Beranda blog Halaman 525

Ust Shohibul Anwar: Segarkan Diri dengan Sholat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Khutbah Jum’at Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah Ust Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I di Masjid Telkomsel, Jakarta. Khutbah membahas tema keutamaan ibadah shalat. Selamat menyimak:

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”SoW5IzFMtEo”][/youtube]

Taushiah Ust Usman Asyari Tentang Rahasia Rezeki

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Salah seorang dai yang juga santri senior Hidayatullah, Ust Usman Asyari, memberikan taushiah selepas shalat shubuh di Masjid Arriyadh, Kampus Hidayatullah Pusat Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur. [youtube width=”100%” height=”300″ src=”Ml5rB-fG1dk”][/youtube]

Muslimat Hidayatullah Akan Gelar Seminar Negeri Serumpun Bahas Ketahanan Keluarga

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah akan menggelar acara pertemuan akademik bertajuk “Seminar Negeri Serumpun: Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Beradab” di Auditorium Lantai II Perpusnas Jln Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada hari Ahad, 29 Juli 2018 pukul 09:00 hingga 12:00 WIB.

Ketua Steering Committee, Leny Syahnidar Djamil, mengatakan ketahanan keluarga menjadi salah satu isu yang perlu menjadi perhatian utama tidak saja oleh pemerintah melainkan juga elemen masyarakat.

“Membangun ketahanan keluarga adalah tentang social empowerment. Kebersamaan untuk saling menopang dan memberdayakan. Ini salah satu semangat yang melatari digelarnya seminar ini. Semangat mengawal Indonesia yang berperadaban mulia,” kata Leny dalam keterangan persnya di Jakarta, Jum’at (27/7/2018).

Dia menjelaskan, keluarga adalah unit terkecil suatu negara. Jika ingin membangun negara, maka, kata Leny, kita harus membangun keluarga terlebih dahulu.

“Adapun kiat-kiat selanjutnya terkait tema yang dibahas, Insya Allah akan dibahas tuntas oleh para panelis,” kata Leny yang juga Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah ini.

Selain dalam rangka menjalin ukhuwah Islamiyah para aktivis dakwah muslimah antar negeri serumpun Indonesia-Malaysia, Leny menjelaskan acara ini juga diharapkan memberi sumbangsih pemikiran tentang konsep ketahanan keluarga dalam meneguhkan pembangunan negara.

Seminar ini akan mengetengahkan pemaparan Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah yang akan membahas tema “Konsep Parenting Nabawiyah Panduan Ummat”.

Pembicara lain, pihaknya mengundang pembicara tokoh perempuan negeri jiran yang juga Ketua Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) Dr. Norsaleha Mohd Salleh, yang akan membawakan tema seputar kewanitaan kaitannya dengan ketahanan keluarga.

Muslimat Hidayatullah pula akan menghadirkan Guru besar IPB Prof Dr Euis Sunarti sebagai narasumber. Euis adalah professor di bidang ketahanan dan pemberdayaan keluarga Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Tokoh perempuan Indonesia ini sempat menjadi sorotan nasional ketika menjadi salah satu akademisi yang mengajukan permohonan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memperluas cakupan KUHP agar secara eksplisit melarang zina.

Bertawakallah Setelah Berdoa, Tak Tergesa Ingin Dikabulkan

0

APABILA kita sudah mengetahui bahwasanya doa adalah inti dari ibadah, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, hendaklah kita juga mengetahui bahwa doa adalah inti dari isti’anah (permintaan tolong kepada Allah).

Tidak masuk akal jika kita meminta pertolongan kepada seseorang untuk mengerjakan sesuatu, tetapi dengan tidak mengucapkan satu kalimat permintaan sedikit pun. Namun, antara permintaan kepada manusia dan permohonan kepada Allah terdapat perbedaan yang sangat jauh.

Terkadang manusia menolak satu permintaan, terkadang pula ia mau memberi suatu permintaan. Akan tetapi, ketika kita memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ia akan senantiasa memenuhi permintaan Anda, dan memberikan apa yang diinginkan melebihi apa yang diminta.

