Beranda blog Halaman 196

Haru dan Gembira Menyelimuti Wisuda Hafizhah Yayasan Manarussalam

0

CIREBON (Hidayatullah.or.id) — Kota Cirebon, Jawa Barat, dihiasi momen haru dan menggembirakan dengan terselenggaranya Wisuda Tahfidz 30 Juz ke-V dan Wisuda Matan Tuffatul Athfal di bawah naungan Yayasan Manarussalam – Pondok Pesantren Hidayatullah.

Acara yang digelar pada Senin, 12 Dzulqaidah 1445 (20/5/2024) di Gedung Islamic Center – Masjid Raya At Taqwa ini menjadi saksi bisu pelepasan 41 santriwati inspiratif yang telah berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Mengusung Tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menuju Masa Depan Gemilang dan Madani”, wisuda ini dihadiri oleh sejumlah tamu undangan yaitu dua orang Pengawas Kemenag Kota Cirebon Drs. H Izuddin, MM dan Dra Ujianti Prihatini, Mpd, Ketua Yayasan Manarussalam Hidayatullah Kota Cirebon Ustadz Qomaruddin, M.Pd, orang tua santri, dan donatur.

Dalam sambutannya, Drs. H Izuddin, MM, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa para santriwati dan mengucapkan terima kasih kepada Pondok Pesantren Hidayatullah atas dedikasinya dalam mendidik generasi muda dengan bekal agama, akhlak mulia, dan hafalan Al-Qur’an.

Izuddin berpesan kepada para santriwati agar selalu menghormati dan menghargai orang tua, serta menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT.

Suasana khidmat mewarnai jalannya acara. Para wisudawati membacakan ikrar dengan penuh semangat, hadirin diuji hafalan Al-Qur’an mereka, dan momen mengharukan tercipta saat para santriwati menerima kenang-kenangan dan penghargaan.

Ujianti Prihatini secara langsung menyerahkan penghargaan kepada 41 santriwati yang terdiri dari 17 santri putri MA dan 24 santri putri MTs.

Salah satu santriwati bernama Zahira Anqia Dinillah, putri Almarhum M. Hassan Bisri, menorehkan prestasi gemilang dengan menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu 1 tahun 11 bulan.

Zahira mengungkapkan rasa syukur dan haru atas doa dan dukungan yang tiada henti dari para guru dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) selama prosesnya.

Asep Juhana, Koordinator BMH Gerai Cirebon, menyampaikan apresiasinya kepada para santriwati wisudawati dan memberikan bingkisan serta uang pembinaan.

“BMH berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan agama dan membantu mencetak generasi Qur’ani yang siap membangun bangsa,” ungkap Asep dengan penuh semangat.

Wisuda Tahfidz 30 Juz ke-V dan Wisuda Matan Tuffatul Athfal menjadi bukti nyata dedikasi Yayasan Manarussalam – Pondok Pesantren Hidayatullah dalam melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an.

“Semangat para santriwati dalam menghafal kalam suci menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tandasnya.*/Herim

Menebar Cahaya Al-Qur’an, Mengantar Generasi Muda Menuju Masa Depan Gemilang

0

BERAU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kaltim Gerai Berau melaksanakan program tebar Al-Qur’an dengan menyalurkan 110 mushaf Al-Qur’an dan 20 Iqro ke tiga pondok pesantren di Berau pada Minggu-Senin, 19-20 Mei 2024. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan mushaf Al-Qur’an di beberapa ponpes binaan.

Penyaluran mushaf dan Iqro tersebut dibagi sebagai berikut: 20 mushaf Al-Qur’an dan 20 Iqro diberikan kepada Rumah Quran Ar Rayyan di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan.

Sebanyak 50 mushaf Al-Qur’an diserahkan ke Ponpes Al Ihsan Putri di Kecamatan Tanjung Redeb, Jalan P. Hidayatullah RT. 08. Terakhir, 40 mushaf Al-Qur’an disalurkan ke Pesantren Al I’tisham di Jalan Poros Biatan – Talisayan, Kampung Biatan Ilir, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

“Total ada 110 mushaf Al-Qur’an dan 20 Iqro yang tersalurkan. Terima kasih atas partisipasi donatur, semoga Allah membalas dengan kebaikan dan keberkahan,” ujar Sabliansyah dari BMH Berau, Senin, 12 Dzulqaidah 1445 (20/5/2024).

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang tinggi dari pihak pondok pesantren. Pengurus Ponpes Al I’tisham menyambut baik bantuan tersebut dengan penuh syukur.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada BMH dan para donatur semua. Insya Allah menjadi amal jariyah. Aamiin,” ungkap Ust Hasbi, pengurus pesantren.

Sabliansyah menerangkan, program tebar Al-Qur’an ini merupakan bagian dari komitmen BMH untuk mendukung pendidikan agama dan penyebaran nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan generasi muda santri guna mengantarkan mereka menuju masa depan gemilang.

