuh makin kuat saban harinya.

Foto

HiSuF Medan Rekrutmen Berkelanjutan Organisasi yang Strategis, Mengapa?

0
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: fuad-fahrudin.jpg

Hidayatullah Student Forum (HiSuf) merupakan ikhtiar Hidayatullah untuk mengantarkan para pelajarnya menggapai sukses di masa depan, terutama masa kuliah. Mereka diajak mengeksplorasi diri mereka sendiri, organisasi Hidayatullah, situasi perkuliahan, dan sedikit seputar situasi pasca-kuliah. Diharapkan terbentuk suatu pemahaman integratif sehingga mereka mantap dalam menapaki jalan hidup mereka. Berbagai opsi dan kejadian yang menimpa mereka akan direspons dengan penuh kesadaran.

Hal ini sangat penting agar generasi muda Hidayatullah memiliki kehidupan progresif. Selalu ada kebaikan baru dalam kehidupan mereka. Kontribusi yang mereka sumbangsihkan selalu meningkat kualitasnya.

Mereka bukan generasi yang ikut-ikutan. Apa yang menjadi tren ditelaah dengan saksama. Sisi baiknya diambil, sedangkan sisi buruknya ditinggalkan.

Mereka memiliki struktur berpikir yang relatif rapi sekaligus kokoh. Kesadaran spiritual menjadi fondasi. Ketajaman intelektualitas menjadi kerangkanya. Kepekaan emosi memberikan tambahan kekuatan sekaligus keindahan.

Oleh karena itu, HiSuf dijalankan dengan sangat dialogis. Instruktur mengajak peserta untuk berpikir sekaligus menceritakan hasil berpikirnya. Agar peserta merasa aman dan nyaman, gradasi benar-salah dibentang lebih luas. Bahwa bila tidak benar, itu tidak otomatis salah. Bisa jadi itu hanya kurang benar. Ada faktor relevansi yang sangat penting untuk ditimbang.

Di sinilah tantangan bagi instruktur. Selain menguasai materi dan metodologi, seorang instruktur HiSuf diharapkan mampu menyodorkan konteks yang kaya terhadap satu pendapat. Sehingga satu pendapat bisa ditinjau dari banyak perspektif. Benar-salah tidak lagi menjebak dan membatasi cakrawala berpikir.

Dalam hal ini, keluasan literasi instruktur ditantang. Berbagai bacaan perlu dikenali dan dipahami. Begitu pula aneka tayangan serta konten dicerna.

Instruktur yang enggan membaca akan kesulitan terlibat dalam misi besar HiSuf. Apalagi jika sang instruktur kurang terlibat dalam realitas masyarakat. Semakin apa yang disampaikannya kesulitan menggapai hati dan akal peserta.

Menjadi instruktur berarti memiliki ruang belajar kembali. Ada rihlah ilmiah. Mereka yang menyukai belajar berkemungkinan menikmati peran sebagai instruktur HiSuf.

Wallah a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

Politik, Ruang Kontribusi Hidayatullah

0
Chusnul Mariyah, Ph.D. menyampaikan paparan dalam Diskusi Politik yang digelar DPP Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (14/09/2026).

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Politik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, bangsa, dan negara. Karena itu, diskursus politik menjadi salah satu ruang penting bagi umat Islam untuk mengambil peran dan memberikan kontribusi bagi kehidupan berbangsa.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., mengatakan Hidayatullah memandang politik sebagai bagian dari ruang kontribusi tersebut. Dengan jaringan yang telah tersedia, Hidayatullah tidak boleh melepaskan diri dari sejarah bangsa, termasuk dalam dinamika politik.

“Demikian pun Hidayatullah memaknai politik. Dengan jaringan yang telah tersedia, Hidayatullah tidak boleh melepaskan diri dari sejarah bangsa, termasuk dalam hal politik, meski politik tak berarti harus kita maknai secara praktis (meraih kekuasaan),” terang KH Naspi dalam sambutannya pada Diskusi Politik bersama pakar politik Chusnul Mariyah, Ph.D., di Gedung Dakwah Hidayatullah Jakarta, Senin (14/09/2026).

Dalam diskusi tersebut, Chusnul Mariyah menjelaskan bahwa Islam dan politik memiliki keterkaitan yang erat. Menurutnya, pandangan yang memisahkan agama dari politik tidak sejalan dengan pemahaman terhadap sejarah dan konsep politik dalam Islam.

“Jadi kalau ada orang bilang jangan bawa-bawa agama dalam politik. Itu ungkapan orang yang tidak mengenal politik secara mendalam, terutama dari sisi sejarah dan konsep Islam maupun peradaban,” tegasnya.

