Beranda blog Halaman 2

Ketua PW Hidayatullah Sulbar Dorong Pengurus Tinggalkan Pola Pikir Menunda

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: ChatGPT-Image-16-Mei-2026-16.07.371.png

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat Najamuddin menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan percepatan kerja organisasi dalam sambutannya pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Sulawesi Barat yang berlangsung pada 15 Mei 2026. Dalam forum tersebut, ia meminta seluruh pengurus tidak lagi terbiasa menunda target dan program organisasi.

“Kita sekarang tidak lagi harus mengatakan nanti-nanti. Bagaimana pencapaiannya, bagaimana targetnya, bagaimana penyelesaiannya, itu yang harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa berbagai ujian yang pernah dihadapi organisasi harus dijadikan momentum evaluasi sekaligus penguatan internal. Menurutnya, kemampuan kader untuk tetap bertahan dan berkumpul dalam forum organisasi merupakan bentuk pertolongan Allah SWT yang harus disyukuri.

Dalam arahannya, ia mengutip firman Allah SWT tentang perubahan yang dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, transformasi organisasi tidak akan berjalan tanpa kesiapan pribadi setiap kader dalam memperbaiki diri dan meningkatkan kapasitas perjuangan.

“Transformasi organisasi dimulai dari transformasi pribadi kita. Bagaimana kita mau mentransformasi organisasi kalau diri kita sendiri belum siap,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa amanah dalam organisasi memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Karena itu, penguatan iman, kesehatan, dan kesungguhan dalam membina generasi harus menjadi perhatian seluruh kader.

Pada bidang kaderisasi, ia meminta seluruh pengurus daerah menjaga hubungan dengan kader dan memperkuat ukhuwah agar proses berjamaah berjalan lebih baik. Menurutnya, penguatan kaderisasi menjadi tantangan penting yang harus dipikirkan secara serius di setiap daerah.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi bagi Muslimat Hidayatullah. Ia mendorong para kader mulai membangun pola pikir usaha dan memperkuat semangat ekonomi produktif.

“Muslimah ke depan harus mempunyai jiwa bisnis walaupun tidak berbisnis langsung. Minimal mulai berpikir bagaimana ada perputaran ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kader tidak langsung menyerah karena keterbatasan modal. Menurutnya, pola pikir negatif harus diubah menjadi optimisme dan kesiapan menghadapi tantangan.

“Jangan dari awal sudah mengatakan tidak punya modal. Yang negatif harus dibalik menjadi positif,” katanya.

Dalam penutup sambutannya, ia menegaskan bahwa pengurus inti organisasi, terutama ketua, sekretaris, dan bendahara, harus memiliki keseriusan dalam mengelola organisasi. Ia juga meminta seluruh daerah terus kreatif dan inovatif dalam menjalankan dakwah dan membangun organisasi.

“Dakwah ini harus berjalan tanpa alasan. Semua daerah harus kreatif dan inovatif dalam mengelola organisasi,” tegasnya.

Rakerwil Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta Perkuat Konsolidasi, Akselerasi Program, dan Transformasi Organisasi

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Kamis, 26 Dzulqo’dah 1447 H bertepatan dengan 14 Mei 2026, bertempat di Aula Yayasan Marhamah Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan arah perjuangan, serta merumuskan langkah akseleratif dalam menjalankan dakwah Muslimat Hidayatullah di wilayah Ibukota.

Rakerwil dihadiri oleh jajaran pengurus PW, DPW, serta para pengurus daerah dan majelis Muslimat Hidayatullah se-DKI Jakarta. Dengan semangat kebersamaan dan visi perjuangan, forum ini menegaskan pentingnya penguatan jati diri organisasi, transformasi kelembagaan, serta perluasan kontribusi dakwah yang lebih inklusif di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta menegaskan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momen penting untuk memperkuat barisan, menyatukan langkah, dan memastikan seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal.

“Periode Mei 2026 hingga Juni 2027 adalah periode konsolidasi dan akselerasi. Kita memiliki tantangan sekaligus peluang besar untuk menggerakkan dakwah Muslimat di Ibukota,” ungkapnya.

