Beranda blog Halaman 231

PT Hage Probindo Luncurkan Produk Baru Pasta Gigi Herbal Siklus

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Produsen barang rumah dan perawatan kesehatan PT Hage Probindo terus melakukan langkah besar dalam menghadirkan inovasi baru untuk konsumen setianya.

Perusahaan belum lama ini meluncurkan produk terbaru mereka yaitu pasta gigi “Siklus” yang tidak hanya mengandung bahan-bahan herbal berkualitas tinggi tetapi juga memenuhi standar kehalalan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Zaldi Suparta, Direktur Utama PT Hage Probindo, menyatakan kebanggaannya terhadap produk terbaru ini.

Dia mengatakan peluncuran produk baru pasta gigi Siklus adalah bukti komitmen pihaknya untuk terus memberikan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan nilai-nilai kebaikan dan kehalalan.

“Kami berharap produk ini dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mencari solusi perawatan gigi yang alami dan sesuai dengan prinsip kehalalan,” katanya dalam keterangannya diterima media ini, Senin, 5 Jumadil Akhir 1445 H (18/12/2023).

Zaldi menyebutkan produk pasta gigi Siklus ini menambah portofolio perusahaan untuk produk kesehatan dan konsumsi yang sudah ada sebelumnya yaitu Biosyafa, Halawa, Procid, dan Susu Kambing Al Halib.

Dalam acara peluncuran ini, Zaldi Suparta juga mengumumkan rencana perluasan bisnis perusahaan ke Jakarta. Perusahaan menunjuk Deden Sugianto menjadi Kepala Perwakilan Jakarta.

“Kami sangat senang mengumumkan bahwa PT Hage Probindo akan membuka kantor perwakilan baru di Jakarta sebagai langkah strategis untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen kami di wilayah ini. Dengan adanya kantor perwakilan di Jakarta, kami akan lebih responsif terhadap kebutuhan pasar yang terus berkembang,” katanya.

Deden Sugianto, Kepala Perwakilan Jakarta, menambahkan, “Kami akan memastikan bahwa konsumen di Jakarta dapat dengan mudah mengakses produk-produk terbaru kami, termasuk pasta gigi herbal Siklus. Kami akan menghadirkan beragam promosi dan kegiatan untuk menguatkan kehadiran PT Hage Probindo di Jakarta,” kata Deden.

Peluncuran produk pasta gigi herbal Siklus dan perluasan ke Jakarta ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi industri perawatan kesehatan dan memperkuat posisi PT Hage Probindo sebagai pemimpin inovatif dalam sektor ini. (ybh/hidayatullah.or.id)

Mushida Turut Tandatangani Rekomendasi FGD KNPK Indonesia

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia (KNPK Indonesia) bekerja sama dengan Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) menyelenggarakan Focus Group Discussion bertajuk “Perlindungan Keluarga dari Ancaman Gerakan Global Penyimpangan Seksual” dalam rangka HUT ke-3 sekaligus memperingati Hari Ibu di GSG Kompleks DPR Kalibata, Jakarta, Kamis, 1 Jumadil Akhir 1445 (14/12/2023).

FGD ini berhasil menelurkan 9 rekomendasi penting yang nantinya akan diteruskan secara resmi ke instansi dan lembaga negara terkait untuk ditindaklanjuti.

Lembar rekomendasi ini ditandatangani peserta perwakilan dari ormas Islam termasuk Muslimat Hidayatullah (Mushida) dan para tokoh yang hadir.

Dalam FGD yang dihadiri sejumlah narasumber dan peserta dari berbagai unsur masyarakat, Ketua KNPK Indonesia, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si, guru besar IPB University bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, menyampaikan kajiannya mengenai upaya perlindungan keluarga dari Gerakan Global Penyimpangan Seksual yang kini semakin meradang di masyarakat Indonesia.

Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah mendesak pemerintah untuk mengendalikan media sosial dan melakukan sensor terhadap produk-produk hiburan yang bermuatan promosi dan sosialisasi penyimpangan seksual global.

Kondisi ini semakin urgen, jika tidak maka bukan tidak mungkin, gerakan global penyimpangan seksual ini akan merusak dan menjangkiti generasi penerus Bangsa Indonesia.

Untuk itu, rekomendasi melihat sangat urgen bagi pemerintah untuk melakukan berbagai langkah tegas dalam mengawasi media sosial dan sensor lebih ketat dan produk hiburan yang tidak sesuai dengan nilai jati diri bangsa.

Dalam FGD KNPK Indonesia, bertindak sebagai keynote speaker Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si selaku Ketua KNPK Indonesia. Pada sesi 1, narasumber pertama, Rita Soebagio, M.Si. membawakan topik mengenai “Kronologi Gerakan Global Penyimpangan Seksual dan Tantangan Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Seksual Komprehensif (CSE)”.

