Beranda blog Halaman 229

Rakerwil BMH Jateng Siapkan Langkah Tingkatkan Kapasitas

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2024 selama 2 hari di Kota Semarang dibuka pada Kamis, 8 Jumadil Akhir 1445 (21/12/2023).

Rakerwil ini terbilang istimewa sebab baru tahun ini BMH Perwakilan Jawa Tengah mampu menghadirkan 25 Gerai dan Mitra Zakat se-Jawa Tengah.

Mohammad Misdawi Syarif selaku Ketua Perwakilan BMH Jawa Tengah dan Panitia Rakerwil dalam sambutannya menyampaikan spiritinya sekaligus salam perisahan karena akan mengemban amanah baru di tempat lain.

“Ini forum terhormat, lewat kesempatan baik ini, saya sampaikan terimakasih atas dukungan selama ini dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya seluruh stakeholder dan mitra BMH Perwakilan Jawa Tengah,” kata Misdawi.

Misdawi pada kesempatan itu berpamitan kepada seluruh stakeholder BMH Perwakilan Jawa Tengah untuk mengemban amanah yang sama di Jogyakarta.

“Saya sampaikan terimakasih dan permohonan maaf selama ini yang sudah berinteraksi, baik selaku GM dan di manajemen selama mengemban amanah di sini,” katanya.

Sekedar diketahui, melalui Rakernas BMH di Bandung beberapa waktu lalu, BMH Pusat mengamanahkan BMH Perwakilan Jawa Tengah untuk dinahkodai oleh Muhammad Mundzir.

Dalam dua hari pelaksanaan rakerwil tahun 2024 ini didampingi oleh Pengurus BMH Pusat Dede Hari Bahtiar dan Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah Ust. Sunoto Ahmad.

Hadir juga mendampingi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah yang juga sekaligus Pendamping BMH Perwakilan BMH Perwakilan Jawa Tengah Ust. Ali Subur dan Ust. Widodo yang juga selaku Bendahara DPW Hidayatullah Jawa Tengah juga selaku Pendamping dua BMH Perwakilan Jawa Tengah.

Dalam sesi penguatan kepada segenap amil BMH Perwakilan, Ketua Murobbi Wilayah, Ust. Sunoto Ahmad menekankan perlunya disyukuri nikmat Allah, dan syukur tertinggi yakni menjadi penggerak peradaban Islam.

“Tantangan akan datang dan terus menantang, semoga kita Istiqamah,” harap Sunoto seraya berpesan hendaknya BMH Jateng terus meningkatkan kapasitas sumber daya dan lembaga.

Senada dengan itu, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Ust. Ali Subur menyampaikan 3 hal penting menyongsong kepemimpinan baru di BMH Perwakilan Jawa Tengah.

Pertama, kata Subur, kinerja perlu lebih ditingkatkan. Kedua, berikan contoh terbaik, dan terakhir tingkatkan kualitas layanan untuk umat.

Terakhir pesan yang disampaikan oleh Perwakilan Pengurus Pusat BMH Dede Hari Bahtiar untuk perlunya pendampingan dan penguatan skil amil, penguatan komitmen dan konsisten melaksanakan hasil-hasil rakerwil, dan terus semangat dan bertekad kuat mewujudkan amanah lembaga.

“Sinergi kolaborasi harus terus ditingkatkan, kuatkan hati dan ukhuwah dalam bingkai jamaah dan doa serta Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) harus menjadi budaya amil,” kata Dede, sapaan akrabnya.

Sedang dalam sesi closing statmen, General Manager Perwakilan Jawa Tengah yang baru, Muhammad Mundzir menitipkan pesan kepada para Kadiv dan koordinator-koordinator gerai dan mitra zakat (MZ) untuk fokus meningkatkan kualitas diri.