Beliau memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi fokus utama PW Mushida DKI Jakarta ke depan, di antaranya konsolidasi jati diri dan organisasi melalui halaqah pengurus rutin, Rakerwil Mushida, serta koordinasi yang lebih erat antara PW, DPW, dan MMW. Selain itu, penguatan perkaderan menjadi perhatian serius melalui peningkatan Marhalah Ula dan Wustha, pembentukan halaqah taklim baru, serta pembinaan keputrian dan alumni anak putri Hidayatullah.

Di bidang dakwah, PW Mushida DKI Jakarta berkomitmen memperluas jangkauan melalui pendirian RQM-MQM baru, dakwah lansia, dakwah di lembaga pemasyarakatan, workshop janazah, dan penguatan dakwah digital. Sementara di sektor pendidikan, langkah strategis diarahkan pada pendirian PAUD, pengembangan pojok literasi, studi banding TK unggulan, serta penguatan parenting keluarga Qur’ani.

Adapun dalam bidang ekonomi dan sosial, fokus diarahkan pada penguatan UMKM, pendirian koperasi berbasis kader, sedekah Jumat, trauma healing, Pelita Senja (sekolah lansia), pembinaan spiritual di lapas, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Seluruh program tersebut ditopang oleh komitmen kuat terhadap tertib administrasi dan keuangan sebagai fondasi organisasi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah, Zahratun Nahdah, S.H.I., M.Pd., yang hadir mewakili Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, menekankan bahwa konsolidasi jati diri merupakan fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi agar tetap selaras dengan visi nubuwwah.

Menurutnya, jati diri Hidayatullah berakar pada aqidah yang shahih, manhaj nabawi, dan komitmen amar ma’ruf nahi munkar. Karena itu, seluruh lini organisasi harus terus memperkuat internalisasi nilai-nilai tersebut.

“Transformasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh adalah langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa transformasi organisasi bukan sekadar restrukturisasi, tetapi juga reorientasi strategi tarbiyah dan dakwah agar lebih adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Kemandirian organisasi, lanjutnya, harus tercermin dalam kapasitas finansial, intelektual, dan jaringan sosial yang kuat, sehingga Muslimat Hidayatullah mampu memberi pengaruh nyata dalam kebijakan publik, pendidikan, dan pemberdayaan umat.

Rakerwil secara resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta, Ustadz Suhardi Sukiman, S.Th.I. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya dakwah inklusif sebagai orientasi utama perjuangan Muslimat Hidayatullah.

“Jangan hanya sibuk dengan internal saja. Selain melaksanakan konsolidasi internal, Muslimat Hidayatullah juga harus aktif menyapa umat, memahami dinamika dan problematika masyarakat, serta hadir berdakwah di tengah-tengah mereka,” pesannya.

Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara Mushida dengan DPW Hidayatullah sebagai induk organisasi. Menurutnya, terdapat banyak ruang dakwah strategis di masyarakat yang membutuhkan peran aktif Muslimat.

“PW Muslimat Hidayatullah DKI adalah tolok ukur bagi wilayah lain karena berada di Ibukota. Maka Mushida DKI harus aktif, optimal, dan menjadi contoh dalam menjalankan program,” ujarnya.

Sebagai bagian dari ikhtiar pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga, pada kesempatan ini PW Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta juga mempersembahkan program “Eco Creative Movement for Muslimah” melalui Pelatihan Furoshiki bertema “Kreatif, Elegan, dan Ramah Lingkungan untuk Muslimah Berdaya.”

Pelatihan ini menjadi inovasi menarik yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan perempuan dalam kehidupan keluarga. Melalui pendekatan ini, Muslimah diharapkan mampu membangun ketahanan keluarga dari aspek ekonomi kreatif, gaya hidup berkelanjutan, dan peran strategis perempuan dalam masyarakat.

Kuatkan Dakwah di Daerah 3T, LAZNAS BMH Raih Penghargaan dari Kementerian Agama RI.

0
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-05-14-at-19.22.551.jpg

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — LAZNAS BMH (Baitul Maal Hidayatullah) menerima penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam atas kontribusinya dalam mendukung gerakan dakwah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta kawasan perbatasan, pada Rabu, 25 Dzulqa’dah 1447 H (13/5/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr Muchlis M Hanafi, didampingi Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf, Prof Waryono Abdul Ghofur, di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Muchlis M Hanafi menyampaikan apresiasi atas kiprah dakwah yang dilakukan LAZNAS BMH bersama Hidayatullah, khususnya dalam mendukung pengiriman dai ke wilayah 3T dan perbatasan.

