Beranda blog Halaman 210

BMH Kepri Gelar “Batam Mendongeng” di 56 Sekolah, Bangkitkan Kearifan melalui Cerita Inspiratif

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan kegiatan “Batam Mendongeng” di sebanyak 56 sekolah dasar (SD) di Batam.

Kegiatan ini ditargetkan berlangsung dari bulan Maret hingga Desember 2024 dengan tujuan untuk menumbuhkan minat belajar siswa melalui dongeng, serta menumbuhkan kepedulian mereka terhadap yatim-dhuafa dan faqir miskin.

Koordinator Markom BMH Kepri, Haidir, mengungkapkan bahwa kegiatan “Batam Mendongeng” menghadirkan seorang pendongeng nasional bernama Kak Elis, yang ditemani oleh Boneka Si Ipot dan Kak Elis, pendongeng dari Batam.

Haidir mengatakan, mereka akan berbagi cerita inspiratif kepada siswa-siswi di Batam tentang berbagai tokoh, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk membangkitkan kembali konsep pembelajaran melalui dongeng yang mulai terlupakan,” kata Haidir dalam keterangannya, Sabtu, 28 Sya’ban 1445 (9/3/2024).

“Dongeng merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dapat menumbuhkan nilai-nilai moral dan karakter pada anak-anak,” tambahnya.

Dongeng merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk anak-anak karena dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kreativitas mereka.

Selain itu, dongeng juga dapat membantu anak-anak untuk memahami nilai-nilai moral dan karakter dengan cara yang menyenangkan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan minat belajar siswa dan menumbuhkan nilai-nilai moral dan karakter pada diri mereka,” ujar Haidir.

Di akhir kegiatan, para siswa akan menyalurkan sedekahnya melalui BMH untuk mendukung program pendidikan, dakwah, dan sosial kemanusiaan. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap yatim-dhuafa dan faqir miskin sejak dini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap mereka yang hidupnya sedang tidak beruntung,” kata Haidir.

Kegiatan “Batam Mendongeng” mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari pihak sekolah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi kami,” kata Santi, salah seorang guru di SD Negeri 01 Batam.

“Melalui dongeng, siswa-siswi kami dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan sekaligus menumbuhkan nilai-nilai moral dan karakter.”

BMH Kepri mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan “Batam Mendongeng” sebagai bagian dari menunjang program pendidikan, dakwah, dan sosial kemanusiaan BMH atau menjadi relawan pendongeng di kegiatan “Batam Mendongeng”.

“Kami berharap dengan dukungan dari semua pihak, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi anak-anak kita dalam menumbuhkan kearifan ajaran Islam sejak dini, khususnya di Batam,” kata Haidir menandaskan (ybh/hidayatullah.or.id)

Jadikan Ramadhan sebagai Momentum untuk Lebih Intensif Mengkaji Al-Qur’an

POLMAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Tasyrif Amin mengajak untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk semakin intensif mengkaji Al Qur’an.

“Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Olehnya itu, sambut dan selama Ramadhan lebih intens mengkaji Al-Qur’an, minimal banyak membaca, memperbaiki bacaan, banyak menghafal, membaca tafsir, dan mentadabburinya,” katanya.

Hal itu disampaikan Dr Tasyrif Amin saat menyampaikan taushiah tarhib dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H berlangsung di Masjid Manarul Ilmi Pondok Pesantren Hidayatullah Kampus Bassean, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis, 26 Sya’ban 1445 (07/03/2024).

“Salah satu kiat menghadapi bulan Ramadhan adalah banyak beristigfar, karena nafsu atau keinginan selalu mendorong kepada hal yang sesat jika tidak mendapat petunjuk iman,” tambah Tasyrif, seperti dilansir laman hidayatullahsulbar.com.

Ia lantas menyitir sebuah perkataan Abdullah bin Mas’ud, “Barang siapa yang ingin mengetahui kadar cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah ia melihat bagaimana cintanya kepada al-Qur’an. Jika ia mencintainya maka berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya”.

Masih dalam taushiahnya di hadapan warga, undangan, hadirin, dan ratusan santri, Tasyrif menyebutkan bahwa salah satu keistimewaan bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain yaitu kedatangan Ramadhan disambut dan diikhtiarkan dengan doa yang sangat populer; “Allahumma bariklana fii rajab wasya’ban waballighna ramadhana”.