Melalui program ini, jelas Sabliansyah, diharapkan para santri dapat lebih semangat dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an, serta menjadi generasi yang berakhlak mulia dan berilmu.

“Dengan adanya dukungan dari donatur, BMH terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan pendidikan di pondok pesantren,” katanya.

Dia menambahkan, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan akan mushaf Al-Qur’an tetapi juga memberikan dorongan moral kepada para santri dan pengurus pondok pesantren untuk semakin giat dalam kebaikan-kebaikan Islam.*/Herim

BMH Salurkan Beras untuk Santri Pesantren Tahfidz Sohibul Qur’an di Selimau

0

BULUNGAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan beras untuk santri di Pesantren Tahfidz Sohibul Qur’an, Selimau, Bulungan. Bantuan tersebut disalurkan kepada 30 santri yang menjadi bagian dari pondok pesantren binaan BMH.

“Alhamdulillah kami ucapkan terima kasih kepada BMH yang terus peduli dan berbagi untuk santri di sini. Semoga para donatur BMH diberikan kesehatan dan keberkahan,” ungkap Ustadz Jumardi, Pimpinan Pesantren Sohibul Qur’an.

Ucapan terima kasih ini menggambarkan betapa bantuan tersebut sangat berarti bagi para santri dan pengelola pesantren.

Koordinator BMH Gerai Bulungan, Amin Umar, menegaskan bahwa bantuan beras ini merupakan bentuk nyata dari kepedulian BMH terhadap generasi penerus bangsa.

“Bantuan beras untuk santri ini adalah sebagai wujud kepedulian BMH kepada generasi bangsa agar mereka terus punya energi dan fokus dalam belajar,” jelasnya, dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Senin, 12 Dzulqaidah 1445 (20/5/2024).

Amin Umar menambahkan bahwa kebutuhan konsumsi para santri merupakan hal mendasar yang harus didukung bersama. Menurutnya, untuk bisa sehat dan fokus dalam belajar, para santri memerlukan asupan yang memadai.

Dengan dukungan seperti ini, diharapkan para santri dapat terus semangat dalam menimba ilmu dan menghafal Al-Qur’an tanpa terkendala masalah kebutuhan dasar.

Inisiatif ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan para santri, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi mereka untuk terus berprestasi.

BMH melalui program-programnya terus berkomitmen untuk mendukung pendidikan dan kesejahteraan generasi muda, terutama yang berada di pondok-pondok pesantren.

“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para santri di Pesantren Tahfidz Sohibul Qur’an dapat lebih fokus dan giat dalam belajar, serta menghafal Al-Qur’an, yang pada akhirnya akan melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” tutup Amin Umar.*/Herim

Transformasi Digital: Sebuah Keniscayaan Menuju Era Baru Organisasi Islam

0

DI ERA serba digital seperti saat  ini, maka transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Arus digitalisasi bagaikan gelombang tsunami yang tak terbendung, telah  mendisrupsi berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali juga menimpa pada organisasi.

Kehadiran Revolusi Industri 4.0  dan juga Society 5.0 menandakan era baru yang didominasi oleh teknologi digital. Dalam era ini, organisasi yang tidak bertransformasi digital akan tertinggal dan tergulung arus perubahan, bahkan terancam punah.

Singkatnya, digitalisasi yang di-trigger oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanscape cara manusia berinteraksi, bekerja, dan berbisnis secara fundamental. Oleh karena itu, organisasi dituntut harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini untuk tetap relevan dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Oleh karenanya, kehadiran organisasi Islam, yang selama ini telah terbukti sebagai pilar penting dalam kehidupan umat, juga tidak luput dan tidak bisa menhindar ataupun menolak dari imperatif transformasi digital ini. Dalam perspektif lain, persaingan di era digital semakin ketat, tidak hanya berdampak di level lokal, tetapi telah merembah juga global.

Sehingga, bagi organisasi Islam, transformasi digital bukan hanya tentang teknologi itu sendiri, melainkan juga tentang perubahan mindset dan budaya organisasi. Di mana organisasi Islam yang ingin eksis dan memenangkan persaingan di era digital harus siap untuk berubah dan beradaptasi.

Dengan demikian, maka, organisasi Islam yang ingin tetap relevan dan sekaligus memenangkan persaingan di era digital harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital secepatnya secara tepat, efektif dan efisien.

Mengapa Organisasi Islam perlu Bertransformasi Digital?

Melihat realitas di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa relevansi sebuah organisasi, apapun itu bentuknya dan seberapa besar skalanya, tak terkecuali organisasi Islam, memang mesti dipaksa atau memaksakan diri untuk berubah. Sebab, transformasi digital, mengapa harus dilakukan oleh organisasi Islam, setidaknya memuat berbagai alasan sebagai berikut:

Pertama, meningkatkan efektivitas dan efisiensi : teknologi digital (digitalisasi) dapat membantu organisasi Islam mengelola data, informasi, dan komunikasi dengan lebih efektif dan efisien, sehingga akan mempercepat dan menambah akurasi dalam penyusunan kebijakan serta pengambilan keputusan.