“Kami sangat mengapresiasi kiprah dakwah LAZNAS BMH dan juga Hidayatullah sebagai ormas Islam yang telah memberikan perhatian serius terhadap dakwah di daerah 3T dan perbatasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterlibatan BMH dan Hidayatullah menjadi kontributor terbesar dalam program pengiriman dai 3T bersama Kementerian Agama dan LAZNAS pada Ramadhan tahun ini. Dari total 2.199 dai dan daiyah yang dikirim, sebanyak 1.000 dai berasal dari BMH dan Hidayatullah.

“Harapannya ke depan bisa lebih dimassifkan lagi,” katanya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-4.jpg

LAZNAS BMH sendiri merupakan salah satu lembaga amil zakat nasional yang sejak awal berdiri pada tahun 2001 telah memberikan perhatian terhadap penguatan dakwah di wilayah 3T dan daerah perbatasan.

Kepala Humas BMH, Syamsuddin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut dimaknai sebagai bentuk dukungan sekaligus dorongan dari pemerintah agar BMH terus meningkatkan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan perbatasan.

“Apresiasi dari Kemenag RI yang diterima hari ini kami maknai sebagai dorongan dari pemerintah kepada kami untuk memberikan kontribusi yang lebih baik lagi untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah 3T dan perbatasan,” ungkapnya.

Ia juga berharap gerakan dakwah di wilayah 3T semakin mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak melalui kolaborasi yang lebih besar dalam mendukung pengiriman dan pembinaan dai di daerah-daerah tersebut.

“Kami berharap gerakan dakwah di daerah 3T ke depan semakin mendapatkan perhatian dari banyak pihak, yang ditandai dengan semakin banyaknya pihak yang siap berkolaborasi mendukung gerakan tersebut,” pungkasnya.

KHUTBAH JUM’AT Memanfaatkan Bulan Dzulqa’dah Sebagai Persiapan Menyambut Kemuliaan Dzulhijjah

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-1.png

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ…

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Aku berwasiat kepada diriku pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ. Sebab ketakwaan adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan menghadapi kehidupan akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Saat ini kita masih berada di bulan Dzulqa’dah, salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah ﷻ. Bulan ini menjadi momentum penting untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Dzulhijjah dan hari-hari terbaik yang ada di dalamnya.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتَابِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram.”
(QS. At-Taubah: 36)

Dzulqa’dah termasuk bulan yang dimuliakan. Karena itu para ulama mengingatkan agar kaum muslimin lebih menjaga diri dari dosa dan memperbanyak amal shalih di bulan-bulan tersebut.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sebentar lagi kita akan memasuki sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, hari-hari yang sangat dicintai Allah untuk beramal shalih.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ هٰذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.”
(HR. البخاري)

Karena itu, bulan Dzulqa’dah hendaknya menjadi bulan persiapan. Persiapan hati, persiapan iman, dan persiapan amal.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ada beberapa hal yang perlu mulai kita biasakan sejak sekarang.

Pertama, membiasakan diri bangun di waktu fajar.

Allah ﷻ berfirman:

وَالْفَجْرِۙ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1-2)

Para ulama menafsirkan sepuluh malam tersebut sebagai sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Maka mulai dari sekarang, biasakan bangun malam, menjaga shalat Subuh berjamaah, memperbanyak istighfar, dan membaca Al-Qur’an.

Kedua, membasahi lisan dengan dzikir.

Allah ﷻ berfirman:

لِيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْ أَيَّامٍ مَعْلُوْمَاتٍ

“…agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
(QS. Al-Hajj: 28)

Maka biasakan lisan kita dengan takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar.

سُبْحَانَ اللّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Ketiga, menjaga diri dari kezaliman dan maksiat.

Jangan sampai kita memasuki bulan mulia dalam keadaan hati penuh dosa, permusuhan, ghibah, atau lalai dari ibadah.

Keempat, mulai mempersiapkan diri untuk ibadah kurban.