Sungguh benar perkataan seorang penyair:

Jangan sekali-kali Anda meminta dari anak Adam untuk satu keperluan

Mintalah kepada Dzat yang pintu-Nya senantiasa terbuka

Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan marah jika Anda tidak meminta kepada-Nya

Sementara anak Adam akan marah ketika diminta

Di berbagai tempat dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, di antaranya firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabb kalian berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (Al-Mu’min [40]: 60)

Firman Allah yang lain:

ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعاً وَخُفْيَةً إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Rabb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Al-A’raf [7]: 55)

Berdoa tidak hanya dilakukan di saat genting saja. Karena hal tersebut adalah sesuatu yang wajib bagi setiap muslim, baik dalam keadaan senang maupun susah. Rasulullah pernah bersabda:

“Kenalilah Allah Subhanahu Wa Ta’ala di kala senang, niscaya Dia pasti akan mengetahuimu ketika susah.” (HR Ahmad).

Seorang hamba hendaknya banyak berdoa kepada Allah dan selalu mengulang-ulang (baca; mendesak) doanya, karena Allah menyukai hamba-Nya yang mengulang-ulang dalam doanya sebagaimana firman-Nya:

فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“…Maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…” (Al-Baqarah[2]: 186).

Lafazh ‘idza’ (diterjemahkan dengan apabila-edt) berfungsi sebagai tahqiq (benar-benar melakukannya) dan katsrah (sering mengulang-ulang). Berbeda dengan lafazh `in‘ yang berfungsi mewakili perasaan syak (keraguan) dan menunjukkan bahwa tindakan tersebut jarang dilakukan.

Dengan demikian, Allah menyeru hamba-Nya untuk ilhah (mengulang-ulang/mendesak) ketika berdoa dan Dia menjanjikan mereka jawaban yang baik. Hendaklah setiap hamba mengetahui bahwa doanya tidak akan pernah sia-sia.

Rasulullah bersabda:

“Tidak ada seorang muslim pun di bumi ini yang berdoa kepada Allah kecuali Allah akan memenuhi permohonannya, atau Dia akan memalingkannya dari kejelekan yang setimpal dengan doanya, selama dia tidak berdoa untuk kesalahan (dosa) atau memutuskan silaturrahim.” Seorang laki-laki berkata, ‘Kalau begitu, kami akan banyak melakukannya (berdoa).’ Beliau bersabda, ‘Allah akan lebih banyak lagi (mengabulkannya)’.” (HR At-Tirmidzi).

Oleh sebab itu, jika seorang muslim berputus asa dari dikabulkannya doanya, niscaya doanya juga tidak akan dikabulkan. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda:

“Doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, (yaitu) ia berkata, Aku telah berdoa kepada Rabb-ku, namun doaku belum juga dikabulkan’.”

Allah tidak tergesa-gesa sebagaimana ketergesaan anak Adam, namun setiap keputusan (takdir) yang ada di sisi-Nya mempunyai waktu tertentu. Alangkah indahnya perkataan Imam Syafi’i:

Apakah engkau menyepelekan dan meremehkan doa

Sementara engkau tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh doa

Panah di waktu malam tidak akan salah sasaran

Namun dia memiliki jarak, dan ia mesti ditempuh

Telah disebutkan dalam sebuah atsar bahwa Nabi Musa alaihis salam ketika berdoa untuk kecelakaan pengikut Fir’aun, beliau berdoa:

رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَلاَ يُؤْمِنُواْ حَتَّى يَرَوُاْ الْعَذَابَ الأَلِيمَ

“… Wahai Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka. Maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.” (Yunus [10]: 88)

Kemudian Allah berfirman kepada beliau:

قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا

“…Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua…” (Yunus [10]: 89)

Allah baru mewujudkan doa beliau setelah empat puluh tahun kemudian, dengan ditenggelamkannya pengikut Fir’aun dan diberikannya kekuasaan kepada Bani Israil.

Apakah Nabi Allah, Musa, menganggap doanya terlambat dikabulkan? Tidak, beliau mengetahui bahwa keputusan Allah mempunyai waktu tertentu. Dengan itu, beliau memberikan kabar gembira kepada kaumnya:

رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِي الأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

“…Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi (Nya). Maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (Al-A’ raf [7]: 129)

Sesungguhnya hakikat isti’anah (meminta pertolongan kepada Allah) tampak pada sikap hamba ketika meminta kepada Rabbnya. Dia meyakini bahwa semua kebaikan berada di tangan Allah, Dia Maha Pemurah yang memberi tanpa menghitung.