Narasumber kedua, Bunda Neng Djubaedah, S.H., M.H., Ph.D., membawakan topik mengenai “Menghadirkan Produk Perundangan yang Melindungi Rakyat dari Ancaman Gerakan Penyimpangan Seksual Global.” Adapun moderator pada sesi 1, Nurul Hidayati, S.S., MBA.

Pada sesi ke-2 dimoderatori oleh Dr. Wido Supraha, M,Si. Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., sebagai narasumber pertama membawakan topik mengenai “Peran Lembaga dan Organisasi Kemasyarakatan untuk pencegahan penyebaran penyimpangan seksual.”

Narasumber kedua, Muhammad Iqbal, Ph.D., membawakan topik mengenai “Peran Pemerintah, Masyarakat, Swasta, dan Keluarga, dalam upaya Pencegahan dan Rehabilitasi Penyimpangan Seksual.”

Narasumber ketiga, K.H. Fahmi Salim, M.A. yang membawakan topik “Proses Tazkiyatunnafs dalam Meningkatkan Kontrol Diri, Menguatkan Individu dari Ancaman Penyimpangan Seksual.”

Kegiatan FGD ini dihadiri pimpinan, pengurus, anggota KNPK Indonesia, pimpinan dan anggota BMIWI, juga mengundang tokoh dan praktisi keluarga, serta organisasi yang memiliki concern terhadap percepatan pembangunan ketahanan keluarga Indonesia, sejumlah kurang lebih 200 orang.

Diantara Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah yang hadir pada kesempatan ini di antaranya Sabriati Aziz (Ketua Majelis Penasihat Mushida), Dede Agustina (Kabid Organisasi), Wulan Sari (Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga), Ina Sriwahyuni (Ketua Departemen Ekonomi), Sudaryani (Ketua Departemen Dakwah), dan Saryati (Ketua Departemen Sosial).

Sabriati mengatakan dengan terlesenggaranya kegiatan ini, harapannya mampu memberikan kontribusi kepada umat dengan mendorong kerjasama antara lembaga pemerintahan serta masyarakat dengan melibatkan ormas muslimah se Indonesia dalam mengupayakan perlindungan keluarga Indonesia dalam gerakan aktif menolak LGBT serta kesetaraan gender.

“Manfaat forum ini dapat meluaskan pemahaman tentang delik hukum terkait pembahasan kasus penyimpangan seksual dan berkoalisi dengan ormas ormas Islam dalam menuntaskan permasalahan sosial,” katanya.

Rekomendasi FGD

Penyelenggara FGD ini yaitu KNPK Indonesia adalah wadah musyawarah yang bersifat independen, yang dibentuk dalam rangka mempercepat pembangunan, koordinasi strategi dan program Ketahanan Keluarga secara nasional.

Sedangkan BMIWI adalah Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia yang merupakan organisasi federasi beranggotakan 35 ormas perempuan tingkat nasional.

Focus Group Discussion ini menghasilkan 9 rekomendasi. Sembilan rekomendasi hasil FGD lainnya adalah sebagai berikut :

  1. Menuntut PBB dan Organisasi-Organisasi Internasional agar berhenti mempromosikan dan mengadvokasi isu global dan nilai-nilai yang tidak universal, terutama terkait penyimpangan seksual. Oleh karena itu PBB dan INGO hendaknya menghargai sikap negara-negara yang menolak gerakan global penyimpangan seksual sebagai bentuk ‘margin of appreciation’ dan penghormatan terhadap kedaulatan negara tersebut.
  2. Meminta Pemerintah dan Lembaga Legislatif untuk menerbitkan produk perundangan yang melindungi individu, keluarga dan masyarakat dari keterpaparan ancaman gerakan global penyimpangan seksual. Jika belum ada produk perundangan yang memadai, mendorong dan atau mendukung masyarakat untuk melakukan judicial review terhadap KUHP pasal 414.
  3. Mendesak Pemerintah dan Penegak Hukum untuk melarang promosi dan aksi gerakan global penyimpangan seksual di tengah masyarakat dalam berbagai bentuknya.
  4. Mendesak Pemerintah serta mendorong Swasta dan Masyarakat untuk melakukan pencegahan dan upaya-upaya rehabilitasi penyimpangan seksual.
  5. Mendorong lembaga pendidikan serta tokoh-tokohnya untuk menghadirkan kurikulum pendidikan seksual yang sesuai dengan jati diri Bangsa Indonesia serta menolak kurikulum yang tidak sesuai dengan nikai-nilai Pancasila.
  6. Mendorong keluarga Indonesia untuk ketahanannya dengan menjalankan peran, fungsi dan tugasnya dengan baik.
  7. Mengokohkan masyarakat Indonesia, untuk menjadi komponen bangsa yang memiliki kekuatan kontrol diri melalui proses pensucian jiwa.
  8. Mendorong sektor bisnis untuk memiliki dan atau mengimplementasikan Kebijakan dan program perlindungan keluarga dari ancaman gerakan global penyimpangan seksual. Hal ini dapat mencakup peningkatan pengawasan terhadap konten yang dihasilkan atau disebarkan oleh perusahaan, serta memberikan edukasi kepada karyawan mengenai dampak negatif dari penyimpangan seksual.
  9. Mendorong dan memperkuat kerjasama antara lembaga pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta dalam membentuk forum diskusi, pelatihan, menyediakan layanan penanganan dan pemulihan terkait penyimpangan seksual, dan kampanye edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai bahaya gerakan global penyimpangan seksual.

