Beranda blog Halaman 496

Ponpes Hidayatullah Mentawai Tabligh Akbar Kebangsaan

?????????????????????????????????????????????????????????

MENTAWAI (Hidayatullah.or.id) — Segenap santri dan pengash Pondok Pesantren Hidayatullah Sipora Mentawai turut menyemarakkan gelaran tabligh akbar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Mentawai di Masjid Jabal Nur Km. 4 Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kepulauan Mentawai, beberapa waktu yang lalu.

Tabligh akbar kebangsaam tersebut digelar dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama menghadapi guna pemilihan umum Presidan, Wakil Presiden dan calon legislatif mendatang dengan susana yang damai dan tetap penuh persahabatan.

Warga nampak sangat antusias menghadiri tabligh akbar ini. Terlihat dari padatnya Masjid Jabal Nur dari berbagai kalangan, baik dari pelajar, tokoh agama, jajaran pemerintah, TNI dan masyarakat setempat.

Kapolres Mentawai melalui Kasat Binmas, Iptu Mulyadi mengatakan, Tabligh akbar kebangsaan yang dilaksanakan ini memang sengaja mengundang penceramah dari luar dalam memberikan tausyiah dalam konteks menghadapi pemilu mendatang di bumi sikerei.

Tabligh akbar kebangsaan ini, kata Mulyadi, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, selain itu menghadapi dan mengantisipasi dinamika gangguan kamtibmas.

“Prinsipnya kita bersama-sama mengantisipasi konflik sosial di wilayah hukum Polres Kepulauan Mentawai khususnya berkaitan dengan pemilu mendatang di bumi sikerei,” kata Mulyadi kepada padangmedia.com, Kamis (4/4/2019).

Ia mengatakan, tabligh akbar kebangsaan ini digelar mengundang seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama mendekatkan diri pada sang pencipta serta mwujudkan pesta demokrasi dalam konteks persaudaraan dengan menjaga kerukunan umat beragama di mentawai.

“Sejauh ini jajaran Polres Kepulauan Mentawai di bawah pimpinan AKBP. Hendri Yahya selaku Kapolres terus berupaya menjaga kondisi wilayah tetap aman dan damai jelang pemilu sekaligus menekankan kepada personil tetap menjaga netralitas,” tukasnya.

Kegiatan tabliq akbar kebangsaan dihadiri Polres Mentawai di wakili Kabag Sumda, Kasdim 0319 Mentawai, Bupati Mentawai, Kepala OPD Mentawai, Forkopinda Mentawai, Majelis Taklim Sipora utara, Pengurus Pondok pesantren Hidayatullah beserta santri dan santriwati, para PNS Mentawai dan pelajar MTSN Sipora Utara beserta majelis guru. (ybh/hio)

Ustadz Sanusi Tauhsiah Isra’ Mi’raj di Masjid Nurul Fatah Reremi Manokwari

0

MANOKWATI (Hidayatullah.or.id) — Isra’ miraj jatuh pada 27 Rajab 1440 Hijriah atau Rabu, 3 April 2019. Peristiwa Isra Miraj menjadi perjalanan agung Nabi Muhammad menuju langit ke-7.

Pada peristiwa ini, banyak hikmah yang dapat diambil oleh umat muslim. Isra Miraj menjadi peristiwa penting bagi umat Islam karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad mendapatkan perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

Rasulullah SAW mengalami peristiwa Isra Miraj setelah mendapatkan kesedihan yang luar biasa, ini kembali diperingati jamaah Masjid Nurul Fatah Reremi Puncak Manokwari, Papua Barat pada Selasa (2/4/2019) malam dengan menghadirkan Ustadz Muhammad Sanusy, S.IP dari Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari.

Dalam ceramahnya, Ustadz Sanusi memaparkan kembali tentang apa itu isra miraj. Dia menerangkan bahwa isra miraj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam waktu satu malam saja.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra.

Perjalan pada malam hari Rasulullah membelah malam dengan melewati masjid al-Aqsha di Palestina dan Sidratul Muntaha untuk memenuhi undangan dan perintah Allah SWT.

