Beranda blog Halaman 575

Kemenag Jatim Dorong Laznas BMH Terus Sosialisasi Zakat

Kemenag Jatim Dorong Laznas BMH Sosialisasikan Umat Sadar ZakatHidayatullah.or.id – Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat Waqaf, Kementerian Agama RI Wilayah Jatim, Drs. Chusnul Marom, mendorong Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) untuk terus mensosialisasikan gerakan sadar zakat di masyarakat.

“Negeri ini masih kalah (perhimpunan zakatnya) dengan negara berpenduduk muslim lainnya, terutama Timur Tengah, padahal bila dilihat dari kuantitas, Indonesia merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia hingga saat ini,” kata Chusnul Marom saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BMH Jawa Timur di Pusdiklat Hidayatullah Batu, Kota Malang, Selasa (10/01/2017).

Chusnul Marom mengungkapkan terimakasih dan apresiasi atas kiprah BMH Jatim yang telah berperan aktif memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Jatim.

Ia juga menitipkan harapan agar BMH kedepan lebih aktif lagi mensosialisasikan gerakan sadar zakat.

Sebab, lanjut Chusnul, potensi zakat di Indonesia sangatlah besar. Namun di lapangan pencapaiannya masih jauh dari potensi yang ada.

Rapat Kerja Wilayah BMH Jawa Timur ini mengambil tema “Meningkatkan Kualitas Layanan dan Pemberdayaan untuk Optimalisasi Perhimpunan ZISWAF Menjadi LAZNAS Yang Unggul”.

Guna memacu adrenalin terus berinovasi dan bersungguh-sungguh dalam melayani umat, Rakerwil kali ini menetapkan 5 Gerai BMH Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan atas prestasinnya.

Ada yang menyabet The Best Fundraising diberikan kepada BMH Malang, The Best Accounting oleh BMH Sidoarjo, The Best Empowerment BMH Pamekasan, Madura, The Best Event And Publication diberikan kepada BMH Ponorogo, dan The Best Managerial oleh BMH Trenggalek. */Andrea Rahmat

Ketika Kefaqihan Hilang dari Masyarakat dan Sebaran Berita

0
Ilustrasi
Ilustrasi

BILA kefaqihan hilang dari masyarakat, maka ucapan apa pun rawan disalahpahami, dan segala tindakan juga bisa diplesetkan semaunya tanpa kaidah interpretasi yang jelas. Mereka akan kehilangan ketrampilan mental untuk menyimpulkan secara sahih, dan berulang-kali terjerumus dalam ironi.

Inilah bagian utama dari budaya dan peradaban instan yang bahkan mendangkalkan logika tokoh-tokoh yang mestinya bijak dan berpikiran jauh ke depan. Ucapannya impulsif, tidak dipikirkan masak-masak. Tindakannya reaktif, tanpa pijakan kukuh dan tidak memiliki alur nalar yang runtut.

Di saat bersamaan, semua persoalan seperti menuntut disikapi segera, tapi sekaligus seringkali segera dilupakan pula karena telah disusul oleh kehebohan persoalan lain. Hiruk-pikuk terjadi, namun tidak satu pun persoalan yang berhasil diatasi.

Kita menjadi semakin terbiasa untuk bersorak seperti suporter sepakbola. Apa pun yang kita lihat serta-merta kita komentari. Segala yang kita dengar secepat kilat kita ceritakan ke mana-mana. Untuk apa? Hanya untuk meramaikan forum-forum serta mengisi hari-hari yang semakin kehilangan visi dan misi.

Apakah kita memikirkannya? Sepertinya tidak, karena bahkan sesaat setelah itu kita sudah melupakannya dan beralih ke tema obrolan lain.

“Zaman fitnah” adalah ketika hatimu sangat mudah dibimbangkan, hanya dengan sedikit saja berita yang datang. Engkau tidak dapat memegangi sesuatu keyakinan dengan teguh, kecuali jika engkau menutup mata dan telingamu dari mengetahui kebalikannya.

Sekali engkau tahu kebalikannya, kadar keyakinanmu pasti turun kalau tidak lenyap samasekali. Semua terlihat sama-sama benar, sangat sukar dibedakan. Entah hal itu karena kebodohanmu atau kepintaran pembawa beritanya.

