MENTAWAI (Hidayatullah.or.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat (Sumbar), Asnawi, SH, MH, dalam melakukan kunjungan kerja di Kepulauan Mentawai, dan salah satu kegiatan yang dilaksanakan yaitu menanam cabe mengajak masyarakat Mentawai mencintai pertanian.
Didampingi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumbar, Ust. Irsyad Istoyo, Kajati menyaksikan lansung penanaman 6.800 bibit cabe di lokasi Pondok Pesantren Hidayatullah, KM 8 Desa Sipora Jaya, Kecamatan Sipora Utara, Selasa, 24 Sya’ban 1445 (05/03/2024).
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sumbar, Ust. Irsyad Istoyo, mengatakan, ada seluas 1 hektar dari luas 10 hektar lahan tidur yang akan diolah untuk tanaman cabe tersebut.
“Kegiatan ini untuk memberikan contoh kepada masyarakat dalam kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan khususnya pada Pesantren Hidayatullah Kebupaten Kepulauan Mentawai dan masyarakat Mentawai pada umumnya,” kata Irsyad.
Pada kesempatan itu Kajati juga turut bangga bisa melakukan penanaman cabe di Mentawai. Ia berharap kepada Dinas Pertanian agar program ini sukses dilakukan dan hasil panennya maksimal.
“Lahan yang akan di tanami cabe seluas satu hektar ini harus diupayakan berhasil. Dinas Pertanian harus mengawal itu. Gerakkan penyuluh pertanian untuk mendampingi kelompok tani agar ini berhasil,” ujar Kajati.
Dengan program menanam, terang Kajati, ini dapat memberikan contoh kepada masyarakat untuk selalu menanam tanaman yang bermanfaat.
“Saat ini cabe mengalami kenaikan harga maka dari itu gerakan menanam cabe sangat diharuskan. Di Mentawai ini masih banyak lahan kosong yang harus diolah dan dimanfaatkan,” ucap Asnawi kepada wartawan.
Disebutkan dia, masyarakat harus memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman yang bermanfaat dan menguntungkan, salah satunya tanamancabe. Ia pun mengajak untuk membudayakan hidup dengan bercocok tanam yang bisa bermanfaat.
“Kita berharap tanaman cabe yang ditanam ini bisa bertumbuh baik dan menghasilkan panen maksimal. Sehingga dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat”, tutupnya. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Dalam suasana semarak menyambut bulan suci Ramadhan 1445, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar acara Publik Ekspose yang mengangkat tema “Bahagia dengan Berbagi” di Aula Orny Loebis, Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta, Selasa, 24 Sya’ban 1445 (5/3/2024).
Direktur Utama Laznas BMH, Supendi, dalam sambutannya mengatakan kegiatan publik ekspose adalah kegiatan tahunan BMH sebagai media pertanggungjawaban untuk melaporkan berbagai amanah kebaikan yang telah diamanahkan kepada BMH.
Supendi berharap, kegiatan yang digelar secara hibryd dan diikuti secara daring serentak di 35 gerai provinsi ini semakin menggaungkan spirit ‘Bahagia dengan Berbagi’.
“Harapan kami, gema kebaikan ini dapat tersampaikan hingga pelosok negeri sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui kiprah BMH dan menjadi bagian dari kebaikan bersama BMH,” kata Supendi.
Pada kesempatan ini ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak baik pemerintah, regulator, swasta, donatur, dan segenap mitra dan stakeholders yang telah setia menjadi bagian dari gerakan kebaikan BMH.
“Semoga kolaborasi ini senantiasa berjalan secara sinambung dan di tahun mendatang program kebaikan terus dikuatkan sehingga semakin banyak manfaat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Senada dengan itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) yang diwakili Asisten Deputi PAUD, Dasar dan Menengah, Jazziray Hartoyo, menyampaikan, pemerintah bangga dengan sikap dan keterbukaan BMH dalam mengelola zakat dari masyarakat.
“Publik Ekspose ini menunjukkan sikap transparansi atau keterbukaan Laznas BMH,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Menko PMK menekankan pentingnya seluruh lembaga filantropi di Tanah Air untuk terus meningkatkan diri dan berkolaborasi serta bersinergi dengan lembaga terkait lainnya.