Perjalanan beliau membelah malam dengan melewati masjid al-Aqsha di Palestina dan Sidratul Muntaha untuk memenuhi undangan dan perintah Allah SWT. Peristiwa ini biasa kita sebut dengan Isra Mi’raj. Ada kisah dan hikmah Isra Miraj Rasulullah SAW.

Ketika nabi bercerita ihwal peristiwa tersebut kepada penduduk Quraisy Makkah. Tidak hanya kafir Quraisy yang tidak mempercayainya. Bahkan orang-orang yang sebelumnya telah memeluk Islam pun banyak yang murtad karena tidak percaya dengan peristiwa tersebut.

Hanya Abu Bakar yang tidak ragu sedikitpun dengan kejadian yang dialami nabi. Tentu hal ini juga bisa dijadikan tolak ukur, siapa saja yang masih setia dan siapa saja yang ingkar.

Alasan mereka tidak mempercayai hal tersebut karena jarak tempuh dari Makkah ke Baitul Maqdis yang seharusnya ditempuh dengan waktu sebulan pada masa itu hanya ditempuh nabi selama satu malam.

Mereka tetap tidak percaya walaupun nabi mampu menyebutkan ciri-ciri baitul maqdis dan menyebutkan pertemuannya dengan kafilah bani tertentu dengan segala ciri dan barang-barang yang dibawanya.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah sebuah peristiwa yang futuristik. Pada saat itu perjalanan dari Makkah ke Baitul Maqdis yang biasanya ditempuh dalam kurun waktu satu bulan, bisa ditempuh oleh nabi dalam waktu satu malam. Pada saat itu memang dirasa aneh karena kendaraan satu-satunya adalah unta atau kuda.

Warga Desa Senang Perubahan Suku Togutil di Maba Selatan

0

HALMAHERA (Hidayatullah.or.id) — Warga kampung sekitar desa Patlean dan Wasileo di Maba Utara, Halmahera Timur, Maluku Utara, merasakan perubahan positif yang dialami oleh suku terasing Togutil yang telah beradaptasi dengan lingkungan.

Perubahan tersebut seiring dengan kegiatan pembinaan dakwah Islamiyah yang dilakukan oleh dai Hidayatullah, Ust Nurhadi, dan didukung oleh berbagai elemen masyarakat.

Mereka yang telah bersyahadat masuk Islam pelan-pelan hidup layaknya penduduk kampung, bertempat tinggal, peduli kebersihan dan mendapatkan pembinaan keagamaan. Beberapa waktu lalu mereka juga mengikuti kegiatan khitanan massal.

“Warga kampung senang karena hasil kebun mereka pun aman tidak dicuri oleh orang Suku lagi. Kalau yang kita bina baru di Maba Utara. Alhamdulillah mereka sudah baik dan tidak melakukan penyerangan terhadap warga kampung,” kata Nurhadi dalam obrolan dengan media ini, Senin.

Nurhadi mengatakan tidak mudah melakukan pembinaan suku Togutil dengan karakter khasnya masing-masing. Namun ia mengungkapkan hal itu dapat dilakukan meski memang tidak ringan sebagaimana yang telah dilakukannya di daerah Patlean Wasileo, Maba Utara.

Nurhadi menyampaikan turut berduka dengan terjadinya serangan yang diduga dilakukan suku Togutil kepada warga di Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan. Ia mengatakan, suku Togutil hidup berkelompok-kelompok dan biasa saling serang antar mereka sendiri jika merasa terganggu.

“Daerah orang suku di Maba Selatan agak rawan. Kita belum pernah ke sana untuk pembinaan orang suku ini. Semoga kita pun bisa membina mereka, Insya Allah,” kata Nurhadi.

Sebagaimana diwarta, lima warga Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, ditemukan tewas, Ahad, 31 Maret 2019. Mereka tewas mengenaskan diserang Suku Pedalaman Halmahera atau (Togutil) saat berburu di pedalaman hutan Halmahera Timur.

Menurut korban selamat, Harun Muharam (36), Warga Desa Waci, aksi penyerangan kelompok Suku Tugutil terhadap dirinya dan empat rekannya terjadi dua hari lalu, Jumat, 29 Maret 2019, pukul 16:00 Wit, saat kelimanya melakukan perburuan di pedalaman hutan Halmahera.