Ia juga mendorong umat Islam untuk membangun konsep politik yang berlandaskan tauhid.

“Bahkan sebagai umat Islam, kita mesti punya konsep politic with tauhid. Karena ada politik liberal, politik atheis,” sambungnya.

Menurut Chusnul, upaya memperjuangkan Islam dalam kehidupan politik harus dibarengi dengan pemahaman agama yang baik dan mendalam. Ia juga menekankan pentingnya umat Islam mengambil peran dalam membentuk narasi dan pemaknaan berbagai konsep politik di Indonesia.

“Kita bahkan harus bisa merebut tafsir narasi di negeri ini. Seperti tafsir politik, partai politik, kekuasaan yang Pancasilais itu seperti apa. Karena kalau tafsir baik kalah dengan tafsir yang tidak baik, maka politik diisi oleh orang-orang yang tidak baik,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut berjalan hangat dan interaktif. Para peserta terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas berbagai aspek politik dan kontribusi umat Islam dalam kehidupan berbangsa.

Sementara terkait pemilu, Chusnul yang pernah menjadi anggota KPU periode 2001–2007 mengatakan pembahasannya lebih bersifat teknis dan dapat didiskusikan pada kesempatan lain.

“Kalau soal pemilu itu very-very technical, kita bisa bahas di lain kesempatan,” tuturnya, yang disambut tawa hadirin.

Antisipasi Kabut Asap Karhutla, BMH dan Mushida Pontianak Turun ke Jalan Bagikan Masker dan Bantuan Santri

0

PONTIANAK (Hidayatullah.or.id) — Kepedulian terhadap masyarakat di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap terus dilakukan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Barat bersama Muslimat Hidayatullah (Mushida) Pontianak.

Pada Jumat (11/09/2026), BMH Kalbar bersama Mushida Pontianak menggelar aksi peduli dengan membagikan masker kepada masyarakat di kawasan lampu merah Siantan, Pontianak Utara. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kabut asap akibat karhutla.

Selain pembagian masker, kepedulian juga diwujudkan melalui program SEMAT (Sedekah Jumat). Sebanyak 60 paket yang terdiri dari alat tulis, Al-Qur’an, dan makanan ringan disalurkan kepada santri putra dan putri Pesantren Tahfizh Qur’an Hidayatullah Batu Layang.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi dukungan bagi para santri yang tengah menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an.

Kepala Divisi Prodaya (Program dan Pendayagunaan) BMH Kalimantan Barat, Baidai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi BMH dan Mushida Pontianak dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi BMH dan Muslimat Hidayatullah Pontianak dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pendidikan generasi penghafal Al-Qur’an.”

Ketua Mushida Pontianak, Reni Andriyani, turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada BMH Kalbar atas sinergi dan kolaborasi program kebaikan ini. Semoga bermanfaat dan berkah untuk kita semua.”

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama BMH dan Mushida Pontianak untuk menghadirkan manfaat yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai dari kepedulian terhadap kesehatan di tengah kabut asap hingga dukungan bagi para santri yang sedang belajar dan menghafal Al-Qur’an.

Melalui kolaborasi tersebut, BMH dan Mushida Pontianak berharap gerakan kebaikan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat dan generasi penghafal Al-Qur’an yang mendapatkan manfaat.

Foto

Ketika Air Sulit Didapat, BMH Hadir untuk Warga dan Santri Batu Layang

0

PONTIANAK (Hidayatullah.or.id) — Di tengah kemarau dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat, kebutuhan air bersih menjadi persoalan bagi warga dan santri di kawasan Batu Layang, Pontianak Utara.

Merespons kondisi tersebut, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Barat mendistribusikan air bersih kepada warga di Jalan Khatulistiwa, Gang Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih para santri di Pesantren Tahfizh Qur’an Hidayatullah Batu Layang, Sabtu (12/09/2026).

Menurunnya debit sejumlah sumber air membuat masyarakat semakin kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi Sungai Kapuas yang mengalami penurunan muka air dan perubahan kualitas air juga membuat warga tidak dapat mengandalkannya untuk kebutuhan konsumsi.

Air bersih yang didistribusikan BMH menjadi bantuan yang dinantikan warga sejak siang hari. Distribusi baru tiba sekitar pukul 20.00 WIB karena kendaraan tangki harus mengantre di sumber air.

Meski harus menunggu hingga malam, kedatangan air bersih disambut dengan antusias oleh warga dan para santri.

Ketua RT/RW 04/18, Indra, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan BMH.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada BMH dan donaturnya atas bantuan air bersihnya untuk warga kami di sini. Semoga berkah.”