Saat fitnah itu mencapai puncak puting-beliungnya, logika orang paling bijak pun tidak lagi berguna. Semua terseret pusaran badai, dan masing-masing orang hanya bisa bereaksi menurut apa yang menjadi jatidirinya yang asli, tanpa bisa direkayasa atau ditutup-tutupi.

Itulah zaman diayaknya umat, untuk dipilih dan dipilah, tanpa mereka sanggup melawan arusnya.

Kamu tidak akan selamat dari dunia yang seperti ini. Berani bicara, kamu akan diadili. Diam saja, kamu pun diadili.

Hanya kepada-Mu, ya Allah, kuserahkan isi hati. Engkau lebih tahu, termasuk golongan manakah aku ini. Aku tahu, bahkan tulisan ini pun bisa disalahpahami, lalu aku dinisbatkan ke situ dan ke sini, tanpa aku mengerti secuil pun maksudnya.

Kapankah “zaman fitnah” itu? Kata banyak ulama, sekaranglah waktunya. Berdoalah! Waspadalah! Semoga kita diselamatkan. Amin. (Alimin Mukhtar)

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ingatkan Laznas Mencerahkan

ketua-umum-hidayatullah-ingatkan-laznas-harus-mencerahkanHidayatullah.or.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, Lc, MA, mengingatkan lembaga amil zakat tidak saja hadir untuk memberdayakan masyarakat. Melainkan juga harus pula mencerahkan umat.

“Laznas BMH harus mampu memberikan pencerahan kepada umat bahwa perintah membayar zakat sama hukumnya dengan mendirikan sholat, sehingga para muzakki tercerahkan dan tentu saja semakin gemar mendekat kepada Allah dengan karunia harta yang Allah titipkan kepadanya,” kata Ust Nashirul saat membuka Rakernas XIII BMH di Kota Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Di samping itu, sambungnya. semua mustahik 8 asnaf yang menjadi sasaran pemberdayaan Laznas BMH juga bisa semakin kuat aqidahnya, tumbuh etos berdayanya.

“Sehingga, semakin hari semakin menunjukkan perubahan pasti, dari mustahik menjadi muzakki,” ungkapnya.

“Dari tema Rakernas ini, saya ingin menggarisbawahi kata ‘Meningkatkan Kualitas.’ Bagi Laznas BMH, peningkatan kualitas bukan saja pada sisi profesionalisme baik dalam layanan maupun pemberdayaan tetapi juga pencerahan,” papar beliau.

Dengan sebaran yang telah berdiri di 33 propinsi, tugas tersebut tentu tidak ringan, dan karena itu mesti menjadi fokus utama. Sebab, dana zakat di zaman sahabat benar-benar bisa mengangkat harkat dan derajat umat.

Oleh karena itu, Ketua Dewan Pengurus Laznas BMH 2016-2021, Marwan Mujahidin menegaskan bahwa ke depan, Laznas BMH akan melakukan upaya-upaya akseleratif untuk bisa mewujudkan visi zakat sebagai pemberdaya umat.

“Insya Allah mulai 2017 beragam upaya untuk mewujudkan zakat sebagai pengangkat harkat dan derajat umat akan menjadi konsen BMH dalam segenap derivasi program dan pemberdayaannya. Mohon doanya, sekiranya apa yang menjadi kerinduan kita bersama akan kebaikan umat bisa sama-sama kita wujudkan,” terang Marwan.

Ditambahkan Kepala Humas BMH Imam Nawawi, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) merupakan lembaga resmi yang siap menjadi mitra Anda dalam menghantar hidayah ke seluruh pelosok negeri.

Terlebih, kata Imam, BMH adalah satu-satunya Laznas di Indonesia yang memiliki konsen program dakwah, pendidikan dan ekonomi produktif di wilayah-wilayah perbatasan, pedalaman, kepuluan dan pelosok.

“Dengan kemitraan antara muzakki dengan BMH, kehidupan secara utuh jasadiah dan ruhiah akan sama-sama berjalan di tengah-tengah kaum Muslimin yang sangat sulit untuk kita jangkau dan kunjungi,” ungkap Imam Nawawi.

Kata Imam, dalam tinjauan dari sisi manapun, wilayah-wilayah tersebut merupakan lokasi yang patut menjadi perhatian kita bersama, sebab mereka adalah saudara seiman kita, dan dalam hal tertentu, juga tidak sedikit orang yang ingin mengenal Islam secara lebih dekat.

