LUMAJANG (Hidayatullah.or.id) — Di tengah gempuran isu miring dan keraguan terhadap pengelolaan dana umat, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Jawa Timur, Gerai Lumajang, hadir bagaikan oase menyejukkan.
Dengan penuh komitmen dan ketulusan, BMH Lumajang menunjukkan komitmennya dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas melalui penyerahan laporan keuangan tahun 2023 kepada Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang, Jum’at, 6 Muharam 1446 (12/7/2024).
Penyerahan laporan keuangan ini bukan sekadar rutinitas, tapi merupakan bentuk pertanggungjawaban BMH kepada para donatur dan masyarakat luas.
Di era penuh kecurigaan ini, BMH Lumajang membuka diri, menunjukkan setiap rupiah dana umat yang diamanahkan dikelola dengan penuh tanggung jawab dan amanah.
“Kami sangat menghargai inisiatif BMH dalam memberikan laporan keuangan yang jelas dan akurat. Ini membuktikan bahwa BMH benar-benar berkomitmen untuk menjalankan amanah dari para donatur dengan baik dan transparan,” ujar Drs. H. M. Nur Sjahid, MA., Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang, mengapresiasi langkah BMH.
Senada dengan BAZNAS, H. Hidayatulloh, S.Kom., selaku Kepala Kantor Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Lumajang, juga menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana zakat.
“Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan penyerahan laporan keuangan ini, BMH menunjukkan bahwa mereka serius dalam mengelola dana zakat dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih dari sekadar transparansi, BMH Lumajang ingin membangun kepercayaan dan rasa aman bagi para donatur. Setiap rupiah yang didonasikan, diyakinkan akan tersalurkan dengan tepat sasaran dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berkomitmen untuk selalu transparan dan akuntabel dalam pengelolaan dana umat. Laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada para donatur dan penerima manfaat,” ungkap Indokhul Makmun, Sekretaris Lembaga BMH Jatim, dengan penuh keyakinan.
Transparansi dan akuntabilitas bukan hanya slogan, tapi komitmen nyata yang harus dipegang teguh. Mari bersama BMH Lumajang, jaga kepercayaan, dan wujudkan pengelolaan dana umat yang transparan, amanah, dan bermanfaat.*/Herim
KUALA LUMPUR (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah tengah memperingati hari jadinya yang kini berusia 24 tahun yang berdiri pada tanggal 13 Juli 2000 di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Mengusung tajuk “Meneguhkan Relevansi Gerakan untuk Membangun Peradaban Islam” sebagai tema Milad ke-24 tahun, Pemuda Hidayatullah ingin terus memantapkan gerakannya ditengah tantangan zaman.
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, mengatakan tema milad ini setarikan dengan realitas zaman yang kian dinamis sehingga menuntut adanya inovasi dan terobosan berkelanjutan agar gerakan kepemudaan selalu relevan dengan kebutuhan.
“Dalam era modern ini, meneguhkan relevansi gerakan untuk membangun peradaban Islam menjadi semakin penting. Globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial menuntut Pemuda Hidayatullah untuk menyesuaikan diri tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasarnya,” kata Rasfiuddin kepada media ini melalui sambungan gawai dari Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (15/7/2024).
Menurutnya, pendidikan adalah pilar utama dalam meneguhkan relevansi gerakan dalam membawakan risalah Islamiyah untuk seluruh lapisan masyarakat ini. Disinilah, lanjut dia, Pemuda Hidayatullah aktif dan harus terlibat dalam gerakan kolosal mencerdaskan kehidupan.
Aspek ini menurutnya menjadi amat mendasar karena pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, generasi muda dapat memahami dan mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari dan dari proses inilah peradaban ditegakkan secara simultan.
Peran penting ini menurut Rasfiuddin dikuatkan dengan menghadirkan inovasi yang relevan dalam rangka membentuk karakter dan kualitas sumber daya insani umat Islam, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Sebab, tak terelakkan, kehadiran teknologi yang semakin canggih mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk cara belajar, bekerja, dan berinteraksi.
