Beranda blog Halaman 13

Hidayatullah Kecam Serangan terhadap Prajurit TNI Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad Lc (Foto: dok.hidayatullah.or.id)
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad Lc (Foto: dok.hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Peristiwa tersebut terjadi setelah serangan militer yang dilaporkan dilakukan oleh pasukan Israel terhadap markas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan yang terjadi pada Ahad, 29 Maret 2026, menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, anggota TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL. Dalam insiden yang sama, empat prajurit TNI lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Sehari setelahnya, pada Senin, 30 Maret 2026, dua prajurit TNI lainnya yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya dan Sertu Muhammad Nur Ichwan juga dilaporkan gugur akibat eskalasi serangan yang terjadi di wilayah operasi pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Naspi Arsyad menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit yang gugur dalam menjalankan mandat internasional. Ia menegaskan, pengorbanan mereka merupakan bentuk dedikasi luhur bagi keamanan dan stabilitas internasional

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya para prajurit TNI yang sedang menjalankan amanah sebagai penjaga perdamaian dunia,” ujar Naspi Arsyad dalam keterangannya, Selasa, 11 Syawal 1447 (31/3/2026).

Ia juga menyampaikan doa bagi prajurit yang mengalami luka agar segera memperoleh pemulihan kesehatan secara penuh. Menurutnya, seluruh personel yang terlibat dalam misi penjaga perdamaian merupakan representasi komitmen Indonesia dalam mendukung upaya global menjaga stabilitas dan keamanan kawasan konflik.

Misi United Nations Interim Force in Lebanon dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1978 untuk memantau penghentian permusuhan, membantu pemerintah Lebanon memulihkan kendali wilayah selatan, serta memastikan stabilitas di kawasan perbatasan Lebanon-Israel.

Indonesia merupakan salah satu kontributor utama dalam misi tersebut. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa lebih dari 2.700 personel militer dan kepolisian Indonesia terlibat dalam berbagai misi penjaga perdamaian PBB di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon.

Naspi Arsyad menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas penjaga perdamaian PBB merupakan tindakan yang harus mendapat perhatian serius dari komunitas internasional.

“Kami mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Serangan semacam ini memerlukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Naspi.

Ia menambahkan bahwa insiden tersebut semakin menegaskan bahwa konflik yang berlangsung di kawasan Timur Tengah sering kali menimbulkan korban di kalangan pihak yang tidak terlibat langsung dalam permusuhan. Menurut berbagai laporan internasional, konflik yang berkepanjangan di kawasan tersebut telah menyebabkan ribuan korban sipil serta berdampak pada berbagai fasilitas kemanusiaan dan misi internasional.

Naspi menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian yang menjalankan mandat internasional. Ia juga menekankan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan bagian dari komitmen konstitusional negara dalam mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Ketika Warga AS Peringatkan Batas Kekuasaan Presidennya Sendiri

0

SEDIKITNYA delapan juta orang warga Amerika Serikat (AS) rela turun ke jalan guna menolak aksi Trump yang menyerang Iran bersama Israel. Aksi serentak warga AS itu bertajuk “No Kings” dan berlangsung di 50 negara bagian dengan lebih dari tiga ribu titik demonstrasi.

Unjuk rasa itu menjadi satu mobilisasi terbesar dalam sejarah modern AS dan melampaui rekor demonstrasi mana pun dalam setahun terakhir di negara berjuluk negara Uncle Sam (US) itu.

Dalam banyak kasus, presiden suatu negara yang didemo oleh warganya sendiri seringkali karena warga tidak sepakat dengan kebijakan sang pemimpin. Mungkin karena warga menilai kebijakannya merugikan, tidak adil bahkan merusak. Dan, dalam demokrasi, demonstrasi adalah satu cara sah untuk menekan pemerintah agar mau mengubah kebijakan atau mengambil tindakan tertentu.

Dalam konteks AS saat ini, warga menilai Trump telah menjadikan eksekutif sebagai raja, sehingga wajah AS menyerupai negara monarki daripada sistem yang seharusnya demokratis atau republik dengan mengedepankan pembagian kekuasaan.

Dalam bahasa Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt dalam buku Bagaimana Demokrasi Mati, Trump, dalam hal ini telah memenuhi syarat sebagai pemimpin yang sangat mungkin terang tidak demokratis.

Cirinya sederhana, Trump menunjukkan komitmen yang rendah terhadap aturan main demokrasi. Kebijakan menyerang Iran tanpa mekanisme demokrasi AS sendiri (tidak melibatkan kongres) menjadi bukti paling update.

Di sisi lain, pada 2016 Trump menganggap bahwa dirinya boleh jadi tidak menerima hasil pemilu tahun itu. Yang bagi sejarawan Douglas Brinkley, baru Trump calon presiden AS yang menyatakan keraguan terhadap sistem demokrasi sejak 1860.

Batas Kekuasaan

Tema “No Kings” menunjukkan bahwa warga AS ingin Trump sadar dirinya bukanlah raja yang bisa semena-mena. Trump adalah presiden yang lahir dari proses demokrasi, yang karena itu tidak bisa dan tidak boleh mengabaikan aspirasi warganya sendiri.

Terlebih, dalam konteks AS, setiap keputusan presiden adalah representasi dari keputusan warga. Kesadaran inilah yang membuat warga AS bergerak, menuntut Trump menghentikan langkah destruktifnya dengan mengatasnamakan rakyat AS.