Bagi Pesantren Tahfizh Qur’an Hidayatullah Batu Layang, bantuan tersebut juga sangat berarti karena air bersih merupakan kebutuhan utama dalam aktivitas harian para santri dan asatidz.

Pengasuh pesantren, Ustaz Sholihun, menyampaikan apresiasi kepada BMH dan para donatur.

“Kami ucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada BMH yang telah mendistribusikan air bersih untuk kami di Pesantren Tahfizh Qur’an Hidayatullah Batu Layang Pontianak. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk konsumsi para santri dan juga asatidz pengajar di pesantren. Semoga menjadi jariyah untuk BMH dan para donaturnya. Aamiin.”

.

Kolaborasi Respons Karhutla dan Kekeringan

Distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BMH Kalimantan Barat bersama PW Pemuda Hidayatullah Kalimantan Barat sebagai bentuk respons terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Kalimantan Barat, Fahri Muflihun, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak.

“Alhamdulillah, terima kasih BMH Kalbar telah berkolaborasi bersama Pemuda Hidayatullah untuk bisa merespons kondisi karhutla dan kekeringan dengan distribusi air bersih ini.”

Bagikan Masker dan Edukasi Bahaya Kabut Asap

Respons BMH pada hari yang sama tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih. Pada pagi harinya, BMH bersama PD Mushida (Muslimah Hidayatullah) Kota Pontianak juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap akibat karhutla sekaligus membagikan masker di kawasan Simpang Siantan, Pontianak Utara.

Kepala Divisi Prodaya (Program dan Pendayagunaan) BMH Kalimantan Barat, Baidai, menjelaskan rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk respons kemanusiaan BMH terhadap dampak karhutla dan kekeringan.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar, mulai dari pembagian masker hingga distribusi air bersih sebagai bentuk aksi respons BMH terhadap musibah karhutla dan kekeringan yang melanda Kalimantan Barat. Terima kasih kepada para donatur, Sahabat Kebaikan, dan semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.”

Bagi BMH, kondisi darurat seperti karhutla dan kekeringan membutuhkan kepedulian bersama. Ketika air bersih semakin sulit diperoleh, dukungan masyarakat menjadi sangat berarti bagi warga dan para santri yang membutuhkan.

BMH Kalimantan Barat mengajak para donatur dan Sahabat Kebaikan untuk terus bersama menghadirkan manfaat bagi masyarakat terdampak, baik melalui bantuan air bersih, perlengkapan kesehatan, maupun dukungan kemanusiaan lainnya.

Rakordik Pendidikan Hidayatullah Babel Satukan Visi Menuju Sekolah Unggul

0

BANGKA SELATAN (Hidayatullah.or.id) — Departemen Pendidikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar Rapat Koordinasi Pendidikan (Rakordik) Hidayatullah se-Babel di Kampus Pratama Hidayatullah Keposang, Bangka Selatan, Sabtu (12/09/2026), bertepatan dengan 29 Rabiul Awal 1448 H.

Mengusung tema “Menyatukan Visi, Menyelaraskan Langkah, Bertransformasi Menuju Sekolah Hidayatullah Babel Unggul dan Berperadaban”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus merumuskan arah kebijakan strategis (AKS) bidang pendidikan Hidayatullah di Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Babel, Ustadz Taufik Hidayat, Lc., S.M., M.Pd., mengatakan pendidikan merupakan arus utama gerakan Hidayatullah. Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban Islam.

“Pendidikan merupakan mainstream gerakan Hidayatullah. Ketika kita berbicara tentang membangun peradaban Islam, maka pendidikan merupakan instrumen utama menuju tercapainya cita-cita mulia tersebut,” ujar Taufik.

Ia menegaskan, pendidikan di kampus-kampus Hidayatullah Babel ke depan perlu terus bertransformasi agar menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan bermutu. Hal tersebut dinilai penting karena berbagai aktivitas dakwah, perkaderan, pengembangan sumber daya insani, hingga bidang ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan.

“Oleh karena itu, kita harus benar-benar memastikan pendidikan di kampus kita terus berinovasi dan beradaptasi sesuai dengan tuntutan zaman,” katanya.

Dorong Standardisasi Pendidikan

Ketua DPW Hidayatullah Babel, Ustadz Ismail Zalukhu, S.H.I., M.Pd., yang membuka Rakordik secara resmi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menyebut Rakordik Pendidikan Hidayatullah se-Babel 2026 menjadi momentum perdana untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan arah pengembangan pendidikan di seluruh kampus Hidayatullah di Babel.