“Oleh karena itu, gerakan organisasi kepemudaan Hidayatullah yang relevan dengan perkembangan zaman menjadi kunci untuk membangun generasi yang tangguh, berdaya saing, dan progresif beradab,” imbuhnya.
Karena itu, dia berharap, ditengah usianya yang 24 tahun kini Pemuda Hidayatullah tidak saja berperan sebagai gerakan komunitas kepemudaan untuk wadah berkumpul, tetapi juga menjadi platform untuk mengembangkan potensi dan bakat para pemuda.
Rasfiuddin memandang, gerakan komunitas kepemudaan yang relevan dengan perkembangan zaman memiliki peran utama dalam membangun sumber daya insani umat Islam yang tangguh. Pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan jaringan adalah beberapa aspek penting yang menurutnya harus diperhatikan dalam mengelola gerakan kepemudaan.
“Tentu, yang tidak kalah penting, adalah menguatkan soliditas baik internal maupun eksternal serta merawat kolaborasi dan keunggulan inovasi, sehingga diharapkan dari sini tercipta iklim gerakan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan pemuda Islam yang berdaya saing global,” ujarnya.
Dia pun menyadari bahwa meneguhkan relevansi gerakan untuk membangun peradaban Islam bukanlah tugas yang mudah, namun demikian obsesi ini sangat mungkin untuk dicapai.
Dengan strategi yang tepat, pemetaan skala prioritas, serta kemampuan mengatasi tantangan yang ada, umat Islam bisa membangun peradaban yang kuat dan relevan dengan zaman.
“Dengan meneguhkan relevansi gerakan ini, disamping kita menjaga identitas gerakan, kita berkomitmen terus berkontribusi secara signifikan dalam membangun peradaban dunia yang lebih adil, damai, dan sejahtera, dengan spirit Islam kaffatan linnas rahmatan lil ‘alamiin,” ujarnya memungkasi.
Memperingati Milad ke-24 tahun ini, Pemuda Hidayatullah menggelar berbagai kegiatan baik tingkat pusat maupun wilayah dan daerah seperti brainstorming, seminar, talkshow, lomba tulis karya ilmiah, futsal, dan sejumlah kegiatan lainnya. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Grand Syekh Al-Azhar, Syekh Ahmed al-Thayyib, berbicara kepada para hadirin di Baitul Quran, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, terkait cita-citanya selepas pensiun.
Hal tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh para ulama dan tokoh-tokoh agama pada Selasa, 3 Muharram 1446 (9/7/2024).
Di balik kemegahan dan posisinya yang tinggi, Syekh Ahmed al-Thayyib mengemukakan dengan dalam mengenai cita-citanya yang begitu sederhana namun sangat mulia: menjadi guru ngaji Al-Quran di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).
Di hadapan para audiens, Syekh Ahmad Thayyib mengungkapkan, “Aku siap untuk meninggalkan jabatan kursi grand syekh untuk menjadi guru ngaji, semoga Allah mewujudkan cita-citaku sebelum ajal menjemputku.”
Ungkapan ini menunjukkan kerendahan hati dan dedikasi Syekh Ahmed al-Thayyib terhadap pendidikan agama, khususnya dalam membina generasi muda.
Cita-cita Syekh Ahmad Thayyib untuk kembali ke akar dan mengajar Al-Quran merupakan teladan bagi pemimpin agama dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.
Syekh Ahmad Al-Tayyib dikenal sebagai seorang pemimpin berpengaruh dalam dunia Isla. Ia telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap pendidikan agama dan moderasi. Selama bertahun-tahun, ia telah menjadi simbol kebijaksanaan dan pengajaran yang moderat, memimpin Al-Azhar dengan integritas dan visi yang jelas.
Al-Azhar, di bawah kepemimpinan Syekh Ahmad Al-Tayyib, telah menjadi pusat keunggulan dalam pendidikan Islam. Institusi ini dikenal tidak hanya karena pengajaran Al-Quran dan Hadis, tetapi juga karena promosi dialog antaragama dan moderasi dalam praktik keagamaan.