“Karena melalui kolaborasi dan sinergi, maka upaya pengumpulan dana zakat dari masyarakat akan lebih maksimal,” ungkapnya.
Solidaritas Internasional
Sementara itu Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag) RI Prof Dr H Waryono Abdul Ghofur di kesempatan yang sama mengapresiasi langkah dan terobosan BMH yang tidak saja berkiprah di dalam negeri tetapi juga hadir di kancah internasional.
“Kehadiran BMH bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri. Ini bentuk solidaritas internasional universal terhadap problem problem kemanusiaan,” katanya.
Waryono mengatakan, meski di dalam negeri kita masih banyak yang membutuhkan perhatian karena kekuarangan yang ada. Namun, di waktu yang sama, masyarakat Indonesia tetap memiliki kepedulian yang kuat kepada lainnya yang juga tidak kalah kekurangannya.
“Kita sebagai bangsa Indonesia wajib untuk terus bersyukur. Karena, bagaimanapun, Insya Allah, meskipun ada kemiskinan ekstrem tapi Indonesia tetap sebagai negara dengan tingkat kemakmuran dan sumber daya alam yang luar biasa,” ujarnya.
Waryono mengapresiasi laporan dan berbagai target yang dipaparkan Laznas BMH yang menurutnya capaiannya luar biasa. Ia berharap mudah mudahan tahun 2024 ini target yang sudah dipaparkan dapat dipenuhi.
“Dan ini harus memberi spirit kepada kita semua bahwa seberat apapun tantangan harus kita hadapi. Sehingga mendapatkan penghimpunan sesuai target, yang dengan demikian semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaatnya,” katanya.
Terakhir, ia mendorong BMH untuk terus melanjutkan inisiatif kebaikannya yang pada kesempatan ini mengusung tema publik ekspose ‘Bahagia dengan Berbagi’.
“Selamat kepada BMH, bahagia dengan berbagi dan insya Allah kita menjadi dekat. Karena, dengan kedekatan itulah insya Allah kita tidak lagi melihat kamu dan saya, tetapi kita. Nahnu. Insya Allah kalau sudah nahnu, maka maiyah, kebersamaan,” tutupnya.
Kegiatan ini kian semarak dengan rangkaian gelaran talkshow yang menghadirkan narasumber inspiratif yaitu Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Rizaluddin Kurniawan, Pegiat Literasi Nasional, Kang Maman Suherman, serta Ketua Pembina BMH Pusat, Dr. Nashirul Haq, Lc, MA. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Perhimpunan Ulama Palestina se-Dunia Syaikh Dr Nawwaf Takruri melakukan kunjungan silaturrahim ke Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta, Selasa, 24 Sya’ban 1445 (5/3/2024).
Kedatangan Syaikh Dr Nawwaf Takruri yang dibersamai Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat Dzikrullah W. Pramudya ini diterima oleh langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, Lc., M.A dan sejumlah jajarannya.
Selain menyapa pengurus dan hadirin, pada kesempatan tersebut Syaikh Dr Nawwaf Takruri menyajikan telaah tentang Baitul Maqdis, Palestina.
Menurutnya, keberpihakan setiap muslim dan gerakan dalam upaya pembebasan Palestina adalah sebagai bentuk integritas keimanan dan aqidah mereka terhadap agamanya.
Ia pun memantik kesadaran kaum muslimin dan komunitas yang ada untuk terus meluruskan tekad perjuangan tersebut dengan respon yang tepat.
“Akibat apa yang terjadi (Taufan Al-Aqsha) di Gaza, maka seluruh Organisasi, Gerakan, dan Masyarakat Islam harus meninjau ulang manhaj tarbawi dan pengkaderan mereka. Sebab kalau benar Gerakan Islam yang benar itu ada, maka kita akan menyaksikan respon yang tepat terhadap apa yang terjadi di Gaza,” tegasnya.
Turut hadir pada kesempatan istimewa tersebut Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah KH. Hamim Thohari, M.Si dan Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I.
Tampak pula Anggota Dewan Mudzakarah Suharsono Darbi, Pemimpin Redaksi majalah Suara Hidayatullah Ahmad MA. Damanik, Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Rasfiuddin Sabaruddin, dan juga ada dai milenial Ustadz Ardhi Rosyadi, Lc., M.Pd. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Penelitian, Pelatihan dan Pengembangan Hidayatullah Institute (HI) di bawah Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bekerja sama dengan Pengurus Pusat (PP) Muslimat Hidayatullah menggelar pelatihan kepemimpinan (leadership training) Muslimat Hidayatullah yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang, Jakarta, pada 18-22 Sya’ban 1445 / 28 Februari – 3 Maret 2024.
Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Muslimat Hidayatullah resmi ditutup pada, Ahad malam (3/3/2024) oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, Lc., M.A.
Dalam arahannya, Ketua Umum berpesan agar materi yang telah didapatkan di dalam pelatihan selama 5 hari hendaknya dapat diimplementasikan di lapangan.
“Tujuan pelatihan ini untuk membangun pola pikir. Teori akan cepat hilang tanpa dipraktikkan. Diperlukan juga mengembangan kompetensi diri,” kata Ketua Umum.
Ia menerangkan, orang-orang yang sukses umumnya selalu atau pernah menjalani hidup yang sulit. Begitu juga yang dialami oleh Rasulullah sebagai pemimpin.
“Hidayatullah terus berupaya melakukan regenerasi karena memberi kesempatan bagi generasi selanjutnya,” terangnya, seraya menukil sabda Rasulullah:
“Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan berbuat baik dalam segala sesuatu.” (H.R Muslim)
“Dalam hadits ini disebutkan bahwa ihsan ialah melakukan sesuatu dengan sempurna. Hikmahnya agar kita dapat mengelola organisasi yang baik dan tidak asal-asalan,” imbuhnya menerangkan.
Kepemimpinan Manhaji
Pelatihan Kepemimpinan Muslimat Hidayatullah Batch 1 dengan tema “Kepemimpinan Manhaji: Visioner, Progresif, dan Harmonis” ini diikuti oleh 44 peserta yang terdiri dari 14 Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah dan 30 Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah se-Indonesia.
Direktur Hidayatullah Institute, Muzakkir Usman, Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap peserta yang mengikuti kegiatan ini.
Pelatihan kepemimpinan untuk para Ketua Pengurus Wilayah Mushida ini memberi perhatian terhadap progresivitas dalam mengelola organisasi dan kemampuan mengimplementasikan konsep kepemimpinan Islam.
“Semoga apa yang telah disampaikan oleh para trainer dapat menjadi bekal di tempat daerah masing-masing,” pesan Muzakkir.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terimah kasih kepada Muslimat Hidayatullah yang telah mempercayakan Hidayatullah Institute sebagai penyelenggara acara.
Dalam kesempatan ini, Hidayatullah Institute memberikan penghargaan kepada peserta atas pencapaian kedisiplinan terbaik 100 persen.
Diketahui bahwa penghargaan ini hanya diberikan kepada tiga angkatan dari sembilan angkatan yang telah mengikuti pelatihan kepemimpinan Hidayatullah Institute.
Pelatihan Kepemimpinan Muslimat Hidayatullah merupakan bagian dari konsolidasi yang harus dikuatkan untuk membentuk pemimpin yang dapat merancang desain organisasi dan melakukan transformasi organisasi.
Tri Wahyu Prihatin, Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah, dalam menyampaikan kesan selama mengikuti pelatihan, mengatakan Hidayatullah Institute mendidik dirinya untuk menjadi semakin disiplin.
“Selama lima hari kami mendapatkan ilmu yang baik. Materi bukan hanya menjadi catatan,” kata Tri.
Tri menegaskan, mereka mengikuti pelatihan pun bukan hanya mendapat sertifikat. Demikian pula ia berharap kembali ke wilayah masing-masing materi ini bisa diinplementasikan.
“Karena amanah kepemimpinan ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” sebut Tri.
Modul Pelatihan Kepemimpinan terdiri dari Islamic Leadership, Organizational Design, Project Management, Networking, Human Capital Management.
Untuk memperkuat pengalaman dan pengetahuan networking, pada (2/3) peserta pelatihan kepemimpinan mengunjungi Elzatta Store di Cawang, Jakarta Timur, dan Yayasan Pesantren Al-‘Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor. (ybh/hidayatullah.or.id)
BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan Ust. Drs. Nasri Bohari MPd, mengatakan memberi dukungan maksimal dan ruang sebesar besarnya bagi kader untuk mendukung kemajuan lembaga kemanusiaan Search and Rescue (SAR) Hidayatullah yang khusus melakukan pencarian dan pertolongan pada musiban di wilayah-wilayah bencana.
