Beranda blog Halaman 209

Laznas BMH Gandeng BEM STIE Hidayatullah Lakukan Geber Masjid Semarakkan Ramadhan

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Departemen Dakwah dan Hubungan Kemasyarakatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok berkolaborasi dengan Laznas BMH menyelenggarakan kegiatan Gerakan Bersih bersih (Geber) Masjid dengan tema “Bahagia dengan Berbagi”.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari di beberapa masjid di kawasan Depok ini merupakan bagian dari semarak menyambut bulan suci Ramadhan, pada tanggal 9 dan 10 Maret 2024.

Adapun masjid yang menjadi sasaran Geber Masjid adalah Mushalla Al Ishlah di Perumahan Greenery Jamaica, Jalan Raya Pondok Rajeg, Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Lalu ada Masjid Jihadul Akbar di Jalan Swadaya, Pondok Rajeg, RT 05/RW 01, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Bogor.

Berikutnya kegiatan dilakukan di Mushalla Multazam yang berlokasi di Jalan Raya Kampung Sawah, RT 01/ RW 04, Pasar Pucung, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Ketua BEM STIE Hidayatullah Giri Novela Azali yang juga koordinator kegiatan ini mengatakan bahwa agenda ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat oleh mahasiswa agar semakin memiliki kepekaan untuk terlibat dalam menyelesaikan berbagai problem sosial di lingkungannya.

Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Laznas BMH yang telah mendukung penuh kegiatan ini.

“Kegiatan Geber Masjid ini bertujuan untuk membersihkan setiap sudut lingkungan rumah ibadah, membersihkan parit atau selokan, mencuci dan membersihkan kamar mandi dan toilet, serta memberikan perlengkapan kebersihan kepada setiap masjid yang disasar,” jelas Giri.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa STIE Hidayatullah dan anggota Laznas BMH. Mereka terlihat antusias membersihkan setiap sudut masjid dengan penuh semangat.

“Alhamdulillah, kami sangat senang bisa membantu membersihkan masjid di sekitar kampus. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadikan masjid sebagai tempat yang nyaman untuk beribadah,” ujar Abdullah Stalin, salah seorang peserta Geber Masjid.

Kegiatan Geber Masjid ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BEM STIE Hidayatullah terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah sosial dan menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurut Giri, Geber Masjid memiliki banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kebersihan masjid dan lingkungan sekitarnya dan menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap masjid.

“Selain itu, kegiatan ini diharapkan semakin mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat serta memberikan contoh tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” imbuh Giri.

Dia menambahkan, BEM STIE Hidayatullah berharap kegiatan Geber Masjid dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin tahunan. “Diharapkan juga kegiatan ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk melakukan kegiatan serupa secara sinergis kolaboratif,” tukasnya.

Selain di bidang akademik, BEM STIE Hidayatullah sebagai organisasi mahasiswa intra kampus juga aktif bergerak di bidang dakwah dan hubungan kemasyarakatan.

“BEM STIE Hidayatullah memiliki visi untuk menjadi organisasi mahasiswa intra kampus yang terdepan dalam mewujudkan mahasiswa yang gemar berkarya, beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia,” imbuhnya menandaskan. (ybh/hio)

Masuki Ramadhan, Toilet dan Tempat Wudhu Masjid Ar Rahmah Gunung Lingkas Resmi Digunakan

0

TARAKAN (Hidayatullah.or.id) — Menjelang kedatangan bulan suci Ramadhan, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Kaltara (Kalimantan Utara) mengukir prestasi dengan meresmikan toilet dan tempat wudhu Masjid Ar-Rahmah yang terletak di Gunung Lingkas Tarakan.

“Alhamdulillah, sebuah kebahagiaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, BMH berhasil menyediakan fasilitas penunjang dalam kenyamanan beribadah. Resmi meresmikan toilet dan tempat wudhu yang representatif,” ungkap Kepala BMH Perwakilan Kaltara, Fathur Rahmansyah, Ahad, 29 Sya’ban 1445 (10/3/2024).

“Pembangunan ini memakan waktu lebih dari satu tahun, karena dilakukan secara swadaya oleh donatur BMH. Insya Allah, fasilitas ini sangat membantu jamaah dalam melaksanakan ibadah,” tambah Fathur.