“Saat kami pulang ke kampung, dalam perjalanan pulang tiba-tiba diadang dan diserang oleh orang-orang suku sebanyak 12 orang dengan menggunakan anak panah tombak,” kata Harun.

Kapolres Halamahera Timur, AKBP Driyano Andri Ibrahim saat di konfirmasi VIVA, Minggu, 31 Maret membenarkan peristiwa yang dialami lima warga Desa Waci.

Menurut Kapolres, dari hasil pengakuan saksi mata pembunuhan tiga warga Desa Waci diduga dilakukan suku asing yang mendiami Hutan Halmahera (Togutil) yang marah karena menganggap para korban memasuki wilayah mereka dan mengambil hasil hutan.

Ratusan Mualaf Suku Togutil Dikhitan Massal

HALMAHERA (Hidayatullah.or.id) — Sekitar 100 orang suku Togutil dari hutan Kabupaten Halmahera Timur di Maluku Utara mengikuti khitanan massal Islamic Medical Service (IMS). Mereka telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Melalui pendekatan dan pendampingan yang dilakukan Ustaz Nurhadi, mereka tertarik memeluk Islam.

Suku Togutil hidup berkelompok dan berpindah-pindah tempat di dalam hutan untuk mencari makanan. Mereka tidak memiliki rumah seperti manusia pada umumnya. Mereka tinggal dalam gubuk sekadar untuk berteduh. Sedikit demi sedikit mereka diajari ajaran Islam, hidup lebih baik, cara bercocok tanam, berpakaian, berperilaku dan lain sebagainya.

Ustaz Nurhadi mengatakan, ada kebutuhan bagi suku Togutil yang sudah memeluk Islam, yakni khitan. Setahun yang lalu ia berkomunikasi dengan Islamic Medical Service (IMS) agar mereka bisa menyelenggarakan program kesehatan di pedalaman Halmahera Timur untuk suku Togutil.

“Alhamdulillah untuk bantuan-bantua lain sudah banyak masuk meskipun tetap saja masih dibutuhkan, namun untuk layanan kesehatan terutama untuk khitanan terhadap masyarakat yang tinggal di pedalaman belum ada sama sekali,” kata Ustaz Nurhadi, Ahad (31/3).

Pada akhir Maret 2019, IMS dapat menjangkau pedalaman Halmahera Timur. Kemudian dilakukan kegiatan khitanan massal di Desa Wasileo dan Desa Patlean, Kecamatan Maba Utara selama lima hari.

Untuk sampai di dua desa tersebut, tim IMS menempuh perjalanan selama dua hari dari Ternate. Medan yang dilalui dua kali lewat jalur laut dan dua kali jalur darat. Namun, medan yang tidak ringan membuat petugas kesehatan yang ditugaskan ke sana tidak sanggup bertahan lama.

Direktur IMS, Imron Faizin mengatakan, program khitanan untuk mualaf di pedalaman merupakan salah satu program unggulan IMS. Sekitar 1.200 mualaf yang berada di pedalaman telah dikhitan oleh IMS.

“Kali ini pedalaman Halmahera Timur menjadi perhatian untuk dapat digelar khitanan untuk warga dhuafa yang tinggal di daerah terpencil dan para mualaf yang berada di pedalaman,” ujarnya.

Imron memimpin langsung tim IMS ke pedalaman Halmahera Timur. Sebanyak 120 mualaf dan warga dhuafa telah dikhitan. Ia mengungkapkan, sebenarnya masih ada ratusan Muslim lainnya yang berharap bisa dikhitan. Dia berharap semuanya nanti dapat terlayani dengan baik.

Kepala Desa Wasileo, Hasan Sulaiman mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih kepada IMS atas layanan yang diberikan untuk warganya.

Menurutnya, ini luar biasa, IMS jauh-jauh datang dari Jakarta untuk memberikan layanan khitanan massal dan pengobatan secara gratis. Layanan dan bantuan seperti yang diberikan IMS baru pertama kali menyentuh Desa Wasileo.

