MOJOKERTO (Hidayatullah.or.i) — Dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-78 tahun 2024, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama dengan lembaga amil zakat lainnya seperti BAZNAS, LazisNU, LAZISMU, Yatim Mandiri, LMI, dan NF menggelar santunan lansia dhuafa dan anak yatim pada Selasa, 20 Jumadil Akhir 1445 (2/1/2024).
Acara ini berlangsung di aula Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto, dan menyentuh hati 50 anak yatim dan dhuafa serta para lansia dan janda.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mojokerto, H. Mohammad Abdul Rohman, S.Ag, M.Pd.I, menyampaikan rasa terima kasih kepada semua lembaga yang telah mendukung kegiatan ini.
“Dalam peringatan HAB Kementerian Agama yang ke-78 ini, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada para pengampu dari lembaga amil zakat, termasuk BAZNAS, LazisNU, LAZISMU, Yatim Mandiri, BMH, LMI, dan NF Kota Mojokerto yang telah mendukung kegiatan ini dengan memberikan santunan kepada 50 anak yatim sert lansia dan dhuafa di wilayah Kota Mojokerto,” ujar H. Mohammad Abdul Rahman
Salah satu penerima manfaat, dengan tulus mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Santunan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan kehangatan dan harapan kepada mereka yang membutuhkannya.
Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim, mengapresiasi kerjasama yang terjalin dalam kegiatan ini.
“Semoga semangat berbagi dan peduli terus menguatkan tali persaudaraan di masyarakat dan memberikan kebahagiaan bagi semua yang terlibat,” ungkapnya.*/Herim
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ust. H. Hamzah Akbar menyampaikan Taushiyah Akhir Tahun pada acara bertajuk “Taushiyah Kelembagaan Lailatul Ijtima’ Pemenangan Dakwah di Senayan” bertepatan awal tahun di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Senin, 19 Jumadil Akhir 1445 (1/1/2024).
Dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan itu mengingatkan segenap kader perihal filosofi tugas.
Menurutnya, tugas yang kita emban berakar dari amanah yang merupakan hasil syuro. Dan, tentu saja idealnya setiap kader punya semangat, bahkan ambisi kuat dalam menjalankannya.
“Harus ada ‘ambisi’. Kalau orang lain dengan ambisi pribadi tidak terkendali (karena semangat sekali). Kenapa kemudian hal yang bersifat amanah, tugas, konkret, dari sistem kepemimpinan hasil syuro (kita tidak lebih hebat ‘ambisinya’),” terangnya.
Pria yang pernah bertugas di Pesantren Hidayatullah Kutai Kartanegara itu pun memberikan sebuah perbandingan, kaitan dengan tugas dakwah politik di Senayan.
“(Tugas kita sekarang ini) semua berakar pada amanah (yang merupakan hasil syuro kepemimpinan,” tegasnya melanjutkan.
Hamzah Akbar mengingatkan hal yang paling utama dalam hidup berjama’ah yakni visi.
Ia mengimbuhkan, setiap individu dalam jama’ah hendaknya memiliki kesadaran berpikir, visi hidup, dan arah gerak yang sama, untuk kepentingan dakwah Islam. (min/hidayatullah.or.id)
SUMENEP (Hidayatullah.or.id) — Sebagai wujud apresiasi kepada para dai yang bertugas di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim), DPW Hidayatullah melalui Departemen Sosial dan Kesehatan (Depsoskes) berangkatkan umroh 16 dai.
Acara seremonial dilaksanakan di Aula Pesantren Hidayatullah Sumenep di penghujung tahun 2023 yaitu Ahad, 18 Jumadil Akhir 1445 (31/12/2023) dalam rangkaian acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Hidayatullah Jatim 2024.
Ada 3 kategori dalam penilaian DPW Jatim award tahun ini yaitu Kategori Murabbi Unggul, DPD Berprestasi dan Dai Tangguh.
Ketua DPW Hidayatullah Jatim Amun Rowie menyebutkan ini tahun kedua DPW Hidayatullah Jatim menginisiasi Program Award Dai.
“Semangatnya harus terus tumbuh dan lebih baik,” ujar Amun Rowie.
Ustadz Ibnu Mas’ud salah satu Dai Tangguh penerima manfaat dari Kabupaten Pasuruan menyampaikan rasa syukurnya atas award ini.
“Allaahukariim, semua ini adalah hadiah dan bonus dari Allah,” ungkapnya bahagia.