Angka delapan juga warga yang turun demo menandakan bahwa Trump benar-benar melampaui batas kekuasan. Oleh karena itu rakyat AS merasa perlu untuk melakukan koreksi sosial secara luas dan kuat.

Sebuah indikasi kuat bahwa Trump dalam hal ini memang harus diingatkan dengan peringatan yang tegas, jelas serta serius. Tentu saja ini bukan sebatas hambatan bagi Trump, lebih dalam ini adalah sebuah legitimasi bahwa Trump tidak memadai dalam membawa watak dan karakter warga AS dalam hal berbangsa dan bernegara ala Amerika yang seharusnya menjadi teladan penting dalam praktik demokratisasi.

Tantangan AS

Mengingat AS adalah negara yang selalu mendorong demokrasi tegak dalam banyak negara di dunia, sudah terang AS harus mampu memberi bukti keteladanan. Namun dengan adanya kasus Trump saat ini, apakah demokrasi itu masih menjadi komitmen AS atau seperti apa.

Oleh karena itu gerakan warga AS hendaknya tidak mengarah hanya pada sosok Trump, lebih jauh juga penting mendorong perubahan sistem demokrasi itu sendiri berlangsung secara masif, sehingga AS tidak menjadi negara yang mengaku demokratis, lalu lupa bagaimana nilai-nilai demokratisasi itu ditegakkan.

Pada akhirnya dunia akan melihat, apakah demonstrasi “No Kings” ini benar-benar mampu menekan Trump satu sisi, sisi lain juga punya daya dorong kuat untuk AS terbukti komitmen dengan penegakan nilai-nilai demokrasi secara terbuka, jujur dan objektif.

Sembari menanti hari-hari mendatang, dunia juga mungkin selaras dengan aspirasi warga AS, bahwa langkah-langkah kontraproduktif dari Trump harus benar-benar dihentikan, setidak-tidaknya diluruskan agar tak mencederai napas demokrasi itu sendiri.[]

Mas Imam Nawawi

Hidayatullah Sampaikan Duka atas Gugurnya Prajurit TNI di Markas UNIFIL Lebanon

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Juru Bicara yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Muhammad Isnaeni, menyampaikan pernyataan duka cita atas gugurnya prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dalam serangan yang dilaporkan dilakukan oleh militer Israel dengan menarget Markas Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) pada Ahad, 29 Maret 2026.

Serangan tersebut juga menyebabkan empat prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Kelima personel tersebut tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang sedang menjalankan mandat misi perdamaian internasional.

Isnaeni menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum atas pengabdian yang diberikan dalam misi penjaga perdamaian dunia.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon yang sedang menjalankan tugas sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB. Pengorbanan beliau merupakan bentuk dedikasi bagi stabilitas dan keamanan internasional,” ujar Isnaeni dalam keterangannnya, Senin, 10 Syawal 1447 (30/3/2026).

Ia juga menyampaikan doa bagi prajurit yang terluka agar segera mendapatkan pemulihan kesehatan secara penuh.

“Kami mendoakan agar para prajurit yang mengalami luka dapat segera pulih dan kembali sehat. Mereka adalah representasi komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia,” katanya.

Indonesia merupakan salah satu negara kontributor terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan bahwa hingga 2025 Indonesia menempatkan lebih dari 2.700 personel dalam berbagai misi penjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Misi UNIFIL sendiri dibentuk pada 1978 untuk memantau penghentian permusuhan, membantu pemerintah Lebanon memulihkan otoritasnya di wilayah selatan, serta menjaga stabilitas kawasan perbatasan.

Isnaeni menyampaikan bahwa Hidayatullah mengecam keras serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari pasukan penjaga perdamaian tersebut. Ia menegaskan bahwa misi UNIFIL berada di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memiliki status perlindungan internasional.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Isnaeni.

Menurut laporan berbagai lembaga internasional, insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di Lebanon terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut. Sejumlah fasilitas sipil, termasuk infrastruktur kemanusiaan dan fasilitas internasional, dilaporkan turut terdampak serangan.

Isnaeni menyerukan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut oleh lembaga internasional yang berwenang.

“Kami menyerukan agar dilakukan investigasi yang transparan dan menyeluruh untuk memastikan akuntabilitas atas serangan yang menyebabkan gugurnya prajurit Indonesia tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa ini juga menunjukkan pola kekerasan yang sering terjadi dalam konflik kawasan, di mana pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dalam permusuhan kerap menjadi korban. Situasi tersebut, menurutnya, juga terlihat dalam berbagai laporan mengenai serangan membabi buta di Palestina yang selama bertahun-tahun menunjukkan tingginya korban sipil akibat operasi militer di wilayah pendudukan itu.

Hidayatullah menyampaikan penghormatan kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian dunia. Pengabdian tersebut, tegas isnaeni, adalah sebagai bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas internasional serta memperkuat komitmen global terhadap perdamaian dan keamanan.

Krisis Geopolitik Global dan Tanggung Jawab Intelektual Halaqah Kader

0

KURANG lebih sudah sebulan ketegangan dan perang Amerika-Iran berlangsung. Tanda-tanda mereda belum terlihat. Bahkan cakupan wilayah perang semakin meluas.

Bagi seorang muslim, perang ini bukan sesuatu yang sederhana dan bisa diabaikan begitu saja. Sebaliknya perang ini penting. Karena negara-negara Islam di Timur Tengah terlibat di dalamnya, baik di kubu Amerika ataupun Iran.