“Terima kasih atas layanan yang telah diberikan dan mohon maaf jika selama di sini pelayanan dan sambutan yang kami berikan tidak bisa maksimal. Semoga kegiatan ini bisa kembali dilakukan disini, manfaatnya sangat besar bagi kami,” ujarnya.

Program kegiatan khitanan massal dari IMS tersebut dapat terselenggara dengan dukungan banyak pihak, diantaranya Majelis Taklim Telkomsel (MTT), Dinas Kesehatan Pemkab Halmahera Timur, YBM BRI, Laznas BMH dan DPW Hidayatullah Maluku Utara. (hio/ybh)

HMF Inisiasi Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro Syariah

0

KARANGANYAR (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Micro Finance (HMF) menginisiasi lahirnya Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro Syariah (YPKMS). Gagasan itu muncul dalam rapat pleno HMF yang digelar di Menara Qur’an Hidayatullah Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis.

Rapat pleno itu diikuti oleh seluruh pengurus HMF. Hadir pula utusan dari DPP Hidayatullah, yakni Asih Subagyo (Kabid Perekonomian) dan Ruhyadi (Kadep Koperasi dan Kewirausahaan).

HMF adalah lembaga yang berkonsentrasi untuk menumbuhkembangkan ekonomi syariah di Indonesia.

“Sebagai bentuk komitmen riil dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, insya Allah dalam waktu dekat HMF akan menginisiasi berdirinya Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro Syariah (YPKMS),” kata Asih Subagyo dalam sambutannya membuka Rapat Pleno.

Ia menambahkan, YPKMS bertujuan sebagai lembaga diklat dan pendampingan guna mencetak tenaga-tenaga profesional atau sumber daya insane (SDI) syariah yang akan ditempatkan di lembaga-lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) seperti koperasi syariah, BMT, BTH dan lain-lain.

“Selain itu, YPKMS dalam hal pendampingan LKMS akan melakukan standarisasi SOP, program kerja, dan lain sebagainya,” tambah Asih yang juga CEO PT HG dan Owner PT Totalindo Rekayasa Telematika.

Sementara Ruhyadi mengemukakan, YPKMS diharapkan bisa membantu sertifikasi profesi lembaga keuangan mikro syariah.

“Sehingga, diharapkan tenaga-tenaga penggerak dan pelaku ekonomi nanti memiliki kredibilitas dan kompetensi yang tinggi,” ujarnya.

Di akhir rapat, Ketua HMF, Saiful Anwar, mengemukakan, tahun 2019 HMF akan mengadakan empat kali diklat. Diklat tersebut mencakup Diklat BTH Reguler, serta Diklat Khusus PTH dan Mahasiswa.

Diklat Reguler akan diselenggarakan di Bandung, Bali, Makasar, dan Jakarta.

“Sedangkan Diklat Khusus PTH dan Mahasiswa insya Allah akan diselenggarakan di STIE Hidayatullah Depok,” kata Saiful Awar.*/Abu Corry

Pemkab Gandeng Hidayatullah Bangun KTM Tambora Bima

0
Aktifitas dakwah dai Hidayatullah, Ust Gufron, di Tambora yang juga diamanahi merintis pendidikan di kawasan tersebut / dok

BIMA (Hidayatullah.or.id) — Kota Terpadu Mandiri (KTM) merupakan program pemerintah Kabupaten Bima untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat pengembangan ekonomi rakyat. KTM adalah kawasan transmigrasi yang dirancang untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Tambora dan sekitarnya.

Kepala Bidang Transmigrasi Disnakertrans Kabupaten Bima Aries Munandar menjelaskan, pemerintah pusat sedang melakukan evaluasi dari sekian banyak KTM yang ada di Indonesia. Salah satu yang dimaksud adalah KTM Tambora.

Dari hasil evaluasi pusat, KTM Tambora masih dianggap sebagai daerah yang perlu dikembangkan lagi dari sisi infrastruktur, ujar Aries, Selasa (26/3).