“Dengan kemitraan umat bersama BMH, kemungkinan cahaya Islam sampai kepada mereka sangat besar. Seperti telah dibimbingnya Suku Wana dan Togutil oleh Allah Ta’ala untuk mendapatkan hidayah dengan perantara para dai tangguh yang berdedikasi bagi Islam di wilayah-wilayah yang tak semua orang mau menjangkaunya tersebut,” katanya.

Oleh karena itu, pada 2017 ini BMH berkomitmen untuk terus Menghantar Hidayah Menebar Manfaat. Imam mengajak serta segenap pihak bersama Laznas BMH kita wujudkan Indonesia yang beriman, maju dan mandiri. Sebab Zakat, Infaq, Shodaqoh, dan Wakaf akan menyemarakkan api dakwah di pelosok Nusantara. (ybh/hio)

Hidayatullah Dukung Penguatan Pendidikan Usia Dini di Kendari

hidayatullah-dukung-penguatan-pendidikan-usia-dini-di-kendari2 hidayatullah-dukung-penguatan-pendidikan-usia-dini-di-kendariHidayatullagh.or.id – Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangat penting dan dinilai perlu terus dikuatkan fungsinya karena merupakan upaya pembinaan sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak.

Berangkat dari hal tersebut, Hidayatullah Kota Kendari dengan dukungan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tenggara (DPW Sultra) berkomiten melakukan pengembangan dan penguatan pendidikan anak usia dini.

Diantara upaya yang dilakukan untuk membantu meningkatkan kreatifitas anak usia dini, Pesantren Hidayatullah Kendari menggelar Lomba Mozaik tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Kendari belum lama ini.

Dalam perlombaan mozaik yang digelar, Sabtu (7/1/2017) lalu diikuti oleh ratusan peserta anak didik usia dini yang berasal dari TK dan RA se-Kota Kendari.

Beragam permainan edukasi dilakukan. Seperti ratusan peserta harus mampu menempelkan hiasan pada sebuah selembaran bergambar masjid, yang sudah disiapkan oleh panitia perlombaan.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Drs Nasri Bohari, MPd mengatakan perlombaan mozaik ini, merupakan suatu bentuk kegiatan untuk meningkatkan kreatifitas anak usia dini.

“Tujuannya untuk membantu meningkatkan potensi anak dan kemampuan anak, ” ujarnya.

Menurut Nasri Bohari pendidikan anak usia dini sangatlah penting, dan juga mereka harus diperhatikan sebab mereka merupakan calon pemimpin masa depan.

“Sepertinya pemerintah kurang memperhatikan pendidikan anak usia djni, padahal dengan memperhatikan pendidikan usia dini, dapat membantu basic atau dasar anak sebelum melanjutkan ke tingkat SD, SMP bahkan SMA, ” jelasnya.

Pantauan media, ratusan peserta tampak bersemangat menempel biasan pada lembaran bergambar masjid. Dalam momentum ini juga, Pesantren Hidayatullah menampilkan hasil karya santri-santri dalam sebuah expo. (ybh/bos)

Jamaluddin Nur Luncurkan Buku Ketiga “On Target”

0

IMG_20161226_070157 IMG_20161226_070233Hidayatullah.or.id – Perintis Pondok Pesantren Hidayatullah Batam yang juga Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah, Ustadz Jamaluddin Nur, kembali meluncurkan bukunya yang ketiga berjudul “On Target” , baru baru ini.

Peluncuran bukunya yang ketiga ini menyusul 2 buku yang telah beliau tulis sebelumnya yaitu buku pertama berjudul “Mendayung di Atas Samudera Wahyu” dan buku kedua berjudul “Generasi Progresif“.

Pada buku pertama, Jamaluddin mengurai beragam persoalan, tantangan dan jawabannya dalam bingkai manhaj Sistematika Wahyu (SW) dengan perspektif yang lebih personal.

Di buku pertama ini dengan penuturan yang khas, Jamaluddin mendaraskan narasi betapa sangat nyata dan dekatnya pertolongan Tuhan kepada hamba-Nya yang yakin. Jamal merefleksi secara tajam kedahsyatan energi syahadat dan kekuatan ibadah.

Apalagi, selipan kisah-kisah dalam buku tersebut secara nyata berangkat dari pengalamannya sebagai seorang dai dan santri yang disadarinya penuh dengan kekurangan serta ketidakmampuan.

