JAKARTA BARAT (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memperkuat tali silaturahmi dan membagikan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan santri Rumah Quran Darussalam yang berlokasi di Meruya Utara, Jakarta Barat, baru-baru ini, ditulis Sabtu, 12 Ramadhan 1445 (23/3/2024).
Acara yang dihadiri oleh puluhan santri ini, diisi dengan berbagai kegiatan spiritual dan pemberian paket sembako kepada para santri. Kegiatan ini merupakan bagian dari program BMH untuk mendukung kebutuhan pokok santri selama bulan Ramadhan.
Salah satu santri, Fadliansyah, menyatakan perasaannya terkait dengan acara tersebut.
“Saya merasa sangat bahagia dengan adanya buka puasa bersama ini. Terima kasih atas bantuan paket sembakonya. Semoga para donatur mendapatkan pahala yang tidak terputus,” ujar Fadliansyah dengan penuh rasa syukur.
Koordinator program BMH di Jakarta, Adi Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan salah satu usaha BMH dalam mendekatkan diri dan memberikan dukungan kepada para santri.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kami dapat berkontribusi positif dan membawa keceriaan bagi para santri, khususnya di bulan Ramadan ini,” tutur Adi Yusuf.
Adi Yusuf menambahkan, BMH terus berkomitmen untuk melakukan berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
“Melalui kegiatan-kegiatan seperti buka puasa bersama ini, BMH berharap dapat terus menyebar kebaikan dan kebahagiaan kepada lebih banyak lagi masyarakat,” tandasnya. */Herim
KEBUMEN (Hidayatullah.or.id) — Dalam suasana bulan Ramadhan yang penuh berkah, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Gerai Kebumen mempersembahkan secercah kebaikan melalui program berbagi takjil bertajuk “Takjil on The Street”.
Program ini dilaksanakan pada Jumat sore, 11 Ramadhan 1445 (22/3/2024), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan BMH dalam menyemarakkan bulan suci ini dengan tindakan nyata kepedulian sosial.
Dengan tema “Berbagi Paket Buka Puasa di Jalan”, BMH menghadirkan kebahagiaan kepada masyarakat pengguna jalan di sekitar Alun-Alun Kebumen yang masih berada dalam perjalanan saat waktu buka puasa tiba.
Sebanyak 150 paket takjil, yang terdiri dari minuman, snack, hingga makanan berat, dibagikan secara gratis. Paket-paket ini disiapkan oleh para donatur dan simpatisan BMH yang tergerak hatinya untuk berbagi di bulan yang mulia ini.
Suripto, koordinator program “Takjil on The Street” ini, mengungkapkan kebanggaannya terhadap program ini sebagai bentuk kontribusi BMH dalam menambah nilai ibadah di bulan Ramadhan.
“Ini adalah program rutin yang kami laksanakan setiap Ramadhan, dan kali ini kami melaksanakannya setiap sore hari Jumat, sebagai salah satu cara kami untuk berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Suripto.
Program ini tidak hanya tentang memberi makanan untuk berbuka puasa, tapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kebaikan di tengah masyarakat.
Kegiatan berbagi takjil di jalan oleh BMH ini diterima dengan antusias oleh masyarakat, menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama di bulan Ramadhan.
Kata Suripto, BMH berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak lagi individu dan lembaga untuk melakukan kebaikan serupa.
“Dengan semangat Ramadhan, mari kita tingkatkan kepedulian dan bantuan kepada sesama, menjadikan bulan suci ini sebagai momentum untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.” ajaknya menandaskan.*/Herim
SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda menyelenggarakan acara Law Training bertajuk “Guru Cerdas Hukum: Menyiapkan Guru Paham Hukum, Antisipasi Pelanggaran Pidana dalam Proses Pendidikan” pada Kamis, 10 Ramadhan 1445 (21/3/2024).
Acara ini menghadirkan narasumber Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Ust. Dr. Dudung A. Abdullah, SH, MH, M.Ag, dan diikuti oleh 50 peserta dari kalangan pendidik dan tenaga kependidikan di Kampus Utama Hidayatullah Samarinda.
Ketua Yayasan Kampus Utama Hidayatullah Samarinda, KH. Hizbullah Abdullah Said, membuka acara dan menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momen tepat untuk meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam hal memahami hukum.
“Guru yang memahami aturan hukum akan mampu memperlakukan anak didiknya dengan lebih baik,” kata Hizbullah.
Dudung A. Abdullah, dalam paparannya, membahas topik “Menjadi Dai Cerdas Hukum di Era Digital Upaya Menghindari Pelanggaran Hukum dalam Pembinaan Ummat”.
Dudung menekankan pentingnya bagi para pendidik untuk memahami arus informasi yang deras di era digital, terutama di media sosial.
“Netizen, termasuk pendidik, harus mampu memilah, mengklarifikasi, memverifikasi, dan mengkonfirmasi konten sosmed yang shahih, aman secara hukum, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Dudung.