Dalam banyak kesempatan, Syekh Ahmad Al-Tayyib selalu menekankan pentingnya moderasi atau wasathiyyah dalam pendidikan Islam. Menurutnya, moderasi adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis. Ini juga menjadi dasar bagi pendidikan di Al-Azhar, yang bertujuan untuk menghasilkan ulama yang tidak hanya berpengetahuan luas dalam ilmu agama tetapi juga bijaksana dalam menghadapi tantangan zaman.
Kunjungan Syekh Ahmad Al-Tayyib ke Indonesia merupakan momen bersejarah yang memperkuat hubungan antara Al-Azhar dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia.
Dalam kunjungannya, Syekh Al-Tayyib tidak hanya bertemu dengan para pemimpin agama dan tokoh pimpinan ormas Islam tetapi juga dengan pemimpin negara, menunjukkan betapa pentingnya hubungan bilateral antara kedua negara dalam memajukan pendidikan Islam.
Keinginan Syekh Ahmad Al-Tayyib untuk menjadi guru ngaji setelah pensiun adalah manifestasi dari dedikasinya terhadap pendidikan Al-Quran. Ia ingin kembali ke akar, mengajarkan Al-Quran kepada generasi muda dan memastikan bahwa nilai-nilai Islam terus ditanamkan dengan benar dan bijaksana.
Keinginan Syekh Ahmad Al-Tayyib untuk menjadi guru ngaji setelah pensiun menunjukkan bahwa tidak ada posisi atau jabatan yang lebih mulia daripada mengajarkan Al Qur’an dan mendidik generasi muda.*/Muhammad Zuhri Fadhlullah
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Halaqah pagi pada Senin, 9 Muharram 1446 (15/72024), masih dalam rangkaian kegiatan pelatihan kepemimpinan yang digelar Hidayatullah Institute (HI), suasana hangat tercipta ketika Anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah Ust. Drs. H. Zainuddin Musaddad memberikan tausiyahnya tentang pentingnya menyapa dan silaturahmi.
Ustadz Zainuddin mengajak jamaah untuk merenungkan makna dalam tindakan sehari-hari kita.
“Dua kata, ‘menyapa’ dan ‘silaturahmi’, menjadi refleksi bawah sadar kita,” ujar Ustadz Zainuddin dengan penuh semangat.
Beliau menekankan bahwa kebiasaan baik ini tidak hanya menguatkan ikatan sosial, tetapi juga membantu mengisi memori kita dengan kebaikan, sehingga kita tidak mudah terjerumus dalam pemikiran negatif.
“Kita perlu serius mengisi otak dengan kebaikan-kebaikan,” tambah Ustadz Zainuddin sambil mengajak hadirin untuk memperkaya diri dengan ilmu dan amal shalih.
Menurutnya, upaya ini akan mempermudah kita dalam menyusun kalimat-kalimat yang baik dan bermanfaat.
Halaqah di Aula Orny Loebis Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta itu, Zainuddin juga mengingatkan tentang pentingnya menyapa keluarga.
“Pemimpin yang baik adalah yang suka menyapa,” tutur Ustadz Zainuddin dengan penuh bijak. “Sapa istri, sapa anak, agar tidak ada jarak yang tercipta di antara kita.”
Ustadz Zainuddin juga menyoroti betapa pentingnya tatap muka saat saling menyapa.
“Salaman yang tulus adalah saat kita saling bertatap wajah,” ujarnya dengan senyum.
“Hal itu menguatkan ikatan batin antar sesama,” tegasnya.
Halaqah hari ini tidak hanya memberikan pencerahan rohani, tetapi juga mengajarkan tentang nilai-nilai kebersamaan dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.*/Herim
MEMILIKI buah hati adalah anugerah terindah dalam hidup yang diamanahkan oleh Allah SWT kepada kita. Di masa balita, si kecil bagaikan tunas muda yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang ekstra.
Menjaga kesehatan mereka menjadi prioritas utama bagi setiap orang tua. Namun, di tengah kesibukan dan berbagai tuntutan, tak jarang orang tua merasa kesulitan dalam mengoptimalkan kesehatan balitanya.