Selain itu, jelas dia, bahwa kedatangan Ramadhan disambut bukan dengan ahlan wasahlan, tetapi marhaban yaa Ramadhan.

Menyambut Ramadhan tidak cukup ahlan wasahlan, tetapi marhaban yaa Ramadhan,” sebutnya.

Bersih Diri

Pada kesempatan itu, hadir pula Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Ust. Drs. H. Mardhatillah sekaligus memberikan sambutan membuka hajatan yang digelar DPD Hidayatullah Polman itu.

Mardhatillah menyampaikan persiapan yang penting dilakukan untuk menyambut Ramadhan antara lain adalah membersihkan diri dan lingkungan.

“Bersih diri antara lain menyambung silaturrahim, saling memaafkan dalam keluarga, komunitas dan kelompok. Juga secara lahir adalah bagaimana kita membersihkan lingkungan rumah, pondok, dan lingkungan sekitar,” harapnya.

Selain itu, Mardhatillah menyebutkan, bahwa setidaknya ada 3 target Ramadhan yang harus berusaha dicapai yaitu Sukses Tarbiyah, Sukses Ibadah, dan Sukses Pelayanan Ummat.

“Ketiganya sebagai indikator seorang dai dan umat yang dinamis dan progressif,” sambutnya.

Mardhatillah menutup sambutannya dengan sebuah nasehat kepada para warga dan santri untuk senantiasa mendukung kepemimpinan yang berlangsung di Hidayatullah Polman sebagai suaka generasi Al-Qur’an menuju tegaknya peradaban yang mulia.

Sementara itu, sesuai tema tarhib, “Bergembira Menyambut Ramadhan Hidup Mulia Bersama Al-Qur’an”, tuan rumah hajatan yang juga Ketua DPD Hidayatullah Polman Ust. Al Imran, S.H.I, mengajak kepada warga dan santri untuk bergembira menyambut bulan Ramadhan dengan banyak berinteraksi dengan Al Qur’an.

“Menyambut bulan Ramadhan sebagai bulan mulia, mari kita banyak-banyak membersamai Al-Qur’an,” tegasnya dengan senyum khasnya.*/ Muhammad Bashori

Anregurutta KH Arif Marzuki Hasan Sampaikan Taushiah Tarhib Ramadhan di Pusat Dakwah Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pembina Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maros, Sulawesi Selatan, Anregurutta KH Arif Marzuki Hasan, melakukan anjangsana silaturrahim ke Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu, 25 Sya’ban 1445 (6/3/2024).

Dalam kunjungannya, pria berusia 82 tahun yang tetap enerjik ini didampingi dua anaknya yaitu Muzayyin Arif (Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan) dan Dr Muthahhir Arif (imam masjid sekaligus pimpinan pesantren Nusantara di Amerika).

Pertemuan yang juga dihadiri oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad ini digelar dalam tajuk Tarhib Ramadhan sebagai bagian dari rangkaian dari Rapat Pleno Hidayatullah.

Pada kalimat sapaan dan kesempatan taushiah yang disampaikannya KH Arif Marzuki Hasan menekankan pentingnya merawat kebersamaan, ukhuwah, dan persaudaraan.

Dalam pada itu, ia juga menerangkan bahwa tidak saja penyakit fisik yang berbahaya, melainkan “penyakit hati” lebih parah dampaknya.

Ia juga menegaskan, perkembangan Hidayatullah hingga saat sekarang ini tidak lepas dari buah keberkahan dari perjuangan yang telah dirintis oleh almarhum Ustadz Abdullah Said.

Ia pun sempat berbagi kisah tentang sosok pendiri Hidayatullah itu yang baginya merupakan figur pendakwah. “Abdullah Said adalah pencinta dakwah,” katanya.

Oleh sebab itu, dia berpesan hendaknya Hidayatullah tidak tergiur dengan berbagai rayuan dunia dan hal hal yang nampak menarik secara empirik. Kata dia, walaupun yang dimiliki sedikit tak mengapa, yang penting berkah.

“Namo cedde’mi yako mabbarakka moi,” kata KH Arif Marzuki Hasan menukil ungkapan populer dalam bahasa Bugis yang artinya “biar sedikit yang penting berkah”.