Pentingnya Memahami Regulasi dalam Kependidikan Anak
Dudung juga menjelaskan tentang pentingnya memahami regulasi dalam kependidikan anak, khususnya Pasal 54 Undang Undang No 35 Tahun 2014 yang melindungi anak dari tindakan kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan lainnya.
Dalam pada itu, Dudung mendorong satuan pendidik untuk lebih melek teknologi dan hukum agar bijak dalam bermedia sosial dan mampu mendidik dengan baik tanpa melakukan pelanggaran.
“Guru harus memahami dampak negatif penggunaan hukuman fisik dan mampu mengatur emosinya. Jangan sampai guru hanya melihat siswa sebagai pelanggar kedisiplinan tanpa memahami penyebabnya,” tandas Dudung.
Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kaltim, Sirajuddin Rajab, yang turut mendukung dan menghadiri kegiatan mengapresiasi kegiatan pelatihan hukum untuk satuan pendidikan ini.
Menurut Sirajuddin, acara Law Training “Guru Cerdas Hukum” merupakan langkah penting untuk meningkatkan pemahaman hukum para pendidik di era digital.
“Dengan memahami hukum, guru dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik dan melindungi anak didik dari berbagai bentuk pelanggaran,” imbuhnya menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)
PERUBAHAN adalah sebuah keniscayaan. Sebagaimana yang terjadi pada setiap individu dan organisasi dewasa ini, dimana dunia terus berubah dengan cepat. Sehingga setiap organisasi harus mampu beradaptasi dan berkembang untuk tetap relevan dan kompetitif.
Konsekwensinya, setiap organisasi dituntut untuk mampu menghadapi perubahan bahkan merancang perubahan untuk setidaknya dalam rangka menyelamatnan organisasi itu sendiri.
Sebagaimana kita pahami, ada sebuah metafora bahwa organisasi itu ibarat organisme. Sehingga dia seperti makhluk hidup lainnya, sehingga membutuhkan penyegaran secara berkala untuk tetap hidup, tumbuh, dan berkembang.
Tanpa penyegaran, organisasi cenderung stagnan, tak bertenaga, layu, rapuh, bahkan bisa jadi mati, karena rentan terhadap perubahan eksternal yang cepat dan penuh ketidakpastian.
Salah satu alasan utama mengapa penyegaran organisasi penting adalah agar dapat selalu memperbarui energi dengan ide-ide segar yang menantang.
Dengan memperkenalkan anggota dan terutama pemimpin baru dengan segala bentuk dan model gagasan dan pandangan yang segar dan berbeda, bahkan bisa jadi out of the box yang keluar dari pakem yang ada. Maka organisasi dapat menghindari jebakan pemikiran yang monoton dan out of date, selanjutnya dapat menciptakan lingkungan yang lebih dinamis dan kreatif.
Sehingga, salah satu kunci utama dalam menjaga kesegaran organisasi adalah melalui pengembangan kebijakan regenerasi talenta yang berkelanjutan. Kebijakan ini tidak hanya memastikan kelangsungan hidup organisasi, tetapi juga memperkuat fondasi untuk pertumbuhan dan inovasi di masa depan.
Penyegaran organisasi melalui regenerasi talenta adalah modal dasar untuk menghadapi tantangan-tantangan baru, menjaga relevansi, dan mendorong inovasi.
Urgensi Regenerasi Talenta
Talenta dalam konteks organisasi merujuk pada kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan potensi individu yang dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemajuan, kesuksesan, dan keberlangsungan organisasi.
Talenta tidak hanya mencakup kualifikasi skil teknis atau akademis semata, tetapi juga meliputi aspek kepemimpinan, kepribadian, kemampuan interpersonal, critical thinking, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan.
Dengan demikian, regenerasi dalam perspektif organisasi mengacu pada proses pembaruan dan pemulihan sumber daya manusia yang dimiliki organisasi.
Pembaruan ini termasuk tidak hanya penggantian struktur dan keluar masuknya anggota, tetapi juga pengembangan dan pemberdayaan talenta yang ada di dalam organisasi untuk di-upgrade, dalam rangka mengisi peran-peran kunci di masa depan.
Regenerasi tidak hanya tentang menambah jumlah pemimpin-pemimpin baru, tetapi juga tentang memastikan bahwa organisasi memiliki persediaan sumber daya manusia yang relevan, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dengan demikian, regenerasi dalam konteks organisasi merupakan proses yang komprehensif untuk memastikan keberlangsungan organisasi dengan mempersiapkan dan mengembangkan talenta yang ada, serta memastikan bahwa organisasi memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.
Proses tersebut juga melibatkan perubahan budaya dan sistem dalam organisasi untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan talenta secara berkelanjutan.
Kebijakan Afirmatif dan Kolaboratif
Untuk memastikan regenerasi talenta yang berkelanjutan, organisasi perlu mengembangkan kebijakan yang bersifat afirmatif. Keberpihakan dari pucuk pimpinan dalam proses regenerasi talenta ini, memiliki peran sentral dan mendasar.