Oleh karena itu sangat baik seandainya para kader Hidayatullah memberikan perhatian yang serius atas perang ini. Diskusi di halaqah kader butuh diisi dengan topik ini. Subtopiknya sangat banyak, dari akar perang, membangun ketahanan bangsa, hingga konflik antarnegara Islam. Isu hubungan Sunni-Syiah juga bisa dimasukkan dalam daftar subtopik diskusi.

Hal terpenting dari diskusi di halaqah kader adalah perspektif. Selain keilmuan, Jatidiri Hidayatullah merupakan satu perspektif yang perlu senantiasa hadir. Agar telaah bersifat komprehensif, dari deskripsi-narasi hingga aksi.

Lahirnya aksi dari diskusi halaqah kader merupakan keharusan. Hal ini dilandasi beberapa pemikiran, sebagaimana berikut.

Pertama, sebagaimana masyhur dipahami, ilmu perlu dilengkapi dengan amal shaleh. Tanpa amal shaleh, sang pemilik ilmu berpotensi jatuh ke golongan dimurkai (al-maghdhub).

Kedua, sejak awal pendirian, Hidayatullah mendidik kader-kadernya untuk membangun aksi nyata. Diskusi dan kegiatan ilmiah lainnya merupakan titik awal dari lahirnya aksi nyata. Semakin dalam dan kompleks suatu diskusi, aksi nyata diharapkan semakin berkualitas.

Ketiga, perang besar mutakhir ini akan memberikan dampak yang sangat luas. Sifatnya global. Salah satunya dampak ekonomi. Diskusi halaqah kader perlu menghasilkan rencana-rencana aksi jika situasi ekonomi semakin runyam. Tentu harapannya rencana aksi dibingkai dengan ta’awun, minimal tiga unsur: Organisasi, amal/badan usaha, dan kader.

Ada satu instrumen halaqah kader yang tidak bisa dianggap sepele, yakni infak halaqah. Besar atau kecil nominalnya, hendaklah infak dikuatkan kembali. Berikutnya infak bisa digunakan sebagai salah satu dana ta’awun nantinya, saat ekonomi memburuk. Sehingga kemanfaatannya semakin terasakan.

Melalui aktivitas halaqah kader yang diperkaya dengan diskusi mendalam berbasis keilmuan dan Jatidiri Hidayatullah, disertai peningkatan kuantitas dan kualitas infak, semoga kader semakin merasakan manfaat halaqah.

Ke depan, seiring harapan perang berakhir, halaqah terus diperkaya dengan aktivitas serupa bahkan lebih baik. Sehingga halaqah menjadi tumpuan kader untuk memperluas cakrawala sekaligus memperdalam ruhiyah.

Di sinilah kemudian dapat dipahami bahwa sebuah krisis atau problema bisa menjadi daya ungkit untuk meningkatkan kualitas aktivitas perkaderan, baik problema internal ataupun eksternal. Hal ini selaras dengan Al-Qur’an surat Al-Insyirah ayat 5-6 yang senantiasa memberikan motivasi, “Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Wallahu a’lam.

FU’AD FAHRUDIN

Geopolitik 2026 dan Menguji Daya Baca

0

FILOSOFI Iqra’ (Bacalah!) menyadarkan kita pada satu kebenaran fundamental: ketidaktahuan dan keengganan untuk membaca realitas secara utuh adalah musuh terbesar peradaban. Hari ini, perintah untuk “membaca” bukan sekadar mengeja teks, melainkan membedah konstelasi dunia yang tengah berada di ambang pergolakan. Badai krisis energi 2026 sudah di depan mata. Sebagaimana peringatan keras dari Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, pada Maret 2026, kita sedang berhadapan dengan ancaman sistemik yang masif. Ini adalah sebuah konvergensi krisis energi yang eskalasinya melampaui guncangan minyak 1970-an maupun imbas invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Tidak ada satu pun negara yang kebal, termasuk Indonesia.

Secara geopolitik, perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran kini telah memasuki pekan keempat. Eskalasi ini tidak lagi bersifat teritorial, melainkan membidik urat nadi ekonomi global: Selat Hormuz. Jalur maritim sempit ini adalah chokepoint (titik kritis) geopolitik yang menjadi rute transit bagi 20% pasokan minyak dunia. Meskipun Iran menerapkan strategi perang ekonomi asimetris dengan membiarkan kapal-kapal dari negara yang tidak terafiliasi dengan AS dan Israel tetap melintas, ancaman gangguan pasokan (supply shock) telah memicu ketidakpastian ekstrem di pasar global.

Di tengah ancaman fisik ini, kita juga menghadapi krisis epistemologis. Arus informasi beredar liar—bercampur baur antara fakta objektif, hoaks, hingga rekayasa kecerdasan buatan (AI) yang manipulatif. Menghadapi “infodemi” dan ancaman krisis nyata ini, masyarakat  terbelah. Melalui kacamata sosiologi krisis, kita dapat memetakan respons masyarakat ke dalam empat tipologi utama:

Golongan pertama adalah mereka yang memilih untuk menutup mata bukan karena tidak peduli, melainkan karena kelelahan eksistensial (kelelahan krisis). Ini umumnya dialami oleh masyarakat prasejahtera dan kelompok marginal. Bagi mereka, ancaman krisis geopolitik global terasa abstrak dan berjarak, karena setiap hari mereka sudah hidup dalam kehidupan serba krisis dengan mode “bertahan hidup” (mode bertahan hidup). Terhimpit oleh beban ekonomi harian, mereka kehilangan kapasitas kognitif untuk memikirkan krisis makro. Kemiskinan telah merampas kemewahan mereka untuk merasa risau terhadap ancaman masa depan.