Hal itu disampaikan Nasri saat pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Search and Rescue (SAR) Hidayatullah 2024 digelar di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 20-22 Sya’ban 1445 (1-3/3/2024).
“DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan juga akan memberikan ruang sebesar besarnya buat para kader kader Hidayatullah untuk ikut serta dalam kegiatan SAR Hidayatullah ini hingga betul betul dirasakan keberadaannya oleh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan,” katanya.
Dukungan ini sebagai cerminan komitmen organisasi induk untuk terus menopang gerakan elemen elemen pendukung bukan hanya dakwah dan pendidikan tetapi juga berkecimpung di kebencanaan dalam mewujudkan keselamatan banyak orang.
Pada kesempatan itu, Nasri juga juga sampaikan harapan dukungan dari pihak pemerintah yang sangat membantu setiap pergerakan SAR Hidayatullah.
“Dukungan yang diberikan akan menunjang kiprah banyak kemanfaatan kepada masyarakat khususnya di bidang perencanaan mitigasi dan penanganan bencana baik yanga ada di Bulukumba dan Sulawesi Selatan pada umumnya,” imbuhnya.
Nasri menyampaikan selamat datang kepada para pembesar SAR HIdyaatullah dan para peserta helatan di Sulawesi Selatan dengan adanya Rapimnas IV SAR Hidayatullah di Bulukumba. “Ini menambah semangat pengurus SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Dia menambahkan, secara istimewa ia menyampaikan ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf, S.Sos yang telah menerima SAR Hidayatullah seperti saudara sendiri dan membuka acara Rapimnas itu.
“Kami sampaikan Alhamdulillah sebagai tanda syukur serta ucapan terimakasih dan rasa bangga atas kehadiran Bapak Wakil Bupati untuk terus sama sama bisa bersinergi. Kita juga terus mendoakan agar Kabupaten Bulukumba terus berkembang maju, adil, dan makmur,” tandasnya. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali membuat kebanggaan dengan meraih penghargaan prestisius dalam ajang Baznas Award 2024.
BMH dipilih sebagai penerima penghargaan BAZNAS Award 2024 dengan kategori Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional dengan kategori Pelaporan Terbaik.
Acara penganugerahan yang berlangsung di Gedung Bidakara, Pancoran Jakarta, diselenggarakan secara megah dengan kehadiran tokoh-tokoh penting dalam dunia zakat. Seperti Ketua Baznas RI, Noor Achmad, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Ketua Pengurus BMH, Firman ZA.
Firman ZA menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan tersebut.
Dia juga mengungkapkan komitmen BMH untuk terus meningkatkan kinerja dalam mengelola dan melaporkan dana zakat dengan lebih baik lagi.
“Penghargaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan transparansi dalam mengelola dana zakat demi kesejahteraan umat, karena bagaimanapun BMH adalah bagian dari umat bagian dari negara tercinta kita,” kata Firman usai mewakili BMH menerima penghargaan itu di Jakarta, Jumat, 20 Sya’ban 1445 (01/03/2024).
Optimalisasi Potensi Zakat
Acara tersebut turut dihadiri oleh Perwakilan Presiden Republik Indonesia, Menteri Agama (Menag) K.H. Yaqut Cholil Qoumas, yang memberikan sambutan serta arahan tentang pentingnya mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia.
Menag juga menegaskan urgensi kolaborasi dan komitmen dari semua pihak dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
BMH juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, dan stakeholder yang telah mendukung serta mempercayai BMH sebagai lembaga amil zakat yang dapat diandalkan.
Firman menyampaikan, dukungan ini menjadi motivasi bagi BMH untuk terus berkontribusi dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat.
Penghargaan ini bukan hanya menjadi prestasi bagi BMH semata, tetapi juga merupakan cerminan dari komitmen dan kerja keras dalam membangun transparansi serta kesejahteraan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Semoga penghargaan ini kian mendorong dan menjadikan BMH sebagai salah satu pilar penting di Indonesia dalam perjuangan mengentaskan kemiskinan,” tutup Firman ZA.*/Herim
BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Search and Rescue (SAR) Hidayatullah 2024 digelar di Bulukumba, Sulawesi Selatan, 20-22 Sya’ban 1445 (1-3/3/2024) dengan Jumlah peserta terdiri dari perwakilan terdiri dari 29 wilayah provinsi se-Indonesia.