Amun Rowie berharap, semoga dengan adanya Umroh Award ini semakin meningkatkan semangat dan produktifitas para dai dalam berjuang mengabdi untuk kemajuan agama dan bangsa di daerah masing masing. (ybh/hidayatullah.or.id)
ADA BANYAK rahmat Allah yang tercurah tanpa kita memintanya, sebagai perwujudan nama-Nya yang mulia, “Ar-Rahman” dan “Ar-Rahim”.
Komposisi sinar matahari, rasio oksigen terhadap gas-gas lain di atmosfer, atau jarak relatif bumi ke matahari, semua ini hanyalah sekelumit sampel dari rahmat Allah yang tidak pernah kita minta.
Akan tetapi, ada pula rahmat yang digantungkan kepada sebab-sebab tertentu. Ia tidak akan diberikan kecuali bila syarat-syaratnya dipenuhi.
Dengan kata lain, kita diharuskan bekerja keras untuk menarik simpati dan perhatian Allah agar bersedia menurunkan rahmat-Nya. Dan, pada kenyataannya seluruh bagian syariat Islam adalah sarana untuk mengejar turunnya rahmat itu.
Bahkan, sebenarnya kita pun hanya bisa masuk surga berkat rahmat-Nya, bukan karena amal-amal kita. Kenikmatan surga terlampau mewah untuk ditukar dengan kualitas amal manusia yang seringkali bopeng di sana-sini oleh pamrih, kemalasan, riya’, kelalaian, keterpaksaan, dsb.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berusahalah untuk tepat dan mendekati (amal terbaik), dan bergembiralah! Sungguh, tidak seorang pun yang dibuat masuk surga oleh amalnya.”
Para Sahabat bertanya, “Tidak juga Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahi saya dengan rahmat-Nya. Beramallah kalian, karena sesungguhnya amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling kontinyu, meskipun hanya sedikit.” (Riwayat Muslim, dari ‘Aisyah).
Dalam riwayat lain, dikatakan: “Tidak seorang pun yang diselamatkan oleh amalnya.” Para Sahabat bertanya, “Tidak juga Anda, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahi saya dengan rahmat-Nya. Berusahalah untuk tepat dan mendekati (amal terbaik)! Beramallah di pagi hari, siang hari, dan sebagian dari penghujung malam! Bersikaplah pertengahan dalam beramal! Bersikaplah pertengahan dalam beramal! Niscaya kalian akan sampai (kepada tujuan).” (Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah).
Begitulah jalan satu-satunya. Kita harus beramal semaksimal yang kita mampu: pagi, siang, malam. Kita juga harus berusaha untuk kontinyu, mempersembahkan yang terbaik, dan tidak ekstrim.
Rasulullah sangat menekankan sikap pertengahan alias sedang-sedang saja ini. Sebab, sikap pertengahanlah yang dapat menjaga ketersediaan energi mental di sepanjang perjalanan yang melelahkan ini, sehingga kita tidak drop sebelum sampai ke tujuan.
Oleh karenanya Rasulullah mengingatkan kita agar tidak memperketat agama melebihi apa yang sudah disyariatkan.
Beliau bersabda, “Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah/ringan. Tidak seorang pun yang memperberat agama ini melainkan ia pasti akan dikalahkannya. Bersikaplah pertengahan dan berusahalah mendekati (yang terbaik). Manfaatkanlah waktu-waktu pagi, sore, dan sebagian dari akhir malam (untuk membantu meraih keajegan dalam beribadah).” (Riwayat Bukhari, dari Abu Hurairah).
Sungguh, simpati-Nya tidak dapat diraih dengan ghuluw (berlebihan, ekstrim). Bahkan, Allah membencinya. Siapa saja yang memberati dirinya sendiri dengan apa yang tidak dituntunkan Al-Qur’an dan Sunnah, suatu saat akan ambruk kehabisan daya.
Ia akan mengalami futur (kendor, jenuh). Tentu saja kondisi begini sangat rawan, bahkan mengerikan. Bagaimana jika habisnya energi itu justru di saat-saat terakhir kehidupan, sehingga mengakibatkan su’ul khatimah? Na’udzu billah!
Para Sahabat Nabi merupakan contoh terbaik dari sikap pertengahan ini. Mereka adalah kaum yang kehebatan amalnya tidak terletak pada kadarnya yang menakjubkan, tetapi pada ketulusan dan keistiqamahannya yang luar biasa.