Mundzir juga mengharapkan semakin kuatnya soliditas dan kinerja menyongsong tahun depan yang semakin menantang sebagaimana tema besar rapar kerja yakni, Fokus Pada Peningkatan Daya Saing Melalui Inovasi Berkelanjutan.*/Yusran Yauma

Kisah dan Muhasabah 5000 Anak Sholeh-Sholehan di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Menutup akhir tahun 2023, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Jawa Tengah mengadakan event Kisah dan Muhasabah untuk 5000 anak sholeh-sholehah di 11 Lokasi di Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, menutup tahun 2023 ini, BMH dan mitra dapat berkolaborasi untuk mengadakan kisah dan Muhasabah,” kata Kadiv Prodaya BMH Perwakilan Jawa Tengah, Yusran Yauma dalam keterangannya kepada media ini, Rabu.

Dia mengatakan, acara ini digelar selaam 2 hari yait Ahad-Senin, 11-12 Jumadil Akhir 1445 (24-25/12/2023).

Yusran menyebutkan, dua tempat di Kota Semarang diisi oleh Kak Bimo dan Kak Slam, dua pendongeng nasional.

Dan, secara berurutan keduanya gelaran akan dilaksanakan di 10 daerah lainnya.

Agenda ini sempat terhenti terhitung sejak tahun 2020-2022, hingga akhirnya pada akhir tahun 2023 dapat terlaksana kembali.

Sebagai informasi tambahan, ke 10 lokasi kisah dan Muhasabah dengan konten edukasi sedikit modifikasi yakni Boyolali, Pati, Demak, Ungaran, Kendal, Rembang, dan 3 tempat di Temanggung, rinci Yusran.

Dua penerima manfaat, ananda Fada dan Fadil dalam kesempatan ini sangat berterimakasih kepada BMH dan seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam kisah dan Muhasabah.

“Senang bisa dengar cerita motivasi yang bagus, bisa bersama dan kenal kawan-kawan lain tetangga TPQ lainnya. Pulang-pulang bawa ilmu dan juga bingkisan dari panitia” cerita Fada dan Fadil sesaat setelah acara selesai. (ybh/hidayatullah.or.id)

Rapat Kerja Serentak Digelar 9 Daerah Hidayatullah di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 22 daerah yang masuk dalam koordinasi DPW Hidayatullah Jawa Tengah secara serentak menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Selasa, 13 Jumadil Akhir 1445 (26/12/2023).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut kegiatan organisasi sebelumnya yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Rapat Kerja WIlayah (Rakerwil), dengan mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi, dan Wawasan, Menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”.

Adapun teknis pelaksanaan Rakerda dibagi menjadi 9 Rayon, dengan menggabungkan beberapa daerah yang bersebelahan menjadi satu rayon di salah satu daerah.

Masing-masing rayon didampingi oleh satu pengurus DPW, bahkan ada beberapa daerah yang juga didampingi oleh anggota DMW. Daerah-daerah tersebut dengan pendampingnya sebagai berikut:

Kota semarang: Ust. Usman
Kudus: Ust. Muhammad Muslim
Grobogan: Ust. Hamdan
Kendal: Ust. Eviq Erwiandy
Salatiga, Kab. Semarang, Boyolali: Ust. Nur Said Abdullah
Tegal, Kota tegal, Brebes: Ust. Wuryantoro & Ust. Sunoto Achmad
Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga: Ust. Akhmad Ali Subur
Kota pekalongan, Kab. Pekalongan, Batang, Pemalang: Ust. Widodo & Ust. Ahmad Suwarno
Pati, Blora, Jepara, Rembang, Demak: Ust. S. Ahmad Jihad & Ust. Imam Syahid

Dalam sambutan resmi Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah Ust. Akhmad Ali Subur yang dibacakan langsung kepada seluruh peserta Rakerda, beliau berpesan tentang pentingnya sumber daya insani (SDI) untuk tumbuh kembangnya organisasi.

Menurut Subur, kebutuhan sumber daya insani yang berkualitas karena saat ini kita dihadapkan pada kenyataan berupa semakin berkurangnya bahkan tiadanya lagi para sesepuh dan para pendiri (founding father) lembaga ini.

“Kemudian kita juga dihadapkan kepada tantangan masih terbatasnya kader yang ada, baik secara kuantitas maupun kualitas,” ujarnya.

Secara kuantitas, beber Subur, jumlah kader kader organisasi terhitung minimalis, baik yang berada dalam jabatan struktural maupun fugsional di amal/badan usaha yang ada.