Di buku kedua, Jamaluddin dengan gaya bahasanya yang lugas dan padat, putra Jeneponto ini secara apik mengetengahkan paradigma teologis dalam melakukan akselerasi kerja-kerja dakwah dan pengabdian keummatan yang terus menerus dilakukan tanpa henti bahkan hingga mati nanti.

“Buku kedua ini berisi kritik konstruktif untuk generasi muda pelanjut risalah dakwah. Kerja dakwah ini memang tidak boleh berhenti, makanya kita butuh generasi progresif. Generasi muda yang lincah, cepat, dan peraga ajaran Islam. Islam ini kan hanya Indah dengan peragaan, bukan sekedar pernyataan,” kata Jamaluddin.

Jamaluddin menegaskan, seorang mujahid dakwah harus mengedepankan kasih sayang dan akhlak yang agung. Tidak asal menyalahkan pihak lain dan lalu merasa benar sendiri. Sebab itu, kata dia, tradisi gerakan Hidayatullah selalu mengedepankan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim) dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama umat manusia).

“Kalau ada yang mengaku kader Hidayatullah tetapi suka menyalahkan sesama muslim dan selalu menghujat sesama manusia berarti dia belum paham manhaj Sistematika Wahyu yang sudah diwariskan para pendahulu lembaga,” imbuhnya.

Karenanya, terbitnya buku ketiganya berjudul “On Target” menurut Jamaluddin merupakan bungai rampai gagasan dan pemikirannya dalam mengaktualisasi nilai-nilai sistematika wahyu yang dipahaminya.

Selain menulis, peraih penghargaan Anugrah Batam Madani 2015 sebagai Tokoh Pendidikan dan Agama dari Pemerintah Kota Batam ini juga cakap berpantun. Pantuannya yang terkadang jenaka tak jarang membuat suasana lebih berbeda.

Acara peluncuran buku ini berbarengan dengan seremoni pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VI Syabab Hidayatullah yang berlangsung di Asia Raya Hall Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (26/01/2017).

Hidayatullah Batam

Kiprah gerakan dakwah Hidayatullah Batam dimulai pada tahun 1993 ketika Ustadz Chusnul Chuluk, Ketua Hidayatullah Medan, menugaskan Ustadz Abdurrahman Sutikno membuka cabang Hidayatullah di Batam.

Seiring pergeseran waktu, Majalah Suara Hidayatullah yang beredar di wilayah Batam terus menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Berkat kerja keras Abdurrahman dan Abdul Aziz, oplah majalah ini kala itu telah mampu mencapai 1.200 eksemplar.

Hal itu pula yang mendorong manajemen Suara Hidayatullah mengutus Ustadz Burhanuddin ke Batam untuk lebih mengembangkan peredarannya. Sejak itu bertambahlah jumlah aktivis Hidayatullah yang berjuang dan berdakwah di Batam, Kepulauan Riau.

Akhir 1997, kembali aktivis Hidayatullah mendarat di tanah Melayu tersebut. Mereka adalah pasangan pengantin yang baru saja mengikuti pernikahan mubarakah 100 pasang di Gunung Tembak, Balikpapan.

Adalah pasangan Jamaluddin Nur dan Ummu Kaltsum Kadir yang dipercaya untuk lebih memperkuat dan melebarkan kepak sayap dakwah Hidayatullah di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

Awalnya, Jamaluddin Nur dan istrinya hidup numpang di rumah kontrakan milik ustadz Burhanuddin, yang terletak di perumahan Sagulung, Batu Aji.

Saat mencari kontrakan baru, sampailah beliau di kawasan Tiban II dan bertemu H. Khalid yang menawarkan rumahnya untuk ditempati sementara waktu oleh Ustadz Jamal beserta istri tercintanya.

Di kawasan Tiban inilah manajemen dakwah Hidayatullah Batam mulai terselenggara baik secara administrasi, dakwah maupun pendidikan.

Untuk lebih fokus pada dakwah, tugas Ustadz Burhanuddin sebagai ketua diserahkan pada Ustadz Jamal. Mulai saat itu, Ustadz Jamaluddin Nur didaulat sebagai Ketua Hidayatullah Batam hingga saat ini.*/Ainuddin Chalik 

Ratusan Anak Santri Pesantren Hidayatullah Sangatta Dikhitan

0

ratusan-anak-pesantren-hidayatullah-sangatta-dikhitanHidayatullah.or.id – Sebagai wujud kepedulian sosial, PT PLN Rayon Sangatta menggelar kegiatan khitanan massal untuk ratusan anak di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Cabang Sangatta Jalan Hidayatullah, belum lama ini.