Sangat boleh jadi ada orang-orang dari generasi berikutnya yang mengerjakan shalat, berpuasa, atau berinfak lebih banyak dibanding para Sahabat, namun mereka tidak sanggup mengejar apalagi mendahuluinya.
Rasulullah bersabda, “Jangan mencela Sahabat-sahabatku! Jangan mencela Sahabat-sahabatku! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan bisa mengejar satu mud infak mereka, tidak juga setengahnya.” (Riwayat Bukhari dari Abu Sa’id, dan Muslim dari Abu Hurairah). Satu mud sendiri kira-kira setara dengan 6,75 ons atau 675 gram.
Sangat wajar kiranya jika Ibnu ‘Umar berkata, “Barangsiapa yang ingin mengambil teladan, maka hendaklah ia meneladani orang yang sudah meninggal. Mereka itulah para Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah sebaik-baik umat ini; orang-orang yang paling baik hatinya, paling mendalam ilmunya, dan paling sedikit memaksakan diri. (Mereka adalah) suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk mendampingi Nabi-Nya dan menyebarkan agama-Nya. Maka, contohlah akhlak dan jalan hidup mereka. Mereka adalah para Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (Riwayat Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, I/305).
Ibnu Mas’ud juga berkata, “Barangsiapa diantara kalian yang ingin mengambil teladan, hendaklah ia meneladani para Sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya diantara umat ini, paling mendalam ilmunya, paling sedikit memaksakan diri, paling lurus perilakunya, dan paling baik keadaannya. (Mereka adalah) suatu kaum yang telah dipilih Allah untuk mendamping Nabi-Nya, maka akuilah keutamaan mereka dan ikutilah jejak langkah mereka, sebab sungguh mereka berada di atas petunjuk yang lurus.” (Riwayat Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi, II/947; dan al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah, I/214).
Sikap ekstrim sendiri bisa tampil dalam dua manifestasi yang saling bertentangan. Pertama disebut Ifrath (melampaui batas atau berlebihan), dan kedua disebut Tafrith (teledor atau sangat kurang dari sewajarnya). Tentu saja, simpati Allah tidak bisa diraih melalui keduanya. Wallahu a’lam.
MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Dalam atmosfer yang penuh semangat dan antusias, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Sulsel sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah dengan tema “Miningkatkan Daya Saing melalui Inovasi Berkelanjutan.”
Pembukaan acara ini berlangsung di Hotel Khas Makassar, Kamis, 16 Jumadil Akhir 1445 (28/12/2023). Forum yang juga dihadiri unsur mitra, simpul sinergi, dan stakeholders BMH ini bersepakat meneguhkan ikhtiar untuk memajukan pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan Sulsel.
Rapat Kerja Wilayah ini merupakan wadah penting untuk membahas capaian, tantangan, dan rencana strategis yang akan diimplementasikan untuk memperkuat peran Laznas BMH Sulsel dalam mendukung Pendidikan, Dakwah dan sosial khusisnya masyarakat Sulawesi Selatan.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Abdul Chadjib Halik, SE, MM (Bendahara Pengurus Laznas BMH), yang mengapresiasi kehadiran semua peserta dan menyoroti pentingnya kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama dalam menghadapi tantangan kedepan.
Dalam Sambutannya Kadir. S.Pd.I mengatakan bahwa penghimpunan mencapai 97% dari target yang diamanahkan kepada BMH Sulsel.
Juga dalam sambutan Ketua DPW yang di wakili oleh Pak H. Dwi Subagyo menyampaikan “Perluanya penguatan Kolaborasi dari BMH sehingga kita dapat mewujudkan kemandirian dan Mustahik yang di bantu oleh BMH menjadi Muzakki. Terang Dwi Subagyo.
Setalah pembukaan Laznas BMH melanjutkan Rapat Kerja Wilayah hingga 29 Desember 2023 untuk menyusun rencana di 2024 sehingga semakin banyak orang yang merasakan manfaat kehadiran BMH dan semakin banyak Muzakki yang menambah amal jariyahnya./Herim
SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat Hidayatullah (Mushida), Hani Akbar, hadir secara daring membersamai Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Mushida Jawa Tengah sekaligus membuka acara tersebut pada Jum’at, 9 Jumadil Akhir 1445 (22/12/2023).