Ke depan, ia berharap seluruh lembaga pendidikan Hidayatullah di Babel dapat memiliki standar yang semakin baik, khususnya dalam aspek tata kelola, manajemen, serta kepemimpinan kepala sekolah.

Menurutnya, penguatan kualitas pendidikan diharapkan mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan dakwah Hidayatullah di Kepulauan Bangka Belitung.

Launching SPMB 2027/2028

Rakordik Pendidikan Hidayatullah se-Babel kemudian ditutup dengan peluncuran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Hidayatullah se-Babel Tahun Ajaran 2027/2028.

Peluncuran dilakukan oleh Ketua Departemen Pendidikan Hidayatullah Babel bersama para kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Momen tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta dengan lantunan takbir dan suasana penuh semangat sebagai tanda dimulainya persiapan penerimaan murid baru untuk tahun ajaran mendatang.

Domba Farm Hidayatullah Cilengkrang Hadirkan Konsep Peternakan Syar’i

0
Sejumlah domba berada di kandang Villa Domba Farm Hidayatullah Cilengkrang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026). Peternakan syar’i ini diawali dengan 62 ekor domba untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Pengembangan ekonomi pesantren di Hidayatullah Jawa Barat memasuki babak baru dengan diluncurkannya Domba Farm Hidayatullah Cilengkrang, Sabtu (12/09/2026).

Unit usaha peternakan domba tersebut menjadi bagian dari pengembangan Unit Usaha Ekonomi Produktif Berbasis Pesantren DPW Hidayatullah Jawa Barat. Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc.

Berawal dari keinginan menghadirkan badan usaha di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Cilengkrang, pengembangan peternakan tersebut kini dimulai dengan 62 ekor domba. Usaha ini diprakarsai Yayasan Qur’an Center Pondok Pesantren Hidayatullah Cilengkrang melalui Villa Domba Farm.

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad mengatakan, Domba Farm diharapkan tidak sekadar menjadi usaha peternakan yang mengejar pertumbuhan jumlah ternak, tetapi juga menjadi model peternakan yang memperhatikan kualitas dan prinsip syariah.

“Bukan sekadar mengembangkan dombanya secara kuantitatif, tetapi juga secara kualitatif. Dan itulah yang kita akan usahakan lewat konsep peternakan syar’inya,” ujarnya.

Menurut KH Naspi, keseriusan dalam mengembangkan Domba Farm penting agar usaha tersebut dapat menjadi prototipe bagi Hidayatullah lainnya, khususnya dalam pengembangan unit ekonomi produktif berbasis pesantren.

Ia juga berharap Domba Farm Hidayatullah Cilengkrang nantinya mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban, khususnya domba, bagi keluarga besar Hidayatullah di wilayah Bandung dan Jawa Barat.

Kepala Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustaz Naufal Abdullah, S.Ag., CLQ, menjelaskan bahwa pengembangan Domba Farm merupakan bagian dari ikhtiar membangun unit ekonomi produktif yang dapat memberikan manfaat bagi pesantren.

“Ini kita arahkan menjadi unit ekonomi atau unit produktif di Pondok Pesantren Hidayatullah Cilengkrang. Mudah-mudahan bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi pesantren,” ungkapnya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Hidayatullah-Cilengkrang-Launching-Domba-Farm-Awali-dengan-62-Ekor-Domba.jpeg
.

Kegiatan peresmian turut dihadiri Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustaz Ahmad Maghfur, M.Pd., Ustaz Andi Ahmad Suhendar, S.Pd., serta jajaran pengurus Yayasan Qur’an Center Pondok Pesantren Hidayatullah Cilengkrang.

Di bawah kepemimpinan Ustaz Indra Lesmana, S.Ag., Yayasan Qur’an Center Pondok Pesantren Hidayatullah Cilengkrang terus mendorong pengembangan berbagai potensi pesantren. Upaya tersebut tidak hanya diarahkan pada bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga sektor sosial dan ekonomi.

Kehadiran Villa Domba Farm diharapkan menjadi salah satu instrumen dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperluas kebermanfaatan bagi santri dan masyarakat.

Selain menjadi unit usaha, pengembangan peternakan ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pesantren yang memadukan pembinaan, pendidikan, dakwah, dan kemandirian ekonomi.

KH Naspi menegaskan bahwa penguatan ekonomi bukanlah tujuan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ikhtiar memperkuat gerakan utama Hidayatullah.

“Semua ini tidak lain tidak bukan adalah untuk memperkuat mainstream Hidayatullah: tarbiyah dan dakwah,” tegasnya.