Kedua, memperluas jangkauan dakwah :  digitalisasi akan mengantarkan jangkauan dakwah Islam dapat disampaikan kepada lebih banyak orang melalui platform digital seperti media sosial, website, dan aplikasi mobile. Disisi lain juga dapat melakukan profiling dan segmentasi terhadap mad’u (orang yang didakwai) sesuai dengan kecenderungannya, dimanapun dan kapanpun akan di akses.

Ketiga, meningkatkan engagement dengan umat : salah satu problem organisasi islam adalah kemampuan untuk interaklsi dan komunikasi dua arah yang intensif dengan anggotanya, sehingga bisa mendapatkan feedback untuk perbaikan dan penyempurnaan. Dengan teknologi digital banyak menyediakan platform yang mendukung ini, sehingga dapat digunakan untuk membangun dan meningkatkan interaksi dan komunikasi yang lebih baik dengan anggota dan umat Islam pada umumnya.

Keempat, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas : Penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas organisasi Islam dalam pengelolaan keuangan dan kegiatan. Disisi lain juga memberikan kesempatan dan mempermudah bagi siapapun dalam mengakses laporan keuangan yang disajikan oleh organisasi.

Kelima, memperkuat citra dan branding : Organisasi Islam yang bertransformasi digital akan terlihat lebih modern, profesional, dan adaptif terhadap perubahan. Sehingga branding sebagai organisasi yang melek dan sekaligus mengadopsi digitalisasi akan  meningkatkan citra sebagai organisasi yang relevan sepanjang masa.

Transformasi digital menjadi penting karena memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan efisiensi operasional, inovasi produk dan layanan, pengambilan keputusan yang lebih akurat berdasarkan data, tranparansi,akuntabilitas dan penguatan keterlibatan dengan para pemangku kepentingan. Tanpa transformasi digital, organisasi berisiko tertinggal dan kehilangan relevansi dalam menghadapi perkembangan yang cepat di dunia digital.

Apa Syarat Transformasi Digital yang Sukses?

Meskipun transformasi digital bagi setiap organisasi begitu penting, namun transformasi digital bukanlah proses yang mudah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar transformasi digital dapat berhasil.

Pertama, kepemimpinan yang visioner : pemimpin organisasi Islam harus memiliki visi dan komitmen yang kuat untuk transformasi digital.

Kedua, sumber daya manusia yang kompeten : organisasi Islam perlu memiliki SDM yang memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang teknologi digital.

Ketiga, Infrastruktur teknologi yang memadai : organisasi Islam perlu memiliki infrastruktur teknologi yang mendukung transformasi digital.

Keempat, strategi yang jelas : organisasi Islam perlu memiliki strategi yang jelas untuk implementasi transformasi digital.

Kelima, dana yang memadai : transformasi digital membutuhkan dana yang cukup untuk investasi teknologi dan pelatihan SDM.

Kelima syarat tersebut di atas, sebenarnya dapat diatasi dengan baik jika organisasi mempersiapkan dengan baik dengan melakukan perencanaan yang matang berkenaan dengan proses transformasi digital pada organisasinya.

People, Process, Technology

Dalam  melakukan transformasi digital dalam sebuah organisasi, peran people (manusia), process (proses), dan technology (teknologi) menjadi kunci dalam mewujudkan perubahan yang sukses dan berkelanjutan dalam sebuah organisasi.

People memegang peran sentral sebagai penggerak utama dalam transformasi digital. Mereka tidak hanya perlu memiliki keterampilan teknis yang memadai, tetapi juga sikap mental yang terbuka terhadap perubahan, kemauan untuk terus belajar, dan kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap teknologi baru.

Proses merujuk pada metodologi dan kerangka kerja yang digunakan dalam mengelola transformasi digital, termasuk pengembangan strategi, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Proses yang baik akan memastikan bahwa transformasi digital berjalan dengan lancar, efisien, dan sesuai dengan tujuan organisasi.

Terakhir, technology mencakup berbagai alat, platform, dan solusi teknologi yang digunakan untuk mendukung transformasi digital. Teknologi yang tepat dapat mempercepat proses transformasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memungkinkan inovasi yang lebih lanjut.

Pentingnya mengintegrasikan ketiga elemen ini untuk berhasil dalam transformasi digital tidak bisa dilebih-lebihkan. Pertama, organisasi perlu memastikan bahwa mereka memiliki tim yang terampil dan terlatih yang siap menghadapi perubahan teknologi. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan karyawan, serta rekrutmen orang-orang dengan keahlian yang sesuai.

Kedua, organisasi perlu mengevaluasi dan mengubah proses-prosesnya agar sesuai dengan kebutuhan transformasi digital. Ini bisa melibatkan penyederhanaan proses, integrasi sistem, dan penerapan metodologi kerja yang lebih fleksibel dan kolaboratif.