Golongan kedua adalah masyarakat yang secara literasi mampu mengakses informasi, namun memilih sikap pasrah atau skeptis absolut. Secara psikologis, mereka mengidap normalcy bias. Sebuah keyakinan keliru bahwa segala sesuatu akan berjalan baik-baik saja karena badai seolah hanya rekayasa atau konspirasi elite global. Golongan yang kerap terjebak dalam gaya hidup hedonis ini memilih jalur eskalasi pelarian (escapism): tenggelam dalam rutinitas kerja, hiburan, game, dan senda gurau. Mereka mengabaikan mitigasi karena memandang krisis sebagai tontonan bahkan lelucon, bukan ancaman yang akan meruntuhkan zona nyaman mereka.

Golongan ketiga adalah kelompok menengah terdidik yang rajin “membaca” dan mengikuti perkembangan global, namun justru terjebak dalam doomscrolling (obsesi membaca berita buruk). Tingginya paparan informasi tanpa diimbangi oleh kapasitas mitigasi melahirkan kecemasan akut, keresahan, dan ketakutan. Dalam psikologi perilaku, kondisi ini disebut learned helplessness (ketidakberdayaan yang dipelajari). Mereka sadar kapal sedang bocor, namun merasa terlalu kecil dan tidak berdaya untuk menambalnya. Mereka berakhir pada kepasrahan pasif, sekadar bertahan dengan aset dan pekerjaan yang tersisa tanpa langkah antisipasi struktural dengan dalih tawakkal

Golongan keempat adalah manifestasi sejati dari spirit Iqra’. Mereka tidak hanya membaca teks dan konteks, tetapi juga menerjemahkannya ke dalam praksis (tindakan nyata). Memahami bahwa krisis 2026 adalah keniscayaan, mereka membangun kapasitas adaptif (kapasitas adaptif). Di tingkat mikro, mereka melakukan audit energi keluarga, transisi ke efisiensi konsumsi, membangun lumbung pangan komunitas, dan menyiapkan skenario terburuk jika rantai pasok global benar-benar runtuh. Mereka menolak menjadi korban keadaan dan secara proaktif membangun resiliensi (ketangguhan) dari tingkat akar rumput.

Ancaman krisis energi 2026 adalah ujian seleksi alam bagi peradaban modern. Menyelamatkan Indonesia dari hantaman badai ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan intervensi negara. Dibutuhkan lompatan kesadaran kolektif agar mayoritas masyarakat bergeser dari sekadar penonton yang cemas (Golongan 3) atau apatis (Golongan 1 dan 2), menjadi aktor proaktif (Golongan 4).

Pada akhirnya, hanya dengan Iqra’ secara mendalam, memahami geopolitik, mengakui kerentanan domestik, dan memetakan solusi masa depan. Iqra’ Bismirabbik yang benar adalah membuahkan aksi, mitigasi, kemandirian dan ketergantungan kepada Allah dengan mempersiapkan diri sedini mungkin dan bersikap optimis. []

*) Dr. Abdul Ghofar Hadi, S.Sos.I., M.S.I., penulis Ketua Bidang Perkaderan & Pembinaan Anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah

Rais Aam Hidayatullah Tekankan Etos Jihad dan Amal dalam Taujih Momentum Syawal

Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad pada acara Silaturahim Syawal 1438 H di Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Senin, 10 Juli 2017‎ (Foto: Abdus Syakur / Hidayatullah)

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Rais ‘Aam Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga semangat perjuangan dalam kehidupan umat Islam saat memberikan Taujih Shubuh bertema Spirit Momentum Syawal di Masjid Ar-Riyadh Ummulquraa Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad, 2 Syawal 1447 (22 Maret 2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa kehidupan manusia pada hakikatnya bergantung pada pengampunan dan rahmat Allah SWT.

Dalam pemaparannya, Abdurrahman Muhammad menjelaskan bahwa keselamatan manusia tidak semata-mata ditentukan oleh amal yang dilakukan, melainkan oleh karunia Allah.

Namun, menurutnya, rahmat dan ampunan tersebut ditempuh melalui perjuangan yang sungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan.

Ia menegaskan bahwa jalan perjuangan tersebut merupakan bagian dari upaya manusia mendekatkan diri kepada Allah.

“Hanya dua yang bisa menyelamatkan manusia, (yaitu) hanya kalau Allah mengampuni dosa dan hanya dengan rahmat-Nya. Dan, wasilahnya, hanya jihad saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdurrahman Muhammad menjelaskan bahwa konsep jihad tidak terbatas pada makna perjuangan dalam konteks tertentu, melainkan mencakup berbagai bentuk kesungguhan dalam menjalani kehidupan.

Ia mencontohkan bahwa keseriusan dalam ibadah, pencarian ilmu, maupun tanggung jawab pekerjaan merupakan bagian dari manifestasi jihad dalam kehidupan sehari-hari.

“Maka bersungguh-sungguh beribadah itu jihad. Bersungguh-sungguh mengambil ilmu itu jihad. Bersungguh-sungguh menyelasaikan pekerjaan itu jihad,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kesuksesan tidak mungkin dicapai tanpa adanya kesungguhan dan pengorbanan. Dalam pandangannya, setiap capaian yang diraih manusia selalu melalui proses perjuangan yang tidak ringan.