Demikian juga secara kualitas. Menurut dia, kader-kader yang ada di berbagai lini masih belum memadai secara kompetensi dan komitmen (loyalitas).

Oleh karenyanya ia menekankan agar dilakukan upaya serius, sistematis, terstruktur, dan terukur untuk peningkatan jumlah kader melalui proses rekruitmen, sekaligus peningkatan aspek kompetensi dan komitmen melalui pembinaan dan upgrading SDI.

Apabila proses peningkatan kualitas kompetensi dan komitmen kader dapat dilakukan secara efektif, maka akan berdampak pada meningkatnya kinerja organisasi atau lembaga. Secara lahiriyah dapat berwujud meningkatnya kualitas proses layanan, pertambahan jumlah dukungan stakeholder dan semakin sehatnya cashflow.

“Disamping itu juga secara batiniyah laju organisasi akan lebih aman, nyaman dan barokah karena diselimuti oleh kekuatan spirit perjuangan melalui gerakan nawafil, halaqah, dan pembinaan ruh yang menerangi diri sendiri, keluarga, jamaah, dan umat,” tandasnya.(ybh/hidayatullah.or.id)

Validasi Lapangan oleh Kantor Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Kantor Kementerian Agama Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan Validasi Lapangan kepada Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DIY-Jatengbagsel pada Kamis, 23 Jumadil Awal 1445 (7/12/2023).

Validator dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penais & Zawa), H. Nurhuda, S.Ag., M.Si.

Kedatangan tamu disambut hangat di kantor DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel. Penerimaan tamu dipimpin langsung oleh Ketua, Ustadz Abdullah Munir, S.Ag.

Selain berbincang, kunjungan ke studio Pos Dai juga dilangsungkan. Para tamu dapat melihat langsung berbagai perangkat studio dan mendapat penjelasan terkait proses penyiaran.

Dalam kesempatan ini ada satu harapan kepada DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel, sebagaimana disampaikan oleh Nurhuda, S.Ag., M.Si., yakni dakwah di kalangan remaja. Agar kejadian-kejadian miris di kalangan remaja berkurang.

DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel merespon dengan kesiapan. Alhamdulillah beberapa program telah diluncurkan, dan insya Allah akan ditambahkan.

Sebagai informasi, Validasi Lapangan dilaksanakan sebagai tindak lanjut permohonan surat rekomendasi dari DPW Hidayatullah DIY-Jatengbagsel kepada Kantor Kementerian Agama Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.*/Eviq Erwiandi

Saat Pemimpin Umum Hidayatullah Alami Krisis Air

0

JARUM jam menunjukkan angka sepuluh. Tak biasanya, KH Abdurrahman Muhammad, Pemimpin Umum Hidayatullah, belum tidur hingga selarut malam itu.

Beberapa hari jelang perhelatan Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah lalu, berbagai kesibukan memang meningkat dimana-mana.

Tak hanya di lokasi penginapan dan venue acara yang sudah disiapkan panitia. Rumah-rumah warga pun juga kebagian kesibukan yang sama.

Malam itu, sejumlah tamu peserta Silatnas yang juga keluarga Pemimpin Umum sudah terlelap di kamar yang disediakan. Sebagian, ada yang baru tiba dari perjalanan dari Sulawesi.

Tapi Ustadz Abdurrahman, sapaannya, justru gelisah. Ia baru saja mendapat laporan soal air yang sudah beberapa hari ini tidak mengalir.

“Eh tiga hari menjelang Silatnas sampai malam pembukaan Silatnas itu macet air di rumah. Jam sepuluh malam baru saya tahu kalau tidak ada air,” ungkapnya menceritakan kegelisahan sekaligus ketegangan yang sempat terjadi jelang Silatnas lalu.

“Harus ada air malam ini! Bagaimana tamu-tamu ini? Sudah pada tidur waktu itu tamu-tamunya,” lanjutnya menceritakan.

Uniknya, karena melihat tersisa sedikit, Ustadz Abdurrahman justru berinisiatif sekalian membersihkan seluruh wadah air yang ada di rumahnya.