Sehingga, kebijakan afirmatif ini, juga dibarengi dengan ketersediaan anggaran dan sumberdaya lainnya untuk memberikan daya dukung yang memadai. Sebab hal ini menjadi salah satu proyek strategis organisai yang sering diabaikan.
Sehingga kebijakan tersebut mencakup pembuatan program-program pengembangan anggota dan kepemimpinan, perekrutan, dan seleksi yang cermat, serta pembinaan yang berkesinambungan.
Kebijakan ini juga harus memperhatikan keberagaman dan inklusi, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama, meskipun dengan treatment yang berbeda sesuai minat bakat dan passion-nya, untuk berkembang dan berkontribusi dalam organisasi.
Pada saat bersamaan, organisasi juga perlu mengembangkan kebijakan regenerasi talenta yang komprehensif dan kolaboratif. Hal ini meliputi penetapan visi dan strategi jangka panjang, investasi dalam pengembangan anggota, pembangunan budaya organisasi yang mendukung pertumbuhan, serta penerapan teknologi dan metode yang inovatif. Sehingga semangat kebersamaan yang dibingkai dalam kebijakan yang kolaboratif akan menjadi kekuatan organisasi kedepan.
Merumuskan Kebijakan yang Efektif
Regenarasi sebagaimana diuraikan di atas, dimana regenerasi talenta ini menjadi proyek strategis dalam organisasi maka, tidak bisa dirumuskan serampangan. Sehingga, agar regenerasi talenta dapat berjalan dengan baik, setidaknya ada lima poin yang dapat ditawarkan bagaimana mengembangkan kebijakan regenerasi talenta yang efektif.
Pertama, Identifikasi dan Evaluasi Bakat Internal
Langkah pertama dimulai dengan mengidentifikasi bakat-bakat (talenta) yang ada di dalam organisasi. Evaluasilah anggota dan semua jenjang level kepemimpinan secara holistik, termasuk keterampilan, pengetahuan, kepribadian, dan potensi untuk pengembangan karir. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan individu, organisasi dapat menentukan area di mana mereka dapat memberikan kontribusi yang maksimal. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkat talent mapping atau talent assessment.
Kedua, Penyusunan Rencana Pengembangan Karir
Setelah bakat-bakat diidentifikasi, buatlah rencana pengembangan karir (career path) yang jelas dan terstruktur untuk setiap anggota terutama yang berada dalam struktur. Rencana ini harus mencakup tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang, pelatihan dan pengembangan keterampilan yang diperlukan, serta jalur promosi dan penghargaan yang diinginkan. Dengan memberikan arah yang jelas kepada anggoga, mereka akan merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang, sekaligus merasa memiliki, dan pada akhirnya membesarkan organisasi.
Ketiga, Pembentukan Budaya Pembelajaran dan Pertumbuhan
Budayakan lingkungan di mana pembelajaran dan pertumbuhan dihargai dan didorong. Dorong anggota untuk terlibat dalam pelatihan, kursus, atau program pengembangan lainnya. Selain itu, fasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar anggota melalui mentoring, kolaborasi proyek, atau komunitas praktik. Organisasi juga menyiapkan fasilitas, sekaligus membuka akser sumber bacaan dan referensi, baik yang sifatnya hard copy maupun digital. Dengan menciptakan budaya yang mendukung pembelajaran kontinu, organisasi dapat memastikan bahwa talenta terus berkembang. Sehingga akan menjadi learning organization (organisasi pembelajar).
Keempat, Promosi Berdasarkan Prestasi dan Potensi
Gunakan pendekatan yang adil dan transparan dalam proses promosi. Gunakan model meritokrasi. Sehingga, evaluasi anggota berdasarkan kinerja dan potensi, bukan hanya senioritas atau hubungan pribadi. Berikan kesempatan bagi individu yang telah berhasil menunjukkan kemampuan dan dedikasi untuk memajukan karir mereka di dalam organisasi. Dengan demikian, organisasi akan mempertahankan talenta terbaiknya dan mendorong semangat kompetisi yang sehat di antara anggota.
Kelima, Pengembangan Kepemimpinan
Salah satu aspek penting dari regenerasi talenta adalah pengembangan pemimpin masa depan dari dalam organisasi. Identifikasi anggota yang memiliki potensi kepemimpinan dan berikan mereka kesempatan untuk mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar. Sediakan program pelatihan kepemimpinan yang komprehensif dan mentorship untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang sebagai pemimpin yang efektif. Dengan mengembangkan kepemimpinan internal, organisasi akan memiliki basis yang kuat untuk pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang.
Hambatan dan Tantangan
Meskipun ini merpakan proyek strategis, bukan berarti akan berjalan mulus, selalu saja dalam perjalannya akan menghadapi hambatan dan tantangan.