Tips yang disajikan Islamic Medical Service (IMS) kali ini hadir sebagai panduan lengkap bagi para orang tua balita untuk membantu menjaga kesehatan si kecil agar tumbuh kembang dengan optimal dan tidak mudah sakit. Berikut 5 tips penting yang dapat diterapkan:
Ciptakan Kebiasaan Pagi yang Sehat dengan Aktivitas Fisik
Memulai hari dengan aktivitas fisik tidak hanya bermanfaat bagi orang dewasa, tetapi juga penting untuk perkembangan balita. Ajak si kecil bangun pagi dan lakukan aktivitas bersama, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau bermain di taman. Aktivitas fisik di pagi hari membantu meningkatkan metabolisme tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan mood si kecil.
Pastikan Asupan Gizi Seimbang dengan Menu Makanan Bergizi
Nutrisi bagaikan bahan bakar utama bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Pastikan si kecil mendapatkan makanan bergizi seimbang yang kaya akan protein, karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral. Sajikan variasi menu makanan yang menarik dan hindari makanan olahan yang tinggi gula dan lemak jenuh.
Ciptakan Kebiasaan Tidur yang Baik untuk Istirahat Optimal
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental balita. Ciptakan rutinitas tidur yang konsisten dan bantu si kecil merasa rileks sebelum tidur. Hindari penggunaan gadget sebelum tidur karena dapat mengganggu kualitas tidur.
Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan untuk Mencegah Penyakit
Kebersihan adalah kunci utama dalam mencegah penyakit. Ajari si kecil untuk mencuci tangan dengan sabun secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas. Pastikan lingkungan rumah bersih dan bebas dari kuman dan penyakit.
Optimalkan Aktivitas Luar Ruangan dan Batasi Gadget
Ajak si kecil bermain di luar ruangan dan nikmati udara segar. Aktivitas di luar ruangan membantu meningkatkan kebugaran fisik, mental, dan interaksi sosial si kecil. Batasi penggunaan gadget dan alihkan perhatian mereka pada aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti bermain edukatif atau membaca buku.
Tidak kalah penting adalah orangtua harus menjadi teladan yang baik. Orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya. Terapkan pola hidup sehat dan ajarkan kebiasaan baik kepada si kecil sejak dini.
Menjaga kesehatan balita membutuhkan komitmen dan usaha ekstra dari orang tua. Dengan menerapkan tips-tips di atas dan selalu memberikan perhatian penuh kepada si kecil, orang tua dapat membantu mereka tumbuh kembang dengan optimal dan menjadi individu yang sehat dan bahagia.
================
Publikasi layanan edukasi kesehatan masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).
BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Bahaya jeratan judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ikut menjadi parhatian serius Pondok Pesantren Hidayatullah Kaur, Desa Suka Menanti, Kecamatan Maje, Bengkulu.
Sebagai langkah antisipasi, Pondok Pesantren Hidayatullah Kaur pun kini membuka layanan konsultasi bina mental dan spiritual (bintal) untuk memutus mata rantai jeratan mengerikan dari permainan judol dan sengatan sadis pinjol.
Pengurus Pasentren Hidayatullah Kaur, Ust. Asparudin, mengatakan jeratan judi online dan pinjaman online menyasar hampir semua umur termasuk pelajar.
Pinjaman online kerap menjadi solusi keuangan instan. Namun, kemudahan ini bisa berubah menjadi jeratan mengerikan jika terjebak pada praktik pinjol ilegal. Bunga mencekik, intimidasi, hingga teror menjadi pengalaman pahit yang dialami banyak korban.
“Dampak terjebak jeratan pinjol ilegal, apalagi judol, tidak hanya merugikan secara finansial, namun juga bisa berakibat pada kesehatan mental dan keretakan hubungan sosial. Aspek inilah yang ingin kita cerahkan kepada masyarakat,” kata Asparudin dalam keterangannya, Jum’at (12/7/2024).
Asparudin menjelaskan, dalam konsultasi keislaman diharapkan membantu masyarakat memahami prinsip-prinsip ajaran Islam, seperti riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (judi). Dengan pemahaman tersebut, diharapkan masyarakat akan lebih selektif dalam memilih layanan keuangan dan terhindar dari produk keuangan yang dilarang dalam Islam, seperti pinjol ilegal.