Simak ceramah KH Arif Marzuki Hasan selengkapnya di bawah ini, dapat juga ditonton di channel Hidayatullah ID | tvHid atau klik di sini:

Babinsa Koramil TNI 0707-05 Bantu Bangun Mushalla Pesantren Hidayatullah Ulilin

MERAUKE (Hidayatullah.or.id) — Bintara Pembina Desa Komando Rayon Militer Tentara Nasional Indonesia (Babinsa Koramil TNI) Komando Distrik Militer (Kodim) 0707-05 Ulilin Merauke melaksanakan gotong-royong pengecoran tiang bangunan Mushola Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ulilin, Selasa, 24 Sya’ban 1445 (5/3/2024).

Kerja bakti itu dipimpin langsung oleh Serka La Ruslan bersama masyarakat Kampung Kafyamke, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Dalam pelaksanaannya kegiatan kerja bakti pengecoran tiang Mushola Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kampung Kafyamke turut dibersamai langsung oleh Kepala Madrasah Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ulilin Distrik, Bambang Buana, S.Kom.I. M.Pd.

Wadan Ramil 1707-05/Ulilin Kapten Inf Suriyan menyampaikan bahwa pembangunan Mushola Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ulilin sudah dilakukan pengecoran pondasi.

“Saat ini tahap pengecoran tiang yang dikerjakan secara gotong-royong oleh masyarakat Kampung Kafyamke dengan dibantu para Babinsa,” kata Kapten Inf Suriyan.

Kapten Inf Suriyan berharap kehadiran Babinsa Koramil 1707-05/Ulilin dalam ikut membantu pengecoran tiang ini diharapkan selain dapat mempercepat proses pengecorannya juga bisa meringankan pihak Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dalam melaksanakan pembangunan.

Sementara itu, Bambang Buana mengucapkan banyak terimakasih kepada Babinsa dan masyarakat Kampung Kafyamke yang telah berpartisipasi membantu pembangunan Mushola Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ulilin sehingga berjalan lancar dan cepat.

“Terima kasih Babinsa dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Mushola Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ulilin,” pungkasnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Hidayatullah Jambi Peserta Diklat Kompetensi Dindikbud Pemkab Jambi

0

MUARO JAMBI (Hidayatullah.or.id) — Kepala Sekolah Dasar (SD) Integral Hidayatullah Muaro Jambi, Kabupaten Jambi, Ustazah Gina Fernandez S.Pd, menjadi peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah Dasar yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemerintah Kabupaten Jambi, selama 3 hari yang dimulai pada Rabu, 25 Sya’ban 1445 (6/3/2024).

Acara pembukaan program ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi, Firdaus, S.Ag, M.M.

Kepala sekolah merupakan sosok vital dalam kemajuan dunia pendidikan. Mereka tak hanya dituntut memiliki pengetahuan yang luas, namun juga kemampuan kepemimpinan dan manajemen yang handal untuk membawa sekolah ke arah yang lebih baik.

Memahami kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi pun menyelenggarakan Diklat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah selama 3 hari intensif.

Diklat yang berlangsung pada Rabu, 6 Maret hingga Jum’at, 8 Maret 2024 tersebut bertempat di Hotel Ratu Kota Jambi. Diikuti oleh seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam sambutannya, Firdaus menekankan pentingnya peningkatan kompetensi para kepala sekolah. “Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran sentral dalam mewujudkan visi dan misi sekolah,” ujarnya.

“Melalui diklat ini, diharapkan para kepala sekolah dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan terbaru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi,” katanya.

Fokus Diklat

Firdaus menjelaskan, pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk membekali para kepala sekolah dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan.

Adapun beberapa fokus materi yang dibahas meliputi penguatan kompetensi manajerial berupa bekal pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sumber daya manusia (SDM), keuangan, sarana dan prasarana sekolah secara efektif dan efisien.

Materi lainnya yaitu pengembangan kepemimpinan transformasional dalam rangka membantu para kepala sekolah membangun visi yang kuat, memotivasi guru dan staf, serta mendorong inovasi dan perubahan positif di sekolah.

Selanjutnya ada materi strategi efektif supervisi dan pembinaan guru yang mempelajari teknik supervisi akademik yang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di kelas. Peserta juga mendapatkan pemahaman tentang penyusunan dan pengembangan kurikulum yang berbasis kebutuhan siswa dan perkembangan zaman.

Diklat juga menyajikam materi pengarusutamaan pendidikan karakter guna membekali para kepala sekolah dengan strategi untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada peserta didik.