Selain manajemen PT PLN, Asisten Administasi Umum Sekretaris Kabupaten DR HM Edward Azran juga hadir mewakili Bupati Kutim.

Edward Azran waktu itu menyampaikan bahwa Pemkab Kutim menyambut baik dan mengapresiasi program yang digelar oleh PT PLN kali ini.

Karena, jelas Edward, ini menyangkut hal-hal syiar Islam dan merupakan sesuatu hal yang penting sebagai modal utama dalam membangun generasi Islam yang baik. Sekaligus membangun generasi muda bangsa Indonesia yang berkualitas.

“Terima kasih kepada penyelenggara mengambil (sasaran program) wilayah strategis, dalam menciptakan manusia sempurna. Generasi muda yang ada diharapkan ke depan bisa menjadi hamba Allah SWT yang terbaik karena telah bersih,” harap mantan Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (PMD) ini.

Edward mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dapat dimulai dari lingkup keluarga. Peran YPPH kata dia sangat penting dalam memberikan pendidikan dan pengetahuan agama kepada santri sebagai ilmu dasar membangun generasi Islami.

“Dengan sistem agama yang bagus akan melahirkan generasi yang berkualitas pula. Pelajaran agama menjadi poin penting dalam membagun manusia yang utuh,” ungkap Edward Azran.

Ketua YPPH Jafruddin mengatakan program khitanan mubarok yang diamanahkan oleh PT PLN Rayon ke YPPH Cabang Sangatta merupakan program pertama digelar dengan waktu persiapan satu minggu.

“Peserta yang mendaftar mulai santri, warga Hidayatullah Desa Sekerat Kecamatan Bengalon, Desa Sangkimah Kecamatan Sangatta Selatan dan anak-anak sekitar yang berada di kota dengan total keseluruhan 100 anak,” ungkap Jafruddin.

Manager PT PLN Rayon Sangatta, Poniman menjelaskan pelaksanaan khitanan mubarok diadakan disemua rayon PT PLN se-Indonesia.

Khusus untuk wilayah Kaltim–Kaltara sebanyak 1.650 anak dan di Kutim 100 anak. YPPH dipilih karena memiliki jaringan luas dan mempunyai cabang di Kabupaten serta Kota di Indonesia.

“Kutim mendapatkan kuota 100 anak dan masih ada 70 yang belum terakomodir. Kami mohon maaf, mudahan ditahun selanjutnya kuota tersebut dapat direalisasikan,” jelas Poniman

Anak yang di khitan terlebih dahulu harus diseleksi. Diutamakan bagi masyarakat tidak mampu. Program khitanan massal kali ini juga menjadi berkah bagi anak-anak dari Desa Sekerat Kecamatan Bengalon yang notabene belum termasuk wilayah operasional PT PLN. (ybh/hio)

Walikota Harap Sarjana STIS Hidayatullah Jadi Penggerak Pembangunan yang Islami

walikota-harap-sarjana-stis-hidayatullah-jadi-penggerak-islamiHidayatullah.or.id – Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengharapkan para wisudawan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah (STISHID) Balikpapan menjadi penggerak pembangunan yang Islami karena Hidayatullah dikenal sebagai Ponpes yang melahirkan banyak kader yang tahan dalam segala hal.

Dan itu, lanjut Rizal, sangat baik untuk ditularkan di masyarakat dalam menghadapi kehidupan sesuai ajaran Islam.

“Nah apalagi setiap tahun bertambahnya mushalla dan masjid sehingga pelopor para dai dan ustaz perlu adanya regenerasi dari kalangan dai muda,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam acara Sidang Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, Sabtu (24/12/2016).

Sebanyak 83 wisudawan/wisudawati mengikuti Sidang Senat Terbuka Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Hidayatullah Balikpapan yang digelar di Pendopo Utama Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak tersebut.

Acara ini merupakan rangkaian wisuda dan penugasan alumni angkatan IX dan X STIS Hidayatullah Balikpapan.

Bertajuk “Islam Syariah Ramah lingkungan” kegiatan ini digelar di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan Timur (Baltim).

Seperti tahun sebelumnya, acara ini diisi orasi ilmiah oleh Dr H Sukarni MAg yang juga wakil rektor II Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin.