Dengan meminta kepada Allah, ia tidak perlu lagi meminta kepada sesama manusia. Dia menjadi mulia karena Rabbnya dan bertawakal kepada-Nya. Para shahabat –semoga Allah meridhai mereka semua–memohon semua keperluan mereka kepada Allah sampai pada urusan tentang makanan ternaknya.

Apa yang menarik dari hal ini? Benar, di dalam jiwa mereka telah tertanam kuat hakikat yang besar bahwasanya Allah adalah Raja Yang Maha Pemurah, Dia tidak pernah menolak orang yang meminta kepada-Nya. Tidak pernah seorang hamba mengangkat kedua tangannya ke langit untuk meminta kepada Rabb-nya, kecuali Dia akan memberikannya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah [2]: 186)

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menghadap (meminta) kepada Allah dalam segala hajat yang kita perlukan, baik keperluan itu datangnya dari Allah atau dari seorang makhluk-Nya, baik untuk kepentingan dunia atau akhirat.

Namun, seorang hamba tidak boleh tergesa-gesa untuk meminta agar doanya segera dikabulkan. Allah lebih mengetahui kebaikan untuk hamba-Nya. Dia mengetahui kapan memberinya dan kapan menahannya. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah:

“Barang siapa yang berwudhu dan memperbagus wudhunya kemudian dia shalat dua rakaat dengan sempurna, Allah akan memberikan apa yang dia minta, baik dengan segera atau ditunda.” (Al-Bukhari, Ahmad, dan Ath-Thabrani dari Abu Darda’).*/Dr. Hani Kisyik, dari bukunya Kunci Sukses Hidup Bahagia. Artikel ini dikutip dari Hidayatullah.com sebagai bagian dari kerjasama content partner

Gubernur Nurdin Beri Wejangan Santri Hidayatullah Batam

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun melakukan kunjungan silaturrahim ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Batu Aji, Kota Batam, Ahad (22/7/2018).

Dalam agenda Safari Subuh Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, ini Gubernur shalat shubuh berjamaah serta sepat didapuk untuk memberikan taushiah di hadapan para santri.

Pada kesempatan taushiahnya itu, Nurdin Basirun mengatakan, pendidikan agama sejak dini adalah investasi yang tidak ternilai. Karena itu, tegasnya, pendidikan ini harus terus diajarkan, sejak di rumah, terlebih di masjid-masjid.

“Kalau orang tua shalat kat masjid itu dah biasa. Yang luar biase itu anak muda yang rajin shalat kat masjid,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Agung Hidayatullah Batu Aji Batam, Komplek Pondok Pesanteren Hidayatullah.

Menurut Nurdin, di pundak para pemuda yang berakal, berilmu dan berimanlah masa depan negeri ini dititipkan. Karena itu, di tangan para pemuda yang selalu berjamaah tepat waktu, tak perlu dirisaukan kalau negeri dititipkan.

“Shalat saja tepat waktu, apalagi lagi dengan yang lain,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, shalat lima waktu dengan tepat waktu akan menempa para pemuda dan pemudi untuk sukses. Nurdin pun berpesan dan berharap para pemuda, terutama santriwan dan santriwati bersungguh sungguh dalam menimba ilmu keagamaan.

“Berikan kebanggaan pada orang tua yang sudah bekerja keras agar adik-adik mendapatkan ilmu yg baik,”ujar Nurdin.

Dalam safari subuh itu, selain hadir Sekdaprov H TS Arif Fadillah dan sejumlah kepala OPD, juga ada pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Ustaz Jamaluddin Nur. Tak kurang dari 500 santri santriwati ikut dalam subuh berjamaah itu.

Menurut Nurdin, dengan keimanan dan ilmu agama yang baik insyaAllah mereka kelak akan menjadi pemimpin yang adil, dan bijaksana. Menurut Nurdin, sukses dunia dan akhirat dicapai dengan sungguh sungguh dan keimanan yang baik.