Allah ﷻ berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bukti ketundukan dan pengorbanan kepada Allah ﷻ.

Kelima, mempersiapkan diri untuk memperbanyak puasa sunnah, khususnya puasa Arafah nanti.

Rasulullah ﷺ bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللّٰهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ

“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
(HR. مسلم)

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Jangan sampai kita terlambat bersiap. Sebab orang yang sukses bukan hanya yang semangat ketika waktunya tiba, tetapi yang mempersiapkan diri sebelum kesempatan itu datang.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Mari kita jadikan bulan Dzulqa’dah ini sebagai momentum muhasabah dan persiapan diri. Persiapan menuju hari-hari terbaik di bulan Dzulhijjah.

Perbaikilah shalat kita, perbanyak taubat, jaga lisan, dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia.

Allah ﷻ berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

“Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7)

Semoga Allah mempertemukan kita dengan Dzulhijjah dalam keadaan sehat, penuh iman, dan dimudahkan untuk memperbanyak amal shalih.

اَللّٰهُمَّ بَلِّغْنَا ذِي الْحِجَّةِ، وَأَعِنَّا فِيْهَا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَالِحَ الْأَعْمَالِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

أَقِمِ الصَّلَاةَ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

Hidayatullah Gelar Rakornas Perekonomian 2026: Wujudkan Kemandirian Ekonomi lewat Konsolidasi dan Akselerasi Kewirausahaan

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-05-13-at-17.03.16-scaled.jpeg

JAKARTA SELATAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perekonomian Tahun 2026 di Hotel Sofyan, Jakarta Selatan, Rabu bertepatan dengan 25 Dzulqa’dah 1447 H (13/5/2026).

Kegiatan yang sekaligus dirangkai dengan Bootcamp 1 ini mengusung tema “Kemandirian Ekonomi Organisasi melalui Konsolidasi dan Akselerasi Kewirausahaan”, menandai komitmen serius organisasi dalam membangun fondasi ekonomi yang kokoh untuk mendukung program dakwah nasional.

Dalam sambutannya, Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah, Ustadz Wahyu Rahman, menegaskan bahwa ekonomi bukan sekadar urusan duniawi, melainkan instrumen vital dalam menopang roda dakwah Hidayatullah. Ia menekankan pentingnya konsolidasi sebagai langkah awal menyatukan visi, misi, dan potensi yang tersebar di seluruh jaringan organisasi.

“Konsolidasi bukan sekadar rapat — ini tentang menghubungkan potensi-potensi yang ada, memperkuat sinergi modal, pasar, dan SDM, serta membangun sistem ekonomi Islam yang nyata.” Kata Wahyu Rahman
Ustadz Wahyu juga mendorong lahirnya gerakan entrepreneurship yang berpihak pada kesejahteraan kader dan simpatisan Hidayatullah, termasuk melalui sosialisasi dan halaqoh bisnis agar arus informasi dan pertumbuhan ekonomi bisa merata ke seluruh penjuru Indonesia. Ia secara khusus menyinggung perlunya pergeseran perhatian agar perputaran bisnis tidak hanya dilakukan di satu wilayah, tapi bisa merata diseluruh wilayah Indonesia.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: WhatsApp-Image-2026-05-13-at-17.53.04-scaled.jpeg

Rakornas sekaligus Bootcamp 1 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad. Dalam arahannya, K.H. Naspi membawa pesan yang tajam dan berbasis realita: bahwa fondasi bisnis yang sejati adalah kepercayaan, dan kepercayaan dibangun melalui silaturahmi yang konsisten serta rekam jejak yang terukur.

“Bisnis itu kuantitatif, bukan rasa-rasa. Ia harus berbasis data, bukan asumsi. Kader kita harus berani naik kelas ke cara berpikir seperti itu.” Kata Naspi Arsyad
K.H. Naspi juga mendorong para kader dan dai Hidayatullah untuk aktif memperluas jaringan sambil menjadikan Majalah Suara Hidayatullah sebagai media silaturahim yang efektif. Ia menekankan pentingnya fokus dalam berbisnis—tidak mudah berpindah atau terdistraksi oleh kegiatan lain—serta mengajak organisasi untuk lebih serius membina dan memfasilitasi kader yang memiliki potensi di bidang bisnis.

