Beranda blog Halaman 2

Kiprah Hidayatullah di Wilayah Tapal Kuda

0

Saat penulis mendapatkan tugas menjadi salah satu instruktur Daurah Marhalah Wustho di Probolinggo Jawa Timur, sudah terbersit keinginan untuk silaturahim ke teman-teman Hidayatullah di sekitar Probolinggo. Naik kereta dengan nama Pandalungan sudah menambah rasa penasaran, apa artinya Pandalungan? Ternyata perpaduan budaya Jawa dan Madura.

Atas izin Allah, penulis bersama ustadz Fuad Fahruddin Ketua Departemen Perkaderan di antar keliling silaturahim pada Ahad 25 siang hingga Selasa pagi 27 Oktober 2026, melihat dan sharing dengan teman-teman Hidayatullah di rayon Tapal kuda. Difasilitasi dan dibersamai pengurus DPW Jawa Timur yaitu ustadz Sholehah Departemen Pendidikan dan Ustadz Basir Ketua Departemen Organisasi.

Makna Tapal Kuda

Kawasan Tapal Kuda bukan sekadar tapak geografis yang melengkung dari Probolinggo hingga Banyuwangi, melainkan rahim dari dialektika dakwah Islam paling ulet di Nusantara. Di kawasan ini, tempat kultur Madura yang lugas bersua dengan kehalusan Jawa ini, Islam berakar bukan lewat mimbar-mimbar kaku, melainkan melalui denyut kebudayaan Pandalungan yang cair dan adaptif. Ribuan pesantren tua tumbuh berkembang tak ubahnya tapal besi yang mengunci ketahanan moral masyarakat menjaga spiritualitas agar tak tergerus zaman seraya mengubah watak keras menjadi daya juang dakwah yang militan namun membumi.

Kekuatan syiar di timur Jawa ini bertumpu pada wibawa kharismatik kiai dan kepatuhan kultural kaum santri yang mengakar hingga ke urat nadi akar rumput. Tapal Kuda membuktikan bahwa benteng Islam yang paling kokoh tidak dibangun dari menara gading kekuasaan formal, melainkan dari kedalaman adab, keteladanan sosial, dan napas keagamaan yang menyatu tanpa jarak dengan denyut hidup umatnya.

Di Tapal Kuda, Hidayatullah sudah hadir di tengah masyarakat  memberikan kontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial ekonomi dengan dinamika perintisan hingga eksis dan terus akan menggeliat menuju mandiri berpengaruh.

Hidayatullah Probolinggo

Di sudut Jalan Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, deru bising kota pelabuhan luruh di gerbang kompleks SD Integral Hidayatullah. Di bawah komando Ustadz Kamad yang memegang kemudi ganda sebagai Ketua DPD sekaligus Ketua Yayasan membuktikan bahwa Hidayatullah Probolinggo menjadi salah satu solusi pendidikan Islam.

Mulai dari bilik mungil PAUD karya Muslimat Hidayatullah (Mushida), SD dengan ratusan muridnya hingga sekolah santri tingkat SMP, kurikulum nasional diramu apik dengan keteladanan adab dan tauhid. Amanah besar baru saja tertunai saat Probolinggo sukses menjadi tuan rumah Daurah Marhalah Wustha (DMW) Jawa Timur, menegaskan posisinya sebagai salah satu simpul kaderisasi  di wilayah Tapal Kuda.

Hidayatullah Lumajan.

Di bawah bayang-bayang Gunung Semeru, geliat dakwah Hidayatullah Lumajang membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya insani (SDI) bukanlah vonis bagi sebuah pergerakan. Di bawah komando Ustadz Muallimin, langkah-langkah dakwah di kabupaten ini digerakkan dengan napas militan: personel boleh terbatas, namun daya jangkau dan nyala komitmennya menolak padam.

Dari ruang-ruang kelas pendidikan integral, mereka menyemai tauhid dan adab anak-anak,tingkat TK-SD diharapkan lahir generasi yang tangguh secara spiritual dan berintelektual mumpuni. Saat ini sedang merintis sekolah tingkat SMP dengan membangun gedung dan rekrutmen SDI berkualitas. rintisan kemandirian ekonomi melalui ternak puluhan kambing susuan.

Hidayatullah Banyuwangi

Di ujung timur Pulau Jawa, Pesantren Hidayatullah Banyuwangi tampil sebagai etalase hidup peradaban Islam di bawah keteladanan Ustadz Agus. Mengasuh ratusan santri pada jenjang SMP dan SMA Tahfidz melalui dua kampus putra-putri yang terpisah rapi, pesantren ini menghadirkan suasana asri, bersih, dan tertata apik—sebuah pesona manajerial yang membuatnya kerap dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan akbar lintas pondok hingga agenda resmi Kementerian Agama.