Eh ada sedikit air tapi tinggal kotorannya. Jadi kesempatan saya korek itu drum, bersihkan semua tahi-tahinya. Saya buang semua,” ucapnya.

Harapannya, setelah dikuras habis, air yang ditunggu segera mengalir malam itu.

Maklum sudah berhari-hari sejak bulan-bulan lalu masyarakat sekitar pondok pesantren mengalami krisis air. Tak sedikit yang terpaksa swadaya membeli air bersih. Fenomena yang melanda warga Balikpapan pada umumnya.

Ternyata, tak mudah mencari penjual air di malam hari. Apalagi sudah menginjak larut malam. Kebanyakan sudah istirahat dan tutup. “Alhamdulillah, menjelang jam sebelas malam dapat air,” sambungnya.

Menurut sahabat karib Pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said tersebut, tiga malam berturut itu ia tidur sampai jelang jam dua belas malam.

Meski khawatir akan krisis air selama acara Silatnas, namun yang paling ditakutkan justru bukan masalah kekurangan air tersebut.

“Saya lihat wah bagaimana nanti kalau tidak bisa bangun malam ini? Itu paling khawatir saya itu. Tidak bisa bangun malam. Paling takut kalau tidak bisa bangun malam. Paling takut kalau tidak bisa baca al-Qur’an,” jelas ustadz yang sudah puluhan tahun berdakwah di penjuru Nusantara.

“Pokoknya kalau kurang itu; baca tawajjuhat, kurang baca wirid pagi sore, kalau malam kurang zikir malam, aih hancur itu. Tapi kalau ada (ibadah nawafil) itu insyaAllah masih bisa masih kuat itu, Alhamdulillah,” pungkasnya dengan nada semangat saat menceritakan itu di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, beberapa waktu lalu.* (Abu Jaulah/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)

BMH Bersama Masjid Al Furqon Gelar Khitanan Massal di Trenggalek

0

TRENGGALEK (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Jawa Timur Gerai Trenggalek bekerja sama dengan Masjid Al Furqon menggelar khitan berkah secara massal dan gratis untuk anak-anak di Trenggalek, Jawa Timur pada Ahad, 11 Jumadil Akhir 1445 (24/12/2023).

Kegiatan yang dibingkai dengan tema “Khitan Berkah Gratis” ini berlangsung di Masjid Al Furqon, Surodakan, Klampisan, Surodakan, diikuti oleh 31 anak-anak yatim dan dhuafa dari kalangan Sekolah Dasar (SD).

“Kegiatan ini rutin kami lakukan tiap tahun untuk anak-anak saat libur sekolah. Selain menyadarkan akan kesehatan dan kebersihan, kami berharap hal ini bisa membantu menyempurnakan keislaman mereka,” terang Budi, amil BMH Trenggalek.

Selain khitan gratis, peserta juga mendapatkan bingkisan berupa uang saku, tas, sarung, konsumis dan lainnya.

Bapak Bibit Purnomo salah satu orang tua peserta khitan berkah mengatakan, “Kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMH atas terselenggaranya acara khitan berkah gratis ini selama libur sekolah,”.

“Terima kasih atas kebaikan dan perhatian yang luar biasa ini. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah baik yang telah dilakukan oleh BMH untuk membantu masyarakat. Terima kasih atas bantuan ini yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkapnya haru.

Kegiatan yang dilakukan bersama Paskas, NDO, IDI serta RSUD Trenggalek ini sukses digelar dan dirasakan manfaat oleh warga saat libur sekolah tiba.

“Inilah bukti kebaikan zakat, infak dan sedekah melalui BMH,” tutup Budi.*/Herim

Apotek Lestari Gandeng BMH Salurkan Program Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan

0

KUDUS (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-9 Apotek Lestari,Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bekerja sama dengan Apotek Lestari dan para mitra menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, senam sehat bersama, dan pembagian paket kepada warga di sekitarnya pada Ahad, 11 Jumadil Akhir 1445 (24/12/2023).