“Tidak ada kesuksesan tanpa ada jihad di dalamnya. Tidak ada!” ujarnya.

Pada bagian akhir tausiyahnya, Abdurrahman Muhammad mengajak seluruh warga Hidayatullah untuk terus menjaga semangat perjuangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Ia menekankan pentingnya menghidupkan etos jihad sebagai dorongan spiritual dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Maka bagaimana warga (Hidayatullah) ini kita semua ini digerakkan terus untuk berjihad. Berjihad, berjihad, berjihad,” katanya.

Krisis Global dan Tanggung Jawab Pemimpin Menjaga Ketahanan Masyarakat

0

“SETIAP lima tahun sekali, ada krisis di industri penerbangan. Harapan untuk bertahan pasti ada. Namun, krisis semacam ini hanya dapat diatasi oleh pemimpin-pemimpin brilian yang bekerja cerdas bersama tim terbaiknya”.

Demikian ungkapan Yashihiro Fukada, Direktur Operasional ZipAir Tokyo (Kompas.id, 27/3/2026), yang menarik untuk kita cermati, terutama dalam memahami bagaimana seharusnya kita memandang krisis.

Kalimat Fukada itu menarik setidaknya karena dua hal. Pertama, krisis pasti terjadi dan melanda. Kedua, menghadapi krisis dengan menyiapkan generasi pemimpin dan tim yang andal, siap menghadapi, bukan yang terampil main lari.

Krisis adalah kondisi yang penuh ketidakpastian. Ia sering disertai kepanikan, ketergesaan, bahkan menurunnya kepercayaan antar pihak. Dalam situasi seperti ini, keadaan menjadi tidak stabil, bahkan menyerupai kondisi bencana atau konflik.

Dalam konteks kepemimpinan, krisis harus dipahami sebagai bagian dari perjalanan, bukan sesuatu yang dihindari. Menang dalam pemilu tidak berarti jalan akan selalu mulus.

Jika seorang pemimpin terlalu berfokus pada dirinya (self-oriented), maka krisis yang datang justru akan memperbesar dampak negatif. Dan itu sangat mungkin, karena biasanya, pemimpin yang terlalu sempit sudut pandangnya akan cenderung membangun tim yang tidak cukup kuat secara mental.

Mengatasi Krisis

Dalam situasi global yang tidak stabil, misalnya konflik geopolitik yang berdampak pada energi, masyarakat mulai merasakan keresahan terhadap kebutuhan dasar seperti BBM dan gas.

Sahabat saya di pedalaman Kalimantan Timur, kawasan yang sering disebut sebagai lumbung sumber energi kandungan alam, telah mengabarkan bahwa dirinya lambat membalas pesan Whatsapp karena seharian berputar-putar mencari gas. “Mulai langka gas di kampung, bro,” tulisnya.

Pertanyaannya apakah fakta seperti ini, meski hanya di satu desa, sudah sampai ke level pemimpin yang seharusnya tahu dan paham mengatasinya?

Pemimpin yang visioner dan bijaksana, biasanya akan memiliki kemampuan mendeteksi, mitigasi, dan melakukan persiapan untuk mengatasi krisis yang terjadi. Seperti sekarang, ketika perang Iran berkelanjutan dan dampak pada BBM dunia mulai menguat, masyarakat mulai berada dalam kondisi resah akan ketersediaan BBM, bahkan gas.

Situasi ini menuntut kepemimpinan yang mampu memberikan kepastian arah dan solusi yang jelas bagi masyarakat. Tanpa itu, krisis benar-benar akan merontokkan semua optimisme. Situasi ini tentu tidak memberi keuntungan bagi siapapun. Dalam bahasa yang sederhana, orang lain yang perang, kita yang kesakitan.

Dalam situasi seperti ini pemimpin tertinggi dan tim terbaiknya harus memiliki konsep tegas dan jelas untuk mengurai krisis ini. Krisis tak dapat dicegah, tapi dampaknya bisa diminimalisir.

Oleh karena itu pemimpin harus merasakan langsung keresahan rakyat. Pada saat yang sama, mengerahkan tim bekerja semaksimal mungkin. Bukan masanya lagi dalam situasi krisis pemimpin membiarkan opini sebagai isu. Tapi ia harus menjadikan pandangannya sebagai kebijakan yang mengatasi krisis.

Pemimpin Sejati Diuji dalam Krisis

Pemimpin sejati bukan sekadar yang menduduki jabatan, tetapi yang mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat.

Krisis satu sisi menakutkan, tapi sisi itu adalah peluang bagi semua pihak untuk menjadi lebih kuat. Dalam konteks ini pemimpin harus benar-benar mampu memberi respons yang memadai.

Dalam dunia kepemimpinan dikenal istilah inspire trust. Artinya, pemimpin harus mampu membangun kepercayaan, bahkan menginspirasi masyarakat untuk tetap optimis di tengah krisis.

Salah satu langkah penting adalah evaluasi. Evaluasi terhadap cara berpikir, kebijakan, dan arah keputusan. Selain itu, evaluasi terhadap tim juga krusial: apakah tim benar-benar bekerja dan mampu menghadirkan solusi.

Maknanya adalah pemimpin dan timnya harus memiliki langkah yang jelas. Bisa memahami masalah, merumuskan kebijakan, dan mengeksekusi solusi secara terukur.

Pada akhirnya, krisis tidak selalu menjadi ancaman, tetapi juga ujian kualitas kepemimpinan.