Menurut dia, posisi wilayah yang diharapkan akan menjadi sebuah kota itu tidak dibangun dengan serta-merta melalui aktivitas yang rendah. Tapi butuh proses dan waktu. Syaratnya adalah harus ada infrastruktur baru kemudian diikuti dengan populasi, bukan sebaliknya.

Dengan melihat populasi masyarakat Tambora yang sedikit, beberapa infrastruktur harus dibangun seperti jalan, infrastruktur kesehatan, pasar dan sejenisnya.

Kata Aries, ada beberapa orang sebelumnya yang merintis perkembangan KTM tersebut. Namun belum berlangsung maksimal. Kemudian tahun ini akan dimulai kembali dengan melakukan hal yang sama, melalui beberapa program yang akan mendulang perkembangan KTM dimaksud.

“Dulu, KTM itu tidak ada aktifitas, namun sekarang kita sedang bersinergi dengan Hidayatullah melalui sektor pendidikan. Agar memudahkan adanya populasi penduduk dan kita support itu,” katanya.

Ia membenarkan, bahwa untuk membantu perkembangan KTM Tambora, maka Disnakertrans akan mencoba masuk melalui sektor pendidikan dengan adanya pesantren di wilayah tersebut.

Biasanya, kata dia, santri akan suka tempat yang sepi. Jadi sekarang, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan penandatangan MoU melalui Kementerian RI dengan Hidayatullah Pusat untuk membangun sektor pendidikan di sana.

Kemudian sektor lain yang akan dibangun adalah, sisi kewirausahaan melalui sektor pertanian dan peternakan lewat pembinaan yang akan dibantu pemerintah provinsi dan pusat.

Upaya lain yang dilakukan Disnakestrans dalam mengembangkan Kota Terpadu Mandiri ini ke depannya adalah, masuk ke lini kewirausahaan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami akan masuk melalui wirausaha seperti produk madu, dan sisi SDM melalui BUMDes, tetapi akan dilakukan pelatihan dan pembinaan terlebih dahulu,” tambahnya. (kahaba/hio)

Gubernur Nurdin Ingin Kepri Jadi Pusat Tahfidz Al Quran

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun ingin menjadikan Provinsi Kepulauan Riau sebagai pusat tahfiz Quran, sehingga punya “gudang” bagi para penghafal Al-Quran.

“Ketika orang-orang diluar daerah menyebut nama Provinsi Kepri, maka yang mereka ingat adalah qori dan qoriah handal kita yang mengharumkan nama Provinsi Kepri ditingkat naional bahkan internasional,” kata Nurdin saat menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Karimun ke XI, di Coastal Area, Selasa (26/3).

Kata Nurdin, keinginannya itu sudah mulai tampak dan akan terwujud, sebagaimana saat kegiatan wisuda 1000 hafiz quran yang dilakukan Pemprov Kepri pada dua tahun lalu, ternyata mampu melampaui jumlah yang ditargetkan.

“Dan saat ini ada 100 santri di Pondok Pesantren Hidayatullah lagi dipersiapkan dalam menghafal Al-Quran, kemudian di beberapa pesantren lainnya juga tersebar di Kepri lagi mendidik santrinya sekitar 200 anak, untuk menghafal Al-Quran,” tambah Nurdin.

Belum lagi, program hafalan Quran yang dijalankan oleh masyarakat pada rumah-rumah tahfiz di lingkungan tempat tinggal mereka, dalam program tahfiz keluarga, juga memberikan kontribusi menambah jumlah penghafal Al-Quran di Provinsi Kepri.

“Jadi saya rasa akan banyak sekali para hafiz dan hafizah di Provinsi Kepri ini setiap tahunnya. Kalau untuk utusan ini, saya akan berikan perhatian penuh kepada penghafal Al-Quran kita,” jelasnya.

Salah satu bentuk perhatian yang diberikan Nurdin adalah, para qori dan qoriah terbaik asal Kepri yang mewakili Indonesia ke tingkat Internasional pasti diberikan uang pembinaan secara pribadi, tanpa menggunakan dana dari APBD.