Kekuatan hakiki pesantren di semenanjung Blambangan ini berakar pada regenerasi sumber daya insaninya yang orisinil: pelembagaan tradisi pernikahan mubarak bagi para santri senior yang telah matang secara ilmu dan adab. Dari rahim kaderisasi biologis dan ideologis inilah lahir keluarga-keluarga dai pengajar tetap yang mengawal pembinaan santri 24 jam penuh.

Hidayatullah Situbondo

Di jalur strategis pantura timur Jawa Timur, Pesantren Hidayatullah Situbondo menancapkan tonggak dakwahnya di atas hamparan lahan seluas dua hektare dan berikhtiar memperluas tapak khidmahnya bagi umat. Di bawah komando Ustadz Mustaji, figur kader senior yang memadukan keteduhan teladan dengan mobilitas tinggi sebagai Ketua DPD sekaligus Koordinator Wilayah Hidayatullah Tapal Kuda—pesantren ini terus berkembang.

Daya dorong utamanya bertumpu pada endidikan berjenjang yang tertata apik, mendidik ratusan siswa mulai dari TK, SD Integral, hingga jenjang SMP full day dengan pemisahan kelas, jalur pintu masuk keluar putra-putri secara tertib dan beradab. Pesantren ini membuka lebar-lebar untuk publik dengan masjid pesantren berdiri sebagai oase spiritual bagi warga sekitar. Dari rahim Situbondo inilah, Ustadz Mustaji membuktikan bahwa usia hanyalah angka, berkarya untuk membangun peradaban Islam di Situbondo.

Hidayatullah Bondowoso

Di kota sejuk berkalung pegunungan, Hidayatullah Bondowoso menyuguhkan estafeta kepemimpinan yang harmonis: sinergi antara perintis dan daya dobrak generasi muda. Langkah pergerakan di sini dipandukan apik oleh Ustadz Muhammad Hasib figur senior sekaligusperintis pertama dakwah Hidayatullah di Bondowoso bersama Ustadz Maksum, nakhoda muda energik yang kini mengemban amanah sebagai Ketua DPD. Perpaduan dua generasi ini menjadi motor penggerak yang membuat laju dakwah dan pendidikan Islam di kawasan tengah Tapal Kuda ini terus menggeliat dinamis.

Buah manis dari soliditas tersebut tecermin nyata pada ledakan kepercayaan publik terhadap lini pendidikan integral. Berangkat dari pembinaan usia dini di jenjang PAUD dan TK, antusiasme masyarakat kian tak terbendung tatkala SD Luqman Hakim resmi dibuka: hanya dalam tempo satu bulan pendaftaran, empat rombongan belajar (rombel) langsung terisi penuh. Merespons animo luar biasa para orang tua yang menitipkan masa depan putra-putrinya, deru pembangunan fasilitas dan ruang kelas baru kini terus dikebut tanpa henti. Tak berpuas di level dasar, Ustadz Hasib dan Ustadz Maksum kini tengah mematangkan rintisan pendidikan tahfiz setingkat SMP, menegaskan komitmen bahwa dari bumi Bondowoso, rantai kaderisasi dan peradaban Qur’ani sedang ditenun secara berkesinambungan.

Hidayatullah Jember

Di jantung kota tembakau, Pesantren Hidayatullah Jember menuliskan babak kebangkitannya lewat narasi resiliensi yang memikat. Sempat ditempa pasang-surut dinamika organisasi yang menguras energi, satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Ustadz Sholehan menjadi titik balik monumental: Hidayatullah Jember berhasil lolos dari lubang jarum konflik internal, bertransformasi dari sekadar fase berbenah menuju era lompatan prestasi.

Daya ledak transformasi itu berbuah manis pada ledakan kepercayaan umat. Ekosistem pendidikan integral yang dikelola, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP—kini disesaki lebih dari 1.200 murid. Merespons tingginya animo publik, deru pembangunan fisik sarana belajar tak pernah jeda, dipuncaki dengan ekspansi pembukaan kampus dua yang dirancang khusus dan terpisah bagi SMP Tahfidz Putra.

Rekam jejak kepemimpinan yang solid dan teruji membawa penugasan Ustadz Sholehan ke panggung yang lebih luas. Pengalaman panjang menuntaskan krisis dan melejitkan amal usaha pendidikan di Jember mengantarkannya pada amanah baru sebagai Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jawa Timur. Penunjukan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan tantangan strategis untuk mengkloning etos kebangkitan, tata kelola modern, dan standar mutu pendidikan Jember ke seluruh penjuru DPD di seantero Jawa Timur.