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian perusahaan terhadap program-program kemanusiaan, serta sebagai salah satu cara untuk mewujudkan nilai-nilai rahmatan lil’alamin, Apotek Lestari menyumbangkan dana CSR dan Zakat Maal kepada beberapa lembaga kemanusiaan, salah satunya adalah Laznas BMH,” ujar Apt. Anggi Alhamdini, pemilik Apotek Lestari.

Pada kesempatan tersebut, Laznas BMH juga memberikan penghargaan simbolis kepada Apotek Lestari sebagai mitra dalam program sosial kemanusiaan yang telah memberikan kontribusi selama ini.

“BMH menghargai dan berterima kasih atas dukungan Apotek Lestari terhadap program-program BMH selama ini. Semoga Apotek Lestari terus berkembang dan mendatangkan berkah,” doa dan harapan yang disampaikan oleh Koordinator Laznas BMH Perwakilan Jawa Tengah, Gerai Kudus, Eko Kusniyanto dalam sela-sela acara.

Salah satu penerima manfaat dari program kolaborasi antara BMH dan Apotek Lestari ini sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh kedua lembaga ini.

“Terima kasih kepada BMH dan Apotek Lestari, hari ini saya bisa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis dan menerima bingkisan. Semoga Apotek Lestari terus maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkap Eta, salah satu peserta kegiatan.*/Herim

Laznas BMH Gelar Khitan Berkah Anak Yatim-Dhuafa dan Difabel di Kediri

0

KEDIRI (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka membantu masyarakat yang membutuhkan, dalam hal memelihara fitrah dan hidup sehat, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Gerai Kediri melaksanakan Khitan Berkah Nusantara 2023, Sabtu, 10 Jumadil Akhir 1445 (23/12/2023).

Peserta adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu / dhuafa, yatim, mualaf serta difabel.

Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidz Ar-Risalah Hidayatullah, Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri, Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan ini Perangkat Desa setempat, Bapak Hendra serta perwakilan sponsorship Ibu Yuyun Nurliana, S.IP., M.AP untuk memberikan dukungan secara langsung melalui sambutan yang diberikan.

Tidak ketinggalan hadir pula ketua DPD Hidayatullah Kota Kediri sekaligus Pembinan Pondok Pesantren Tahfidz Ar-Risalah Hidayatullah Kota Kediri Ust. Halim untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, banyak harapan manfaat yang diberikan benar-benar di rasakan oleh keluarga yang membutuhkan.

Dalam kegiatan ini tidak hanya layanan khitan gratis yang di terima oleh peserta khitan, namun juga paket bingkisan yang berisi baju, songkok,sarung, mushaf, tas sekolah alat sekolah, serta snack dan juga uang saku.

Ibu sumarmi mengatakan “dengan adanya program khitan berkah secara gratis dari BMH, Alhamdulillah sangat mebantu.”

“Semua ini bukti komitmen BMH yang terus didukung oleh umat dalam menghadirkan berbagai program kebaikan,” tutup Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim.*/Herim

Sarasehan Dakwah, Head Coach AMIN dan Asisten Sambangi DPP Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali yang juga head coach atau Kepala Pelatih Tim Nasional (Timnas) Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menyambangi Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Kedatangan Ahmad Ali sekaligus menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Dakwah Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) bertajuk “Dakwah Politik & Politik Dakwah”.

Pria yang biasa disapa Bang Ali ini rupanya datang tidak sendiri. Ia turut dibersamai tiga asisten head coach Timasn AMIN, yakni Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Jazilul Fawaid, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung, dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan.

Anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah Dr. H. Abdul Aziz Qahhar Muzakkar, M,Si, yang menjadi pembicara pertama sekaligus mengantar diskusi itu mempersilahkan para tamu duduk di kursi di atas panggung utama.

Aziz menyampaikan rasa bahagia dan terimakasih atas kedatangan tokoh yang tidak direncanakan tersebut.

“Tadi setelah saya perhatikan di meja makan, ternyata ini coach semua. Jadi ini tidak disengaja, tetapi bukan kebetulan karena tidak ada yang kebetulan,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Dakwah Politik dan Politik Dakwah

Masih dalam sambutannya, Aziz menyampaikan bahwa kesadaran politik amat penting dibangun di tengah umat sehingga menjadikan politik sebagai kendaraan untuk berkhidmat kepada kebaikan.