Acara Rapimnas yang mengangkat tema “Mengukuhkan Jatidiri SAR Hidayatullah sebagai Potensi Pencarian dan Pertolongan Nasional” dibuka oleh Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf, S.Sos.
Wakil Bupati Bulukumba H. Andi Edy Manaf, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan sangat senang dan memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada SAR Nasional Hidayatullah karena telah memilih Bulukumba sebagai tuan rumah gelaran Rapat Pimpinan Nasonal SAR Hidayatullah.
“Semoga SAR Hidayatullah menjadi barometer menggerakan potensi untuk pencarian dan pertolongan kemanusiaan khususnya di wilayah Bulukumba dan umumnya untuk seluruh indoensia,” katanya.
Wakil Bupati mendorong dan mendoakan semoga SAR Hidayatullah semakin maju dan sukses untuk menjadi garda terdepan dalam menolong dan menyelamatkan masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap SAR Hidayatullah bersinergi dengan semua komponen di Bulukumba khususnya dengan Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba.
Sementara itu, Ketua Umum SAR Hidayatullah Irwan Harun dalam keterangannya menyampaikan, bahwa sebagaimana tema yang diangkat, Rapimnas kali ini sebagai salah satu komitmen mewujudkan visinya menjadi lembaga SAR yang profesional dengan tidak henti-hentinya meningkatkan kapasitas dan kompetensi para personelnya.
“Kekuatan penanggulangan bencana terletak pada jaringan SAR yang kuat dan terkoordinasi. Oleh karena itu, SAR Hidayatullah aktif dalam membina dan memperkuat jaringan SAR di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya melalui forum Rapimnas ini,” kata Irwan.
Selain itu, Tim SAR Hidayatullah juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional (Basarnas), serta organisasi kemanusiaan lainnya. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam menghadapi bencana.
SAR Hidayatullah juga secara aktif mengadakan pelatihan dan capacity building untuk para potensi di daerah-daerah, sehingga tercipta jaringan SAR yang solid dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.
“Kehadiran Tim SAR Hidayatullah sebagai tim pencarian dan pertolongan nasional ingin mengukuhkan jatidiri dengan berupaya menjadi simbol kesigapan, kepedulian, dan solidaritas dalam menghadapi bencana,” kata Irwan.
Dia menambahkan, di masa depan, SAR Hidayatullah menargetkan untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme mereka. Mereka juga akan terus memperluas jangkauan bantuan mereka ke berbagai titik di Tanah Air.
Pada kesempatan pembukaan Rapimnas, turut hadir Ketua DPW Hidayatullah Sulsel yang juga Pembina SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan Drs. Nashri Bukhori M.Pd, DPD Hidayatullah Kabupaten Bulukumba, Ketua SAR Hidayatullah Sulawesi Selatan Armin, dan Ketua Panitia Abdul Majid.
Turut pula hadir tamu undangan diantaranya perwakilan Kakaknsar Basarnas Sulawesi Selatan Bapak Nurhamka yang juga menjadi narasumber dalam sosialisasi rangkaian Rapimnas, unsur pimpinan Baznas Bulukumba, BPBD Bulukumba, dan segenap pengurus pusat SAR Hidayatullah. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Aula Dakwah Rumah Qur’an Jayakarta, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibuka pada Ahad, 22 Sya’ban 1445 (3/3/2024).
Mengusung tema “Kuatkan Kaderisasi, Hadirkan Generasi Rabbani untuk Indonesia Unggul”, Rakerwil ini dihadiri oleh perwakilan pengurus daerah (PD) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta serta para pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan kampus di Jakarta.
Acara dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta, Muhammad Isnaini, yang akrab disapa Ustadz Digital (Udig).
Dalam sambutannya, Udig menekankan pentingnya kesadaran kolektif para pemuda dalam memahami realitas bangsa saat ini.
“Jauh sebelumnya Allah sudah memerintahkan kita untuk menjadi manusia pembelajar, Iqro’ (baca). Tidak hanya membaca secara tekstual tetapi juga secara kontekstual, sehingga kita mampu mengetahui dan memahami realitas umat secara utuh,” papar Udig.