Sejak dini kita perlu untuk memngidentidikasikan hambatan dan kendala ini, yang jika dirumuskan setidaknya dapat diuraikan sebagai berikut:
Pertama, Ketidakcocokan Keterampilan
Salah satu tantangan utama dalam regenerasi talenta adalah ketidakcocokan keterampilan antara keterampilan yang dimiliki oleh anngota yang dipromosikan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh organisasi. Hal ini dapat terjadi karena perubahan teknologi, perubahan pasar, dan perubahan dalam kebutuhan organisasi.
Kedua, Ketidaksepakatan Generasi
Tantangan lain dalam regenerasi talenta adalah ketidaksepakatan generasi antara generasi tua dan generasi muda. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan nilai, budaya kerja, dan cara berkomunikasi. Generasi muda seringkali memiliki nilai dan budaya yang berbeda dengan generasi yang lebih tua. Hal ini dapat menyebabkan konflik dalam hal cara kerja dan cara mereka melihat organisasi. Dan tidak menutup kemungkian generasi senior memang tidak mau atau setidaknya enggan untuk diganti oleh generasi muda.
Ketiga, Kesempatan Terbatas
Tantangan lain dalam regenerasi talenta adalah kesempatan yang terbatas bagi pemimpin muda. Ketidakpercayaan generasi seior terhadap generasi muda untuk menapaki karir yang lebih tinggi seringkali menjadi penghambat. Sebab, di banyak organisasi, terdapat hierarki yang kaku yang membuat talenta muda sulit untuk naik ke posisi kepemimpinan. Hal ini dapat menyebabkan talenta muda akan meninggalkan organisasi.
Keempat, Keterbatasan Sumber Daya
Regenerasi talenta seringkali memerlukan investasi yang signifikan dalam hal waktu, tenaga, dan sumber daya keuangan. Namun, organisasi mungkin menghadapi keterbatasan sumber daya, baik itu dalam hal anggaran untuk pelatihan dan pengembangan, infrastruktur untuk program pengembangan karir, atau personil yang dapat mendukung inisiatif regenerasi talenta. Keterbatasan sumberdaya ini, menyebabkan alih generasi akan terhambat, berjalan lamban, bahkan bisa jadi gagal.
Kelima, Resistensi terhadap Perubahan
Regenerasi talenta sering kali melibatkan perubahan dalam budaya organisasi, struktur, dan praktik kerja. Mengatasi resistensi terhadap perubahan dari anggota yang mungkin terbiasa dengan cara kerja yang lama dapat menjadi tantangan yang signifikan dalam proses regenerasi talenta. Diperlukan komunikasi yang efektif, pemimpin yang visioner, dan upaya pengelolaan perubahan yang terarah untuk mengatasi tantangan ini.
Jalan Keluar
Agar regenerasi talenta dalam organisasi ini berjalan dengan baik, maka berbagai hambatan dan kendala tersebut perlu dicarikan jalan keluar yang tepat. Beberapa solusi yang ditawarkan, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pertama, Pengembangan Budaya Organisasi yang Terbuka terhadap Perubahan
Membangun budaya organisasi yang terbuka terhadap perubahan dapat dilakukan melalui komunikasi yang transparan, partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan, dan pendekatan berbasis tim dalam memperkenalkan perubahan. Manajemen harus menjadi contoh dalam menerima dan mendorong inovasi serta berkomunikasi dengan jelas tentang alasan di balik perubahan.
Kedua, Peningkatan Branding dan Reputasi Organisasi
Untuk mengatasi persaingan eksternal yang ketat dalam menarik bakat baru, organisasi perlu meningkatkan branding dan reputasinya sebagai tempat kerja yang menarik. Ini dapat dilakukan melalui promosi kultur kerja yang inklusif, program pengembangan kepemimpinan anggota yang spesial, serta penekanan pada nilai-nilai dan tujuan organisasi yang menarik.
Ketiga, Optimalisasi Penggunaan Sumber Daya yang Tersedia
Sementara organisasi mungkin menghadapi keterbatasan sumber daya, penting untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Ini termasuk mengalokasikan anggaran secara efisien, memanfaatkan teknologi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi, serta memanfaatkan tenaga kerja internal untuk melaksanakan program regenerasi talenta.
Keempat, Penggunaan Metode Penilaian dan Evaluasi yang Holistik
Untuk mengidentifikasi bakat yang tepat, organisasi perlu menggunakan metode penilaian dan evaluasi yang holistik. Ini bisa mencakup asesmen keterampilan, tes psikologi, serta evaluasi kinerja yang komprehensif. Dengan pendekatan yang holistik, organisasi dapat memastikan bahwa mereka mengidentifikasi bakat yang memiliki potensi untuk berkembang di dalam organisasi.
Kelima, Pembangunan Program Pengembangan Karir yang Terstruktur
Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi talenta yang ada, organisasi perlu membangun program pengembangan karir yang terstruktur dan berkelanjutan. Ini bisa mencakup pelatihan dan pengembangan keterampilan, program mentorship, serta kesempatan untuk meningkatkan tanggung jawab dan mengambil peran kepemimpinan.
Dengan memberikan jalur karir yang jelas dan peluang untuk pengembangan pribadi, organisasi dapat memastikan bahwa talenta mereka tetap terlibat dan termotivasi.