Gerakan pencerahan politik ini, kata Aziz, merupakan tugas setiap dai. Hal tersebut seperti telah dilakoni para tokoh yang hadir yang merupakan aktifis dakwah yang juga aktifis politik.

“Kita kita yang berbasis ormas ini semakin sadar bahwa Islam ini tidak mungkin bisa berkembang kalau kita hanya menjadi penonton terhadap realitas politik yang berjalan,” katanya.

Dalam pada itu, kesadaran politik oleh pesantren dan ormas Islam yang kian bertumbuh ini sebebenarnya tak memiliki hasrat kekuasaan selain mengharapkan kebaikan untuk bangsa dan negara. Mereka hanya ingin negara diurus dengan benar.

“Orang pesantren sebenarnya tidak banyak keinginannya untuk kekuasaan ini, cuma ingin penguasa benar benar berpihak kepada kepentingan umat. Kita hanya ingin negara ini berjalan sesuai dengan Pancasila, berjalan sesuai dengan UUD 1945,” tegas Aziz.

Sementara itu, Ahmad Ali mengawali dengan menyapa para dai yang hadir. Dia mengatakan sudah seringkali ingin datang ke DPP Hidayatullah, namun baru pada kesempatan ini bisa hadir.

Bagi Ali, dakwah politik dan politik dakwah merupakan dua persenyawaan yang saling berhubungan karena Islam memang tak bisa dilepaskan dari politik.

“Dua hal yang dibolak balik tapi maknanya menjadi berbeda. Tema ini menarik dan menjadi sangat pas dengan kondisi kekinian,” katanya.

Tetapi yang menjadi masalah, kata Ali, adalah kita selalu berbicara serta melibatkan diri pada politik di saat momen politik tertentu saja, namun diluar momen itu amat nihil dilakukan pencerahan politik.

Menurut Ali, Indonesia terlalu lama dikuasai politik liberal sehingga semua pendekatannya adalah materi. Karena itu ia pun mewanti wanti agar jangan sampai dai, kyai, dan tokoh agama diperalat melalui pendekatan sekuler ini demi untuk memenuhi syahwat politik.

“Maka untuk itu, saya mengapresiasi betul Hidayatullah yang kemudian membuka persoalan politik ini menjadi bagian dari dakwah,” kata Ali, seraya berharap semoga Hidayatullah menjadi pelopor dalam membangun kesadaran politik umat yang dilakukan secara terus menerus dalam membimbing masyarakat.

Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Gus Jazilul Fawaid menyampaikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai adalah produk dari tokoh, dai, ulama, dan orang orang shaleh.

“Jangan lupa, bahwa yang di depan saya ini adalah para pewaris dari yang namanya Indonesia,” imbuhnya di hadapan ratusan dai Jakarta yang mengikuti sarasehan ini.

Gus Jazilul Fawaid menekankan bahwa Indonesia bukan negara Islam tetapi Indonesia negaranya orang Islam. Namun sayangnya, kata Gus Jazilul, umat Islam makin dijauhkan dari Indonesia, bahkan makin dijauhkan dari yang namanya politik.

“Sehingga kalau menyebut dakwah, itu sudah pasti politik. Kalau sudah menyebut politik, itu sudah pasti dakwah. Dakwah dengan politik itu sama saja. Ini sama halnya ketika kita menyebut Indonesia, itu muslim,” imbuhnya.

Gus Jazilul juga menyoal pemyakit alergi politik yang diidap oleh umat termasuk ormas Islam. Menurutnya, ormas Islam selalu tak mau disebut berpolitik sehingga menghindarkan diri sama sekali dari urusan politik. Padahal, menurutnya, ormas Islam adalah entitas politik karena ada dalam negara.

“Oleh sebab itu, saya berharap arahkan politik pada tempatnya yang baik dan tempatkan pemimpin Indonesia itu sebagai pewaris orang orang yang shaleh,” ujarnya.