“Siapa yg bersungguh sungguh, merekalah yang akan berhasil. Manjadda Wajadda,”kata Nurdin. (ybh/hio)

Hidayatullah Jateng Gelar Kelas Scale Up Bisnis Bootcamp

 

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) – Di tengah situasi perekonomian bangsa sedang lesu yang tersandra oleh kepentingan kapitalis, Hidayatullah perlu terus melakukan terobosan untuk turut mengentaskan problem ini khususnya yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat kelas menengah ke bawah (grassroot).

“Peran Hidayatullah selalu ditunggu umat untuk terus berkontribusi membawa perubahan nyata,” kata Ketua Bidang Perekonomian Hidayatullah Pusat, Ust. Asih Subagyo, S.Kom saat menjadi narasumber dalam acara Kelas Scale Up Bisnis Bootcamp diselenggarakan DPW Hidayatullah Jawa Tengah, belum lama ini.

Dalam pada itu, tegas Asih, masalah tersebut di atas harus diatasi dengan cara yang berbeda dengan jalan yang selama ini menjadi arus utama perekonomian yang timpang dan tak berkeadilan.

“Mustahil kita dapat keluar dari masalah ini jika kita menghadapinya dengan teori yang jauh dari nilai Islam seperti dikembangkan selama ini. Islam ini sudah sempurna. Karena itu hadapi mereka (kapitalis) dengan konsep Islam, karena hanya dengan konsep ekonomi Islam, umat Islam akan berjaya kembali,” kata Asih.

Senada dengan itu, narasumber lainnya Fuad Widyantoro, menilai Islam sebagai sistem yang paripurna harus ditopang dengan kebersamaan. Trainer senior Trustco Nusantara ini menekankan kepada para pengusaha untuk terus bersinergi dan berkolaborasi.

“Kekuatan umat ini sangat besar. Olehnya itu, kita harus menyadarinya dan terus berusaha mempersatukan kekuatan ekonomi Indonesia,” kata Fuad.

Sudah saatnya, lanjut Fuad, umat yang mayoritas ini mengatur perekonomiannya sesuai dengan yang diharapkan. Di hadapan para pengusaha peserta kegiatan ini, Fuad mengingatkan bahwa langkah muda dalam memperbesar pengaruh pengaturan dan kepemilikan perekonomian negeri ini adalah saling menjaga saling keterhubungan (connecting), menjaga relasi dengan baik dan saling endors antar pengusaha.

“Tiga langkah sederhana ini akan berdampak besar dalam menggeser hegemoni perekonomian yang saat ini tidak berada di tangan kita umat Muslim sebagai konsumen terbesar,” hentak trainer senior ini.

Pembicara lainnya yang juga ketua panitia pelaksana, Syaiful Anwar, mengatakan arah pengembangan ekonomi umat ke depan semakin cerah dan menjanjikan seiring dengan kian bertumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap praktik ekonomi keuangan Islam yang terbukti menentramkan.

“Kehadiran kawan-kawan ditempat ini menjadi bukti bahwa perekonomian, khususnya di Jawa Tengah akan kita kuatkan. Sudah waktunya bidang ekonomi benar-benar memberikan kontribusi nyata ambil bagian dalam perjuangan menegakan peradaban Islam,” tutur CEO-founder BMT Amanah Kudus ini.

Mengingat pentingnya kegiatan semacam ini, Ketua Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, Ust. Ahmad Suwarno, M.PI mengharapkan kegiatan-kegiatan upgrading, pelatihan, khususnya bidang ekonomi seperti ini harus selalu diadakan untuk membimbing, melatih dan memonitor perkembangan pengusaha-pengusaha.

“Khususnya lingkup Hidayatullah Jawa Tengah untuk terus berbenah dan mengambil peran aktif dalam memperbaiki kondisi perekonomian umat dewasa ini,” katanya.

Acara Business Scale Up Bootcamp Hidayatullah ini terlaksana selama 2 hari di Terra Cassa hotel, Bandungan, Kabupaten Semarang, yang diikuti 21 pengusaha dari berbagai daerah dengan usaha yang juga beragam.