Dalam sambutannya, Hani menekankan pentingnya terus melakukan pembenahan sebagai ikhtiar untuk melakukan perbaikan.
“Upaya pembenahan ke dalam terus dilakukan sebagai ikhtiar untuk melakukan perbaikan,” kata Hani.
Hani menyampaikan bahwa sebagai forum tertinggi tingkat wilayah di lingkungan Mushida, Rakerwil mempunyai nilai penting untuk melakukan konsolidasi Jati diri, organisasi dan wawasan serta pelaksanaan program strategis Mushida selanjutnya.
Menurut Hani, prinsip kepemimpinan imamah jamaah menjadi landasan mengembangkan struktur Mushida yang mengikuti induk menuju terbentuknya 38 pengurus wilayah.
Dalam kaitan ini, lanjut Hani, Mushida sebagai organisasi pendukung telah berusaha untuk memperbaiki standar organisasi sesuai standar manajemen profetik-profesional.
Standar manajemen itu diterapkan di dalam merumuskan ormas berbasis kader dan kepemimpinan yang tertuang dalam PDO, PO, Susduk, dan kebijakan-kebijakan lainnya sebagai penuntun dan arah bagi pengurus dalam menjalankan gerak organisasi.
“Berbagai training dan daurah telah dilakukan dalam upaya menjaga kultur dan semangat menggapai visi membangun peradaban Islam,” kata Hani.
Masih dalam sambutannya, kata Hani salah satu yang patut disyukuri adalah dengan hadirnya buku Jatidiri Hidayatullah.
Menurutnya, hadirnya buku ini sebagai upaya agar tidak terjadi bias terhadap keinginan pendiri Hidayatullah Allahuyarham Ust. H. Abdullah Said dalam mencetak individu sebagaimana diharapkan.
“Individu yang hidup hayatan thayyibah, secara komunal bisa menikmati hidup qaryatan mubaarakah, secara nasional menikmati hidup baladan aaminan, dan secara global bisa menikmati hidup kaffatan linnas dan rahmatan lil’aalamiin,” terang Hani, seraya menutup sambutannya dengan harapan semoga kehadiran di forum ini memberi manfaat bagi semua.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Akhmad Ali Subur menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada PW Mushida Jateng atas kerja kerasnya dalam mengusung visi Mushida, yakni Membangun Keluarga Qur’ani Menuju Peradaban Islam.
Selain itu ia juga mengatakan bahwa Rakerwil PW Mushida Jateng ini adalah yang paling awal dilakukan dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Indonesia.
“Semoga ini merupakan pertanda baik untuk kemajuan Mushida Jateng di masa yang akan datang,” tambah Subur menandaskan.
Peluncuran MJ Hijab, MoU, dan Mushida Award
Selain pemaparan program kerja periode Januari 2024 sampai Desember 2025, dalam acara tersebut juga digelar launching produk MJ Hijab dan penandatanganan kerjasama kemitraan usaha antara Mushida Jateng dengan Dewi Sri Banjarnegara.
Acara diakhiri dengan ‘Mushida Award’ yang merupakan pemberian apresiasi kepada Pengurus Daerah (PD) terbaik dan KB/TK Yaa Bunayya peserta lomba APE terbaik di Jawa Tengah.
Adapun yang memperoleh gelar PD terbaik adalah PD Kudus, PD Batang, PD Pekalongan, PD kota Tegal dan PD Kabupaten Tegal.
Sedangkan peserta lomba APE terbaik adalah KB Yaa Bunayya Grobogan, TK Yaa Bunayya Grobogan, TK Yaa Bunayya Kudus, TK Yaa Bunayya Salatiga, dan TK Yaa Bunayya Banjarnegara.
“Semoga apresiasi ini menjadi inspirasi bagi Pengurus Daerah dan PAUD Yaa Bunayya yang ada di daerah lain,” kata Ketua PW Mushida Jateng, Tri Wahyu Ummuelfa.
Majelis Murabbiyah Wilayah (MMW) Jateng juga hadir dan setia mendampingi Rakerwil Mushida Jateng ini.
Ketua MMW Jateng Ustadzah Siti Chotimah, S.Ag, memberikan penguatan kepada da’iyah tangguh utamanya kepada semua peserta Rakerwil.