“Layanan ini dalam rangka upaya kami membantu pemerintah memerangi judol dan pinjol di Kabupaten Kaur,” kata Asparudin.
Dia menerangkan, layanan konsultasi bina mental dan spiritual ini dalam rangka menanamkan prinsip hidup hemat dan cerdas dalam mengelola keuangan demi untuk menghindari perilaku konsumtif dan berhutang di luar kemampuan.
Disamping itu, pendampingan semacam ini diharapkan dia dapat membantu mengatasi perasaan tertekan dan cemas yang diakibatkan oleh masalah hutang dan sekaligus mendorong mengambil langkah-langkah untuk memutus rantai jeratan pinjol ilegal dan judol.
Dari Anak anak Sampai Orangtua
Menurut laporan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), ada sekitar 4 juta orang yang terdeteksi melakukan judi online di Indonesia.
Usia pemain judi online ini bervariasi, mulai dari anak-anak sampai orang tua.
“Sesuai data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2%, totalnya 80 ribu orang yang terdeteksi,” kata Menteri Menko Polhukam Hadi Tjahjantodalam, sepertu dilansir Databox Katadata, Senin (24/6/2024).
Kemudian yang berusia 10-20 tahun ada 11% (440 ribu pelaku), usia 21-30 tahun 13% (520 ribu pelaku), usia 31-50 tahun 40% (1,64 juta pelaku), dan usia di atas 50 tahun 34% (1,35 juta pelaku).
“[Pelaku judi online] ini adalah rata-rata kalangan menengah ke bawah, jumlahnya 80% dari total pemain,” kata Hadi.
Hadi mengungkapkan, nominal transaksi judi online di kelompok kelas menengah ke bawah mulai dari Rp10 ribu sampai Rp100 ribu.
Kemudian di kelas menengah ke atas transaksinya mulai dari Rp100 ribu hingga Rp40 miliar.
Adapun menurut laporan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), pihak berwenang sudah memblokir sekitar 5 ribu rekening yang diduga terkait judi online. (ybh/hidayatullah.or.id)
MOJOKERTO (Hidayatullah.or.id) — Kebahagiaan menyelimuti para santri lansia di Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) Mojokerto. Hal itu terjadi saat mereka menerima bingkisan Muharram dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH).
Bingkisan penuh berkah ini membawa senyuman dan meringankan beban para lansia yang termasuk dalam golongan keluarga pra sejahtera.
Di tengah keceriaan memperingati tahun baru Islam di bulan Muharram, BMH hadir dengan kepeduliannya untuk memberikan perhatian khusus kepada para santri lansia ini. Menerima bingkisan berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan ibadah, para lansia memancarkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan bingkisan ini,” ungkap Mbah Iyan, salah satu penerima manfaat.
“Semoga BMH terus mendapatkan keberkahan dalam setiap programnya,” sambungnya.
Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim, berharap bingkisan Muharram ini dapat meringankan beban para santri lansia di RQH Mojokerto.
“BMH selalu berkomitmen untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama para lansia yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap,” tuturnya, Rabu, 4 Muharam 1446 (10/7/2024).
Lebih dari sekadar bingkisan, pemberian ini merupakan wujud kasih sayang dan kepedulian BMH terhadap para lansia yang membutuhkan.
BMH tidak hanya membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendukung mereka dalam mempelajari dan mendalami Al-Qur’an.
Imam mengimbuhkan, semangat BMH ini menjadi pengingat untuk selalu peduli terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan bantuan. Ia pun mengajak bersama-sama BMH dalam menyebarkan kebaikan dan meringankan beban saudara-saudara kita yang kurang beruntung.*/Herim
BONTANG (Hidyatullah.or.id) — Alhamdulillah, berkat kepedulian para donatur dan kerja sama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Gerai Bontang, air minum bersih kini mengalir di Pondok Pesantren Ar-Rayyan Bontang Lestari.
Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kaltim, Rifai, mengatakan Depo Air Minum yang baru dibangun ini menjadi oase bagi para santri dan seluruh penghuni pondok, yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Pada hari Selasa, 25 Dzulhijah 1445 (2/7/2024), tim BMH Gerai Bontang melakukan serahterima simbolis Depo Air Minum di lokasi Ponpes Jl. Moeh Roem, Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.