Acara ini terselenggara atas sponsorship dan dukungan dari berbagai pihak diantaranya Baitul Maal Hidayatullah, KSPPS Amanah Kudus, Grosir Herbal Semarang, Alia Komunika, Sunnah Aqiqoh, Inova Printer Center & Inova CCTV Kudus dan PT. Nusa Property.*/Yusran Yauma

Jalinan Hidayatullah Bersama Pemerintah Membangun Jateng

0

KUDUS (Hidayatullah) – Bupati Kudus Terpilih Periode 2018-2023, Ir. H. Muhammad Tamzil, MT, memuji kiprah Hidayatullah serta mengajak untuk terus bersama pemerintah khususnya membangun Kabupaten Kudus dan Provinsi Jawa Tengah secara umum.

Hal itu dikemukakan mantan bupati Kudus periode 2003-2008 ini ketika memberikan sambutan dalam acara Silaturahim Wilayah Hidayatullah (Silatwil) Jateng ke-VII di Kampus Hidayatullah Kudus, Kamis (12/7/2018).

“Saya mengapresiasi atas komitmen Hidayatullah yang sudah tidak diragukan lagi. Terima Kasih Hidayatullah,” kata bakal Bupati Kudus terpilih periode 2018-2023 ini.

Pada kesempatan tersebut Tamzil memuji peran Hidayatullah dalam memgembangkan dan memajukan pendidikan khususnya kependidikan Islam dan kepesantrenan.

“Inilah mengapa hari ini saya hadir di tengah-tengah acara Silatwil Hidayatullah di Kota Kudus ini. Karena saya yakin, Hidayatullah akan terus bersama untuk komitmen membangun Kota Kudus yang akan kita kejar sebagai ikon Kota Pendidikan,” ujarnya.
Lebih jauh Tamzil menuturkan pentingnya umat Islam terlibat dalam politik. Karena itu, ia mendorong agar umat Islam melek politik. Karena kalau tidak, umat akan dipimpin oleh mereka yang tidak komitmen terhadap Islam.

Menyiapkan kader pemimpin

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum Hidayatullah, KH. Abdul Rahman, sekaligus memberikan taushiah.

“Pekerjaan terbesar kita yang ada di Hidayatullah ini adalah menyiapkan kader-kader terbaik yang berkualitas pemimpin,” katanya.

Menyiapkan pemimpin perlu dilakukan. Sebab, terang dia, tantangan kedepan akan lebih berat bagi generasi berikutnya, kita harus mampu menyiapkan itu.

“Jangan sampai dari rahim Hidayatullah ini hadir pemimpin yang tidak mengantar umat untuk selalu mendekat kepada Allah. Kita harus berupaya melahirkan pemimipin-pemimpin berkualitas sekaliber Abu Bakar, bukan pemimpin tipe Abu Jahal atau Abu Lahab,” pesannya.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, Ahmad Suwarno, M.PI lebih menitik pesan kepada segenap pengurus dan kader Hidayatullah yakni potensi terjadinya pergeseran orientasi dalam perjuangan.

Menurut Suwarno, disorientasi adalah mimpi buruk bagi setiap institusi tak terkecuali bagi sebuah organisasi. Fakta menunjukkan, ketika fungsi utama manajemen yaitu manusia telah terlena, maka akan dispute lalu gugur di medan dakwah.

“Penyakit ini sedini mungkin untuk kita singkirkan jauh-jauh.” kata Suwarno penuh penghayatan.

Dalam sambutan Ketua Panitia Silatwil, Ust. Syaiful Anwar, ME melaporkan tidak kurang dari 500 peserta Silatwil Hidayatullah Jateng ini hadir dalam dua hari pelaksanan kegiatan yang digelar mulai hari Rabu-Kamis (11-12/7/2018) di Kampus Hidayatullah Kudus ini.

Tak lupa ucapan terima kasih ia sampaikan kepada para pihak yang sudah mendukung kegiatan silatwil ini diantaranya Bupati Kudus Terpilih Ir. H. Muhammad Tamzil, MT, PT. Bank Jateng Syariah, PT. Bank Muamalat, PT. Bank Syariah Mandiri dan pihak-pihak lain yang sudah ambil bagian mensukseskan acara ini.

Acara Silatwil ini juga dirangkaikan dengan beragam agenda, diantaranya agenda pendidikan dimana pada hari Kamis, diumumkan dan diserahkan kepada para pemenang lomba Olimpiade Sekolah Integral Hidayatullah se Jateng oleh Ketua Depdikdasmen Wilayah Jateng, Ust. Usman Wakimin, M.Pd.