“Dalam minggu ini juga ada satu anak kita yang mewakili Indonesia atas nama Rizki, dia diberangkatkan ke Iran akhir bulan ini. Dia ini anak Kecamatan Kundur Utara, punya prestasi luar biasa menjuarai MTQ dan STQ level nasional. Makanya harus kita perhatikan betul anak-anak kita yang berprestasi ini,” tutup Nurdin. (btc/hio)

Menyibak Hikmah Masa Kecil Rasulullah

SEBELUM kelahirannya, dunia di ambang kehancuran. Allah Subhanahu wata’ala sendiri –sebagaimana hadits riwayat Muslim- sampai memurkai mayoritas penduduk bumi kala itu. Hanya segelintir kecil orang yang membawa cahaya. Namun, laksana kunang-kunang di tengah pekatnya malam. Mereka ada, tapi tidak bisa menjadi lokomotif perubahan.

Saat kegelapan berada pada titik puncaknya, lahirlah bayi yang dipilih Allah Subhahanu wata’ala menjadi agen perubahan bagi seantero alam. Kehadirannya menurut pemaparan al-Qur`an, sejak jauh hari sudah diprediksi oleh Injil, dengan nama Ahmad (QS. As-Shaf [61]: 6). Bahkan, uniknya para nabi pun disumpah agar beriman ketika menjumpainya (QS. Ali Imrân[3]: 81).

Kelahirannya diabadikan sejarah dengan momentum kegagalan Abrahah Ashram dalam ekspedisi penghancuran ka`bah. Surah Al-Fil [105], ayat 1-5 menggambarkan secara jelas bagaimana Allah SWT menunjukkan kesudahan orang yang mau meniadakan cahaya. Betapa pun dahsyatnya kegelapan, pada akhirnya akan lenyap dengan hadirnya cahaya (QS. Al-Isrâ [17]: 81). Cahaya itu, bernama Muhammad.

Dari jenak-jenak sirahnya di masa kecil (1-10 tahun), ada beberapa hikmah berserakan yang bisa dihimpun sebagai pintu untuk mengetahui sirah beliau dimasa kecil.

Pertama, beliau lahir dari keluarga baik-baik dan dari pernikahan syar`i. Beliau memiliki nasab yang bagus. Merupakan suatu pembelajaran berharga bagi orang tua. Jika ingin mendapat keturunan yang baik, maka harus selektif dalam memilih pasangan.

Kedua, terlahir dalam keadaan yatim. Dalam literatur sirah, beliau sudah ditinggal mati ayahnya sejak di dalam kandungan(bahkan nanti disusul ibunya pada saat berusia 6 tahun). Peristiwa ini bertalian erat dengan takdir ilahi yang kemudian hari akan memilihnya menjadi orang pilihan sebagai penutup risalah para nabi.

Keyatiman secara horisontal, membuatnya peka terhadap penderitaan-penderitaan sosial, melembutkan hati, memberikan ketahanan internal yang membuatnya kokoh ketika akan menghadapi rintangan yang akan menimpanya di kemudian hari, bahkan menjadi inspirasi bagi anak semisalnya.

Adapun secara vertikal, ada isyarat menarik yang bisa dibaca dari peristiwa keyatiman beliau: bahwa pendidikan bocah ini tidak akan dicampuri dengan tangan manusia. Keyatiman dini, tidak memberinya peluang untuk mendapat doktrin yang kuat dari ayahnya. Sehingga ia manjadi anak yang betul-betul bebas pengaruh dan mendapat penjagaan dan perhatian langsung dari Allah Subhanahu wata’ala.

Ketiga, penyusuan ke Halimah Sa’diyah. Ini adalah jenak peristiwa yang juga berkaitan erat dengan ‘skenario’ Allah Subhanahu wata’ala dalam mempersiapkannya menjadi manusia pilihan.

Dalam tradisi penduduk Arab kala itu, mencarikan ibu asi bagi anak dari penduduk desa merupakan bagian mendasar untuk membuat bayi yang sehat dan kuat. Jadi, sejak kecil (1-4)kebutuhan asi beliau terpenuhi sehingga menjadi anak sehat dan kuat.