Momen ini disambut dengan penuh sukacita oleh para santri dan pengurus pondok, yang merasakan langsung manfaat dari kebaikan para donatur.
Agus Suwandi dari BMH Gerai Bontang mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas amanah yang telah terlaksana.
“Alhamdulillah, kami telah salurkan amanah donatur. Semoga upaya ini membawa berkah dan manfaat besar bagi seluruh penghuni pesantren. Khususnya akses air minum yang bersih dan sehat,” tuturnya.
Sebelumnya, kebutuhan air minum di Ponpes Ar-Rayyan menjadi tantangan besar bagi para santri. Jarak yang jauh untuk membeli air minum dan biaya yang cukup besar menjadi beban tersendiri. Bahkan, saat air minum habis, para santri terpaksa minum air dari sumur bor tanpa diolah.
Ustadz Ismail, Pengurus Ponpes, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima.
“Jazakumullah donatur dan BMH, selama ini kami harus membeli air yang tempatnya jauh dari Pondok. Insya Allah keberadaan Depo Air Minum ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir kepada bapak dan Ibu, Aamiin,” ungkap Ustadz Ismail.
Kini depo air bersih yang mengalir di Ponpes Ar-Rayyan bukan hanya menghilangkan dahaga para santri, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup mereka.*/Herim
MOJOKERTO (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali menginspirasi dengan membuka Rumah Qur’an Lansia Hidayatullah di Desa Gembongan Wetan, Kecamatan Gedeg, Kota Mojokerto.
Peresmian Rumah Qur’an ini menjadi bukti nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an.
Program ini menjadi realisasi Rumah Qur’an ke-47 yang diprakarsai BMH. Dengan semangat juang tinggi, 15 lansia di Mojokerto mendaftarkan diri sebagai santri perdana.
Di bawah bimbingan Ustadz Selamat, mereka akan mempelajari Al-Qur’an dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Mbah Iyan, salah satu santri, mengungkapkan kebahagiaannya dengan mata berbinar.
“Alhamdulillah, dengan adanya Rumah Qur’an ini, saya bisa belajar Al-Qur’an meskipun sudah berusia lanjut. Terima kasih kepada BMH yang telah memberikan kesempatan ini kepada kami para lansia untuk terus belajar dan mendalami agama,” tuturnya.
Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim, menyampaikan, pembukaan Rumah Qur’an Lansia Hidayatullah ini adalah bentuk nyata dari upaya memberikan akses pendidikan Al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia.
“Kami berharap para lansia di sini dapat terus semangat dalam belajar dan mendalami Al-Qur’an” kata Imam Muslim, dalam keterangannya kepada media ini, Rabu, 4 Muharam 1446 (10/7/2024).
Langkah mulia BMH ini, lanjut Imam, tidak hanya membuka peluang emas bagi lansia untuk mempelajari Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua bahwa belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT tidak memiliki batasan usia.
“Bersama BMH mari wujudkan cita-cita masyarakat untuk membangun bangsa yang berakhlak mulia melalui pendidikan Al-Qur’an yang inklusif dan merata di seluruh Jawa Timur,” tutup Muslim.*/Herim
IST: Kegiatan halaqah di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kamis (16/11/2023) bakda subuh.* [Foto: SKR/MCU]
DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah Ust. Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si, menyampaikan pentingnya mengaktualisasi kekuatan kisah sebagai pola pendidikan metodologi Ilahiyah.
“Metode pendidikan dengan kisah ini langsung dari Allah (Subhanahu Wata’ala),” kata Aziz dalam kegiatan Halaqah Umar bin Khattab usai shalat shubuh di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Rabu, 4 Muharam 1446 (10/7/2024).
Ia menyampaikan itu dalam sesi tadabbur usai pengajian tahsin Al Qur’an yang sudah sampai pada surah Hud ayat 120, yang memuat terjemahan sebagai berikut:
“Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman”.
Metodologi ini disebutnya sebagai pola pendidikan ilahiyah karena difirmankan langsung oleh Allah SWT yang menyatakan bahwa kisah kisah dalam Al Qur’an merupakan peneguh hati bagi orang orang beriman.