Terakhir, organisasi harus memilih dan mengimplementasikan teknologi yang tepat untuk mendukung visi dan strategi transformasi mereka. Penting untuk memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan unik organisasi dan dapat berintegrasi dengan infrastruktur yang sudah ada.

Dengan mengintegrasikan people, process, dan technology dengan baik, organisasi dapat mencapai transformasi digital yang sukses. Kolaborasi antara karyawan yang terampil, proses yang efisien, dan teknologi yang tepat akan menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi, produktivitas, dan keunggulan kompetitif.

Bagaimana Strategi Implementasi Transformasi Digital?

Dengan memahami urgensi keberadaan people, proses dan technology, maka strategi implementasi transformasi digital dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan karakteristik organisasi. Namun, beberapa langkah umum yang dapat diambil antara lain adalah sebagaimana dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, membuat roadmap transformasi digital: menyusun peta jalan yang jelas untuk implementasi transformasi digital.

Kedua, melakukan pelatihan SDM:  meningkatkan keterampilan dan pengetahuan SDM tentang teknologi digital.

Ketiga, membangun infrastruktur teknologi: membangun infrastruktur teknologi yang mendukung transformasi digital.

Keempat, mengembangkan platform digital: mengembangkan platform digital untuk dakwah, komunikasi, dan layanan umat.

Kelima, membangun kerjasama dengan pihak lain: bekerjasama dengan organisasi lain dan pakar teknologi untuk mendukung transformasi digital.

Apa Hambatan dan Kendala Transformasi Digital?

Model digitalisasi yang dipilih haruslah sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik organisasi. Kendatipun demikian, bukan berarti proses transformasi organisasi tanpa ada hambatan dan kendala, setidaknya hal itu dapat dijelaskan sebagai berikut:

Pertama, Kurangnya pengetahuan dan keterampilan SDM: Banyak SDM organisasi Islam yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang teknologi digital.

Kedua, Keterbatasan dana: Organisasi Islam, terutama di tingkat lokal, seringkali kekurangan sumber daya yang dibutuhkan untuk transformasi digital.

Ketiga, Ketakutan akan perubahan: Beberapa orang dalam organisasi Islam mungkin resisten terhadap perubahan dan enggan untuk menggunakan teknologi digital.

Keempat, Keterbatasan infrastruktur: Di beberapa daerah, infrastruktur teknologi masih belum memadai untuk mendukung transformasi digital.

Hambatan dan kendala transformasi di atas sifatnya mandatory, masih ada hambatan dan kendala lain yang menyertai transformasi digital, dan biasanya yangat kasuistik tergantung pada masing-masing organisasi.

Model Teknologi/Digitalisasi Apa yang Mesti Dipilih dan Diterapkan?

Sebenarnya tidak ada model dan bentuk baku pilihan teknologi dalam proses transformasi digital pada sebuah organisasi. Akan tetapi beberapa model dibawah ini, setidaknya dapat dijadikan referensi bagi organisasi jika ingin melakukan transformasi digital.

Pertama, Model omni-channel: secara sederhanan dapat digambarkan dengan menggabungkan berbagai platform digital seperti website, media sosial, dan aplikasi mobile untuk berbagai kepentingan organisasi baik untuk keanggotaan, pendidikan, dakwah, ekonomi, dan layanan umat lainnya.

Kedua, Model data-driven: pada pilihan model ini, maka organisasi sudah aware terhadap data, dan bukan manual lagi. Sehingga, dengan memanfaatkan data yang ada untuk membantu dalam pengambilan keputusan dan pengembangan strategi organisasi diberbagai sektor, agar mendapatkan hasil yang cepat, tepat dan relevan.

Ketiga, Model technology driven: dewasa ini perkembangan teknologi demikian cepat dan canggih dengan berbagai jenis dan modelnya. Oleh karenanya, memanfaatkan AI (artifial intelligence), Big data, ML (Machine Learning), Blockchain dan berbagai teknologi yang lain dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas dan layanan organisasi diberbagai sektor.

Ketiga model tersebut dapat dipilih oleh organisasi disesuaikan dengan keberadaan organisasi masing-masing dan memperhatikan hambatan dan kendala yang dimilikunya. Masih ada model lain yang dapat dipilih.

Pada saat bersamaan, dalam menentukan pilihan tersebut di atas, juga mesti disesuaikan dengan kebutuhan organisasi saat ini, serta kesiapan sumberdaya yang dimiliki. Sehingga transformasi digital yang dilakukan berdaya guna dan berhasil guna dengan memadai.

Penutup

Transformasi digital bukanlah sekadar tentang menerapkan teknologi baru, tetapi juga tentang mengubah budaya dan cara kerja organisasi secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, organisasi dapat memanfaatkan potensi penuh dari revolusi digital untuk mencapai tujuan mereka dengan lebih baik dan lebih efektif. Sehingga, organisasi Islam yang ingin sukses dalam transformasi digital harus siap untuk berubah dan beradaptasi dengan era digital.