Keunikan Sekaligus Keunggulan Tapal Kuda

Geliat dakwah Hidayatullah di kawasan Tapal Kuda bertumpu pada kelima keunikan manajerial dan kultural yang saling menguatkan. Pertama, seluruh DPD menempatkan kantor gerai Baitul Maal Hidayatullah (BMH) langsung di dalam kampus pesantren, menciptakan simbiosis organik saling menguatkan. Kedua, jaringan DPD terikat dalam tradisi ta’awun yang solid; mereka rutin bersilaturahim dan sigap membantu moril maupun materiil kapan pun ada pesantren  yang menghadapi masa-masa sulit.

Ketiga, organisasi memutus stigma aktivis yang terabaikan secara ekonomi dengan  memfasilitasi para kader agar mandiri serta memiliki rumah pribadi dan penghasilan tambahan sebagai jangkar ketahanan masa depan keluarga. Keempat, kultur pelayanan masyarakat dan penghormatan kepada tamu (ikramud dhaif) dipraktikkan bukan sekadar etiket formal, melainkan bagian tak terpisahkan dari cerminan keimanan. Kelima nama-nama yayasan yang juga unik dan bermakna ketika dirangkai.

Dengan terus berjuang dengan AL IHSAN (Probolinggo) akan mendapatkan AL AMIN (Situbondo) dari umat untuk  kita sambut kemenangan AL FAJRI (Bondowoso) di waktu AL DHUHA (Jember) dengan AL ISTIQOMAH (Banyuwangi) untuk meraih AL HIKMAH (Lumajan)

Perpaduan antara kemandirian finansial keluarga dai, kemapanan fasilitas sosial, dan ketulusan adab inilah yang membuat mainstream Hidayatullah di tanah Pandalungan terus memikat serta mengakar kokoh di hati umat.

Dr. Abdul Ghoffar Hadi, M.Si adalah Ketua DPP Hidayatullah Bidang Rekrutmen dan Pembinaan Anggota.

Al-Firdaus Serpong Buka Beasiswa Penuh bagi Anak Kader Hidayatullah se-Indonesia

0

SERPONG (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Pendidikan Integral Al-Firdaus Pondok Pesantren Hidayatullah Serpong, Kota Tangerang Selatan, membuka Program Apresiasi Anak Kader Prestasi melalui penyediaan beasiswa penuh gratis sepenuhnya bagi santri berprestasi dari keluarga kurang mampu dari berbagai daerah di Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kaderisasi generasi muda Hidayatullah.

Ketua Yayasan Al-Firdaus Serpong, Muhammad Irwan, mengajak para asatiz dan pengelola lembaga pendidikan Hidayatullah merekomendasikan santri terbaik untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Integral Al-Firdaus Serpong. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi jalur untuk mengidentifikasi calon peserta didik yang memiliki prestasi, akhlak baik, serta membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

Program ini menyediakan beasiswa penuh hingga jenjang SMP bagi anak kader Hidayatullah yang memenuhi kriteria. Menurut Irwan, program tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap potensi anak-anak kader sekaligus dukungan agar keterbatasan ekonomi tidak menghambat keberlanjutan pendidikan mereka.

Ia menyebut Yayasan Al-Firdaus Serpong sebagai salah satu lembaga, bahkan menurutnya satu-satunya di Indonesia, yang memberikan apresiasi beasiswa tingkat SMP bagi anak kader Hidayatullah hingga lulus.

“Program beasiswa boarding school ini merupakan kekhasan yang dikembangkan Yayasan Al Firdaus dalam mendukung pendidikan generasi bangsa khususnya untuk keluarga kader dan masyarakat dhuafa,” kata Irwan dalam keterangannya, Jum’at, 19 Jumadil Awal 1448 (30/10/2026).

Menjalankan Peran Sosial Keagamaan

Dalam penyelenggaraan pendidikannya, Sekolah Integral Al-Firdaus Serpong berkomitmen membentuk lulusan yang unggul secara akademik, kokoh dalam tauhid, serta memiliki karakter dan akhlak Islami. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan kesiapan peserta didik menjalankan peran sosial keagamaan.

Orientasi tersebut sejalan dengan tujuan program beasiswa, yakni menyiapkan generasi yang memiliki kekuatan iman dan ilmu, wawasan luas, serta kesiapan untuk mengabdi kepada agama, umat, dan bangsa.

“Dukungan pendidikan yang diberikan tidak semata sebagai bantuan pembiayaan, tetapi juga sebagai investasi dalam proses pembinaan kader masa depan,” tegas Irwan.

Irwan berharap para asatiz dapat berperan aktif menyampaikan informasi dan memberikan rekomendasi kepada santri yang memenuhi kriteria. Kolaborasi antara yayasan, pendidik, dan lingkungan keluarga kader dinilai penting agar kesempatan pendidikan tersebut dapat menjangkau calon peserta didik yang tepat.