Hadir pula Ketua DPP Hidayatullah pusat Ustaz Dr Nashirul Haq Lc Ma, Ketua STIS Hidayatullah Dr Abdurrohim, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Drs Zainuddin Musaddad, anggota senat, dosen, orang tua serta para santri Ponpes Hidayatullah.

Sementara itu Zainuddin Musaddad mengatakan, setelah diwisuda para alumni yang telah siap di lapangan, di mimbar, bisa menjadi guru bahkan menjadi pencerah di semua lini bangsa Indonesia.

Mereka juga kata dia, akan disebar ke seluruh daerah Indonesia untuk mengamalkan ilmu yang mereka telah dapatkan selama di Ponpes serta mengaplikasikan program Hidayatullah.

“Intinya adalah mereka dapat menjadi pencerah dari sisi keilmuan agama dan keterampilan yang dimiliki untuk menjadi masyarakat sekaligus kekuatan pelaku formal maupun informal di mana pun mereka berada. Karena Hidayatullah juga berkerja sama dengan pemerintah, Ormas dan lembaga keagamaan untuk saling bersinergi guna meningkatkan pendidikan dan dakwah,” katanya.

Terkait hal itu, Ketum DPP Hidayatullah Nashirul Haq menjelaskan, sesuai visi dan misi perguruan STIS Hidayatullah yakni Mencetak Sarjana yang Siap Mengemban Tugas, Baik Internal Maupun Eksternal Organisasi.

Maka, lanjut Nashirul, kebutuhan dosen di Ponpes Hidayatullah harus diisi tenaga yang berkompetensi dan leadership yang mumpuni.

Abdurrohim menambahkan, lulusan yang diwisuda merupakan lulusan program studi Ahwal Syakhsiyah dengan titel Sarjana Hukum Islam (SHI).

“Mereka terdiri dari 17 laki-laki dan 66 perempuan,” kata Abdurrohim.

“Sejak berdiri 2004 STIS Hidayatullah telah meluluskan ribuan mahasiswa. Untuk wisuda tahun ini kami langsung memberikan surat penugasan kepada lulusan untuk ditempatkan di seluruh pelosok nusantara. Yang SK-nya ditandatangani Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah di Jakarta,” ungkapnya. (adv/ybh)

Ketua MPR Harap Pemimpin Nasional Lahir dari Syabab Hidayatullah

ketua-mpri-ri-zulkifli-hasan-buka-munas-vi-syabab-hidayatullahHidayatullah.or.id – Ketua MPR Dr (H.C) Zulkifli Hasan mengharapkan Syabab (pemuda) Hidayatullah melahirkan kader dan pemimpin bangsa. Syabab Hidayatullah bisa menjadi wadah bagi kaderisasi dan kepemimpinan.

“Insya Allah pemimpin nasional lahir dari Syabab Hidayatullah,” kata Zulkifli Hasan ketika membuka Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah 2016 di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah di Batam, Selasa 27 Desember 2016.

Zulkifli Hasan mendukung sepenuhnya kegiatan Hidayatullah yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah, dan ekonomi. Dengan bekal itu Syabab Hidayatullah siap menghadapi tantangan bangsa Indonesia.

Menurut Zulkifli, ada dua tantangan yang dihadapi yaitu pertama menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kedua menguasai ekonomi. Jika Syabab (pemuda) Hidayatullah tidak siap menghadapi tantangan itu maka bisa menjadi kuli di negeri sendiri dan di negeri orang.

“Seperti apa yang dikatakan Bung Karno, kita bisa menjadi kuli di negeri sendiri dan kuli di negeri orang,” ujarnya.

Dalam 100 tahun ke depan, lanjut Zulkifli, kita bisa maju bila menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tidak, kita mudah diadu domba dan dibohongi. “Itulah tantangan pertama,” katanya.

Tantangan kedua adalah menguasai ekonomi. Syabab Hidayatullah harus mengerti kewirausahaan.

“Saya lulus aliyah langsung berdagang,” kata Zulkifli memberi contoh. Sebagai lulusan aliyah, kala itu Zulkifli sudah menghasilkan ratusan juta rupiah setiap bulan.

“Kalau sudah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan menguasai ekonomi maka sudah bisa mengendalikan kekuasaan. Jika masih lemah dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi, kita (umat Islam) akan kalah terus,” paparnya.

“Itulah tantangan kita. Marilah umat Islam menyimpan perbedaan-perbedaan,” ajaknya.