Penutup
Mengembangkan kebijakan regenerasi talenta yang berkelanjutan adalah langkah penting bagi organisasi yang ingin tetap relevan dan kompetitif di masa depan.
Dengan memperhatikan pentingnya talenta, menerapkan kebijakan yang afirmatif, dan mengatasi tantangan internal dan eksternal, organisasi dapat menyegarkan diri, mengembangkan potensi internal mereka, dan menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan demikian maka, penyegaran organisasi melalui pengembangan kebijakan regenerasi talenta yang berkelanjutan bukanlah pilihan, tetapi suatu kebutuhan dan keharusan.
Hanya dengan mempersiapkan talenta-talenta baru dan menghadapi tantangan internal dan eksternal dengan bijaksana, organisasi dapat tetap relevan dan bersaing di era yang terus berubah ini.[]
*) Asih Subagyo,Penulis adalah Peneliti Senior Hidayullah Institute
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dalam sebuah pertemuan virtual yang diadakan oleh Dewan Murabbi Pusat pada Sabtu, 12 Ramadhan 1445 (23/3/2024), Ustadz Hamim Thohari memberikan pesan penting kepada para murabbi yang berasal dari tiga wilayah di Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Pertemuan yang berlangsung melalui Zoom ini dihadiri oleh para pendidik dan murabbi yang berkecimpung dalam membimbing umat.
Ustadz Hamim Thohari menekankan pentingnya memiliki kekuatan utama berupa keimanan yang kokoh, ditopang oleh praktik ibadah seperti shalat, puasa, dan sikap sabar sebagai sarana mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Kolumnis Majalah Hidayatullah itu juga menjelaskan bahwa shalat tidak hanya sekedar kewajiban, namun harus bisa melahirkan sikap yang menjauhi perbuatan keji dan mungkar. Sementara itu, puasa dianggap sebagai cara yang efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Ustadz Hamim menegaskan bahwa kesabaran merupakan elemen yang jauh lebih penting; sebuah kunci dari segala bentuk keberhasilan.
“Melalui pesan utama yang terkandung dalam Surah Yusuf, dalam menghadapi ujian demi ujian yang berat dan melelahkan, akhirnya membawanya kepada kemenangan dengan pertolongan Allah SWT berkat kesabarannya,” katanya.
“Nabi Yusuf AS dipuji karena memiliki pengendalian diri yang luar biasa, sebuah sifat yang harus diteladani oleh setiap murabbi,” papar Ustadz Hamim.
Pertemuan yang dimoderatori Mas Imam Nawawi itu menjadi momentum untuk mengingatkan para murabbi akan pentingnya membangun karakter dan kekuatan spiritual dalam mendidik umat.
“Dengan mengikuti jejak Nabi Yusuf AS dalam bersabar dan beriman, insya Allah kita dapat menjadi contoh yang baik dan membawa umat kepada pertolongan serta ridha Allah SWT,” tutup Ustadz Hamim. (ybh/hidayatullah.or.id)
HALTIM (Hidayatullah.or.id) — Dalam nuansa kebersamaan yang hangat, sebuah kegiatan buka puasa bersama sukses dilaksanakan di tengah-tengah keheningan pedalaman Halmahera, menyatukan hati antara anak-anak santri dan mualaf dengan penuh kegembiraan.
Selama empat hari berturut-turut, dari tanggal 8-11 Ramadhan 1445 (19-22/3/2024), Pondok Pesantren Rimba Maba Utara di Halmahera Timur menjadi saksi bisu kegiatan yang penuh makna ini.
Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai momen berbuka puasa bersama, tapi juga sebagai sarana pembinaan spiritual melalui pesantren ramadhan khusus bagi anak-anak santri dari daerah pedalaman serta mualaf dari suku Togutil.
Kepala BMH Maluku Utara, Nur Hadi, menyebutkan lebih dari 30 santri, yang berasal dari sekitar wilayah tersebut dan beberapa di antaranya bahkan tinggal di dalam hutan, bergabung dalam kegiatan ini.
“Dengan semangat yang berkobar, mereka berjalan kaki menuju pondok pesantren untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang telah disiapkan,” terang Kepala BMH Maluku Utara, Nur Hadi, Jum’at (22/3/2024).
Kendala fasilitas yang terbatas tidak sedikit pun mengurangi antusiasme mereka.
Keberadaan mereka selama tiga hari penuh menjadi bukti nyata dari kegigihan dan keinginan kuat untuk belajar serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Pengorganisasian kegiatan buka puasa bersama ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama para donatur yang telah memberikan support dan bantuan demi kelancaran acara.
Ucapan terima kasih yang tulus dihaturkan kepada semua yang telah berkontribusi, baik moril maupun materiil.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sebagai momen berbagi kebahagiaan, tapi juga sebagai sarana untuk terus menyebarkan syiar Islam di daerah pedalaman Halmahera.
Dengan kegiatan ini, harapan agar nilai-nilai Islam terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak santri dan mualaf di pedalaman Halmahera, semakin nyata.