Rakornas ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi Hidayatullah dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi umat. Dengan semangat konsolidasi dan akselerasi, DPP Hidayatullah bertekad menjadikan kewirausahaan sebagai kekuatan strategis dakwah di era baru.

LTC sampai UMKM, Program Pemuda Hidayatullah Dapat Apresiasi Kemenpora

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: ChatGPT-Image-13-Mei-2026-14.51.311.png
foto : Adam Sukiman

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah bersama Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta menggelar silaturahmi ke kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1447 H (12/05/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga tersebut disambut langsung oleh Deputi Layanan Kepemudaan, Hendro Wicaksono. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi gagasan antara Pemuda Hidayatullah dan Kemenpora dalam penguatan gerakan kepemudaan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah program strategis Pemuda Hidayatullah yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pemuda. Di antaranya program Leadership Training Center (LTC) serta pemberdayaan UMKM bagi kader muda.

Hendro Wicaksono mengapresiasi langkah konkret Pemuda Hidayatullah dalam mencetak kader pemimpin sekaligus membangun kemandirian ekonomi di kalangan pemuda. Menurutnya, program-program tersebut sejalan dengan semangat penguatan kapasitas generasi muda yang terus didorong Kemenpora.

“Kami sangat mengapresiasi Pemuda Hidayatullah melalui program Leadership Training Center (LTC) dan pemberdayaan Pemuda UMKM. Kemenpora siap bersinergi dan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Pemuda Hidayatullah ke depannya,” ujarnya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file.png

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Hanifuddin Chaniago, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menyelaraskan visi gerakan kepemudaan dengan program pemerintah.

Ia memandang Kemenpora bukan hanya sebagai institusi pemerintah, tetapi juga mitra strategis dalam membangun karakter dan kapasitas pemuda Indonesia. Menurutnya, sinergi antara nilai-nilai pembinaan kader dengan dukungan pemerintah akan mempercepat lahirnya generasi muda yang mandiri dan berkarakter.

“Kami memandang Kemenpora bukan sekadar instansi pemerintah, melainkan mitra strategis dalam membangun karakter pemuda bangsa. Dengan sinergi antara nilai-nilai yang kami miliki dan dukungan dari Kemenpora, kami optimis lahirnya generasi emas yang mandiri dan berkarakter dapat terakselerasi,” ungkap Hanifuddin Chaniago.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara Pemuda Hidayatullah dan Kemenpora melalui Deputi Layanan Kepemudaan untuk menindaklanjuti berbagai poin kerja sama dalam program dan kegiatan kepemudaan yang lebih teknis pada masa mendatang.

Rakerwil BMH Maluku Jadi Momentum Penguatan Zakat dan Pemberdayaan Umat

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-1.jpg
foto: Dzaky Almuwaahid

AMBON (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Maluku yang digelar bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1447 H (12/05/2026).

Forum tahunan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem zakat sekaligus mendorong terwujudnya kemandirian umat di wilayah Kepulauan Maluku.

Ketua DPW Hidayatullah Maluku, Naharuddin, M.Pd, menyampaikan bahwa sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga zakat memiliki peran penting dalam upaya pengentasan kemiskinan serta peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di wilayah pelosok.

“Kami sangat bangga dengan capaian dan dedikasi BMH Maluku. Rakerwil ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum untuk mempertajam program-program keumatan yang menyentuh langsung akar rumput, terutama di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal),” ujarnya di sela pembukaan kegiatan.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-2.jpg
foto: Zoom Rakerwil BMH Perwakilan Maluku

Dalam Rakerwil tersebut, BMH Perwakilan Maluku menekankan sejumlah poin penting, di antaranya penguatan sinergi dan kolaborasi bersama DPW Hidayatullah, transformasi digital zakat, penguatan program da’i pelosok, kepedulian terhadap pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi lokal masyarakat.

Kepala Perwakilan BMH Maluku, Supriyanto, menyampaikan bahwa apresiasi dari DPW Hidayatullah menjadi penyemangat bagi seluruh amil dan manajemen dalam menjalankan amanah pengelolaan dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).