Pemahaman tersebut, lanjut Udig, akan melahirkan pemuda yang progresif dan beradab, yang mampu mengantarkan Indonesia menjadi bangsa yang unggul dan memimpin di masa depan.
Udig juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah warisan terbaik dari para pendiri bangsa yang harus dijaga dan dibesarkan.
“Mari kita rawat dan besarkan warisan ini sebagaimana harapan dan cita-cita mereka,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta, Adam Sukiman, menjelaskan bahwa Rakerwil ini bertujuan untuk memperkuat ikatan (bonding) para pengurus dan anggota agar semakin kuat dan solid.
“Inti dari sebuah gerakan adalah soliditas antar seluruh pengurus dan anggota,” tegas Adam.
Dengan modal itulah, terang Adam, seluruh program yang telah dirumuskan dan disepakati dalam Rakernas kemudian diderivasi dalam Rakerwil akan mudah diwujudkan dalam kerja-kerja konkret di tingkat wilayah dan daerah.
Khatib dan edukator masyarakat muda Jakarta ini menegaskan bahwa memiliki kesamaan visi dan nilai merupakan modal terbesar dalam membangun tim yang kuat dan berkualitas.
“Dengan visi dan tujuan yang jelas, maka akan melahirkan gerakan yang seirama dan sepenarian dalam sebuah tim atau pengurus,” imbuh Adam.
Pemuda Hidayatullah, lanjut dia, dengan spirit wahyu dan teladan Rasulullah sebagai landasan, bertekad untuk melahirkan generasi rabbani.
“Pemuda Hidayatullah dengan gerak langkah yang jelas menjadikan spirit wahyu dan teladan Rasulullah sebagai landasan dalam mewujudkan visi gerakan melahirkan generasi rabbani,” tegas Adam.
Pelatihan Dai Muda Jakarta
Guna menyemarakkan kegiatan, acara Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta ini dirangkai dengan kegiatan Pelatihan Dai Muda Jakarta.
Pelatihan guna mendorong para pemuda untuk memiliki kemampuan yang beragam, mengingat tantangan ke depan yang dihadapi oleh generasi milenial dan Gen-Z jauh lebih besar dan beragam.
Diharapkan dari pelatihan ini, para pemuda dapat memiliki berbagai keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Kota metropolitan seperti Jakarta menghadirkan berbagai tantangan dan peluang dalam menyebarkan dakwah Islamiyah. Di tengah hiruk pikuk dan keragaman budaya, dibutuhkan dai muda yang handal dan mampu menyampaikan pesan Islam dengan cara yang menarik dan kontekstual,” kata Adam.
Menurut dia, di sinilah peran penting Pelatihan Dai Muda Jakarta dalam mengasah dan memaksimalkan kemampuan para pemuda dalam berbagai aspek dakwah.
“Pelatihan ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam berdakwah, serta membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi dai yang efektif di era modern,” tukasnya.
Pelatihan ini diharapkan tidak saja meningkatkan kemampuan dakwah, mengembangkan minat dan bakat, serta memperkuat pemahaman Islam, tetatpi juga diharapkan akan semakin meluaskan jaringan dakwah di era modern dimana dakwah Islam menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Adam, tantangan dakwah masa kini seperti perkembangan teknologi, keragaman budaya masyarakat, dan kian maraknya penyebaran informasi hoaks dan propaganda, menuntut umat khususnya generasi muda untuk semakin memahami realitas dan menyampaikan dakwah dengan cara yang baik dan inklusif.
“Bagi kami, pelatihan semacam ini berperan penting dalam mempersiapkan para pemuda untuk menghadapi berbagai tantangan dakwah di era modern. Dengan pelatihan ini, diharapkan para dai muda dapat menjadi agen dakwah yang efektif dan membawa perubahan positif bagi masyarakat” katanya.
Pelatihan Dai Muda Jakarta ini menghadirkan narasumber praktisi pengembangan pemuda diantaranya Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect), Imam Nawawi, dan Praktisi komunikasi Muhammad Syaiful M.I.Kom. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perkaderan Hidayatullah dipenuhi dengan doa, semangat, dan komitmen yang menghangatkan, Ahad, 22 Sya’ban 1445 (3/3/2024).
Dipimpin oleh Ust. M. Sholeh Usman, MIkom, Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, acara tersebut menjadi momentum penting bagi para kader dalam meneguhkan tekad dan semangat perjuangan mereka.