Oleh karenanya kini saaatnya untuk menyiapkan sekaligus membangun organisasi Islam yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perubahan melalui transformasi digital. Sebab, transformasi digital adalah kunci bagi organisasi Islam untuk eksis dan memenangkan persaingan dimasa mendatang.

Akhirnya, transformasi digital adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Organisasi Islam yang ingin eksis dan berkembang di era digital harus siap untuk bertransformasi, dan tidak dapat menunggu waktu yang lama, mesti di mulai saat ini juga.[]

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah Menuju Akreditasi LPH Utama

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah menerima kunjungan tim asesmen sertifikasi halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Pusat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Otista Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin, 12 Dzulqaidah 1445 (20/5/2024)/

Kunjungan ini merupakan bagian dari proses asesmen akreditasi LPH Hidayatullah untuk menjadi LPH Utama, yang berlangsung selama 3 hari.

Tim asesor yaitu Kusmanto dari BPJPH, kemudian Rois Ricaro (Ketua), Aang Asy’ari (Anggota), dan Adhi Riyadi (Anggota).

Kehadiran tim asesor bertujuan untuk memastikan bahwa LPH Hidayatullah memenuhi standar yang ditetapkan dan siap menjadi LPH utama yang sejalan dengan program pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, tim asesor menyampaikan harapannya agar LPH Hidayatullah dapat menjadi LPH utama di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi dan misi LPH Hidayatullah dalam menjaga integritas produk halal di Tanah Air.

“Kami berharap LPH Hidayatullah dapat menjadi LPH Utama yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujar salah satu anggota tim asesor.

Asih Subagyo, selaku pembina LPH Hidayatullah, menyambut baik kunjungan tim asesor dan menyampaikan optimismenya terkait masa depan lembaga ini.

Asih berharap LPH Hidayatullah dapat menjadi yang terbaik dan menjadi LPH utama di Indonesia.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan memastikan semua proses sertifikasi halal berjalan dengan transparan dan profesional,” ujar Asih Subagyo.

Kunjungan tim asesmen ini diharapkan juga dapat memberikan dorongan bagi LPH Hidayatullah untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya dalam menjalankan tugas sebagai lembaga penjamin halal.

Harapan tersebut, terang Asih, sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan jaminan produk halal bagi masyarakat Indonesia.

Dengan menjadi LPH Utama, LPH Hidayatullah diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan dalam mendukung program pemerintah di bidang sertifikasi halal.

“Keterlibatan LPH Hidayatullah ini akan membantu memastikan bahwa masyarakat Indonesia mendapatkan produk halal yang berkualitas dan terjamin keamanannya,” kata Asih.

Sebagaimana diketahui, proses asesmen akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal merupakan langkah penting dalam menjaga integritas produk halal di Indonesia.

Dengan memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal dapat menjadi lembaga yang terpercaya dalam mengeluarkan sertifikat halal bagi produk-produk yang beredar di pasaran.

Karenanya, kunjungan tim asesmen asesor ke LPH Hidayatullah menjadi hal penting dalam perjalanan lembaga ini menuju akreditasi sebagai LPH Utama.

Diharapkan dari upaya ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung program pemerintah di bidang sertifikasi halal.

Pada kesempatan pembukaan acara rangkaian asesmen ini turut hadir Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Muhammad Faisal Thamrin, Wakil Ketua LPH Hidayatullah Fahrur Rozi, tim, beserta sejumlah penyelia dan konsultan halal.*/Abbas Usman

Halal Bihalal Akbar di Tarakan, Silaturrahim dan Kepedulian Bersatu untuk Palestina

0

TARAKAN (Hidayatullah.or.id) — Pemerintah Kota Tarakan bekerja sama dengan organisasi masyarakat (ormas), komunitas, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Tarakan menggelar acara Halal Bihalal yang dihadiri oleh Ustadz Prof. H. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Datuk Seri Ulama Setia Negara, Ahad, 11 Dzulqaidah 1445 (19/5/2024).

Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk menggalang dana bagi Palestina.

Kepala BMH Perwakilan Kaltara, Fathur Rahmansyah, menjelaskan bahwa BMH menyiapkan 10 stand tenda gerai untuk UMKM pada acara tersebut.

“BMH mengajak pelaku usaha untuk berdonasi peduli Palestina dari hasil jualan mereka,” terang Fathur.

Sejak pagi hari, para UMKM dan peserta Halal Bihalal sudah memadati stand-stand yang disediakan walaupun acara baru akan dimulai setelah dzuhur. Mereka tidak hanya bersemangat untuk berjualan, tetapi juga untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap rakyat Palestina.

Ibu Fatimah, salah satu pengguna stand gerai BMH, mengungkapkan kebahagiaannya mendapatkan tempat untuk berjualan secara gratis.