Ia sekaligus memimpin doa penutup di akhir acara tersebut agar Allah Ta’ala selalu membimbing, menguatkan, dan memudahkan dalam berdakwah serta melaksanakan program-program strategis yang telah disepakati bersama dalam acara Rakerwil ini.*/Eviq Erwiandy
KEPRI (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar khitan berkah Khitan Berkah Nusantara massal secara gratis untuk anak-anak masyarakat pesisir yang bertempat di Pulau Panjang Timur pada Ahad, 11 Jumadil Akhir 1445 (24/12/2023).
Kegiatan yang dibingkai dengan tema “Khitan Berkah Nusantara” ini berlangsung di Rumah Quran Atok Samad, dan diikuti oleh 30 anak-anak yatim dan dhuafa.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap akhir tahun, tentunya dengan begitu kegiatan ini bertepatan dengan jadwal anak-anak libur sekolah. Kegiatan ini adalah salah satu program unggulan BMH yang dikhususkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa di pesisir dan bagian dalam titik kepulauan,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Amran Hamka, S.E.
Peserta khitan kali ini diikuti rata-rata mereka dari jenjang Sekolah Dasar (SD). Selain khitan gratis, peserta juga mendapatkan bingkisan berupa uang saku, tas, sarung, konsumsi dan lainnya.
Riaski Al Pazri salah satu peserta khitan asal Pulau Setokok, sangat senang menjadi peserta khitan karena dapat hadiah.
“Tak sakit, macam digigit semut, dapat ini juga,” ujarnya tersenyum sambil memperlihatkan bingkisan yang diberikan panitia.
Dalam realisasi program penting ini, BMH bekerja sama dengan dokter profesional, yang tentu sudah berpengalaman sebagai dokter khitan karena sudah membuka klinik layanan sunat.
“Para masyarakat di sini begitu antusias untuk mendaftarkan anaknya, bahkan ada juga yang rela menyebrang mengunakan kapal untuk mengantarkan anaknya,” tutup Amran.*/Herim
SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Sebagai upaya menguatkan kemandirian organisasi dan individu anggota, Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Jawa Tengah (PW Mushida Jateng) meluncurkan produk busana muslimah dengan brand “MJ Hijab” pada Jum’at, 9 Jumadil Akhir 1445 (22/12/2023).
Peluncuran produk MJ Hijab dilakukan sebagai rangakian dari pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Mushida Jateng yang digelar di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi, Jl. Kyai Mojo, Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
MJ Hijab memproduksi pakaian muslimah seperti gamis, jilbab, seragam siswa, dan seragam guru.
Tidak hanya itu, pada kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan MoU dengan perusahaan Dewi Sri Banjarnegara untuk menjalin kerjasama antara Mushida Jateng dengan produsen makanan ringan ‘Hatobe’ tersebut.
Menurut Ratih, pemilik perusahaan Dewi Sri, Hatobe merupakan singkatan dari Halal Thoyyib Berkah. Selain itu, lanjut Ratih, penamaan Hatobe memiliki makna dan tujuan yang mulia.
“Dengan hasil yang diperoleh dari penjualan makanan ringan tersebut berharap ke depan bisa haji, tour, dan berkeliling dunia. Masya Alloh,” katanya.
Bazar pun digelar dengan menjual barang-barang produk MJ Hijab, makanan ringan Hatobe dan sabun pencuci piring merk ‘Bunda’.
Adapun produk sabun cuci piring merk Bunda ini adalah kerjasama antara Mushida Jateng dengan Johannes Tri Alfarindzi, yang merupakan muallaf sekaligus pengusaha muda yang memproduksi barang-barang rumah tangga di Kudus, Jawa Tengah.
Ketua PW Mushida Jateng, Tri Wahyu Ummuelfa, dalam sambutannya mengatakan sudah saatnya kita mandiri di bidang ekonomi, kita harus mulai mengubah mindset kita bahwa tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah.
“Untuk membiayai berjalannya program-program strategis ini kita membutuhkan dana yang sangat besar, jangan lagi kita mengandalkan dari pencarian dana melalui proposal. Mushida harus mandiri, perjuangan ini sangat membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas kita,” kata Tri.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Akhmad Ali Subur menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada PW Mushida Jateng atas kerja kerasnya dalam mengusung visi Mushida, yakni Membangun Keluarga Qur’ani Menuju Peradaban Islam.
Selain itu ia juga mengatakan bahwa Rakerwil PW Mushida Jateng ini adalah yang paling awal dilakukan dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Indonesia.