“Dukungan ini memacu kami untuk bekerja lebih profesional dan amanah dalam mengelola dana ZISWAF demi kemaslahatan warga Maluku,” katanya.

Melalui hasil Rakerwil ini, diharapkan koordinasi antara lembaga zakat dan berbagai pihak terkait semakin solid sehingga distribusi manfaat program dapat dirasakan lebih merata, mulai dari Kota Ambon hingga wilayah pelosok di Maluku Tenggara dan Pulau Buru.

Keterbatasan Tak Menghalangi, Ahmad Sunanul Huda Dirikan Rumah Quran di Lombok Tengah

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: 2.jpg
foto: Siti Mariam Ismail, S.Pd

PRAYA TENGAH (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Lombok Tengah meresmikan operasional Rumah Quran Al-Huda yang berlokasi di Dusun Sendong, Kecamatan Praya Tengah. Bertepatan pada 7 Dzulqa’dah 1447 H. (25/04/26)

Peresmian tersebut dipimpin oleh Ustadz Faisal sebagai penanda hadirnya pusat pendidikan Al-Qur’an baru yang diharapkan mampu memperkuat pembinaan keislaman masyarakat setempat.

Rumah Quran Al-Huda berdiri atas inisiatif Ahmad Sunanul Huda, seorang penyandang tunanetra yang memiliki semangat besar dalam memajukan pendidikan Islam. Meski memiliki keterbatasan fisik, hal itu tidak menghalangi dirinya untuk berkontribusi dalam dakwah dan pembinaan generasi Qurani di lingkungan masyarakat.

Lembaga pendidikan tersebut memanfaatkan aset milik keluarga Ahmad Sunanul Huda yang dialihfungsikan menjadi tempat belajar mengajar santri. Seluruh lahan dan bangunan yang digunakan merupakan milik keluarga sehingga proses operasional dapat segera berjalan tanpa harus menunggu pengadaan fasilitas dari pihak luar.

Ahmad Sunanul Huda menjelaskan bahwa pemanfaatan rumah keluarga ini dilakukan agar anak-anak di Dusun Sendong dapat segera memulai pembelajaran Al-Qur’an, khususnya dalam program tahsin dan hafalan. Menurutnya, kebutuhan pembinaan generasi muda tidak bisa ditunda terlalu lama hanya karena keterbatasan sarana.

“Kami ingin anak-anak segera bisa belajar, setoran hafalan, dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an mereka,” ujarnya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: ustad-Faisal-DPD.png

Dalam sambutannya, Ustadz Faisal menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keikhlasan keluarga Ahmad Sunanul Huda yang telah mewakafkan fasilitas pribadi untuk kepentingan dakwah dan pendidikan umat. Ia menilai langkah tersebut merupakan bentuk pengabdian yang sangat mulia.

Menurutnya, DPD Hidayatullah Lombok Tengah akan berupaya mengelola Rumah Quran Al-Huda secara optimal melalui sistem pembinaan dan tenaga pengajar yang kompeten agar lembaga tersebut mampu melahirkan generasi Qurani yang berkualitas.

“Mendonasikan fasilitas pribadi untuk kepentingan dakwah adalah bentuk pengorbanan yang luar biasa,” katanya.

Kehadiran Rumah Quran Al-Huda juga mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Warga mengaku terinspirasi oleh semangat Ahmad Sunanul Huda yang tetap aktif berjuang di jalan dakwah meskipun memiliki keterbatasan penglihatan.

Peresmian kemudian ditutup dengan peninjauan ruangan-ruangan rumah yang kini telah difungsikan sebagai kelas belajar santri. Ahmad Sunanul Huda berharap keberadaan Rumah Quran Al-Huda dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam syiar Islam sesuai kemampuan masing-masing.

Dari Biji Kakao Jadi Cokelat! Murid SD Al Mubarak Belajar Langsung di Pabrik UMKM

0
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-1.jpeg

TANJUNG SELOR (Hidayatullah.or.id) — Murid SD Al Mubarak Tanjung Selor mengikuti kegiatan kunjungan edukasi bertajuk “Eksplorasi Dunia Industri: Bagaimana Cokelat Favorit Kita Dibuat?” di Rumah Coklat Bultiya, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Rabu, 4 Dzulqa’dah 1447 H. (22/04/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa bersama para guru pendamping sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan dunia industri kepada peserta didik sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap produk UMKM lokal daerah.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak melihat langsung proses pengolahan cokelat mulai dari biji kakao hingga menjadi produk siap konsumsi. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan produksi, pengemasan, hingga praktik industri rumahan yang dijalankan Rumah Coklat Bultiya.