Acara Aktif

Kepala Sekolah Dasar Integral Hidayatullah Muaro Jambi, Kabupaten Jambi, Gina Fernandez, menyampaikan Diklat Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah ini tidak hanya diisi dengan sesi ceramah. Para peserta juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang menarik dan interaktif, seperti diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan role-playing.

“Dengan menggabungkan berbagai metode tersebut, peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan dan dapat langsung mengimplementasikannya di sekolah masing-masing.

Dina berharap melalui Diklat Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah ini, Sekolah Dasar Integral Hidayatullah Muaro Jambi dapat semakin meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen sekolah, mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pengelolaan sekolah, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan sekamin meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan di Kabupaten Muaro Jambi.

“Dengan kepala sekolah yang kompeten dan memiliki kepemimpinan yang kuat, semoga dunia pendidikan di Kabupaten Muaro Jambi semakin maju dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tandas Gina. (ybh/hidayatullah.or.id)

Bareng IMS Lapas Kembang Kuning Gelar Tarhib Ramadhan bersama WBP dan Pegawai

CILACAP (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kembang Kuning Pulau Nusakambangan yang menggandeng Islamic Medical Services (IMS) menggelar program Tarhib Ramadhan 1445 H dengan tema “Bersiap Diri Menyambut Ramadhan”, pada Kamis, 26 Sya’ban 1445 (7/3/2024).

Selain dihadiri oleh segenap pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Acara ini dihadiri oleh Kalapas Kelas IIA Kembang Kuning Winarso, KH Hasan Makarim selaku koordinator pembina rohani Islam lapas se-Nusakambangan, dan Riyadi Suryana selaku Manager Program Wakaf Daarut Tauhid.

Hadir pula Ridho Muhammad F, S.K.M selaku GM Program dan Emergency IMS, Ustadz Fuad Fahrudin selaku sekertaris DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel, serta pendakwah Ustadz Dr. H Mulyadi Al-Fadhil, S.sos.I, M.Pd.

Kegiatan diawali dengan penyerahan wakaf Al-Quran dan dilanjutkan dengan kajian ilmu menyambut Ramadhan oleh Ustadz Dr. H Mulyadi Al-fadhil, S.sos.I, M.Pd.

Dalam sambutannya, Winarso menyampaikan apresiasi kepada IMS yang telah banyak membantu Lapas Kelas IIA Kembangkuning. Ia berharap program Tarhib Ramadhan ini dapat memberikan pencerahan dan penguatan iman bagi warga binaan dan pegawai lapas.

“IMS selama ini sudah banyak membantu Lapas Kelas II A Kembang Kuning. Saking banyaknya saya sampai tidak bisa menyebutkan satu persatu,” kata Kalapas sembari disambut tepuk tangan meriah santri WBP dan pegawai lapas.

Diakhir sambutannya, Winarso menguatkan bahwa dengan adanya tarhib Ramadhan ini diharapkan semakin menguatkan pencerahan dan penguatan iman bagi warga binaan ataupun bagi pegawai Lapas Kelas II A Kembang Kuning.

KH Hasan Makarim selaku koordinator pembina rohani Islam lapas se-Nusakambangan menambahkan bahwa Tarhib Ramadhan ini menjadi awal program Ramadhan 1445 H yang dilakukan IMS.

Kyai Hasan berharap IMS dapat terus memberikan support kebaikan bagi warga binaan dan pegawai lapas selama bulan Ramadhan.

Pada kesempatan yang sama Riyadi Suryana selaku Manager Program Wakaf Daarut Tauhid mengaku terinspirasi setelah melihat suasana Lapas pada acara Tarhib ini.

Riyadi mengatakan, pada kesempatan lain pihaknya akan segera melakukan silaturahim kembali kepada warga binaan Lapas Kelas IIA Kembangkuning.

Senada dengan itu, Ridho Muhammad F, S.K.M. menyampaikan terima kasih kepada pihak Lapas Kembangkuning dan warga binaan atas antusiasmenya mengikuti kegiatan Tarhib Ramadhan.

Ridho juga menjelaskan bahwa acara ini terselenggara berkat dukungan dari berbagai lembaga dan perusahaan.

Sambutan berikutnya yang disampaikan Fuad Fahrudin berharap warga binaan dapat mengambil ibrah dan spirit Islam melalui acara Tarhib Ramadhan ini sehingga dapat menyambut bulan Ramadhan dengan semangat dan ibadah yang optimal.