“Alhamdulillah, terima kasih sudah kasih kami tempat untuk berjualan. Memang sudah kami niatkan sejak awal kalau laku dagangan, akan kami donasikan untuk Palestina,” ucapnya penuh kepedulian.

Kegiatan ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menunjukkan kepedulian masyarakat Tarakan terhadap sesama muslim di Palestina. Dengan partisipasi aktif dari UMKM dan komunitas, acara ini berhasil menggalang dana yang akan disalurkan untuk membantu warga Palestina.*/Herim

Ketua Umum Hidayatullah Hadiri Halal Bihalal Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, menghadiri Halal Bihalal Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (Jatti) di Aula Buya Hamka, Komplek Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Dzulqaidah 1445 (19/5/2024).

Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, sendiri merupakan alumni Timur Tengah yang menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah (UIM). Ia kemudian lanjut menyelesaikan program Pascasarjana S2 di University Kebangsaan Malaysia (UKM) dan S3 Doctor of Philosophy (Ph.D) di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Dalam sesi dialog, Nashirul menyampaikan harapan semoga dengan silaturrahim ini Jatti semakin baik dan solid serta memberikan inovasi-inovasi serta terobosan guna memberikan manfaat yang lebih luas dan menjangkau segala sektor untuk seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Dengan semangat persatuan dan kolaborasi ini, Nashirul menekankan, Jatti siap menghadapi berbagai tantangan dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia, bahkan dunia.

“Semoga dengan silaturrahim ini Jatti semakin baik dan solid serta memberikan inovasi serta terobosan guna memberikan manfaat yang lebih luas dan menjangkau segala sektor untuk seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia,” katanya dalam sesi dialog.

Dengan jangkauannya yang luas dan merata, Nashirul Haq berharap Jatti dapat terus memperkuat soliditas jaringannya, sehingga menjadi organisasi yang kokoh dan bersatu.

Membangun Akhlak Bangsa

Dalam pada itu, Nashirul menekankan vitalnya peran Jatti dalam memperkuat peran strategis untuk membangun akhlak sebagaimana tema yang diusung pada halal bihalal ini, yaitu “Wujudkan Peran Strategis Jatti dalam Membangun Akhlak Bangsa”.

Diantara peran strategis dalam membangun akhlak bangsa tersebut adalah terus menguatkan pengembangan dan perluasan keilmuan agama Islam melalui kapasitas anggota Jatti dalam menjalankan perannya sebagai akademisi, pendidik, tokoh agama, dan teladan bagi masyarakat Indonesia.

Demikian pula peran strategis Jatti dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Nashirul menilai, Jatti sebagai wadah alumni Timur Tengah dapat menjadi pelopor dialog dan kerjasama antar elemen umat, sehingga memperkuat persatuan nasional.

Peran kohesi sosial ini, terang Nashirul, penting untuk terus diperankan Jatti yang salah satu tujuannya adalah mempererat hubungan persaudaraan sesama muslim. Dengan demikian, peran strategis ini dapat menjadi dasar untuk membangun dialog dan kerjasama yang lebih luas.

“Jatti merupakan gabungan alumni dari berbagai negara Timur Tengah, yang berarti memiliki potensi untuk menjembatani hubungan antar kelompok Islam di Indonesia,” katanya.

Lebih jauh Nashirul juga menilai Jatti memiliki posisi penting dalam mempelopori ikhtiar penyucian jiwa bangsa dengan meneguhkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Peran strategis Jatti dalam membangun akhlak bangsa ini juga relevan dengan tuntutan zaman dimana Jatti didorong untuk terus menyumbangkan pemikiran dan inovasinya untuk kemajuan bangsa.

“Dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama belajar di Timur Tengah, Jatti dapat berkontribusi di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan,” tandasnya.

Dialog Alumni

Acara Jatti ini merupakan acara tahunan yang digelar guna mempererat, menjaga serta mempertahankan hubungan keakraban sesama alumni Jatti.

Acara ini dirangkai dengan anjangsana silaturrahim alumni, dialog serta diskusi dengan para pembina dan pengurus Jatti berkaitan dengan isu isu keumatan, kebangsaan, dan keindonesiaan yang mengemuka dewasa ini.

Kegiatan diawali dengan shalat Isya berjama’ah dan santap malam bersama dengan seluruh hadirin kemudian dilanjutkan acara silaturrahim Jatti.

Selain dihadiri pembina Jatti KH. Muhyiddin Djunaidi dan Ketua Umum Jatti Ust. H. Bachtiar Natsir, acara istimewa ini dihadiri oleh ratusan alumni dari seluruh lintas generasi yg telah menempuh pendidikan yang ada di 20 negara Timur Tengah serta para Dubes Negara Sahabat, Masyaikh, Alim Ulama’, serta Tokoh.*/ Muhammad Zuhri Fadhlullah

BMH Pastikan Hewan Qurban Berkualitas dan Berdayakan Peternak Lokal

0

LANGKAT (Hidayatullah.or.id) — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sumatera Utara terus melakukan persiapan matang untuk memastikan ketersediaan hewan qurban yang berkualitas dan sesuai dengan syariat Islam.