Melalui Program Apresiasi Anak Kader Prestasi, Yayasan Al-Firdaus Serpong berupaya memastikan potensi anak kader tetap memperoleh kesempatan berkembang. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui WA di 08131963212 atau 081291349592 untuk putri.

“Program ini diharapkan menjadi ikhtiar bersama dalam menyiapkan generasi berkarakter Islami yang kelak berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Irwan.

DPP Hidayatullah Perkuat Kompetensi Keprotokolan Sekretaris Lembaga Se-Indonesia

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Keprotokolan Sekretaris Lembaga Hidayatullah Se-Indonesia secara daring melalui Zoom, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur lembaga dan struktur organisasi Hidayatullah di seluruh Indonesia.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas para sekretaris lembaga agar memiliki pemahaman, keterampilan, serta standar kerja keprotokolan yang profesional dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan resmi organisasi.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Ustadz Dr. Nanang Patria. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan sistem protokoler sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang profesional dan tertib.

Pelatihan menghadirkan narasumber Ustadz Batur Zaman Badruzaman atau yang akrab disapa Ustadz Ubas. Materi disampaikan secara interaktif dengan membahas berbagai aspek keprotokolan, mulai dari tata tempat, tata upacara, tata penghormatan, hingga pengelolaan acara dan koordinasi petugas protokol.

Dalam pemaparannya, Ustadz Ubas menjelaskan bahwa keprotokolan bukan sekadar urusan teknis penyelenggaraan acara, melainkan bagian penting dari sistem organisasi.

Sekretariat, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai jantung organisasi, pusat komando, pusat data, pusat gerakan, sekaligus etalase yang mencerminkan wajah kelembagaan.

Ia juga menguraikan tiga dimensi keprotokolan, yakni keprotokolan sebagai sistem aturan resmi, protokol sebagai pelaksanaan teknis kegiatan, serta petugas protokol sebagai pelaksana di lapangan.

Ketiganya harus berjalan secara terpadu untuk menjaga kehormatan tamu dan tuan rumah, memastikan ketertiban acara, memelihara reputasi penyelenggara, serta mengantisipasi berbagai kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan resmi.

Materi pelatihan turut menekankan pentingnya ketepatan tata tempat, penyusunan rundown, verifikasi nama dan jabatan tamu, serta pembagian tugas yang jelas antara koordinator protokol, pembawa acara (MC), penerima tamu, liaison officer (LO), dan tim keamanan.

Menurut narasumber, seluruh rangkaian acara harus dikendalikan melalui satu rantai komando yang terpusat. Dengan demikian, setiap perubahan susunan acara maupun keputusan penting dapat dilakukan secara terkoordinasi dan tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai penanganan acara yang melibatkan pejabat negara, termasuk pentingnya koordinasi dengan protokol kepresidenan, survei lokasi, harmonisasi dokumen, hingga gladi bersih sebelum kegiatan berlangsung.

Ustadz Ubas juga mengingatkan bahwa profesionalisme petugas protokol sangat ditentukan oleh etika, ketelitian, integritas, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi situasi mendadak.

Dalam konteks organisasi, keprotokolan yang baik bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan dan cerminan nilai ihsan dalam menjalankan amanah dakwah.

Melalui kegiatan ini, DPP Hidayatullah mendorong seluruh sekretariat lembaga di Indonesia untuk menerapkan standar keprotokolan secara konsisten. DPP juga akan menyiapkan petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman pendampingan dan standardisasi keprotokolan internal.

Sebagai tindak lanjut, konsep keprotokolan tersebut direncanakan diuji coba dalam penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah. Ustadz Efik ditunjuk sebagai ketua panitia uji coba penerapan konsep tersebut, dengan melibatkan DPW Hidayatullah Jawa Tengah.

Melalui penguatan kompetensi ini, Hidayatullah berharap seluruh sekretaris lembaga mampu menghadirkan tata kelola keprotokolan yang profesional, adaptif, dan berwibawa sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban Islam.

KHUTBAH JUMAT Jadilah Pemuda Pemberani Seperti Nabi Ibrahim

0

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Mari kita bersyukur, kita masih diberi kesempatan menjadi pemuda, atau pernah menjadi pemuda. Karena pemuda adalah aset Islam dan bangsa yang paling mahal.

Hari ini jelang satu abad Sumpah Pemuda 1928, sebuah peristiwa sejarah yang diukir oleh Pemuda yang memengaruhi jalannya nasib bangsa terjajah yang kemudian terantar menjadi bangsa merdeka Indonesia, khatib akan mengajak kita merenungi satu ayat tentang pemuda paling pemberani dalam sejarah: Allah SWT berfirman:

قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ

Artinya: “Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim.” (QS. Al-Anbiya: 60)

Ayat ini adalah pengakuan musuh. Musuh-musuh tauhid mengakui bahwa Ibrahim adalah seorang FATAA – pemuda.