“Semoga ini merupakan pertanda baik untuk kemajuan Mushida Jateng di masa yang akan datang,” tambah Subur menandaskan.*/Eviq Erwiandy
YOGYAKARTA (Hidyatullah.or.id) — Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan D.I Yogyakarta menggelar Rapat Kerja Rakerwil (Rakerwil) di Grand Serela Hotel, Sleman, D.I Yogyakarta.
Acara Rakerwil dihadiri oleh Pengurus BMH Pusat dan juga Pendamping BMH perwakilan D.I Yogyakarta serta para penggiat-penggiat zakat, Rakerwil berlangsung pada Kamis hingga Jumat, 15-16 Jumadil Akhir 1445 (28-29/12/2023).
Acara juga dihadiri oleh jaringan-jaringan serta mitra pemberdayaan Laznas BMH D.I Yogyakarta.
Acara yang mengusung tema ‘Meningkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Berkelanjutan’ BMH kedepan diharapkan semakin menunjukkan daya saing ditengah kondisi ekonomi saat ini, melalui inovasi baru yang berkelanjutan.
Ketua Panitia Rakerwil, Syai’in Kodir menyampaikan dalam dua tahun ke depan berupaya menguatkan platform zakat yang inovatif, efektif, dan efisien guna dapat berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam menjadikan gerakan zakat di Indonesia kian terasa manfaat bagi umat.
Sehingga, terang dia, kepercayaan muzakki terhadap lembaga zakat juga semakin tinggi. Inovasi ditekankan pada hal-hal baru yang kian progressif.
Sedangkan daya saing lebih pada upaya bagaimana mewujudkan citra positif ditengah ummat maupun kompetitor yang ada , sehingga dana zakat yang disalurkan benar-benar berdampak perubahan berkelanjutan.
Kemudian, Sya’in Kodir juga menambahkan bahwa rakerwil 2024 ini bertujuan mengevaluasi capaian kinerja. Serta, merumuskan langkah-langkah strategis pada 2024 yang menjadi komitmen melangkah bersama dalam mengedukasi umat perihal zakat sekaligus dalam mendayagunakannya, agar gerakan zakat semakin maju dan berdampak perubahan yang berkelanjutan.*/Herim
BEKASI (Hidayatullah.or.id) — Menutup akhir tahun 2023, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kian giat dengan program sosial keagamaan, yakni dalam bentuk program khitan berkah, yang dilangsungkan untuk warga pesisir Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 14 Jumadil Akhir 1445 (27/12/2023).
“Alhamdulillah, hari ini BMH kembali hadir membantu kami semua, warga Muara Gembong dalam program khitan berkah,” kata tokoh masyarakat setempat, Ustadz Payumi di lokasi acara, yakni Masjid Al-Husna, Desa Panti Harapan Jaya.
“BMH bagi kami sudah sangat dekat, hadir membersamai kami di Muara Gembong sejak tahun 2005. Terimakasih kepada BMH atas gelaran khitan berkah kali ini,” tambahnya.
Pihak kepala desa, yang diwakili oleh Bapak Murdani juga menyampaikan rasa terimakasih atas dedikasi BMH bagi warganya selama ini.
“Atas nama kepala desa kami menyampaikan terimakasih kepada BMH yang terus membersamai kebaikan bagi warga desa Panti Harapan Jaya,” ungkapnya.
Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, juga menyampaikan bahwa acara khitan berkah ini berlangsung di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
“Terbaru juga telah dilaksankaan khitan berkah di Balikpapan, Semarang, Kebumen, dan Nunukan serta titik lainnya,” sebut Imam.
“Salah satu titik program khitan yaitu Nunukan sebuah pulau yang ada di Kalimantan Utara. Jadi mari kita doakan para donatur, kaum muslimin yang dermawan, sehingga kita bisa terus dalam kebaikan,” tuturnya menambahkan.
Khitan Berkah di Muara Gembong ini diikuti oleh 30 anak-anak dari kalangan usia SD. Adapun tim medis dan dokter dari Islamic Medical Services (IMS), sebuah lembaga layanan kesehatan nasional.
“Alhamdulillah, terimakasih BMH, anak kami akhirnya bisa khitan dan dapat hadiah untuk sekolah dan ibadah. Sekali lagi, terimakasih,” ungkap Daryono, salah seorang warga yang anaknya ikut khitan berkah BMH.*/Herim