Rahmat Ulama, Pengurus Masjid Ar-Rahmah, mengungkapkan rasa syukurnya karena toilet dan tempat wudhu yang dibangun BMH telah selesai dan dapat digunakan. Selama ini, jamaah harus mengandalkan toilet dan tempat wudhu sederhana.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada para donatur dan dermawan yang telah menyisihkan rezekinya untuk pembangunan fasilitas ibadah di sini,” ujar Rahmat.

“Penerima manfaat tidak hanya jamaah masjid, tetapi juga warga sekitar dan santri penghafal Alquran, mengingat masjid Ar-Rahmah terletak di sekitar pondok pesantren. Dengan demikian, pahala jariahnya insya Allah terus mengalir,” tambahnya.

Meski telah meresmikan toilet dan tempat wudhu, masih ada kebutuhan mendesak akan tempat penampungan air bersih berupa dua buah tandon air.*/Herim

Semarak Sambut Ramadhan, BMH Bersama Pemuda Bersihkan Masjid Pedalaman Ternate

0

TERNATE (Hidayatullah.or.id) — Suara gemuruh hujan yang sering menggema di masjid pedalaman, Ternate, kini menjadi tantangan yang ingin diatasi bersama oleh warga dan anak santri yang belajar di sana.

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, kegiatan peduli masjid dalam tajuk Gerakan Bersih bersih (Geber) Masjid Pemuda Hidayatullah yang didukung Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) telah diadakan di Pulau Ternate, berlangsung selama 3 hari mulai 27-29 Sya’ban 1445 atau tanggal 8 hingga 10 Maret 2024.

Kali ini masjid yang disasar untuk “digeber” adalah Masjid Baitul Hasan yang berada di bilangan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Kepala BMH Perwakilan Maluku Utara, Nur Hadi, mengatakan kegiatan kali ini adalah pemasangan seng menjadi fokus utama kegiatan ini. Sebab masjid ini mengalami kebocoran atap di beberapa sisinya.

“Setiap bocor yang terjadi harus segera ditangani untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah yang akan menjalankan ibadah di bulan suci ini,” kata Hadi.

Dengan cepat, warga, pemuda, dan anak santri bahu-membahu mengganti seng yang rusak, menjadikan masjid tempat ibadah yang nyaman dan aman.

Tampak warga setempat, anak santri dengan semangat mengambil kuas dan cat, memulai proses pengecatan dinding masjid.

Warna-warni ceria mulai menghiasi tembok masjid, mencerminkan semangat komunitas yang berkumpul dengan satu tujuan: menyambut bulan Ramadhan dengan kebersihan dan keindahan yang menyentuh hati.

“Ini adalah kolaborasi erat antara masjid pedalaman, warga, anak santri, dan pemuda dari Hidayatullah,” imbuh Nur Hadi.

Gotong royong bersih-bersih masjid menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.

Bersama-sama, mereka membersihkan setiap sudut masjid dengan penuh kebersamaan dan rasa hormat, menjadikan setiap detik yang dihabiskan di dalam masjid ini pengalaman yang mendalam dan bermakna.*/Herim

BMH – Pemuda Bersih bersih Masjid di Cimenyan Ramaikan Semangat Ramadhan

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Suasana kebersamaan dan semangat kebaikan menyelimuti Masjid Al-Jihad di Kp. Cipurut, Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Sya’ban 1445 (9/3/2024).

Hari itu Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Jabar bersinergi dengan Pemuda Hidayatullah Jabar menggelar program peduli masjid dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1445 H.

Kegiatan utama yang dilaksanakan adalah bersih-bersih masjid, termasuk membersihkan tempat wudhu, MCK, serta pengecatan masjid. Acara ditutup dengan penyerahan perlengkapan kebersihan lainnya untuk keperluan masjid.

Yusep Suhendar, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Jabar, menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen mereka dalam memberikan perhatian kepada masjid-masjid pedalaman di Jawa Barat.

“Masjid Al-Jihad dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program ini karena menjadi binaan dakwah tim dai tangguh BMH,” ungkapnya.

Masjid Al-Jihad memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari warga sekitar. Setiap harinya, anak-anak belajar mengaji di sini, sementara orang dewasa menghadiri pengajian rutin yang diselenggarakan oleh dai BMH.

Ustadz Obar, selaku takmir masjid, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Laznas BMH dan Pemuda Hidayatullah atas kepedulian mereka terhadap masjid tersebut.

“Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami dan jamaah Masjid Al-Jihad,” ungkapnya dengan penuh syukur.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, Laznas BMH dan Pemuda Hidayatullah terus menggerakkan aksi nyata dalam menyemarakkan bulan Ramadhan, tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga dengan memberikan manfaat kepada masyarakat.*/Herim

Indonesia Bercerita Hadir di SIT Bunayya Spesial Tarhib Ramadhan

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ya Bunaya yang menggandeng Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar acara spesial bertajuk “Indonesia Bercerita: Tarhib Ramadhan”, Ahad, 29 Sya’ban 1445 (10/3/2024).

SIT Ya Bunaya, sekolah di Jalan Letjen Ibrahim Adjie No.167A, RT.01/RW.04, Loji, Kecmatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, ini menggelar acara spesial ini menjadi momentum berharga untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan semangat kebersamaan dan keceriaan.

Dibawah kepemimpinan dari Lia Apriliani selaku Kepala Sekolah dan didukung oleh dr. Cahyarini, Sp.Mk sebagai Ketua Yayasan, SIT Ya Bunaya mengajak seluruh siswa, guru, dan staff untuk merayakan kedatangan bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan.

Acara ini diisi dengan cerita-cerita inspiratif yang disampaikan oleh Story Teller terkenal, Kak Ade Budiman.

Dengan kepiawaian dalam bercerita, Kak Ade Budiman berhasil memukau seluruh peserta acara dan menginspirasi mereka untuk menjalani bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan kebahagiaan.

Sebanyak 205 siswa/i SIT Bunaya, bersama dengan para guru dan staff, hadir dalam acara ini untuk mendengarkan cerita-cerita yang menggugah hati.

“Mulai dari pukul 08:00 hingga 10:00, para peserta terlibat dalam sesi bercerita yang memperkaya pengetahuan dan semangat keislaman,” terang Amil BMH Bogor, Zainul.

Dengan adanya acara “Indonesia Bercerita: Tarhib Ramadhan”, SIT Bunaya membuktikan komitmennya dalam memberikan pendidikan yang holistik dan memberikan kesempatan bagi siswa/i untuk merayakan momen-momen berharga dalam suasana yang penuh kebersamaan dan kegembiraan.*/Herim

Sambut Ramadhan, BMH dan Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Bersih-bersih Masjid

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) mengusung program Peduli Masjid dan Musollah Nusantara dalam rangka menyambut Ramadhan 1445 H.

Kegiatan utama dari program ini adalah bersih-bersih Masjid dan Musollah (BBM) di beberapa titik lokasi yang dianggap penting untuk mendapat perhatian, utamanaya dalam sisi kebersihan.

Dalam kegiatan tersebut, BMH bersinergi dengan Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta untuk mensukseskan program Peduli Masjid Nusantara

Menurut Kadiv Implementator BMH Pusat Syamsuddin, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada umat agar dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, masyakat dapat merasakan kenyamanan dengan tempat yang bersih dan rapi.

“kita berharap dengan kegiatan ini, jama’ah bisa lebih nyaman dalam melakanakan ibadah shalat, seperti di Masjid maupun Musollah yang mendapat intervensi dari tim,” kata Syamsuddin, dalam keterangannya, Senin, 30 Sya’ban 1445 (11/3/2024).

Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi dapat diisi dengan ibadah maksimal. Masjid sebagai sarana ibadah yang utama akan menghadirkan kenyamanan serta kualitas ibadah yang lebih baik ketika masjid yang ditempati bersih, wangi dan rapi. tambah Syamsuddin.

Sementara itu, Ketua Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Adam Sukiman mengatakan bahwa dengan adanya kgiatan ini, Masjid atau Musollah yang selama ini kurang mendapat perhatian dapat terbantu dalam hal kebersihan.

“Di Jakarta ini, banyak masjid atau musollah yang rutin digunakan untuk shalat lima waktu namun kurang terurus kebersihannya, seperti ruangan masjid yang karpetnya yang penuh debu dan pasir, tempat wudhu yang depunuhi lumut serta kamar mandi yang bauh pesing” kata Adam

Dengan adanya kegiatan ini, setidaknya dapat mengurangi permasalan tadi, sehingga jama’ah dapat melaksanakan Ibadah shalat dengan lebih nyaman, utamanya saat Ramadhan nanti. lanjut Adam

Kegiatan yang dilaksanakan di Stasiun dan pasar ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan masjid atau musollah, selain itu juga diharapkan ada pembinaan berkelanjutan di setiap titik Masjid yang dilangsungkan BBM.