Jamaah Jum’at yang berbahagia,

Apa hebatnya pemuda Ibrahim? Tiga keberaniannya tidak dimiliki pemuda lain.

Pertama: BERANI BERBEDA SAAT SEMUA ORANG SESAT.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menjelaskan, saat itu seluruh penduduk Babilonia, termasuk ayah Ibrahim sendiri, Azar, adalah penyembah berhala. Tidak ada satu pun yang beriman. Bayangkan, sendirian. Tapi Ibrahim berani berkata: “… Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?” (QS. Al-Anbiya: 52).

Pemuda hari ini banyak yang ikut-ikutan. Ikut tren maksiat karena takut dibilang tidak gaul. Ibrahim mengajarkan: pemuda hebat itu berani beda untuk kebenaran, walau sendirian.

Kedua: BERANI BERARGUMEN DENGAN ILMU, BUKAN EMOSI.

Imam Fakhruddin Ar-Razi menafsirkan, keberanian Ibrahim bukan keberanian otot, tapi keberanian logika. Ia menghancurkan berhala kecil dan menyisakan berhala besar, lalu meletakkan kapak di leher berhala besar itu. Saat ditanya siapa pelakunya, ia berkata: “Tanyakan saja kepada berhala besar itu.” Itu bukan mengejek, tapi menyadarkan akal mereka yang mati.

Ketiga: BERANI MENANGGUNG RISIKO KEBENARAN.

Akibat keberaniannya, ia dibakar hidup-hidup. Raja Namrudz membuat api besar. Tapi karena keberaniannya untuk Allah, Allah yang membela.

Ma’asyiral Muslimin,

Rasulullah SAW bersabda tentang nilai pemuda pemberani seperti Ibrahim:

“Sesungguhnya Allah kagum kepada pemuda yang tidak memiliki shabwah (tidak memperturutkan hawa nafsunya).”(HR. Ahmad, dishahihkan Al-Albani)

Dan Rasulullah juga menjamin:

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya… di antaranya: Syaabun nasya-a fii ‘ibaadatillah, seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.”(HR. Bukhari & Muslim)

Lihat, Ibrahim tumbuh dalam ibadah, bukan tumbuh dalam nongkrong tanpa makna, bukan tumbuh dalam judi online, bukan tumbuh dalam narkoba.

Prof. Quraish Shihab dalam Al-Mishbah berkata: Kata Fatan dalam ayat ini menunjukkan pemuda yang matang pikirannya, kuat fisiknya, dan bersih hatinya.

Maka wahai pemuda-pemuda Indonesia. Jadilah pemberani!

Berani menolak ajakan pacaran yang haram.

Berani menolak ajakan korupsi walau kecil.

Berani berkata “ini haram” di tengah teman-teman yang menghalalkan.

Berani menolak menjadi Pejabat kalau tak ada ijazahnya.

Berani maju membela rakyat dan bangsa Indonesia yang hari ini terpuruk akibat ulah oligarki dan birokrat yang tak cakap dan korup.

Karena api Namrudz hari ini bukan api kayu, tapi api hawa nafsu, api HP, api pergaulan bebas. Dan satu-satunya yang bisa memadamkannya adalah keberanian tauhid seperti Ibrahim.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ

Jamaah sekalian,

Menjadi Ibrahim tidak harus menunggu menjadi Nabi. Cukup menjadi pemuda yang di hatinya hanya ada Allah.

Pemuda Indonesia yang di hatinya ada Allah, insyaa Allah akan mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera. Bangsa yang disegani dalam pergaulan internasional.

Jika Allah sudah bersama kita, api pun akan Allah perintahkan menjadi dingin, sebagaimana Allah berfirman kepada api Ibrahim:

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Kami berfirman: Wahai api, jadilah kamu dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.” (QS. Al-Anbiya: 69)

Mari tutup khutbah dengan doa untuk pemuda kita.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَاجْعَلْهُمْ كَإِبْرَاهِيْمَ فِي الشَّجَاعَةِ وَالتَّوْحِيْدِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ… فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ


(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

Kolaborasi BMH dan Polda Kaltim, Solusi Air Bersih Hadir di Balikpapan Barat

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) dan Yayasan Indah Berbagi Foundation meresmikan fasilitas sumur bor di Langgar Al Ashri, Jalan Gunung Gembira RT 08, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Jumat (23/10/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro bersama Wakapolda Kaltim. Fasilitas tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Pembangunan sumur bor di Langgar Al Ashri ini merupakan titik ke-22 dari program kolaborasi Kapolda Kaltim dan BMH Kaltim. Secara keseluruhan, program tersebut telah menghadirkan 40 titik sumur bor di berbagai daerah.