“Semoga kebersamaan dan pembinaan rohani yang dilakukan selama Ramadhan ini menjadi titik awal dari banyak kegiatan positif lainnya yang akan terus menyemai kebaikan di hati setiap individu. Aamiin,” tutup Nur Hadi.*/Herim
AMBON (Hidayatullah.or.id) — Dalam suasana penuh berkah di bulan suci Ramadhan, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Maluku bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku untuk turut serta merayakan Festival Ramadhan 1445 H yang bertajuk “Asyik Bersama Gusmen”.
Acara ini diadakan di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku sebagai bagian dari upaya kolaboratif dalam menyebarkan semangat dan nilai kebaikan pada Jum’at, 11 Ramadhan 1445 (22/3/2024).
Festival ini mengusung tema kolaborasi “Sejuta Cinta”, yang merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten.
Kegiatan ini menandai pemberian bantuan sebanyak 1,2 juta paket sembako yang dilakukan secara serentak, sebuah inisiatif yang akan tercatat dalam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Dr. H. Yamin S.Ag, M.Ag, selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, mengungkapkan apresiasinya atas kontribusi semua pihak yang terlibat dalam festival ini.
“Ini merupakan bagian dari jejak kebaikan. Kami berharap semua pihak tidak hanya melihat dari isi paket bantuan, tapi lebih kepada nilai kebersamaan dan berbagi kebaikan yang menjadi inti dari kegiatan ini. Semoga kebaikan ini mendapat ridho dari Allah SWT,” tutur Dr. Yamin.
Dalam rangkaian acara tersebut, Laznas BMH Maluku turut memberikan kontribusi berupa 20 paket bingkisan Ramadhan kepada para santri penghafal Al-Qur’an.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan Laznas Baitul Maal Hidayatullah Maluku, Zulkarnain menegaskan kembali komitmen mereka dalam mengusung gerakan kebaikan.
“Kami percaya bahwa bergerak bersama dalam kebaikan adalah jalan menuju kebahagiaan dan berbagi. Alhamdulillah, hari ini kami bisa langsung terlibat dalam memberikan dukungan kepada para santri penghafal Qur’an,” ucapnya, menandakan kebanggaan BMH Maluku dalam menjadi bagian dari perayaan berharga ini,” tuturnya.*/Herim
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam semangat bulan suci Ramadhan, para marbot masjid dan musholla di Balikpapan dan Samboja mendapatkan kejutan yang menyenangkan, Jum’at, 11 Ramadhan 1445 (22/3/2024).
Melalui kerja sama antara Komunitas Gerakan Nikmatnya Berbagi (GNB) dan Baitul Maal Hidayatullah (BMH), sebanyak 10 paket sembako telah berhasil didistribusikan kepada mereka yang melayani di Musholla Nur Rahman KM. 36 Samboja, Masjid Hayatul Mubarokah KM. 28, dan Masjid Al Hikmah Teritip, Balikpapan Timur baru-baru ini.
Paket bingkisan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kg, gula 2 kg, minyak 1 liter, dan susu kaleng, ini merupakan bentuk apresiasi dan dukungan untuk para marbot yang telah dengan tulus melayani umat di masjid dan musholla.
“Tim BMH mendistribusikan secara langsung bantuan untuk marbot masjid/musholla. Jazakumullah, program ini terlaksana atas kerjasama GNB melalui beberapa program Ramadhan,” ujar Achmad Rifai selaku Kadiv Programd an Pemberdayaan BMH Kaltim.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para marbot dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari selama bulan Ramadhan. Selain itu, program ini juga merupakan salah satu cara untuk mengakui dan menghargai peran penting marbot dalam menjaga dan melayani masjid atau musholla.
Salah satu penerima manfaat, Pak Hasrah dari Masjid Al Hikmah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada BMH dan GNB atas bantuan bingkisan. Semoga Allah membalas dengan kebaikan,” tuturnya.
Program Bingkisan Ramadhan ini merupakan bukti nyata dari kepedulian dan solidaritas komunitas Muslim dalam membantu sesama, khususnya mereka yang berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
Harapannya, inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas lagi di masa yang akan datang.*/Herim
PALU (Hidayatullah.or.id) – Dalam semangat bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Sulawesi Tengah turut serta dalam kolaborasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah dan lembaga zakat nasional lainnya, menyerahkan sebanyak 50 paket bingkisan Ramadhan, Jum’at, 11 Ramadhan 1445 (22/3/2024).
Penyerahan ini merupakan bagian dari rangkaian acara “Ramadhan Asyik Bersama Gusmen: Kolaborasi Sejuta Cinta”, sebuah inisiatif yang menggandeng berbagai pihak untuk berbagi kebahagiaan di bulan puasa.
Acara penyerahan simbolis paket bingkisan Ramadhan dilakukan di kantor Kemenag Sulawesi Tengah, dengan Dr. Junaedi, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah, sebagai penerima.