(ybh/hidayatullah.or.id)

Laznas BMH – Pegadaian Persero Beri Santunan kepada 100 Anak Yatim dan Dhuafa

0

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Menjelang akhir tahun 2023, PT Pegadaian (Persero) bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari 10 Rumah Quran di Kecamatan Medan Belawan dan Medan Polonia Kota Medan, Ahad, 4 Jumadil Akhir 1445 H (17/12/2023).

Kegiatan penyaluran bantuan berupa mushaf Al-Qur’an, paket gizi anak, paket alat tulis sekolah dan uang tunai.

Sebanyak 50 anak yatim di kampung ini menjadi penerima manfaat dari paket bantuan tersebut. Kegiatan dipusatkan di Masjid Jami’ Sicanang.

Berikutnya bantuan tersebut diberikan kepada 25 santri Qur’an Yatim di Karang Sari dan 25 santri di Sari Rejo Medan Polonia.

Total penerima manfaat ada 100 anak yatim dari 10 rumah qur’an di 2 kecamatan Kota Medan.

Santunan yang sangat membahagiakan tersebut diserahkan langsung oleh Lukman BAMS, kepala BMH Sumatera Utara kepada santri-santri anak yatim yang disaksikan oleh para guru dan warga.

Ananda (13) seorang anak yatim yang menerima paket bantuan menuturkan kebahagiaan hatinya.

“Saya senang dapat bantuan ini, ada pula Al-Qur’an nya sambil memeluk mushaf yang baru saja diterimanya,” ungkapnya.

Lukman BAMS mengatakan, santunan yang diberikan ini merupakan wujud rasa terima kasih, rasa peduli, dan apresiasi dari PT. Pegadaian (Persero) Medan atas kebersamaan dan dukungan penuh terhadap keberadaan perusahaan yang telah tumbuh berkembang bersama masyarakat.

Tentu juga sebagai bentuk atensi dan peduli BMH kepada masyarakat marginal yang sangat membutuhkan, terutama yang bermukim diwilayah pesisir.

“Bantuan ini pun sebagai upaya memberikan daya dukung agar bertumbuh semangat para santri yatim untuk semakin sehat dan giat dalam belajar, demi menata masa depan agar dapat cemerlang dimasa datang,” tutur Lukman.

Ustadz Saipul, guru Qur’an dan penggerak anak yatim di Kampung Sentosa Sicanang Kering Belawan, mengatakan bahwa ini adalah kebaikan luar biasa.

“Perhatian ini betul-betul berarti bagi anak-anak di sini, apalagi yang anak yatim. Terimakasih kepada BMH dan Pegadaian yang jauh datang kemari untuk mengunjungi kami disini. Kami tak sangka semua ini. Semoga yang membantu kami rezekinya semakin bertambah berlipat,” katanya antusias.*/Herim

Tekad BMH Tingkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Berkelanjutan

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kota Bandung. Dihadiri Kepala Perwakilan di seluruh Indonesia, Rakernas berlangsung pada Selasa hingga Kamis, 28-30 Jumadil Awal 1445 (12-14/12/2023).

Sesuai jadwal, Rakernas dibuka Ketua Pembina BMH K.H. Dr. Nashirul Haq, MA, Selasa, (12/12/2023). Dalam sambutannya Ust. Nasirul Haq menyampaikan bahwa eksistensi BMH tidak boleh lepas dari jatidiri Hidayatullah.

“Karena, hal tersebut yang justru akan meningkatkan spirit juang para amil BMH, dan inilah yang menjadi salah satu pembeda BMH dengan lembaga sejenis,” kata pria yang karib disapa UNH ini.

Sementara itu, Firman ZA selaku ketua pengurus BMH dalam sambutannya menyampaikan bahwa BMH perlu meningkatkan kreatifitas inovasi yang berkelanjutan karena tantangan kedepan filantropi akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dibandingkan dengan sebelumnya.