Krisis akan berlalu, tetapi cara pemimpin menghadapinya akan menentukan apakah rakyat tetap kuat atau justru menjadi korban. Karena itu, jangan takut menghadapi krisis—yang perlu ditakuti adalah ketika kita tidak siap menghadapinya.[]

Imam Nawawi

KHUTBAH JUM’AT Menjaga Takwa Setelah Ramadhan

0

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ التَّقْوَى مِفْتَاحَ الْجِنَانِ، وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ نُوْرًا لِلْأَنَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ قَامَ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita memulai khutbah ini dengan memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT. Dialah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, serta kesempatan untuk terus beribadah kepada-Nya.

Tidak ada karunia yang lebih berharga daripada iman yang tertanam di hati dan kemampuan untuk menjalani hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan terbaik bagi umat manusia. Melalui beliau, kita mengenal jalan hidup yang benar, jalan yang membawa manusia menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ramadhan telah berlalu. Namun semangat ibadah yang kita jalani selama bulan suci tidak boleh ikut berlalu. Puasa, tadarus Al-Qur’an, infak, zakat, dzikir, dan berbagai amal saleh yang kita lakukan di bulan Ramadhan sesungguhnya bukan sekadar ibadah musiman. Semua itu diarahkan kepada satu tujuan besar: membentuk pribadi yang bertakwa.

Allah SWT mengingatkan kita agar menjalani Islam secara utuh dan tidak setengah-setengah. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)

Ayat ini menegaskan bahwa Islam bukan sekadar label atau identitas, melainkan jalan hidup yang harus dijalankan sepenuhnya. Takwa bukan hanya hadir dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap hidup, cara berpikir, dan perilaku sosial.

Allah juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Takwa adalah derajat mulia yang ingin dicapai oleh setiap mukmin. Bahkan Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ada manusia-manusia tertentu yang dirindukan oleh surga. Beliau bersabda:

اَلْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ: تَالِي الْقُرْآنِ، وَحَافِظِ اللِّسَانِ، وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ

“Surga merindukan empat golongan manusia: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.”

Hadis ini menggambarkan bahwa kemuliaan seorang mukmin tidak hanya tampak dalam ibadah personal, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan akhlak yang baik.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Salah satu tanda utama orang bertakwa adalah kuatnya tauhid dalam dirinya. Ia meneguhkan keyakinan bahwa tidak ada yang layak disembah selain Allah. Hatinya tidak bergantung kepada kekuasaan, kekayaan, ataupun manusia, melainkan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ

“Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan ‘Laa ilaha illallah’ dengan ikhlas mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tauhid yang kuat membuat seorang mukmin mampu menghadapi berbagai keadaan hidup dengan sikap yang seimbang. Ketika memperoleh nikmat ia bersyukur, dan ketika menghadapi kesulitan ia bersabar.

Rasulullah juga mengingatkan agar iman senantiasa diperbarui. Beliau bersabda:

جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ … أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

“Perbaruilah iman kalian.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana cara memperbarui iman?” Beliau menjawab, “Perbanyaklah mengucapkan Laa ilaha illallah.”

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ciri lain dari orang bertakwa adalah akhlak yang mulia. Islam tidak hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya.

Ketika Rasulullah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, beliau menjawab:

تَقْوَى اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ

“Takwa kepada Allah dan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Akhlak Rasulullah sendiri adalah gambaran nyata dari ajaran Al-Qur’an. Ketika seseorang bertanya kepada Aisyah RA tentang akhlak Nabi, beliau menjawab bahwa akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Orang bertakwa juga memiliki kedekatan spiritual yang kuat dengan Allah melalui ibadah. Ia menjaga shalat wajib, memperbanyak ibadah sunnah, membaca Al-Qur’an, dan menghidupkan hatinya dengan dzikir.

Rasulullah SAW bersabda:

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ

“Tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya. Dan ia terus mendekat kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)

Salah satu ibadah yang memiliki kedudukan tinggi adalah shalat malam. Rasulullah bersabda:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ

“Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat di tengah malam.” (HR. Muslim)

Selain itu, Al-Qur’an menjadi cahaya bagi kehidupan seorang mukmin. Rasulullah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Dzikir juga menjadi sumber ketenangan hati. Allah berfirman:

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Jamaah yang dirahmati Allah,

Takwa tidak berhenti pada kesalehan pribadi. Orang bertakwa juga memiliki kepedulian untuk mengajak manusia menuju kebaikan.

Allah berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan.” (QS. Fussilat: 33)

Dakwah tidak selalu berarti ceramah di mimbar. Dakwah bisa dilakukan dengan teladan, dengan nasihat yang baik, dengan mengajak keluarga dan masyarakat menuju kebaikan.

Rasulullah bersabda:

بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً

“Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Jika nilai-nilai takwa tumbuh dalam diri seorang individu, maka ia akan melahirkan kehidupan yang baik. Allah menjanjikan:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

“Barang siapa beramal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)

Kehidupan yang baik ini bermula dari pribadi yang saleh, lalu melahirkan keluarga yang penuh kasih sayang, masyarakat yang diberkahi, hingga negeri yang damai.

Allah berfirman:

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ

“Allah menyeru manusia menuju negeri keselamatan.” (QS. Yunus: 25)

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita menjaga nilai-nilai yang telah kita bangun selama Ramadhan. Jadikan iman semakin kuat, akhlak semakin baik, ibadah semakin kokoh, dan kepedulian sosial semakin luas.