Dr. Junaedi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMH Perwakilan Sulawesi Tengah atas kontribusi signifikan mereka dalam kegiatan kolaboratif ini.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BMH Perwakilan Sulawesi Tengah yang telah berkenan menyumbangkan sebanyak 50 paket bingkisan Ramadhan. Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk memastikan bulan Ramadhan ini bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” ungkap Dr. Junaedi.
Lasamuri, Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Tengah, menyatakan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam acara yang penuh makna ini.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari kepedulian kita semua terhadap kebutuhan masyarakat di bulan yang penuh berkah ini. Kami berharap, bingkisan yang kami salurkan dapat membawa keceriaan dan membantu mereka yang membutuhkan,” kata Lasamuri.
Kegiatan ini tidak hanya sebagai momen berbagi, tapi juga sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahmi antar lembaga dan masyarakat. Diharapkan, inisiatif serupa dapat terus berkembang dan meluas, membawa dampak positif yang lebih besar lagi di masa mendatang.*/Herim
ANATOMI organisasi dapat analogikan dengan struktur tubuh manusia, di mana setiap bagian memiliki fungsi serta pola keterkaitan hubungan yang terkoordinasi untuk mencapai tujuan keseluruhan.
Seperti jaringan, organ, dan sistem dalam tubuh manusia yang bekerja sama untuk menjaga sirkulasi, kesehatan dan kinerja, elemen-elemen seperti struktur hierarkis, aliran informasi, proses operasional, dan budaya organisasi dalam anatomi organisasi berperan dalam menciptakan keseimbangan dan kinerja optimal.
Sama seperti gangguan dalam satu bagian tubuh dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan, ketidakseimbangan atau ketidakcocokan dalam struktur organisasi dapat menghambat kinerja dan keberlanjutan organisasi secara keseluruhan.
Demikian juga, jika nutrisi yang kurang serta sirkulasi darah yang tidak lancar, dapat menyebabkan stunting, gizi buruk ataupun penyakit lainnya.
Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang anatomi organisasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dan mencapai tujuan strategisnya.
Dengan demikian maka, memahami anatomi organisasi juga menjadi landasan dalam pengambilan keputusan strategis, restrukturisasi, penyusunan program kerja, pengukuran kinerja dan termasuk di dalamnya transformasi organisasi yang diperlukan untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal dan mencapai tujuan jangka panjang.
Oleh karenanya, pemahaman yang mendalam tentang anatomi organisasi merupakan elemen kunci dalam pengelolaan dan pengembangan organisasi yang unggul dan berkelanjutan.
Urgensi Membedah Anatomi Organisasi
Membedah anatomi organisasi menjadi suatu keharusan yang mendesak dalam dunia yang terus berubah dengan cepat. Analogi dengan dunia medis, memahami struktur dan fungsi setiap bagian organisasi mirip dengan diagnosis yang akurat dalam mengidentifikasi penyakit dan kelemahan yang mungkin ada.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang anatomi organisasi, seorang pemimpin dapat mengidentifikasi kekuatan yang perlu ditingkatkan, kelemahan yang harus diatasi, dan ancaman yang harus diantisipasi serta peluang yang mesti dimanfaatkan.
Hal tesebut memberikan landasan yang kuat untuk pengambilan keputusan yang strategis, restrukturisasi yang efektif, dan inovasi yang relevan, yang semuanya penting untuk menjaga relevansi, daya saing, dan keberlanjutan organisasi dalam lingkungan kehidupan yang serba cepat ini.
Selain itu, membedah anatomi organisasi juga membuka peluang untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas organisasi secara keseluruhan.
Dengan memahami bagaimana setiap elemen dalam organisasi saling terhubung dan berinteraksi, pemimpin dapat mengidentifikasi titik lemah dan area yang memerlukan perbaikan.
Pemahaman terhadap tersebut memungkinkan pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional, efektifitas kinerja, meningkatkan kolaborasi antarbagian, dan memperkuat budaya kerja yang positif.
Dengan demikian, membedah anatomi organisasi bukan hanya tentang mengidentifikasi masalah, tetapi juga tentang menciptakan kesempatan untuk pertumbuhan, peningkatan kinerja, dan pencapaian tujuan jangka panjang organisasi.
Tujuh Langkah
Untuk melekakukan pembedahan anatomi organisasi secara komprehensip, setidaknya diperlukan identifikasi yang menyeluruh agar secara obyektif mendapatkan data dan informasi kekinian, sekaligus menemukan relevansinya dengan realitas internal dan eksternal, baik untuk melihat apa yang terjadi saat ini ataupun untuk kepentingan antisipasi ke masa depan.
Setidaknya ada tujuh langkah yang ditawarkan untuk membedah anatomi organisasi dimaksud, secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut:
Pertama, Menelaah Struktur Organisasi yang Ada
Langkah pertama dalam membedah anatomi organisasi adalah dengan menelaah struktur yang ada. Apakah struktur yang ada saat ini berjalan dengan baik dan dapat bekerja secara optimal atau tidak. Ini melibatkan penelitian mendalam tentang hierarki, aliran komunikasi, rentang kendali, garis komando, dan hubungan antarbagian dalam organisasi. Dengan pemahaman yang kuat tentang bagaimana organisasi beroperasi, kita dapat mulai mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan atau penyempurnaan.