Kegiatan peresmian turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama, Camat Balikpapan Barat, lurah, serta tokoh masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, bantuan berupa 30 paket sembako juga disalurkan kepada warga sekitar.

Kehadiran fasilitas air bersih ini diperkirakan memberikan manfaat bagi 233 kepala keluarga atau 669 jiwa di sekitar lokasi. Selain itu, terdapat 150 jamaah aktif Langgar Al Ashri dan 40 santri taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang akan merasakan manfaatnya untuk kebutuhan ibadah dan kegiatan belajar mengaji.

Kepala Perwakilan BMH Kaltim, Muhammad Rofiq, menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kaltim atas dukungan dan kehadirannya dalam peresmian fasilitas tersebut.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Kalimantan Timur atas dukungan serta kehadirannya yang meresmikan sumur bor ini. Setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan air bersih, kini kebutuhan untuk wudhu, ibadah, dan mengaji anak-anak TPA terpenuhi dengan baik. Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Pembangunan sumur bor ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas keagamaan dan pendidikan Al-Qur’an.

Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, BMH Kaltim terus mendorong hadirnya solusi berkelanjutan bagi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.

DPP Hidayatullah dan MPP ISMI Sepakati Kerja Sama Strategis Pengembangan Ekonomi dan Bisnis

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah dan Majelis Pengurus Pusat (MPP) Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Kerja Sama Pengembangan Ekonomi dan Bisnis Hidayatullah.

Penandatanganan strategis ini berlangsung pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ISMI 2026 di Shangri-La Hotel, Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Naskah kerja sama ditandatangani secara langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., dan Ketua Umum MPP ISMI, Dr.-Ing. H. Ilham Akbar Habibie, MBA., serta disaksikan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.

Melalui kesepakatan ini, kedua pihak berkomitmen mengoptimalkan dan mengintegrasikan potensi jaringan ekonomi Islam di Tanah Air. Hidayatullah mengandalkan basis jaringan organisasi, pesantren, lembaga pendidikan, serta ekosistem aset dan jamaah. Sementara itu, ISMI berperan menyambungkan potensi tersebut dengan investor, pelaku industri, keahlian profesional, hingga jaringan pasar dan teknologi digital.

Bendahara Umum DPP Hidayatullah, Dr. Suwito Fatah, M.M., menjelaskan bahwa kerja sama penguatan ekonomi keumatan ini berlaku selama tiga tahun ke depan dan mencakup lima fokus utama. Yang pertama, Investasi dan Pengembangan Usaha Strategis: Meliputi sektor perkebunan, pertanian, peternakan, industri halal, dan jasa.

Kedua, Inkubasi Bisnis Pesantren: Membangun ekosistem kemandirian ekonomi berbasis pondok pesantren. Ketiga, Pendidikan Wirausaha: Penyelenggaraan program Hidayatullah Muslim Entrepreneur Academy.

Keempat, Keuangan Sosial Islam: Sinergi pengelolaan wakaf produktif dan pemanfaatan instrumen keuangan syariah. Kelima, Kemitraan Strategis: Kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah dan korporasi.

Kesepakatan ini akan ditindaklanjuti secara konkret melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis yang dirumuskan dalam kurun tiga bulan mendatang.

Selain penandatanganan MoU, Hidayatullah turut berpartisipasi aktif dalam ajang ISMI Expo 2026 melalui stan pameran Yayasan Kampus Utama Hidayatullah Surabaya yang menampilkan berbagai produk unggulan serta potensi jaringan bisnis di lingkungan Hidayatullah. Turut hadir mendampingi prosesi ini DPW Hidayatullah Jawa Timur, H. Muhammad Ali.

ISCH 2026, Langkah Hidayatullah Jabar Lahirkan Generasi Pemimpin Berintegritas

0
Peserta ISCH 2026 mengikuti kegiatan kepramukaan di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat.

SUMEDANG (Hidayatullah.or.id) — Satuan Komunitas Pramuka (Sakoda) Hidayatullah Jawa Barat menyelenggarakan Jambore Wilayah Islamic Super Camp of Hidayatullah (ISCH) 2026 di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang, Jawa Barat, pada 21–23 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti murid sekolah Hidayatullah dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) se-Jawa Barat ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan karakter Islami, memperkuat ukhuwah, serta membangun jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab.

Jambore Wilayah ISCH 2026 dirangkai dengan Halaqah Kubro dan Upacara Hari Santri Nasional 2026. Ketiga agenda tersebut menjadi sarana penguatan keislaman, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat pengabdian di kalangan generasi muda Hidayatullah.