Zulkifli juga minta Syabab Hidayatullah menyimpan segala perbedaan dan hanya mencari persamaan-persamaan. Perbedaan seperti perbedaan khilafiah seperti perbedaan menentukan idul fitri dan lainnya bukanlah substansial. Perbedaan itu tergantung pada keyakinan masing-masing.

Pembukaan Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah ini dihadiri Kepala BP Batam Hartanto Reksodiputro, anggota MPR Muhammad Asri Anas, Ketua Umum Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad, Ketua Umum Pengurus Pusat Hidayatullah Nashirul Haq. Dalam kesempatan itu Zulkifli menandatangani prasasti pembangunan kampus utama Hidayatullah Batam. (ybh/hio)

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan: Hidayatullah Majukan Bangsa, Generasi Muda Lanjutkan

ketua-mpri-ri-zulkifli-hasan-buka-munas-vi-syabab-hidayatullah2Hidayatullah.or.id – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengapresiasi organisasi massa Hidayatullah yang telah memajukan bangsa dengan beragam kerjanya dan mengingatkan generasi muda Hidayatullah terus melanjutkan kiprah tersebut.

“Saya optimis pemimpin masa depan Indonesia dari Hidayatullah. Penampilannya santai, ceria, dan memancarkan aura kebersahajaan,” kata Zulkifli Hasan ketika berpidato membuka Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah di Kampus II Hidayatullah Jl Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kota Batam, Selasa (27/12).

Pada kesempatan tersebut Zulkifli memuji Hidayatullah yang berkiprah dakwah menebarkan Islam dengan prinsip rahmatan lil ‘aalamiin.

Zulkifli menerangkan, martabat bangsa tidak akan tercapai apabila umat masih meributkan perbedaan dalam masalah yang sebenarnya bukan menjadi persoalan utama. Karena itu ia mendorong semangat dakwah yang merangkul terus menjadi ciri khas Hidayatullah.

“Saya sepakat kita umat Islam meninggalkan perbedaan-perbedaan yang tidak mendasar yang hanya akan menguras energi kita. Jangan sesama muslim tawuran,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis Syabab Hidayatullah.

Zulkifli menambahkan, kalau dengan umat beragama lain saja kita bisa bersatu, dia yakin antar elemen ummat Islam juga bisa saling bersatu dan menepikan perbedaan-perbedaan yang ada. Ia mecontohkan, pada aksi 212 umat Islam bisa menampilkan aksi indah bermartabat karena diantara mereka saling mengedepankan saling penghargaan dan penerimaan.

Lebih lanjut Zulkifli mengatakan umat Islam harus terlibat memasuki alam demokrasi yang memungkinkan siapapun menjadi apapun yang diatur dalam konstitusi.

Sejalan dengan itu, sejatinya demokrasi melahirkan kesejahteraan bagi rakyat. Namun sayangnya, sebut Zulkifli, umumnya lahan tanah di Indonesia hanya dikuasi segelintir orang.

“Padahal dalam UUD 45 bahwa tanah dan kekayaan alam yang terkandung di negeri kita harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Inilah esensi demokrasi Pancasila,” tegasnya.

Dia mengingatkan pemuda Hidayatullah dapat mengambil peran lebih luas dalam membangun bangsa ke depan dengan memasuki ceruk yang lebih luas seperti kewirausahaan.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan umat Islam harus mandiri dengan ekonomi yang kuat. Kalau ekonomi kuat, umat akan maju. Lanjut dia, apabila pemuda tidak siap berkompetisi, maka ia bisa menjadi kuli di negeri sendiri.

“Syabab Hidayatullah harus mengerti entrepreneuer. Kejayaan Islam mudah-mudahan dari Indonesia, dan kejayaan Indonesia tercinta ini dari Hidayatullah,” harapnya di hadapan ratusan hadirin.

Pembukaan Munas VI Syabab Hidayatullah ini turut dihadiri Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad dan sejumlah tokoh diantaranya Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro, sejumlah anggota DPRD, Ketua Hidayatullah Batam KH Jamaluddin Nur dan anggota DPD RI Muhammad Asri Anas yang juga mengisi acara sosialisasi empat pilar kebangsaan dalam rangkaian acara Munas tersebut. (ybh/hio)

Buka Rakernas, Gubernur Kepri Berpesan Agar Hidayatullah Teruskan Peran Keagamaan

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA
Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA
Gubernur Riau Nurdin Basirun menyalami sejumlah peserta usai seremoni pembukaan acara Rakernas Hidayatullah
Gubernur Riau Nurdin Basirun menyalami sejumlah peserta usai seremoni pembukaan acara Rakernas Hidayatullah

Hidayatullah.or.id – Guberbur Kepri Nurdin Basirun berpesan mendorong Hidayatullah terus melanjutkan peran-peran keagamaannya di masyarakat sebagaimana yang selama ini telah digeluti.