Dalam pidatonya, Sholeh Usman mengajak para peserta untuk senantiasa berdoa agar segala jerih payah dan pengorbanan yang telah dipersembahkan mendapatkan tambahan bimbingan dan pertolongan dari Allah.
“Kita telah mendengarkan berbagai hal terkait perkaderan, poin-poin inti dari para senior kita,” ujarnya, menegaskan bahwa estafeta perjuangan telah diserahkan kepada generasi saat ini.
Tak lupa ia menekankan pentingnya visi Hidayatullah ke depan, yang harus menjadi beban seluruh kader tanpa mengurangi penghargaan bagi yang tidak dapat hadir dalam kesempatan tersebut.
“Kita dipilih oleh Allah sebagai mukmin sekaligus mujahid, ini saya jadikan sebagai azimat, sebagai sumber spirit yang langsung saya dapatkan dari pendiri Hidayatullah,” tambahnya dengan penuh semangat.
Kara dia, iman dan jihad menjadi fokus utama dalam komitmen yang direkomendasikan. “Iman, Al Mu’minun Haq. Jihad, Haqqa jihadih,” tegasnya.
“Semoga seluruh mujahadah ini menjadi asbab Allah berkenan menolong kita dalam menjalankan amanah perjuangan, kita mampu menjadi problem solver di tengah-tengah umat,” paparnya dengan penuh keyakinan.
Dalam kesimpulannya, Sholeh Usman berharap agar pertemuan tersebut menjadi awal yang baik dan menjadi tanda cinta Allah Ta’ala.
Dengan semangat yang menyala-nyala, para peserta meninggalkan acara tersebut dengan tekad yang membara untuk melanjutkan khidmat perjuangan demi tegaknya nilai-nilai Islam. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Guna menyemarakkan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta menggelar “Pelatihan Dai Muda Jakarta” di Aula Dakwah Rumah Qur’an Jayakarta, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 21 Sya’ban 1445 (2/3/2024).
Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta, Adam Sukiman, mengatakan kegiatan Pelatihan Dai Muda Jakarta guna mendorong para pemuda untuk memiliki kemampuan yang beragam, mengingat tantangan ke depan yang dihadapi oleh generasi milenial dan Gen-Z jauh lebih besar dan beragam.
Diharapkan dari pelatihan ini, para pemuda dapat memiliki berbagai keterampilan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Kota metropolitan seperti Jakarta menghadirkan berbagai tantangan dan peluang dalam menyebarkan dakwah Islamiyah. Di tengah hiruk pikuk dan keragaman budaya, dibutuhkan dai muda yang handal dan mampu menyampaikan pesan Islam dengan cara yang menarik dan kontekstual,” kata Adam.
Menurut dia, di sinilah peran penting Pelatihan Dai Muda Jakarta dalam mengasah dan memaksimalkan kemampuan para pemuda dalam berbagai aspek dakwah.
“Pelatihan ini menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat mereka dalam berdakwah, serta membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi dai yang efektif di era modern,” tukasnya.
Pelatihan ini diharapkan tidak saja meningkatkan kemampuan dakwah, mengembangkan minat dan bakat, serta memperkuat pemahaman Islam, tetatpi juga diharapkan akan semakin meluaskan jaringan dakwah di era modern dimana dakwah Islam menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Adam, tantangan dakwah masa kini seperti perkembangan teknologi, keragaman budaya masyarakat, dan kian maraknya penyebaran informasi hoaks dan propaganda, menuntut umat khususnya generasi muda untuk semakin memahami realitas dan menyampaikan dakwah dengan cara yang baik dan inklusif.
“Bagi kami, pelatihan semacam ini berperan penting dalam mempersiapkan para pemuda untuk menghadapi berbagai tantangan dakwah di era modern. Dengan pelatihan ini, diharapkan para dai muda dapat menjadi agen dakwah yang efektif dan membawa perubahan positif bagi masyarakat” katanya.
Selain Adam Sukiman, kegiatan Pelatihan Dai Muda Jakarta ini juga menghadirkan narasumber praktisi pengembangan pemuda lainnya yaitu Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect), Imam Nawawi, dan Praktisi komunikasi Muhammad Syaiful M.I.Kom. (ybh/hidayatullah.or.id)