Dalam kesempatan yang sama, BMH menyerahkan mushaf, karpet shalat dan satu paket alat kebersihan kepada DKM Masjid.

JNE, Kang Maman dan BMH Sambut Ramadhan dengan Kirim 1500 Al Qur’an ke Seluruh Provinsi

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Gerakan bahagia dengan berbagi langsung tancap gas, terutama pada momentum sambut Ramadhan. Bersama PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), Kang Maman Suherman, dan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) mengirimkan 1500 eksemplar Al Qur’an ke seluruh provinsi di Bekasi, Ahad, 29 Sya’ban 1445 (10/3/2024).

“Alhamdulillah, 1 – 2 hari menjelang Ramadhan saya mendapat 75 paket Al Qur’an yang totalnya 1500 Al Qur’an kita akan sebar ke seluruh Indonesia,” kata Kang Maman, tokoh inspiratif yang sering tampil di televisi ini.

“Terimakasih Baitul Maal Hidayatullah yang terus mendukung gerakan ini. Terimakasih Bapak Mohamad Feriadi Soeprapto, owner dari JNE yang terus mendukung kita untuk mengirim paket-paket Alquran dan buku-buku pelajaran secara gratis ke berbagai penjuru di negeri ini,” tambahnya.

“Semoga semua ini menjadi berkah buat kita semua dalam menebar iqra’ dan mengajak orang lain untuk membaca dan menelaah kitab suci. Sekali lagi terimakasih, marhaban ya Ramadhan,” tutur Kang Maman.

Sementara itu Corcomm BMH Pusat, Imam Nawawi, menjelaskan bahwa BMH akan terus mengirimkan Al Qur’an. Kata Imam, Tebar Al Qur’an adalah program yang terus bergulir di BMH, karena permintaan akan Al Qur’an tidak pernah berhenti.

“Terlebih di titik pedalaman dan pelosok, yang jarang bahkan tak ada toko buku menjual Al Qur’an. Jadi, ini adalah amal bakti kita untuk generasi negeri bisa terbuka literasinya dengan terus iqra’, membaca dan menelaah Al Qur’an. BMH akan terus hadirkan program ini,” ungkapnya.

Secara terpisah Ustadz Abdurrahim yang berdakwah mengajarkan Al Qur’an di Desa Suliliran, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pernah menuturkan bahwa bantuan Al Qur’an dari BMH, JNE, dan Kang Maman benar-benar menghidupkan semangat belajar anak-anak di tepi sungai Suliliran itu.

“Alhamdulillah, kami dulu hanya punya Al Qur’an lama, sobek-sobek sebagian. Pas datang ini bantuan dari BMH sama JNE sama Kang Maman, setiap santri punya satu Al Qur’an,” ungkap pria yang biasa disapa Ustadz Rahing ini.

“Karena warnanya bagus, kertasnya juga bagus, senang sekali para santri bolak-balik itu Al Qur’an barunya,” katanya menggambarkan betapa bahagianya para santri mendapatkan Alquran baru. (ybh/hidayatullah.or.id)

Siapkan Dai Melek Teknologi, Sekolah Dai Ciomas Gelar Training Jurnalistik dan Teknik Kreasi Content Digital

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dai Ciomas Bogor, sebuah lembaga pendidikan yang fokus mencetak dai muda yang handal, menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik dakwah digital, Ahad, 29 Sya’ban 1445 (10/3/2024).

Mengangkat tema “Tebar Inspirasi Islami untuk Membangun Negeri”, pelatihan ini diikuti oleh segenap mahasantri kuliah dai yang berlokasi di Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sekretaris Posdai, Zainal Amiruddin, yang turut hadir dalam acara tersebut sekaligus membawakan materi teknik videografi dasar, menekankan pentingnya generasi muda melek teknologi informasi dan penggunaannya secara positif dan produktif di era digital ini.

Di era tanpa sekat ini, Zainal menekankan pentingnya pemanfaataan teknologi dan perangkatnya untuk menyebarkan dakwah Islam dengan cara yang menarik dan relevan bagi umat.

“Saat ini kita berada di era digital yang memungkinkan interaksi tanpa batas. Oleh karena itu, penting bagi kita, terutama generasi muda, untuk memanfaatkan teknologi ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Zainal.