Menanamkan Hakikat Kepemimpinan

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat menyelenggarakan Halaqah Kubro yang diikuti para dai Hidayatullah dan peserta ISCH. Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ustaz KH Naspi Arsyad, Lc., sebagai pembicara.

Dalam tausiyahnya, Naspi menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kedudukan formal, tetapi menyangkut kualitas diri, keberanian, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menggantungkan segala urusan kepada Allah SWT.

“Orang Hidayatullah tidak diajarkan untuk mendambakan menjadi pimpinan, tetapi di Hidayatullah diajarkan menjadi pemimpin,” tegasnya.

Menurut Naspi, kepemimpinan perlu dibangun melalui proses pembinaan diri. Seorang pemimpin dituntut memiliki karakter yang kuat, mampu mengambil tanggung jawab, dan bersedia memulai perubahan dari dirinya sendiri.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang berat karena berkaitan dengan kemaslahatan orang-orang yang dipimpin serta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Naspi turut mengutip ungkapan Arab, “Faqidus syai’i la yu’thihi” (فَاقِدُ الشَّيْءِ لَا يُعْطِيهِ), yang berarti seseorang yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikan sesuatu tersebut.

Ungkapan tersebut menegaskan pentingnya membangun kualitas diri sebelum membimbing orang lain. Keimanan, karakter, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah menjadi bekal penting bagi seorang pemimpin.

Menguatkan Karakter dan Semangat Pengabdian

Penyelenggaraan ISCH 2026 yang dirangkai dengan Halaqah Kubro dan Upacara Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan generasi muda melalui pendekatan kepramukaan, penguatan keislaman, dan penanaman nilai pengabdian.

Pembinaan generasi muda tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang berlandaskan iman, akhlak, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar untuk tumbuh sebagai generasi yang siap mengemban amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui Jambore Wilayah ISCH 2026, Sakoda Hidayatullah Jawa Barat berikhtiar menyiapkan generasi penerus yang memiliki kecakapan, keterampilan, karakter Islami, serta kesiapan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, ISCH 2026 diharapkan menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda yang berjiwa pemimpin dan berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

Hidayatullah Banten Gelar Roadshow Dakwah Bersama KH Anwari Hambali di Ponpes El Bantany

0

SERANG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Banten menggelar pengajian bertajuk Roadshow Bersama KH Anwari Hambali di Pondok Pesantren El Bantany, Kota Serang, Banten, Senin, 15 Jumadilawal 1448 (26/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keislaman di kalangan kader melalui kajian yang disampaikan oleh pendakwah sekaligus pengkaji wawasan Islam kontemporer tersebut.

Pengajian berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren El Bantany yang dipimpin KH Muhammad Sodikin. Kehadiran KH Anwari Hambali dalam kegiatan ini memberi ruang bagi peserta untuk menyimak materi keislaman, khususnya mengenai pentingnya menjalankan ajaran agama secara menyeluruh dalam kehidupan seorang muslim.

Dalam penyampaian materinya, KH Anwari Hambali menekankan bahwa seorang muslim harus menjalankan Islam secara utuh atau kaffah. Menurutnya, identitas sebagai muslim tidak semestinya diwujudkan secara setengah-setengah, melainkan melalui kesungguhan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi muslim merupakan pilihan Allah SWT, bukan semata-mata pilihan manusia. Beliau menekankan bahwa status sebagai muslim perlu disertai kesadaran terhadap tanggung jawab dalam menjalankan ajaran agama. Dengan demikian, keislaman tidak semata sebagai identitas, tetapi menjadi landasan dalam menjalani kehidupan.

“Pengamalan agama bagian penting dari kehidupan seorang muslim,” katanya. Pemahaman terhadap ajaran Islam perlu berjalan seiring dengan pelaksanaannya sehingga nilai-nilai agama menjadi pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan sehari-hari.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren El Bantany, KH Muhammad Sodikin, menyampaikan terima kasih kepada para kader Hidayatullah Banten yang telah bersilaturahmi di lingkungan pesantren. Ia mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai kesempatan untuk mempererat hubungan antarkader dan membangun komunikasi yang berkelanjutan.

KH Muhammad Sodikin berharap silaturahmi tersebut kian mengeratkan silaturrahim dalam kesinambungan hubungan dalam mendukung kehidupan organisasi dan kegiatan dakwah. Ia menyampaikan harapan agar hubungan yang telah terjalin dapat terus dipelihara melalui pertemuan dan komunikasi pada waktu-waktu mendatang.

Kemenham Babel dan Hidayatullah Bahas Penguatan Sinergi HAM dan Pelayanan Masyarakat

0

PANGKALPINANG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kepulauan Bangka Belitung menerima audiensi Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mempererat silaturahmi kelembagaan dan menjajaki peluang kerja sama dalam edukasi hak asasi manusia (HAM), pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan sosial yang berkeadilan, Kamis (23/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia (P5HAM).

Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Bangka Belitung, Ust. Ismail Zalukhu, S.H.I., M.Pd., menyampaikan pandangan mengenai kontribusi organisasi dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pembinaan umat. Melalui berbagai bidang tersebut, Hidayatullah berupaya mengambil peran dalam membangun masyarakat yang berkarakter, harmonis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Kepatuhan Kemenham Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Syamsudin M., S.H., M.H., menyampaikan pentingnya sinergi dengan organisasi kemasyarakatan untuk memperluas jangkauan edukasi HAM, termasuk di lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, pesantren, dan masyarakat akar rumput.

Dialog tersebut juga membahas peluang kolaborasi dalam sosialisasi dan edukasi HAM, penguatan kesadaran hukum, pencegahan diskriminasi, serta penanaman sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

DPW Hidayatullah Kepulauan Bangka Belitung memandang nilai kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai bagian penting dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang damai dan bermartabat.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan literasi HAM dan memperkuat budaya saling menghargai.

Audiensi ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterlibatan unsur masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkeadilan, dengan tetap memperhatikan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing pihak.

KH. Naspi Arsyad, Gelar Akademik Harus Melahirkan Pemimpin Berintegritas dan Bertanggung Jawab

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., mengingatkan para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok agar tidak menjadikan jabatan formal sebagai tujuan utama dalam perjalanan karier. Menurutnya, hal yang lebih mendasar adalah membangun karakter kepemimpinan yang berlandaskan integritas, amanah, dan kesediaan untuk berkorban.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Wisuda ke-XIV STIE Hidayatullah Depok di Harris Hotel Cibinong, Ahad (25/10/2026).

Kiai Naspi menilai, salah satu tantangan dalam kehidupan organisasi dan berbangsa adalah munculnya ambisi menduduki posisi kepemimpinan yang tidak selalu diiringi kesiapan karakter untuk memikul tanggung jawab.

Padahal, kepemimpinan bukan sekadar persoalan posisi atau kewenangan, melainkan tentang bagaimana seseorang menjalankan amanah dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

“Jangan mengejar status formal untuk menjadi pimpinan. Jagalah apa yang lebih hakiki daripada itu, yaitu menjaga karakter pemimpin dengan bertanggung jawab atas amanah kepemimpinan” tegas Kiai Naspi.

Ia menjelaskan bahwa seseorang yang menjaga karakter kepemimpinan akan memiliki komitmen untuk memberi, melayani, dan berkorban. Sebaliknya, ketika jabatan menjadi tujuan utama tanpa diiringi integritas, seseorang berisiko lebih berorientasi pada keinginan untuk dilayani dan memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri.

Menurut Kiai Naspi, perbedaan tersebut menjadi penting untuk dipahami oleh para lulusan perguruan tinggi yang akan mengambil peran di tengah masyarakat, dunia usaha, maupun organisasi.

Integritas Dimulai dari Orientasi Pengabdian

Dalam sambutannya, Naspi juga mengkritisi kecenderungan lulusan baru yang menjadikan pencarian pekerjaan sebagai orientasi utama setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, mencari pekerjaan merupakan hal yang wajar. Namun, lulusan perguruan tinggi perlu memiliki orientasi yang lebih luas, yakni bagaimana ilmu dan kompetensi yang diperoleh dapat digunakan untuk memberi manfaat.

Kiai Naspi menekankan bahwa integritas bukan hanya tentang menghindari pelanggaran atau menjaga nama baik, melainkan juga menyangkut komitmen untuk menunaikan tanggung jawab dan memberikan kontribusi secara sungguh-sungguh.

Lanjut Kiai Naspi, mengaitkan prinsip tersebut dengan semangat perjuangan di jalan Allah sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Hajj ayat 78. Kesungguhan dalam berjuang perlu diwujudkan melalui kesediaan bekerja, berkorban, dan menjalankan amanah.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang perjuangan para ulama dan tokoh bangsa. Bertepatan dengan momentum Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober, Naspi menyinggung Resolusi Jihad yang digaungkan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.

Dalam konteks tersebut, Kiai Naspi mengajak para lulusan untuk tidak memisahkan kehidupan profesional dari tanggung jawab moral dan pengabdian kepada bangsa.

Kiai Naspi berharap para wisudawan dan wisudawati STIE Hidayatullah mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, konsisten menjaga integritas, serta siap memikul amanah di berbagai bidang kehidupan.

Baginya, kepemimpinan yang berintegritas akan tampak bukan semata-mata dari tingginya jabatan yang diraih, melainkan dari besarnya tanggung jawab yang ditunaikan dan manfaat yang diberikan kepada sesama.