Tidak mau ketinggalan, Ketua Departemen Ekonomi Hidayatullah Jateng, Ust. Syaiful Anwar, ME yang merupakan alumni STIE Hidayatullah yang bertugas di Jateng ini pun melakukan MOU dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dengan penyerahan awal sebesar Rp. 150 juta untuk tahap awal.

MOU kerjasama ini ditanda tangani oleh Syaiful Anwar mewakili Hidayatullah dan Suryanto Humaini, SE, MM, selaku General Manager YBM PLN Pusat.

Terakhir, dalam gelaran silaturahim di kota Santri ini, BMH mengapresiasi seorang dai tangguh bernama Tumidi yang sudah malang melintang untuk membina tidak kurang 500 muallaf di lereng gunung Merbabu Salatiga, Jawa Tengah, dengan menyerahkan sebuah sepeda motor trail untuk membantu memperlancar gerak dakwah membina umat di lereng-lereng gunung Merbabu.

“Semoga dengan bantuan motor dakwah ini, dakwah Ustadz Tumidi yang biasa memperkenalkan diri dengan Mr. O semakin lancar,” ungkap General Manager BMH Jawa Tengah, Imam Muslim. */Yusran Yauma

Alumni SD Hidayatullah Batam Bela Timnas Pelajar U-12

0
Timnas Pelajar U-12 saat dilepas Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta di Media Center Kemenpora Jakarta, Jumat (13/7) sore. Tampak Muhammad Rhaga di barisan pemain keempat dari kanan / dok

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Alhamdulillah salah satu alumni SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Hidayatullah Batam, Muhammad Rhaga, tampil membela keseblasan sepakbola Tim Nasional Indonesia U-12 yang akan berlaga pada turnamen bertajuk ‘Dreams Come True International Youth Football Tournament’ yang berlangsung di di Tiongkok pada 17-22 Juli ini.

Muhammad Rhaga menempuh pendidikannya selama enam tahun di SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Hidayatullah Batam dan kini berdomisili di Kota Bandung sekaligus menjadi salah satu peserta didik di Akademi Persib Bandung.

Adapun keberangkatan tim ini dilepas langsung Deputi Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta di Media Center Kemenpora Jakarta, Jumat (13/7) sore. Hadir dalam kesempatan tersebut dari pihak Royal Production dan Badan Koordinasi National Garda Mencegah dan Mengobati (GMDM).

“Kompetisi bagi usia muda itu sangat penting karena dari kecil harus mulai dimatangkan baik dalam turnamen di dalam dan luar negeri. Seperti ke China ini,” kata Isnanta.

Menurutnya mengikuti turnamen ke luar negeri bukan hanya berbicara prestasi. Namun, juga mencari pengalaman dan belajar hal lain dari sepak bola.

Pemain usia muda ini bisa mempelajari karakter permainan. Dari kejuaraan di luar negeri nantinya akan tahu bagaimana menghargai pemain lain maupun pelatih.

“Karakter dan mental akan diuji di sini. Ayo tunjukkan bahwa pemain Indonesia mempunyai karakter dan mental yang kuat,” terangnya.

Pada kejuaraan tersebut, Timnas Pelajar ini akan berhadapan dengan tim-tim kuat. Selain tim tuan rumah, tim Akademi Persib ini juga akan berhadapan dengan tim asal Australia dan Korsel. (ybh/hio)

Meng-Hidayatullah-kan Alam Semesta dengan Dakwah

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Merupakan amanat bagi segenap umat Islam khususnya kader Hidayatullah untuk menebarkan cahaya Islam agar nikmat dan indahnya hidayah Allah dapat dirasakan oleh segenap umat manusia di alam semesta.

Demikian benang merah taushiah disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum Hidayatullah, KH DR Abdul Mannan, MM, saat menjadi narasumber dalam acara Silaturrahim Wilayah Hidayatullah Jabodebek di Kota Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu dan dtulis pada Kamis, (19/7/2018)

“Berdakwah dalam rangka membawa pesan Islam sebagai rahmatan lil ‘aalamiin. Semua kita ajak agar mendapatkan Hidayah Allah, Hidayatullah. Masuk dalam shaf yang mendapatkan Hidayatullah,” katanya.