Menurut Zainal, teknologi dapat menjadi alat yang powerful untuk menyebarkan dakwah Islam.

“Dengan menggunakan teknologi, kita dapat menjangkau lebih banyak orang dan menyampaikan pesan dakwah dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami,” imbuhnya.

Senada dengan Zainal, Redaktur Pelaksana Hidayatullah.or.id, Ainuddin Chalik, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan materi tentang teknik dasar penulisan berita.

Ainuddin menekankan pentingnya kemampuan dasar ini agar informasi yang akan disajikan dalam bentuk teks dapat direproduksi menjadi materi audio ataupun visual.

“Kemampuan dasar penulisan berita sangat penting bagi para dai di era digital ini. Dengan memahami teknik penulisan berita, dai dapat menyajikan informasi dakwah dengan cara yang lebih sistematis dan mudah dipahami,” jelas Ainuddin.

“Selain itu, kemampuan ini juga penting agar informasi dakwah yang disampaikan dapat direproduksi menjadi materi audio ataupun visual, sehingga dapat menjangkau lebih banyak orang,” tambahnya.

Pelatihan jurnalistik dakwah digital ini juga menghadirkan content creator yang menggawangi channel Ulil Albab Media (UAM), Makrifatullah, yang memberi pendampingan kepada para peserta saat menjalani praktik pembuatan video singkat yang dibagi menjadi 4 kelompok.

Pengelola channel UAM yang telah memiliki ratusan ribu subscriber ini mengarahkan para peserta bagaimana membuat video dakwah yang menarik dan efektif dengan menggunakan smartphone.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat membekali para mahasantri dengan kemampuan jurnalistik dakwah digital yang mumpuni, sehingga mereka dapat menjadi dai yang handal dan mampu menyebarkan dakwah Islam dengan cara yang kreatif dan inovatif di era digital ini.

Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan pelatihan ini dihantar oleh Instruktur Nasional Grand MBA Ustadz Muhdi Muhammad. Ia menyampaikan ihwal pentingnya membekali diri dengan skil praktis yang nantinya ini akan bermanfaat untuk diri dan umat dimana kita berkhidmat.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah yang tepat untuk mempersiapkan generasi muda Islam dalam menyebarkan dakwah di era digital.

Dia berharap, dengan dibekali kemampuan jurnalistik dakwah digital, para santri diharapkan mampu menjadi dai yang handal dan mampu menyebarkan dakwah Islam dengan cara yang kreatif dan inovatif.*/Ruslan Tanjung

Menyadap Energi dari Empat Keutamaan Bulan suci Ramadhan

0

BERPUASA pada bulan Ramadhan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seorang muslim. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Bulan Ramadhan walau berat melakoninya, merupakan bulan yang selalu didambakan oleh orang beriman. Ini tergambar dari doa yang dilantunkan jauh-jauh hari sebelum datangnya bulan Ramadhan:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah, berkahi untuk kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan umur kami hingga bulan Ramadhan”

Setidaknya ada 4 keutamaan bulan suci Ramadhan sehingga menjadi bulan yang selalu ditungu-tunggu oleh ummat Islam.

Semoga kita dapat menyadap energi dari keempat keutamaan dari Allah Subhanahu wa ta’ala tersebut, yaitu:

Pertama, Bulan Diturunkannya Al Qur’an

Pada bulan Ramadhan Al Qur’an diturunkan. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS. Al Baqarah: 185)

Tafsir Al Muyassar menjelaskan ayat ini bahwa bulan Ramadhan di mana padanya Allah memulai menurunkan Al Qur’an di malam lailatur qadar sebagai hidayah bagi manusia kepada kebenaran.

Di dalamnya berdapat petunjuk yang paling jelas atas hidayah Allah, dan pembeda antara yang haq dengan yang batil.

Siapa diantara kalian yang menyaksikan bulan tersebut dalam keadaan tinggal lagi sehat, maka hendaknya dia berpuasa di siang harinya.

Lebih lanjut Al Muyassar mendaraskan, momentum Ramadhan menjadi waktu yang lebih baik bagi manusia untuk mendaras Al Qur’an yang dengannnya memiliki keteguhan langkah dalam menapaki kehidupan.