Pada kesemparan tersebut Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect) Imam Nawawi yang menjadi moderator acara juga meminta politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung dan Wakil Ketua Majelis Syura PKS Ahmad Heryawan untuk menyapa hadirin.

Selain itu, keduanya juga berbagi ilmu, wawasan, dan pengalaman kepada para dai dalam melakoni kiprah dakwah di parlemen dan pemerintahan untuk kemaslahatan bangsa dan negara. (ybh/hidayatullah.or.id)

Sarasehan KMH, Nashirul Haq: Dakwah Harus Relevan dengan Zaman

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Dr. Nashirul Haq, MA, membuka Sarasehan Dakwah Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) di Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta, Kamis, 8 Jumadil Akhir 1445 (21/12/2023).

Nashirul Haq dalam sambutannya menekankan pentingnya pola gerakan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman dengan tetap selalu mengakar pada landasan Al Qur’an dan Sunnah.

Ia menegaskan, dakwah adalah pekerjaan utama setiap muslim sebagaimana ia telah menjadi jalan yang konsisten dititi oleh para Nabi dan Rasul.

“Arus utama gerakan para Nabi adalah dakwah. Makanya, ini juga yang menjadi mainstream gerakan Hidayatullah sampai hari kiamat. Sepanjang hayat ini mainstream gerakan Hidayatullah, ini sangat vital,” katanya.

Nashirul menyampaikan bahwa penyajian dakwah yang kontekstual amat penting dikuatkan dengan menggarisbawahi kebutuhan menjaga dan mempertahankan esensi ajaran Islam sambil mengemasnya secara sesuai dengan konteks masyarakat yang terus berubah.

“Metode penyampaian dakwah harus relevan. Karena, jangankan kebenaran, kebatilan saja yang disajikan dengan menarik bisa memberikan pengaruh,” imbuhnya.

Dakwah yang memahami kebutuhan dan permasalahan aktual dapat memberikan solusi praktis yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat.

Menurutnya zaman modern sering kali dihadapkan pada tantangan-tantangan unik dan beragam yang dihadapi masyarakat. Sehingga, dakwah yang relevan harus mampu memberikan pandangan Islam terhadap isu-isu ini, memberikan solusi yang kontekstual dan dapat diterima.

Oleh sebab itu, menurut Nashirul, para dai harus berupaya terus melakukan upgrade diri sehingga mampu tampil sebagai pembawa risalah Islam yang tidak saja informatif melainkan juga mampu menumbuhkan kesadaran umat.

“Maka, dakwah harus juga inovatif,” tegas Nashirul.

Ia menambahkan dakwah harus didenyuti Al Qur’an dan Sunnah yang di dalamnya ada kedalaman bashirah yang mencakup materi yang konstekstual, penyajian yang relevan (thariqah), dan, yang tidak kalah penting adalah kepribadian dai (syakhsiyah da’iyah).

Selain itu, Nashirul menjelaskan, gerakan dakwah hendaknya dilakukan secara terpimpin dan terorganisir. Sebab, pesan pesan dakwah yang diharapkan tidak saja bertahta di hati umat tetapi juga mampu dilakukan secara sistematis dan terorganisir.

“Dakwah itu bisa sukses dengan kepemimpinan. Jadi harus ada kepemimpinan dakwah. Mudah mudahan ini bisa membangkitkan semangat kita dan hadir di tengah umat. Semoga lancar dan barakah,” tandasnya.

Sarasehan dakwah ini dihadiri oleh sejumlah narasumber yaitu pembina KMH KH. Zainuddin Musaddad, MA, Pembina Posdai Ust. H. Akib Junaid Kahar Syuaib, Kabid Dakwah & Yanmat DPP Hidayatullah Ust. H. Nursyamsa Hadis dan dipandu Fadli Usman.

Sementara untuk sesi kedua hadir narasumber Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah Pusat Ust. Dr. H. Abdul Aziz, M.Si, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Tengah H. Ahmad Ali, Anggota DPD RI Drs. H. Tamsil Linrung, dan dipandu moderator Direktur Prospect Indoensia Imam Nawawi. (ybh/hidayatullah.or.id)