Semoga Allah membimbing kita menjadi hamba-hamba yang bertakwa, yang hidupnya dipenuhi kebaikan dan kelak dipanggil memasuki surga-Nya dengan penuh kemuliaan. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

Hidayatullah Serukan Gerakan Siaga dan Hemat Energi di Tengah Eskalasi Global

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr Nanang Noepatria, M.Pd, menyampaikan seruan kepada warga dan seluruh kader serta jaringan lembaga Hidayatullah di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan energi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 6 Syawal (26/3/2026), menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada stabilitas pasar energi global.

Nanang menekankan bahwa eskalasi konflik di kawasan penghasil energi utama dunia berpotensi memengaruhi rantai pasok bahan bakar minyak global. Gangguan distribusi energi tersebut bahkan telah memicu lonjakan harga minyak dunia serta menimbulkan kekhawatiran terjadinya kelangkaan bahan bakar di sejumlah negara.

Laporan internasional menunjukkan bahwa konflik di kawasan tersebut telah mengganggu pasokan energi global hingga sekitar 12 juta barel per hari, atau sekitar 12 persen dari total permintaan minyak dunia.

Selain itu, penutupan atau pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia—memperburuk tekanan terhadap pasar energi global dan mendorong harga minyak melampaui 100 dolar per barel.

Nanang menjelaskan bahwa struktur energi nasional masih memiliki ketergantungan yang cukup besar terhadap impor minyak dan bahan bakar. Data sektor energi menunjukkan bahwa kebutuhan BBM nasional pada 2025 mencapai rata-rata sekitar 232.417 kiloliter per hari, dengan hampir setengah kebutuhan tersebut dipenuhi melalui impor.

Ia juga mengingatkan bahwa konsumsi minyak Indonesia terus meningkat, dengan penggunaan minyak mencapai sekitar 1,63 juta barel per hari pada 2024.

Berdasarkan kondisi tersebut, Nanang mengajak seluruh kader Hidayatullah untuk melakukan langkah antisipatif melalui penghematan energi secara kolektif.

“Kami mengajak setiap warga dan keluarga kader Hidayatullah memastikan pemanfaatan energi di rumah benar-benar dalam mode hemat, baik listrik maupun energi lainnya. Kesadaran kolektif ini penting sebagai bagian dari tanggung jawab sosial menghadapi situasi global yang tidak menentu,” ujar Nanang.

Ia menambahkan bahwa gerakan penghematan energi tidak hanya dilakukan pada tingkat keluarga, tetapi juga di seluruh jaringan lembaga Hidayatullah di Indonesia. Ribuan Rumah Qur’an, pondok pesantren, kantor organisasi, serta lembaga pendidikan yang berada dalam jaringan Hidayatullah diminta menerapkan kebijakan serupa.

Menurut Nanang, langkah tersebut mencakup pengaturan penggunaan listrik secara efisien, pengurangan konsumsi energi yang tidak mendesak, serta penyesuaian aktivitas operasional agar lebih hemat energi.

“Semua kantor, pondok pesantren, dan ribuan Rumah Qur’an di bawah jaringan Hidayatullah di seluruh Indonesia diharapkan melakukan hal yang sama sebagai bentuk disiplin kolektif dalam menghadapi potensi gangguan pasokan energi,” katanya.

Seruan tersebut juga sejalan dengan rekomendasi lembaga energi internasional yang mendorong negara-negara dan masyarakat untuk mengurangi konsumsi energi, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, serta memanfaatkan energi secara lebih rasional selama periode krisis energi global.

Melalui langkah tersebut, Hidayatullah berharap jaringan masyarakat sipil dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di tengah dinamika global yang berdampak pada sektor energi.

Nanang menegaskan bahwa disiplin penggunaan energi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia serta menjaga ketahanan energi nasional.

Ubah Foto Menjadi Kartun agar Pembelajaran Lebih Visual dan Menarik

0

Pembelajaran visual sangat membantu meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa. Metode pengajaran konvensional yang dipenuhi teks sering kali kurang menarik dan kurang melibatkan siswa. Visual bergaya kartun dapat membuat pelajaran lebih menyenangkan serta mudah dipahami karena mampu menyederhanakan konsep yang rumit. Dengan Pippit, guru dapat mengubah foto biasa menjadi gambar pembelajaran yang personal dan menarik. Pendekatan ini membantu meningkatkan pengalaman belajar di kelas sekaligus menumbuhkan kreativitas dan rasa ingin tahu. Penambahan visual kartun pada materi belajar juga membuat proses belajar lebih interaktif, imersif, dan mudah diingat sehingga membantu menjembatani konsep abstrak dengan pemahaman siswa.

Pentingnya Pembelajaran Visual dalam Pendidikan Modern

Pembelajaran visual berperan penting dalam membantu siswa memahami konsep abstrak karena menghadirkan contoh ilustratif yang jelas. Contoh visual dapat menarik perhatian siswa sekaligus mendorong pemikiran kreatif. Grafik kartun sangat efektif untuk menjelaskan konsep kepada pelajar usia muda. Teknik storytelling juga menjadi lebih mudah diingat ketika visual digunakan dalam materi pendidikan. Alat seperti Pippit memungkinkan guru edit foto jadi kartun secara instan sehingga visual pembelajaran terlihat lebih menarik. Media visual dalam proses belajar mengajar juga dapat menyesuaikan berbagai gaya belajar, sehingga siswa yang cenderung visual maupun auditori dapat memahami materi dengan
lebih baik. Gambar interaktif sering memberi motivasi tambahan yang berdampak positif pada performa belajar secara keseluruhan.