Salah satu langkah penting adalah dengan mengunjungi mitra peternak di Kabupaten Langkat. Jadi masyarakat yang berqurban melalui BMH mendapatkan hewan yang bagus yang sekaligus memberdayakan sesama, dalam hal ini juga para peternak.

“Untuk dapat memenuhi titipan qurban donatur, kami mesti memastikan ketersediaan hewan qurban,” jelas Osman Ali, Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Sumatera Utara, pada Rabu, 8 Dzulqaidah 1445 (16/5/2024).

Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dengan peternak lokal dan memastikan kualitas hewan qurban yang ditawarkan kepada para pequrban. BMH Sumut berkomitmen untuk menghadirkan hewan qurban yang sehat, bebas penyakit, dan sesuai dengan ketentuan syariat.

“Kami berupaya untuk memastikan kebutuhan hewan qurban yang baik dan memenuhi syarat berqurban,” ujar Osman.

Selain itu, BMH Sumut juga ingin memberdayakan peternak lokal dengan menjalin kerjasama dalam penyediaan hewan qurban. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi peternak dan memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar.

“Kami ingin memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, tidak hanya bagi pequrban tetapi juga bagi peternak lokal,” ungkap Osman.

BMH Sumut menawarkan berbagai paket qurban dengan bobot dan lokasi pelaksanaan yang bervariasi.

Kata Osman, setiap pequrban akan mendapatkan laporan pelaksanaan berupa dokumentasi hewan sebelum dan sesudah dipotong, serta sertifikat yang tertulis nama pequrban.

BMH Sumut juga menyediakan layanan gratis jasa pemeliharaan dan penyaluran hewan qurban. “Kami berharap dengan layanan yang kami berikan, para pequrban dapat berkurban dengan tenang dan khusyuk,” kata Osman.*/Herim

Halal Bihalal JATTI Usung Tema Peran Strategis dalam Membangun Akhlak Bangsa

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Organisasi Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (Jatti) menggelar silaturrahim dalam tajuk acara Halal Bihalal yang mengusung tema “Wujudkan Peran Strategis Jatti dalam Membangun Akhlak Bangsa” berlangsung di Aula Buya Hamka, Komplek Al-Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Ahad, 11 Dzulqaidah 1445 (19/5/2024).

Halal bihalal Jatti ini merupakan acara tahunan yang digelar guna mempererat, menjaga, serta mempertahankan hubungan keakraban sesama alumni Jatti.

Acara ini dirangkai dengan anjangsana silaturrahim alumni, dialog, dan diskusi dengan para pembina dan pengurus Jatti berkaitan dengan isu isu keumatan, kebangsaan, dan keindonesiaan yang mengemuka dewasa ini.

Kegiatan diawali dengan shalat Isya berjama’ah dan santap malam bersama dengan seluruh hadirin kemudian dilanjutkan acara silaturrahim Jatti.

Dalam sambutannya Pembina Jatti KH. Muhyiddin Junaidi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para alumni yang hadir pada malam ini dengan rasa bangga dan haru. Ia berharap silaturahmi ini bukan yang terakhir tetapi terus berlanjut dan berkesinambungan.

Menurut KH. Muhyiddin Junaidi, halal bihalal Jatti menjadi wadah bagi ratusan alumni dari berbagai generasi dan lintas negara Timur Tengah untuk mempererat tali persaudaraan, saling berbagi cerita, dan memantapkan tekad bersama dalam menjaga harmoni bangsa.

“Acara ini juga tentang refleksi diri dan komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” katanya.

KH. Muhyiddin Junaidi menyampaikan pesannya kepada seluruh alumni Jatti bahwa kontribusi alumni harus maksimal, sebab peran strategis Jatti kedepan adalah memainkan peran maksimal di segala bidang. Selain itu, Jatti harus mampu memahami sikap dan nilai perbedaan di negara ini.

“Mari kita terus berkontribusi secara maksimal, memainkan peran strategis di segala bidang, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan yang mewarnai bangsa Indonesia,” terangnya.

Di kesempatan yang sama Ketua Umum Jatti, Ust. H. Bachtiar Natsir dalam sambutannya menyampaikan pentingnya posisi Jatti ditengah dinamika bangsa dengan segala kebhinnekaannya.

Pria yang karib disapa UBN ini menekankan pentingnya peran Jatti di tengah dinamika bangsa yang majemuk. Dengan semangat dan tekad yang tertanam dalam diri para alumni, UBN berharap para alumni dapat merangkul semua elemen bangsa, menjadi penerus bangsa dan agama yang membawa perubahan positif bagi Indonesia dan dunia.