Ustadz Dr. H Mulyadi Al-fadhil, S.sos.I, M.Pd dalam materinya menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan tamu mulia bagi kaum muslimin. Oleh karena itu, umat Islam harus menyambutnya dengan persiapan yang matang.

Acara Tarhib Ramadhan ditutup dengan muhasabah diri yang dipimpin langsung oleh Ustadz Dr. H Mulyadi Al-fadhil, S.sos.I, M.Pd.

Kegiatan tarhib Ramadhan ini terselenggarakan dengan baik berkat support dan dukungan dari berbagai lembaga dan perusahaan yaitu Pertamina, Bazma, Laznas BMH, Ecoziska, DT Peduli, dan Wakaf Daarut Tauhid dalam membantu waqaf Al Quran untuk lapas kelas IIA Kembang Kuning. (ybh/hidayatullah.or.id)

Ngobrol Santai Bahas Komunikasi Efektif dalam Mendidik bersama Praktisi Parenting di Cirebon

0

CIREBON (Hidayatullah.or.id) — Ramadhan, bulan istimewa yang selalu dinanti-nantikan oleh umat Islam. Merayakan kedatangannya dengan penuh kegembiraan adalah salah satu wujud dari keimanan yang kokoh.

Untuk menyambut bulan penuh berkah ini, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Cirebon bersama Komite Sekolah SD Integral Luqman Al Hakim menggelar acara Ngobrol Santai Sambut Ramadhan dengan tema “Komunikasi Efektif dalam Mendidik.”

Kegiatan ini digelar pada hari Kamis, 26 Sya’ban 1445 (7/3/2024) di Maffed Co Working Space dan Cafe Cirebon.

Respon positif pun datang dari para peserta yang hadir, termasuk Hj. Ela, salah satu pengurus komite dan orang tua wali murid SD Integral Luqman Al Hakim.

Ia menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas kesempatan untuk memperoleh ilmu dan tips dalam berkomunikasi yang efektif.

Asep Juhana Koordinator BMH Cirebon juga menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi kolaborasi yang baik dengan pemilik Maffed Café yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Selain itu, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SD Integral Luqman Al Hakim dan Pegadaian Syariah yang telah turut berpartisipasi.

“Semoga momentum Ramadhan bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan amal sholeh dan berbagi kebahagiaan,” ungkapnya.

Acara ini turut menghadirkan Ustadz Endang Abdurahman, pengasuh Rubrik Kelambu di Majalah Mulia BMH, serta seorang praktisi parenting Islami.

Ia menyampaikan tema tentang kiat komunikasi efektif dalam mendidik. Salah satu pesannya adalah pentingnya menggunakan kata-kata yang diucapkan dengan hati dan ketulusan, karena kata-kata yang disampaikan dengan penuh keikhlasan akan membekas dalam jiwa.

Acara ini ditutup dengan presentasi dari Pegadaian Syariah, yang memberikan informasi tentang merencanakan keuangan keluarga dengan baik.

Semua peserta pulang dengan pengetahuan yang lebih luas dan semangat yang membara untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan keberkahan.

“Kami berharap semoga setiap langkah yang diambil dalam menyambut Ramadhan kali ini menjadi bentuk pengabdian yang diridhai oleh Allah SWT,” tutup Juhana.*/Herim

[Khutbah Jum’at] Sambut Ramadhan dengan Taubat dan Istighfar

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أما بعد : عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Kaum muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Sebagai seorang muslim, tentu kita menyambut Ramadhan dengan bergembira, senang, dan penuh suka cita. Serta kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, karena sudah berjumpa kembali dengan bulan Ramadhan.

Inilah bulan yang dirindukan selama 11 bulan kedatangannya. Bulan yang didoakan secara khusus, agar kita bisa sampai memasukinya dengan iman, aman, serta dalam keadaan sehat.

أللهمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat] kepada [bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku (juga) dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan)”

Dan, ketika hilal Ramadhan semakin dekat, maka doa semakin kencang:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا نُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله

“Yaa Allah jadikanlah hilal itu bagi kamu dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan, dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang engkau cintai dan engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan) adalah Allah” (HR.Ahmad)

Kaum muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Syeikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Baz berkata: “ Hendaknya bagi seorang Muslim untuk menyambut bulan Ramadhan yang mulia dengan melakukan taubat nashuhah (taubat yang sesungguhnya), mempersiapkan diri dalam puasa dan menghidupkan bulan tersebut dengan niat yang tulus dan tekad yang murni”.