Beliau menjelaskan, misi lahirnya Hidayatullah untuk menyebarkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam sehingga dengan demikian nama “Hidayatullah” dilandasi atas spirit menerbarkan cahaya/hidayah Islam tersebut.

Menebarkan cahaya Islam sarat dengan tantangan. Ia mengungkapkan, masa perintisan dakwah yang dilakukan Hidayatullah dijalani dengan tidak ringan. Dikirim berdakwah tanpa duit dan tempat tujuan yang belum jelas. Jangankan mobil, sepeda motor pun tak ada. Meskipun demikian, di masa itu, semangat dakwah selalu membara.

Sehingga, beliau menasihatkan, hendaknya kader-kader muda Hidayatullah harus terus menjaga ritme tradisi tersebut. Dan seiring dengan itu, kader Hidayatullah perlu membekali diri dengan kecakapan dan keilmuan yang memadai.

“Kalau sudah mapan seperti sekarang ini, sudah ada honor bulanan, silaturrahim yang dilakukan harus membawa ideologi. Membawa konsep. Siap adu gagasan,” ujarnya.

Dengan setengah berseloroh, beliau mengatakan jangan sampai mengaku dari Hidayatullah tapi tidak berhidayatullah. Ia mengingatkan warga Hidayatullah harus berhidayatullah tidak saja spiritualnya tapi setiap aspek kehidupannya, diantaranya dengan menghidupkan dakwah Islamiyah kapan dan dimanapun.

Beliau pula mengingatkan pentingnya membangun militansi pengabdian setiap kader dalam dakwah di segala aspek kehidupan. Tugas dakwah dalam bidang pendidikan misalnya, jangan sampai pendidik hanya berorientasi materi/gaji (kompensasi) semata.

Hidayatullah sebagai gerakan sistemtik, lanjutnya, tidak cukup sekadar dijalani paruh waktu atau sisa waktu yang ada, tetapi menurutnya perlu komitmen menjalaninya secara fulltime.

Karena itu, ia mengingatkan, kader Hidayatullah mesti selalu berupaya menjaga spiritual sehingga ketergantungan hanya kepada Allah SWT. Beliau menyebut kekuatan dimensi ini dengan istilah “spiritual hiperaktif”.

Ia mengatakan, spiritual hiperaktif akan mengundang pertolongan Allah SWT bahkan terhadap hal-hal yang mungkin dianggap mustahil.

“Dengan kedipan, keluar duitnya. Bisa. Asalkan spiritualnya sudah hiperaktif. Kalau spiritual belum hiperaktif, ndak bisa. Lalat saja ndak gerak, apalagi orang,” selorohnya dengan gaya khas beliau yang disambut tawa hadirin. (ybh/hio)

Klarifikasi Soal Isu Vaksinasi di Pesantren Hidayatullah

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Beberapa waktu belakangan ini beredar informasi yang menyebutkan Pesantren Hidayatullah Balikpapan sebagai tempat seremoni pencanangan vaksin Rubella di kota ini.

Terkait informasi tersebut, redaksi Hidayatullah.or.id telah meminta keterangan Sekretaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, Ust Abu A’la Al Maududi.

“Berita terkait ini sudah muncul kurang lebih sebulan yang lalu, entah kenapa beberapa hari ini muncul lagi beritanya,” kata Al Maududi dalam obrolan dengan redaksi, Senin (16/7/2018).

Lebih jauh ia mengatakan, sejauh ini memang pihaknya tidak pernah mendapatkan pemberitahuan ataupun dihubungi secara resmi oleh pihak-pihak terkait mengenai acara seremonial tersebut.

“Sehingga dalam rapat-rapat rutin pun kami tidak banyak membahas masalah tersebut,” katanya.

Sampai kemudian, tiba-tiba informasi itu menjadi cukup viral baik di lingkungan percakapan medsos internal Hidayatullah hingga sempat direspon oleh sejumlah media.

“Jadi itu berita sudah lama. Hoax,” pungkas Al Maududi seraya mengingatkan pentingnya kecermatan setiap kali menerima informasi serta selalu menjaga persatuan dan persaudaraan. (ybh/hio)