“Dalam banyak penelitian juga ditemukan kalau kisah itu penting dalam proses tumbuh kembang anak,” kata peraih gelar doktor dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dengan disertasi “Pendidikan Jiwa dalam Persfektif Hamka dan Aplikasinya dalam Membangun Jiwa Bangsa” ini.
Ia menekankan, pentingnya kisah dalam Al Qur’an tidak terbatas pada peserta didik usia dini, melainkan relevan untuk semua level umur. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Hud ayat 120.
Dalam konteks pendidikan ilahiyah, menurutnya, kisah-kisah yang diceritakan dalam Al-Qur’an memiliki peran sentral. Allah SWT menegaskan bahwa kisah-kisah tersebut berfungsi sebagai peneguh hati bagi orang-orang beriman.
Melalui pendekatan ini, umat memiliki kemantapan keyakinan Tauhid, semangat meniti jalan dakwah, sabar menghadapi berbagai rintangan, dan yakin akan kemenangan di kemudian hari.
Dalam pada itu, penyampaian kisah-kisah Al-Qur’an mengandung tiga muatan utama, yaitu sebagai kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin. Ketiga muatan ini, menurut Aziz, menjadi pilar penting dalam pendidikan ilahiyah yang dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kehidupan.
Selain itu, metodologi kisah ini memiliki manfaat lain, diantaranya dapat merangsang imajinasi dan kreativitas. Sebab, terangnya, kisah dapat membawa pembaca atau komunikan ke dunia petualangan, sehingga merangsang imajinasi dan kreativitas mereka.
Kisah juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu. Karena itu, menurutnya, kisah-kisah menarik dalam Al-Qur’an dapat menstimulasi rasa ingin tahu komunikan, sehingga mendorong mereka untuk belajar lebih dalam tentang ajaran Islam.
Disamping itu, kisah juga membantu perkembangan otak, terutama bagi anak usia dini. Cerita-cerita yang disampaikan dengan baik dapat membantu perkembangan otak anak, meningkatkan kemampuan kognitif dan pemahaman mereka.
Aktualisasi Sehari-hari
Kendati demikian, berbagai kisah, termasuk yang terkandung dalam Al Qur’an, hendaknya tetap proporsional ketika disampaikan kepada komunikan. Oleh sebab itu, perlu langkah langkah yang tepat untuk mengimplementasikan metodologi kisah dalam pendidikan sehari-hari, seperti pemilihan kisah yang relevan.
Komunikator perlu memilih kisah-kisah yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman komunikan. Misalnya, untuk anak-anak usia dini, maka pilih kisah-kisah dengan pesan moral yang sederhana namun kuat.
Ditengah kemajuan zaman hari ini, bila perlu, penyajian kisah kepada komunikan dapat menggunakan media interaktif yang relevan seperti buku bergambar, video, atau permainan edukatif untuk menyampaikan kisah.
Melalui proses pembelajaran dengan kisah yang lebih menarik dan menyenangkan ini, dapat semakin dikuatkan dengan diskusi dan refleksi bersama komunikan guna menyerap pesan yang terkandung dalam kisah dan bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari itu, sebagaimana dalam banyak ayat Al Qur’an, aktualisasi kekuatan kisah sebagai pola pendidikan metodologi Ilahiyah perlu juga untuk selalu diulang ulang dan dikuatkan.
Pengulangan penyampaian kisah pada kesempatan yang berbeda penting untuk memperkuat pemahaman dan ingatan komunikan serta akan membantu mereka menginternalisasi nilai-nilai yang diajarkan.
“Al-Qur’an sebagai sumber utama pendidikan ilahiyah menyajikan banyak kisah yang dapat dijadikan bahan pembelajaran,” imbuh Aziz, seraya menegaskan kisah-kisah dalam Al-Qur’an sebagai sumber kebenaran, nasihat, dan peringatan memberikan panduan hidup yang sangat berharga untuk meneguhkan hati, membangun karakter, dan mengarahkan umat menuju jalan yang benar. (ybh/hidayatullah.or.id)