Manfaat Visual Kartun dalam Materi Pengajaran

Gambar kartun membantu menggambarkan konsep yang kompleks melalui ilustrasi yang lebih sederhana. Visual seperti ini dapat memicu diskusi kelas dan kerja kelompok. Materi pembelajaran seperti slide, lembar kerja, dan presentasi menjadi lebih menarik ketika dilengkapi ilustrasi kartun. Lingkungan pembelajaran digital juga terasa lebih hidup ketika materi multimedia menggunakan visual bergaya kartun. Guru dapat memanfaatkan fitur Pippit untuk edit foto background, sehingga gambar kartun dapat disesuaikan dengan tema pelajaran. Visual berbentuk gambar membantu siswa menghubungkan konsep dengan hal yang mudah diingat sehingga informasi lebih mudah tersimpan dalam ingatan. Pembelajaran jarak jauh atau hybrid juga menjadi lebih menarik karena kartun mampu melibatkan siswa dari berbagai usia.

Bagaimana Gambar Kartun Mendukung Berbagai Gaya Mengajar

Penggunaan gambar kartun memudahkan metode pengajaran berbasis cerita karena karakter dan situasi dapat divisualisasikan dalam bentuk gambar yang menyenangkan. Ilustrasi visual membantu siswa memahami konsep abstrak dengan cara yang lebih konkret. Demonstrasi visual juga sangat bermanfaat dalam mata pelajaran sains dan teknologi untuk menjelaskan proses atau mekanisme. Diagram bergambar dapat membantu siswa mempelajari topik yang sulit seperti matematika atau biologi dengan lebih mudah. Penggunaan platform seperti Pippit bersama pemotong video online juga memungkinkan pendidik memasukkan kartun animasi ke dalam video pembelajaran sehingga variasi metode pengajaran menjadi lebih kaya dan menarik secara visual. Pendekatan project-based learning juga dapat diterapkan melalui ilustrasi kartun ketika siswa diminta membuat gambar untuk menjelaskan materi yang mereka pelajari.

Langkah Membuat Kartun dari Foto agar Pelajaran Lebih Visual dan Menarik

Langkah 1: Tambahkan gambar pengajaran ke editor

  1. Masuk ke akun Pippit lalu buka Studio Gambar dari panel navigasi dashboard.
  2. Klik Editor Gambar pada bagian Alat Cepat untuk mulai mengubah gambar pembelajaran dengan mudah.
  3. Pilih ukuran rasio aspek yang diinginkan atau tata letak preset yang sesuai untuk presentasi atau visual kelas.
  4. Impor gambar dengan memilih Unggah Gambar atau seret langsung dari penyimpanan perangkat.

Langkah 2: Ubah gambar menjadi visual kartun edukatif

  1. Setelah gambar diunggah, buka Alat Cerdas pada panel pengeditan di sisi kanan.
  2. Pilih Transfer Gaya Gambar untuk menerapkan efek kartun berbasis AI pada visual pembelajaran.
  3. Pilih gaya seperti Hong Kong, Oil painting, atau Manga sesuai dengan tema pelajaran.
  4. Tingkatkan kejelasan visual dengan memotong gambar, menyesuaikan kecerahan, menambahkan label, atau menerapkan filter selama proses pembuatan kartun.

Langkah 3: Ekspor visual untuk kelas atau presentasi

  1. Setelah proses pengeditan selesai, klik Unduh Semua pada bagian kanan atas.
  1. Pilih pengaturan format, ukuran, dan kualitas yang sesuai untuk slide, lembar kerja, atau pelajaran daring.
  1. Klik Unduh untuk mengekspor file resolusi tinggi atau gunakan opsi Salin sebagai PNG.

Penggunaan Praktis Gambar Kartun di Kelas

  • Cerita sejarah menjadi lebih mudah diingat ketika peristiwa divisualisasikan melalui ilustrasi kartun.
  • Avatar kartun yang mewakili tokoh dalam pelajaran sastra dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap karakter cerita.
  • Konsep kompleks dapat dijelaskan melalui diagram sains dengan visual kartun yang lebih sederhana.
  • Keterlibatan siswa meningkat ketika pelajaran disampaikan melalui ilustrasi visual yang interaktif.

Presentasi kelas yang terasa membosankan dapat menjadi lebih menarik dengan bantuan gambar kartun. Guru dapat membuat setiap topik terasa lebih hidup dan membantu menyederhanakan materi yang sulit atau abstrak. Visual tersebut juga mudah disesuaikan dengan berbagai rencana pelajaran menggunakan Pippit sehingga proses belajar menjadi lebih dinamis bagi guru maupun siswa.

Kesimpulan

Grafik kartun memberikan pendekatan baru dalam proses belajar karena membuat pelajaran lebih interaktif. Pendidik dapat menciptakan materi pendidikan yang menarik secara visual dengan bantuan alat berbasis AI seperti Pippit. Penggunaan kartun membantu meningkatkan pemahaman, imajinasi, serta keterlibatan siswa di kelas. Foto yang diubah menjadi visual kartun mampu menarik perhatian siswa sekaligus membangkitkan minat belajar. Visual storytelling dalam pengajaran membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan dan membantu siswa mengingat konsep dengan lebih baik. Pendekatan ini menjadi cara belajar modern yang kreatif dan menarik.