Sisi lain yang tidak kalah menariknya, kehidupan Nabi Muhammad ﷺ di masa kecil dalam perkampungan Bani Sa`ad, membuatnya akrab dengan alam. Pendidikan alam bisa secara langsung dia terima laiknya anak perdesaan lainnya, beliau akrab berinteraksi dengan alam secara langsung. Beliau biasa berkuda, berenang, bermain dengan teman sebayanya, dan lain sebagainya.

Martin Lings menyebutkan keistimewaan hidup di pedesaan di antaranya: memiliki udara segar untuk pernafasan, bahasa Arab yang fasih untuk lidah, dan kebebasan bagi jiwa (2007: 48). Hidup di lingkungan yang alami seperti ini, membuat masa kecil nabi peka terhadap lingkungan, tidak kehilangan masa kecil, fasih dalam berbicara, bahkan membuat jiwanya lapang.

Keempat, pembelahan dada. Peristiwa pembelahan dada ini, diceritakan langsung oleh Anas bin Malik sebagaimana riwayat Muslim. Dia pun tahu ada bekas jahitan di dada Rasulullah ﷺ. Dalam hadits disebutkan bahwa rahasia pembelahan dada ini adalah untuk membersihkan Muhammad ﷺ dari potensi buruk, pengaruh setan. Kejadian ini membuat hatinya bersih dan beraklak mulia.

Kelima, menggembala kambing. Bukhari meriwayatkan bahwa setiap nabi pasti berprofesi sebagai penggembala kambing semasa kecil. Rasul sendiri menggembalakan kambing penduduk Mekah dengan menerima upah.
Kebiasaan tersebut, tentu saja memberikan pengelaman berharga bagi Nabi Muhammad di masa kecil yaitu: kemandirian, kepemimpinan, kepekaan, kesabaran, kelembutan, keuletan, dan ketelatenan yang sangat berguna ketika pada saatnya menjadi nabi.

Masa kecil nabi yang terlahir dari keluarga baik-baik, yatim, tumbuh di perkampungan Bani Sa`ad, pembelahan dada, dan penggembalaan kambing adalah di antara sekian kecil mutiara yang efeknya sangat dahsyat bagi pendidikan anak.

Tidak berlebihan jika al-Qur`an (Al-Ahzab [33]: 21) menandaskan bahwa dalam “sirah” beliau benar-benar menyimpan keteladanan yang berhaga. Tentunya bagi orang yang mengharap (ridha) Allah dan berorientasi akhirat. Bagaimana dengan kita?*/Mahmud Budi Setiawan (Hidcom)

Tiga Santri SMA Ar-Rohmah Hidayatullah Putri Wakili Malang di OSN Provinsi

0

MALANG (Hidyatullah.or.id) — Tiga santri SMA Ar-Rohmah Putri Boarding School Pondok Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur, mewakili kabupaten Malang dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA/MA Tingkat Jawa Timur’ pada 9-11 April mendatang.

Tiga nama santri itu adalah Meysaroh Rahma Mahindra kelas 11 IPA, Anggita Saraswati Wirajanegara kelas 11 IPA dan Kamila Risyda Afthania kelas 11 IPS. Mereka masing-masing mewakili untuk mata pelajaran Kimia, Ekonomi dan Fisika.

Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMA Ar-Rohmah Putri Dyah Angraini mengemukakan, ketiganya merupakan santri pilihan yang tergabung dalam kelompok Melejitkan Potensi Akademik (MPA).

“MPA itu seperti kelompok olimpiade,” kata Dyah.

Dyah menambahkan, santri yang tergabung dalam MPA memang dipersiapkan untuk mengikuti OSN atau perlombaan sejenisnya. Persiapannya itu dilakukan sejak awal tahun pelajaran.

Persiapannya sendiri diawali dengan penyeleksian secara ketat, siapa saja santri yang akan tergabung dalam MPA. Dipilih sekitar 5 santri untuk setiap mata pelajaran.

Yang terpilih lantas mendapatkan pimbinaan dari guru pendamping sesuai mata pelajaran. Pembinaannya pun dilakukan secara rutin tiap pekan. Lebih intensif lagi saat menjelang pelaksanaan lomba.