Taubatan nasuha harus diupayakan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, agar saat memasuki bulan mulia itu dosa telah diampunkan.

Mengapa demikian, sebab dosa adalah penghalang untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar lagi.

Tidaklah kita terhalang untuk melakukan ketaatan ketaatan yang biasa kita lakukan dengan tekun sepanjang siang dan malam, melainkan karena efek dari kemaksiatan yang kita lakukan.

Dosa dan maksiat seringkali melemahkan jalan seseorang menuju Allah Subhanahu wa ta’ala, bahkan bisa memutuskan tali hubungan seseorang dengan aliran-aliran kebaikan yang selama ini dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.

Bahkan, hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa ta’ala, dosa dan kemaksiatan dapat menjadi faktor keburukan yang dapat membuat semua perkara menjadi susah.

Dosa yang yang tidak ditaubatkan dapat menghilangkan kenikmatan yang datang dan memutus aliran nikmat yang akan diterima serta dapat menjadikan orang yang lalai menjadi lemah jiwanya.

Kaum muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Ada banyak dampak buruk dari dosa, salah satunya dosa dapat menjadikan kita terasa berat dan malas menjalankan ibadah dan berbagai amal shalih.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

“Jika punggung telah berat memikul dosa dosa, maka hati akan terhalangi untuk berjalan menuju Allah Subhanahu wa ta’ala dan anggota badan juga akan terhalangi untuk bangkit melaksanakan ketaatan kepada-Nya” (Bada’iut fawaid, 3/332)

Karena itulah, para ulama memberikan nasehat kepada kita semua, ketika menjelang bulan Ramadhan agar kita mempersiapkan diri dengan memperbanyak taubat, istighfar, dan doa.

Sebab, meski bulan Ramadhan semua ibadah dilipat gandakan pahalanya, namun tidak semua orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan akan bersemangat melakukan ibadah. Hal itu karena tumpukan dosa yang membelenggu dirinya.

Kaum muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Maka, sungguh amatlah celaka manusia yang bertemu dengan Ramadhan, namun dosa tidak juga diampuni.

Padahal, Ramadhan adalah bulan maghfirah, Allah sediakan ampunan yang sangat berlimpah yang tidak ditemukan di bulan-bulan lainnya.

Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam naik ke atas mimbar. Lalu beliau mengucapkan ‘Aamiin’ sebanyak tiga kali.

Sebagian Sahabat bertanya, “Engkau mengaminkan apa, wahai Rasulullah?” Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan jawaban, yang salah satunya adalah:

وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ

“Amat merugi atau hina seseorang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya” (HR. al-Tirmidzi, Ahmad, )

Sungguh kerugian dan kehinaan bagi siapa saja yang masuk ke dalam bulan mulia Ramadhan tanpa ampunan, pun keluar dalam kondisi yang sama.

Padahal, Ramadhan adalah bulan yang bertabur padanya kebaikan-kebaikan, dan juga pengampunan. Dalam hadits di Shahihain, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa berpuasa Ramadhan imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan siapa shalat pada Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keimanan dan mengharap pahala), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum muslimin jama’ah Jum’ah rahimakumullah

Karenanya, khatib mengajak kepada diri pribadi dan kita semua untuk senantiasa memohon ampun sebelum memasuki Ramadhan agar tidak terhalangi dari meraih kemuliaan dan keutamaan Ramadhan. Hingga pada akhirnya, ketaqwaan dapat diraih sebagai bekalan di hari kemudian.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Dan aku atas tanggungan dan janji-Mu selama aku masih mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat yang Kau berikan kepadaku. Aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari, no. 6306)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

BMH dan KUA Kutabuluh Resmikan Sumur Bor dan Fasilitas Air Bersih di Tanah Karo

0

KARO (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sumatera Utara bersama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kutabuluh secara formal sukses meresmikan sumur bor dan fasilitas air bersih untuk warga Muslim di Desa Negeri Jahe, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis, 26 Sya’ban 1445 (7/3/2024).

Osman Ali, Kadiv Program dan Pendayagunaan BMH Sumatera Utara, menyatakan kegembiraannya atas penyelesaian pembangunan sumur bor ini.