Hal itu disampaikan Gubernur Nurdin saat membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang diselenggarakan di Kampus Peradaban Hidayatullah II Tanjunguncang, Rabu (28/12/2016).

Dalam Rakernas yang mengusung tema “Optimalisasi Gerakan Mainstream Menuju Sukses Gerakan Tarbiyah dan Dakwah” ini Gubernur Nurdin menyampaikan terimakasih kepada Hidayatullah karena mempercayakan Kepri sebagai tuan rumah untuk kegiatan tersebut.

“Saya menginginkan pembangunan di Kepri ini berdasarkan keagamaan, dan tentunya saya berharap Hidayatullah mampu memberikan kontribusi pada pemerintah daerah untuk membangun pendidikan di Kepri, khusus bidang keagamaan,” ujar Nurdin kepada ratusan peserta dan tamu undangan.

Nurdin berharap dengan Rakernas ini, para tokoh agama dapat menyumbangkan pemikiran terbaiknya untuk kemajuan Kepri maupun organisasi yang telah hadir 17 tahun ini.

“Semoga tokoh-tokoh agama yang turut hadir dikegiatan ini mampu menyumbang pemikiran-pemikiran yang bagus untuk program kerja Hidayatullah kedepannya,” katanya.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ustaz Nashirul Haq mengatakan dalam rakernas kali ini, Hidayatullah akan menyoroti peningkatan kualitas kader, kualitas anggota, pendidikan serta layanan dakwah.

Hidayatullah sendiri eksis di lembaga pendidikan, mulai tingkat sekolah dasar (SD) sampai perguruan tinggi, baik dalam bentuk pesantren, sekolah umum, yayasan-yayasan sosial, penerbitan, hingga unit-unit bisnis mikro kecil-menengah

“Sampai saat ini Hidayatullah telah membuka 300 pesantren dari setiap kabupaten kota,” katanya.

Indikator keberhasilan sebuah organisasi, sambung Nashirul, diukur sejauh mana organisasi tersebut mampu menyukseskan gerakan di bidang pendidikan dan dakwah. Baik pendidikannya formal maupun non formal, dan Hidayatullah sendiri bisa dibilang telah berhasil.

“Alhamdulillah lembaga pendidikan Hidayatullah bisa bersaing dengan sekolah negeri serta unggulan lainnya yang selama ini menjadi idola dan pilihan masyarakat,” ujarnya.

Selain konsisten bergerak serta berjuang di bidang pendidikan dan dakwah, Hidayatullah juga terjun ke berbagai kegiatan sosial ekonomi. Seperti aksi kemanusiaan, penyantunan duafa, anak yatim piatu yang terlantar.

Sedangkan untuk pengembangan ekonomi Hidayatullah memiliki usaha minimarket yang tersebar di setiap kampus Hidayatullah, sehingga ekonomi masyarakat bisa diberdayakan.

“Harapan untuk rakernas kali ini, semua pengurus Hidayatullah di seluruh Indonesia memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk menyukseskan gerakan pendidikan khususnya peningkatan layanan dakwah,” jelasnya.

Rakernas ini dihadiri 150 orang Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah dari 34 provinsi di Indonesia.

Pada kesempatan pembukaan tersebut Gubernur tampak santai dalam menyampaikan sambutannya. Ia sesekali berseloroh memancing gela tawa hadiri peserta Rakernas. Apalagi ia memang cukup dekat dengan Ketua Yayasan Hidayatullah Batam, KH Jamaluddin Nur. Nurdin “membalas”

Sebelumnya Jamaluddin dalam sambutannya selaku Ketua Panitia melemparkan joke-joke segarnya yang beberapa diantaranya mengarah kepada Nurdin yang membuat Gubernur ini sempat terpingkal. Pria yang cakap berpuisi berhasil menjadikan suasana acara semakin segar di pagi hari yang dihadiri juga oleh pejabat, tokoh masyarakat, dan anggota DPRD tersebut. (ybh/hio)