Ketiga santri itu mewakili kabupaten Malang, setelah meraih juara di OSN tingkat kabupaten. Mereka mendapatkan medali emas untuk mata pelajaran kimia dan ekonomi. Sedangkan medali perunggu untuk mata pelajaran fisika.

“Semoga ditingkat provinsi nanti, meraih prestasi kembali,” pungkasnya.

Olimpiade Sains Nasional (OSN) merupakan hajatan nasional yang diselenggarakan secara rutin oleh Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasardan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam rangka mengembangkan program pembinaan olah pikir peserta didik melalui kegiatan kompetitif.

Sampai saat ini OSN meliputi 9 (sembilan) bidang keilmuan, yaitu:
bidang Matematika, Fisika, Kimia, Informatika/Komputer, Biologi,
Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi.

OSN diselenggarakan selain sebagai upaya untuk meningkatkan
komptensi sains, teknologi, dan matematika, kegiatan ini juga
sesungguhnya adalah wahana untuk menumbuhkan karakter siswa yang jujur, disiplin, sportif, tekun, kreatif, tangguh dan cinta
tanah air.

“Melalui OSN juga kita peroleh siswa terbaik calon-calon
duta bangsa yang akan kita ikutsertakan dalam olimpiade sains
internasional,” kata Kepala Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasardan Menengah Kemendikbud, Purwanto Sutanto, dalam keterannya dikutip media ini dari laman Kemdikbud.

Oleh karena itu, lanjut dia, OSN yang setiap tahun diselenggarakan harus dapat berjalan dengan sebaik-baiknya sejak tingkat sekolah,
tingkat kabupaten/kota hingga ke tingkat internasional.

Dia berharap OSN dapat terus berkembang menjadi wahana penyiapan generasi emas Indonesia.*/Hery Purnama

Relawan Hidayatullah Mengirim Bantuan Logistik dan Bersihkan Rumah Warga

0

SENTANI (Hidayatullah.or.id) —Setelah sebelumnya melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban, relawan Hidayatullah yang tergabung dalam tim Laznas BMH Perwakilan Papua bersama SAR Hidayatullah masih menjalankan tugas utamanya, memberikan bantuan kepada para korban banjir.

“Alhamdulillah sejak tiga hari lalu, bantuan sudah mulai meningkat yang bisa diberikan, tidak saja pengiriman bantuan logistik, tetapi juga sudah bisa membantu membersihkan rumah-rumah warga yang penuh material lumpur,” terang Kepala BMH Perwakilan Papua, Syahriadi.

Pada Ahad kemarin hari dimana cuaca cerah bahkan menyengat, tim dapat menyalurkan bantuan kepada para korban banjir bandang sentani berupa makanan siap saji sebanyak 250 bungkus di Kampung Toladan, Distrik Sentani, Jayapura.

“Untuk membantu membersihkan rumah warga, tim berhasil menjalankan tugas dengan baik di rumah H. Yahman di Doyo Baru, tepat di depan lapangan terbang Adven, Jayapura,” imbuh Syahriadi.

Namun demikian, tim relawan mesti berkurang, karena Ustadz Sumarna, dai yang bertugas di Pesantren Hidayatullah Sentani dan bertugas di kerelawanan pada bagian logistik harus dirawat di Rumah Sakit Yowari Sentani.

Hingga hari ini kebutuhan yang masih banyak diperlukan oleh masyarakat adalah perlengkapan wanita, perlengkapan bayi termasuk susu, selimut, terpal, sarung, obat-obatan, tenaga medis, makanan siap saji, air mineral dan perlengkapan kebersihan badan serta lingkungan.

“Untuk hari ini, Ahad, 25 Maret 2019 masa tanggap darurat akan berakhir. Selanjutnya masuk program recovery. Rencananya tim akan bergerak untuk melakukan relokasi Pesantren Hidayatullah yang berada di Jalan Polres Doyo Baru, Jayapura,” pungkas Syahriadi.

Pembaharuan berita seputar banjir bandang Sentani, Jayapura, Papua dapat juga diikuti oleh di official Facebook fanspage SAR Hidayatullah di @sarhidayatullah.id atau melalui Twitter Laznas BMH di @officialbmh */Herim