Sumur bor dan fasilitas air bersih ini menjadi solusi atas kesulitan mendapatkan air bersih yang selama ini dialami oleh jamaah Masjid Al-Hidayah dan warga Muslim di Negeri Jahe.

Sumur bor ke-10 yang dibangun oleh donatur BMH Sumatera Utara memiliki kedalaman mencapai 72 meter, memberikan akses air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, pembangunan sumur bor ini dapat terwujud berkat dukungan semua pihak, terutama para donatur BMH,” tutur Osman.

Peresmian sumur bor ini dilakukan dengan ucapan Basmalah oleh Ketua Perwakilan BMH Sumatera Utara, Lukman, yang juga dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Kutabuluh, Ustadz Bukhori, dan Kepala Desa Negeri Jahe, Bapak Rudi Ginting, serta puluhan masyarakat sekitar.

Rizki, Ketua BKM Masjid Al-Hidayah, menjelaskan bahwa di Desa Negeri Jahe terdapat sekitar 54 KK Muslim atau lebih dari 200 jiwa.

“Hadirnya sumur bor ini akan sangat bermanfaat untuk kebutuhan jamaah masjid, sehingga warga tidak kesulitan lagi ketika akan berwudhu untuk menunaikan shalat lima waktu,” ungkapnya.

Sisi lain, Ustadz Bukhori, Kepala KUA Kecamatan Kutabuluh, menyampaikan terima kasih kepada BMH atas kerjasamanya dalam membina umat melalui hadirnya sumur bor. Hal ini akan membantu masyarakat Muslim dapat beribadah dengan baik tanpa kesulitan dalam bersuci.

Pada acara serah terima, sejumlah ibu tampak antusias, menyambut kehadiran fasilitas air bersih yang telah lama mereka impikan.

Selain meresmikan sumur bor, BMH juga memberikan peralatan kebersihan masjid sebagai bagian dari program peduli masjid dalam menyambut bulan suci Ramadhan.*/Herim

Milestone POROZ 2024: Sinergi dalam Membangun Ketahanan Umat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pada tahun 2024, Perkumpulan Organisasi Pengelola Zakat (POROZ) meraih pencapaian penting dalam upayanya membangun ketahanan umat melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat. Hal ini terungkap dalam Rapat Rutin Bulanan POROZ yang berlangsung di Gedung Dewan Dakwah Pusat, Jakarta, Kamis, 26 Sya’ban 1445 (7/3/2024).

Sekretaris Jenderal POROZ, Angga Nugraha, menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi di antara anggota organisasi.

Meskipun masa kepengurusan saat ini telah berakhir, namun mereka tetap berkomitmen untuk menyelesaikan laporan kepada Baznas sesuai kesepakatan sebelumnya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan sertifikasi organisasi tersebut sudah selesai. Angga juga menyinggung mengenai rencana Musyawarah Nasional (munas) untuk menentukan waktu dan lokasi pelaksanaannya.

Direktur Eksekutif POROZ, Nur Hasani, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa mereka telah melaporkan semua aktivitas yang dilakukan, termasuk pergantian periode hingga hari ini.

Tagline organisasi mereka adalah “Membangun Ketahanan Umat”, yang menjadi landasan bagi berbagai program yang telah mereka jalankan.

Beberapa program yang telah berjalan antara lain kerjasama dengan Baznas, Z-Chicken, Santripreneur, serta program sertifikasi.

“Selain itu, mereka juga melaksanakan program “Hello POROZ” yang biasanya bersifat internal, namun pernah dilakukan secara eksternal bersama Rektor TAZKIA Bogor,” tutur Nur Hasani.

Pada kesempatan tersebut, Corcomm BMH Pusat, Imam Nawawi dan Ismail Abu Zafa, turut hadir untuk memberikan dukungan.

Imam Nawawi mendorong POROZ untuk menguatkan program-program yang telah ada melalui sinergi yang berlapis antar anggota, sehingga organisasi ini dapat menjadi lebih kuat dalam menyusun kebijakan dan gesit dalam implementasinya.

“Perlu kedepan kolaborasi berlapis pada level pimpinan dan eksekutor, sehingga POROZ ke depan bisa kuat dalam kebijakan dan gesit dalam implementasi,” kata Imam.

Dengan semangat sinergi yang kuat, POROZ diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam membangun ketahanan umat di Indonesia.*/Herim