Kedua, Memahami Budaya dan Nilai Organisasi
Tidak hanya penting untuk memahami struktur formal organisasi, tetapi juga budaya dan nilai-nilai yang melandasi setiap tindakan dan keputusan. Budaya yang kuat semestinya berbasiskanjatidiri organisasi yang bersumber dari nilai-nilai yang terinternalisasi dalam semua lapisan sehingga dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan organisasi, termasuk tata kelola dan praktik manajemen. Oleh karena itu, memahami aspek ini menjadi kunci dalam membedah anatomi organisasi, agar tidak menyimpang dari visi,misi dan tujuan organisasi.
Ketiga, Menilai Kinerja dan Kepatuhan
Bagian lain dari membedah anatomi organisasi adalah dengan menilai kinerja dan kepatuhan terhadap standar dan regulasi yang berlaku. Setiap indikator kinerja dapat diukur dengan menggunakan parametaer dan pisau analisis yang teretandar dan disepakati. Ini melibatkan peninjauan terhadap proses-proses operasional, pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan yang relevan. Dengan pemahaman yang jelas tentang di mana organisasi berdiri dalam hal kinerja dan kepatuhan, kita dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan.
Keempat, Mengidentifikasi Tantangan dan Peluang
Saat membedah anatomi organisasi, tidak dapat dihindari bahwa kita akan menemui tantangan dan peluang. Memanfaatkan SWOT dan PeSTLE Analysis, sangat memudahkan dalam proses ini. Sehingga tantangan seperti resistensi terhadap perubahan, kekakuan struktural, atau kurangnya transparansi mungkin muncul. Namun, di sisi lain, kita juga mungkin menemukan peluang untuk inovasi, kolaborasi yang lebih baik, atau peningkatan efisiensi. Mengidentifikasi kedua aspek ini adalah langkah penting dalam merancang tata kelola organisasi yang relevan.
Kelima, Menyusun Rencana Transformasi Organisasi
Setelah titik lemah diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah menyusun rencana transformasi organisasi yang komprehensif. Merencanakan transformasi organisasi berarti melakukan serangkaian tahapan untuk mempersiapkan agar organisasi dapat terus relevan disepanjang waktu, sehingga merupakan proses yang kompleks dan komprehensip. Ini mungkin akan melibatkan restrukturisasi struktural, peningkatan budaya kerja, investasi dalam teknologi baru, atau pengembangan keterampilan dan kapasitas anggota dan tim.
Keenam, Mengukur Kemajuan dan Kesuksesan Transformasi
Tidak hanya penting untuk menyusun rencana transformasi, tetapi juga untuk terus memantau dan mengukur kemajuan dan kesuksesannya. Dalam tahapan ini, maka monitoring dan evalusi menjadi kunci, sehingga akan didapatkan feedback, sebagai bahan untuk melakukan adjustment, ataupun perubahan dan perbaikan dalam proses transformasi organisasi dimaksud. Dengan memperhatikan indikator kinerja yang relevan, organisasi dapat menyesuaikan strategi transformasi mereka sesuai dengan keadaan yang terus berubah.
Ketujuh, Mengembangkan Rencana Aksi
Berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari proses membedah anatomi organisasi, langkah terakhir adalah mengembangkan rencana aksi yang komprehensif. Rencana ini harus mencakup langkah-langkah konkret untuk meningkatkan tata kelola, mengatasi tantangan yang diidentifikasi, dan memanfaatkan peluang yang ada. Ini juga harus melibatkan seluruh stakeholder dalam organisasi untuk memastikan dukungan dan keterlibatan yang kuat.
Penutup
Melihat kembali anatomi organisasi sesungguhnya menjadi langkah awal yang penting dalam mempersiapkan transformasi organisasi yang sukses.
Dengan memahami kekuatan dan kelemahan struktur dan budaya organisasi saat ini, serta dengan menyusun rencana transformasi yang tepat dan mengatasi tantangan yang muncul, organisasi dapat mengambil langkah-langkah proaktif untuk tetap relevan dan berkembang di tengah disrupsi yang tak terelakkan.
Dengan demikian, mereka dapat menjadi lebih adaptif, responsif, dan inovatif dalam menghadapi tantangan masa depan.
Akhirnya, membedah anatomi organisasi adalah langkah kritis dan strategis setidaknya dalam rangka menyiapkan tata kelola yang relevan sepanjang jaman.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang struktur, budaya, kinerja, serta tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi, kita dapat merancang sistem yang adaptif, responsif, dan efektif.
Dengan begitu, organisasi dapat terus tumbuh, berkembang dan berhasil dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal yang terus berubah dan dinamis.[]
*) Asih Subagyo, Penulis adalah Peneliti Senior Hidayatullah Institute