Suasana kegiatan berlangsung antusias. Para siswa tampak aktif menyimak setiap tahapan pembuatan cokelat serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses produksi cokelat lokal.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-scaled.jpg

Kepala SD Al Mubarak Tanjung Selor menyampaikan bahwa kegiatan eksplorasi industri ini menjadi bagian dari metode pembelajaran yang menyenangkan sekaligus aplikatif bagi siswa. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di lapangan dapat membantu siswa memahami hubungan antara materi pelajaran di kelas dengan praktik nyata di masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi pembelajaran kontekstual yang menyenangkan agar siswa memahami hubungan antara pelajaran di kelas dengan dunia industri nyata,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai sarana menambah wawasan, pengalaman, serta membangun semangat belajar siswa terhadap potensi industri dan produk lokal daerah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama di depan Rumah Coklat Bultiya sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan kegiatan edukatif tersebut.

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Sulteng Didorong Perkuat Pelayanan Umat dan Kaderisasi

0

PALU (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tengah, Sarmadani Karani, mendorong transformasi gerakan Muslimat Hidayatullah dengan terus memperkuat pelayanan umat dan kaderisasi. Tujuan transformasi organisasi adalah meningkatkan efektivitas dakwah, memperkuat pelayanan umat, dan memperluas pengaruh positif di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sarmadani saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kota Palu selama dua hari yang dibuka pada Jum’at, 21 Dzulqaidah 1447 (8/5/2026).

Sarmadani menyebut tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh” menegaskan visi organisasi sebagai arah perjuangan yang menjadi fokus gerakan Hidayatullah dalam menghadapi perkembangan zaman.

Ia menjelaskan bahwa konsolidasi jati diri dipahami sebagai proses memperkuat kembali identitas, nilai, visi perjuangan, dan arah gerakan organisasi agar tetap berjalan sesuai manhaj dan ruh perjuangan para pendiri. Menurutnya, seluruh kader perlu menjaga dan mengamalkan enam jati diri Hidayatullah sebagai fondasi perjuangan organisasi.

“Pekerjaan besar pertama adalah melakukan konsolidasi jati diri,” ujarnya.

Selain itu, Sarmadani juga menyoroti pentingnya transformasi organisasi di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung cepat. Ia menegaskan bahwa transformasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur atau kepengurusan, tetapi mencakup pola pikir, budaya kerja, sistem, strategi, dan metode organisasi dalam menjalankan misi dakwah.

“Transformasi organisasi bukan hanya perubahan struktur atau pergantian kepengurusan, tetapi menyangkut perubahan pola pikir, budaya kerja, sistem, strategi, dan cara organisasi menjalankan misinya,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan tersebut tidak boleh menghilangkan identitas dasar organisasi. “Sistem boleh berubah, metode boleh berkembang, teknologi boleh maju, tetapi aqidah, manhaj, dan nilai dasar perjuangan tidak boleh berubah,” tegasnya.

Menurut Sarmadani, visi menuju Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh mencakup penguatan kemandirian dalam kaderisasi, pendidikan, dakwah, ekonomi, media, serta pengelolaan amal usaha secara profesional dan amanah. Ia menyebut pengaruh organisasi diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Pengaruh bukan diukur dari seberapa besar nama organisasi dikenal, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan umat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Sulawesi Tengah, Nurjannah Moga, berharap Rakerwil mampu memperkuat komunikasi, dukungan, dan sinergi antar unsur organisasi dan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung program kerja organisasi ke depan.

“Kami berharap melalui pertemuan ini dapat terjalin komunikasi yang baik, saling mendukung, serta tercipta sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen yang hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan dalam Rakerwil diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Nurjannah juga mengajak seluruh peserta dan tamu undangan untuk memberikan dukungan, masukan, dan partisipasi aktif demi suksesnya program kerja organisasi ke depan.