“Hindari perbedaan perbedaan yang menyebabkan retaknya hubungan dengan sesama alumni,” pesannya menekankan.

Selain itu, sebagai ajang silaturrahim Jatti, UBN menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh alumni dan seluruh pihak terkait yang telah mendukung helatan nasional ini.

“Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terutama alumni, acara ini dapat terus terlaksana dan melahirkan alumni alumni penerus yang siap membawa Islam menuju masa depan yang gemilang,” tandasnya.

Halal Bihalal Jatti menurut UBN menjadi sebuah ikrar dan komitmen bersama untuk menjadi garda terdepan dalam membangun akhlak bangsa, merajut persatuan, dan membawa umat dan bangsa Indonesia menuju masa depan yang gemilang.

Ditengah arus globalisasi dan modernisasi yang kian deras, bagi UBN, peran Jatti dalam membangun akhlak bangsa menjadi semakin penting. “Akhlak yang mulia menjadi pondasi kokoh bagi kemajuan bangsa, menjadi penuntun arah di tengah gejolak zaman,” imbuhnya.

Oleh karena itu, UBN menegaskan, Jatti yang ditempa oleh nilai-nilai Islam dan budaya Timur Tengah memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan bagi masyarakat.

Disamping itu, jelas dia, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang peroleh di Timur Tengah hendaknya menjadi corak yang mewarnai dalam kehidupan sehari-hari sehingga di mana nilai-nilai Islam dan akhlak mulia menjadi landasan kehidupan masyarakat.

Acara ini turut dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA. Halal bihalal ini juga dihadiri oleh ratusan alumni dari seluruh lintas generasi yg telah menempuh pendidikan yang ada di 20 negara Timur Tengah serta para Dubes Negara Sahabat, Masyaikh, Alim Ulama’, serta Tokoh.*/Muhammad Zuhri Fadhlullah

Jambore Sako Pramuka Hidayatullah Sumatera Utara Torehkan Sejarah Baru

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Bertempat di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terukir sejarah baru bagi Sako Pramuka Hidayatullah. Pada Rabu, 7 Dzulqaidah 1445 (16/5/2024), Jambore Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah Sumatera Utara untuk pertama kalinya digelar, mengantarkan semangat dan tekad para pelajar generasi muda dalam membangun karakter dan kepemimpinan.

Acara istimewa ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Pimpinan Satuan Komunitas Nasional Pramuka Hidayatullah Syarif Daryono, Kepala BMH Sumut Lukman BAMS, Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Sumut Fathurahman Zandroto, Ketua Pos Dai Sumut Syukron Khairi Nasution, serta para pendidik di Hidayatullah Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Pim Sakonas Syarif Daryono menyampaikan semangatnya dengan lantang, “Semua yang hadir adalah saksi bahwa hari ini ditorehkan sejarah besar bagi perjalanan Sako Pramuka Hidayatullah Sumut ke depan,” katanya.

“Di pundak kalianlah keberlangsungan alih generasi ini. Diharapkan kepada para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ini jambore yang monumental,” sambut Syarif dengan suara khasnya yang menggelegar.

Lebih lanjut, Syarif Daryono menekankan pentingnya acara ini dalam menumbuhkan generasi muda Islam yang tangguh dan berpengaruh.

Dia mengungkapkan, Jambore ini merupakan wadah bagi para santri untuk meningkatkan kualitas pengamalan ibadah, mengokohkan tubuh fisik, memperkuat persaudaraan dan solidaritas, membangun mental spiritual yang baik, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Lebih jauh Syarif Daryono menyampaikan bahwa Jambore Sako Pramuka Hidayatullah Sumatera Utara menjadi momentum istimewa guna meneguhkan komitmen dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul Indonesia yang memiliki karakter kuat, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Dengan semangat dan tekad yang tertanam dalam diri para peserta, diharapkan generasi muda Islam ini dapat menjadi penerus bangsa dan agama yang membawa perubahan positif bagi Indonesia dan dunia,” imbuhnya.

Dalam pada itu, Selain sebagai ajang perkemahan Jambore Sako Pramuka Hidayatullah Sumatera Utara juga menjadi tonggak sejarah baru dalam pembinaan generasi muda. Karenanya, katanya, Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan acara ini dapat terus melahirkan generasi penerus yang siap membawa Islam menuju masa depan gemilang.

Dukungan BMH

Dukungan penuh diberikan oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dalam menyukseskan Jambore Sako Pramuka Hidayatullah Sumatera Utara.

Dengan diikuti oleh 350 peserta, BMH melihat potensi besar dalam melahirkan generasi muda unggul yang siap berkontribusi bagi bangsa dan agama.

“Kehadiran BMH pada kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam proses lahirnya generasi unggul yang kelak dapat menjadi figur-figur berpengaruh di bangsa ini dan juga menjadi penggerak kemajuan dan kejayaan agama dan bangsa di masa depan,” ujar Lukman BAMS, Kepala BMH Sumut.*/Herim