Kedua, Tersedianya Fasilitas Khusus

Di bulan ini ada fasilitas khusus yang disiapkan kepada orang yang beriman sebagaimana digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu” (HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim mengutip pernyataan Al Qadhi Abu Al Fadhl Iyadh bin Musa bin Iyadh (Al-Qadhi Iyadh) bahwa hadits di atas dapat dipahami dalam dua sisi, yaitu secara zahir dan batin.

Kalimat “dibukalah pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu” adalah tanda tibanya Ramadhan. Demikian mulianya Ramadhan sehingga para setan dibelenggu agar tidak mengganggu kaum mukmin.

Di sisi lain, “pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu” dapat dimaknai sebagai isyarat betapa banyak pahala dan pengampunan dosa di dalam bulan Ramadhan. Sepanjang bulan ini pula, godaan atau bisikan jadi lebih sedikit, sehingga setan dilambangkan dalam posisi dibelenggu.

Ketiga, Malam Kemuliaan

Lailatul qadar (malam kemuliaan), yang pada ada malam inilah, sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, saat diturunkannya Al Qur’anul Karim. Malam ini lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3

”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).

Pada ayat lain Allah berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan” (QS. Ad Dukhan: 3).

Tafsir Kemenag menjelaskan, “Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan Al-Qur’an pada malam yang dikenal dengan malam “Lailatul Qadar” untuk memperingatkan hamba-Nya dan supaya mereka takut kepada siksa-Nya.

Dan, pada malam itu Dia telah memerinci semua hal yang bermanfaat bagi hamba-Nya di dunia dan di akhirat. Dia adalah Tuhan semesta alam yang mengatur langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya.

Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah Subhanahu wa ta’ala tentang hal ihwal hamba-Nya, hidup dan mati mereka adalah di tangan-Nya.

Dialah Tuhan mereka dan Tuhan nenek moyang mereka, tetapi mereka masih juga ragu setelah kebenaran itu nyata dan jelas.

Keempat, Waktu Dikabulkannya Do’a

Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah).

Nabi juga menegaskan, bahwa:

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi” (HR. At Tirmidzi no. 3598)

Menyimak keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan sebagaimana yang diulas di atas maka sangat wajar jika kemudian bulan ini sangat diimpikan oleh setiap orang yang beriman agar bisa berjumpa dengan bulan kemuliaan ini.

Oleh karena itu, mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan ini dengan mempersiapkan diri; bekal ilmu, memperbanyak do’a, dan bertaubat sehingga Allah Subhanahu wa ta’ala memudahkan kita mengoptimalkan amaliah-amaliah Ramadhan dengan sebaik-baiknya.[]

*) Penulis adalah dai

Sambut Ramadhan, Relawan Bergerak dalam Program Peduli Masjid di Wilayah Tamalanrea

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Hujan yang turun tidak menyurutkan semangat para santri Al Bayan Hidayatullah Makassar beserta 150 relawan untuk bergerak ke masjid-masjid di wilayah Tamalanrea.

Semua itu karena mereka memiliki misi mulia, yakni melaksanakan program peduli masjid. Para santri aktif menyasar setidaknya 20 masjid untuk membersihkan WC, tempat wudhu, ruang ibadah, dan halaman.

Kegiatan ini secara simbolis dilepas oleh Lurah Tamalanrea, Mirawati, SE, yang didampingi oleh Sekertaris Lurah dan Kepala Bidang Kelurahan, Sabtu, 28 Sya’ban 1445 (9/3/2024).

Mirawati menyambut baik ide program bersih-bersih masjid ini, terutama menjelang bulan Ramadhan.

“Dengan adanya relawan, masjid yang disasar dapat dipastikan kebersihannya dan membuat nyaman ibadah jamaah,” ujarnya.

Para relawan dibekali dengan berbagai alat kebersihan seperti sapu, sikat, cairan pembersih, alat pel, dan bahkan melibatkan tukang AC untuk membersihkan unit pendingin udara.

Kadiv Program Laznas BMH, Basori Shobirin. M. Kom, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari persiapan menyambut bulan Ramadhan, agar masyarakat Muslim dapat lebih nyaman dalam beribadah.

Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Laznas BMH telah menyiapkan berbagai program keumatan.

“Masyarakat yang ingin lebih terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Laznas BMH diundang untuk datang ke kantor layanan Laznas BMH Sulsel, Jalan Tamalanrea Raya No.27A Makassar,” tutup Basori.*/Herim