Dia menyebutkan, data dari Baznas bahwa potensi zakat di Indonesia tahun 2023 mencapai Rp 350 triliun. Namun, hingga kini potensi tersebut realisasinya masih membutuhkan upaya bersama terutama Laznas.

“Untuk senantiasa menghadirkan inovasi yang secara langsung dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien sehingga dana zakat bisa terserap secara maksimal,” kata Firman.

Lebih lanjut Firman mengatakan Laznas BMH ditahun 2024 berupaya menguatkan platform zakat yang inovatif dan berkelanjutan.

“Hal ini guna dapat berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam menjadikan gerakan zakat di Indonesia kian terasa manfaat bagi umat. Sehingga, kepercayaan muzakki terhadap lembaga zakat juga semakin tinggi,” katanya.

Dia menjelaskan, inovatif ditekankan pada bagaimana marketing yang kian progressif. Sedangkan efektif lebih pada model pendayagunaan, sehingga dana zakat yang disalurkan benar-benar berdampak perubahan berkelanjutan.

Kemudian, efisen ditekankan pada pengelolaan sumber daya. Sehingga, terang dia, BMH kian gesit dalam gerak, cepat dalam respons, dan terdepan dalam partisipasi ikut mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan bangsa.

Rakernas BMH bertujuan mengevaluasi capaian kinerja 2023. Serta, merumuskan langkah-langkah strategis pada 2024 yang menjadi komitmen melangkah bersama dalam mengedukasi umat perihal zakat sekaligus dalam mendayagunakannya.

“Agar gerakan zakat semakin maju dan berdampak perubahan yang berkelanjutan,” tandas Firman.

Pada hari ketiga menjelang penutupan Rakernas 2024 adalah saat yang menegangkan bagi para peserta Rakernas. Pasalnya, dibacakan SK penugasan berupa rotasi, demosi, dan promosi secara besar-besaran dil ingkungan BMH secara nasional.

Hal ini menjadi sebuah budaya di BMH dimana setiap tahun akan selalu ada perubahan struktur di BMH secara nasional.

Marsono selaku Direktur Operasional BMH Pusat adalah salah satu amil yang diberi SK penugasan untuk memimpin BMH Jawa Barat. Dengan penuh semangat Marsono menggemakan takbir saat namanya disebut didalam deretan nama nama yang diberi SK.

Dalam Rakernas 2024 ini juga ada beberapa BMH Perwakilan yang mendapat nominasi penghargaan BMH Award dalam beberapa kategori, diantaranya Penerapan Manajemen Mutu ISO, Inovasi Program Terbaik, Pengelolaan Keuangan Terbaik, Kedisiplinan Amil Terbaik, Persentasi Pencapaian Target Penghimpunan Terbaik, dan Inovasi Marketing Terbaik.*/Asep Joehana

Berjumpa Mahasiswa UIM di Masjid Nabawi, Ini Harapan Ketum Pemuda Hidayatullah

0

MADINAH (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, berjumpa dalam suasana silaturrahim yang hangat dengan mahasiswa Islamic University of Madinah (IUM), Rabu waktu Saudi, 29 Jumadil Awal 1445 (13/12/2023).

Perjumpaan hangat dengan sejumlah mahasiswa yang juga merupakan kader muda Hidayatullah ini berlangsung di Masjid Nabawi, masjid kedua yang dibangun dalam sejarah Islam dan menjadi masjid terbesar kedua di dunia.

Selain bertukar pengalaman dan informasi selama masa studi dengan berbagai bianglalanya, pada kesempatan tersebut Rasfiuddin berkesempatan meluangkan waktu menyapa sekaligus menitip pesan kepada para mahasiswa yang masih bujangan ini.

“Maksimalkan kesempatan yang Allah berikan, banyak yang ingin kuliah di sini tapi Allah memilih antum, maka maksimalkan belajarnya. Kursi antum adalah kursi ‘panas’,” kata Rasfiuddin.

Ia pun mengharapkan, seusai studi di kota Nabi, para mahasiswa ini dapat kembali untuk menguatkan kiprah dakwah dan mneneguhkan khidmat keumatan di Tanah Air.

Rasfiuddin mengatakan, Hidayatullah dengan beragam derivasi mainstream gerakan dakwah dan tarbiyahnya, membutuhkan lebih banyak lagi sumber daya insani yang memiliki kapasitas unggul di bidangnya.

Karena itu, ia berharap para kader dai ini sekembali ke Tanah Air dapat semakin menguatkan barisan dakwah dalam mengokohkan sendi sendi utama kehidupan umat.

Mereka juga diharapkan turut mewarnai pembangunan karakter bangsa dengan nilai-nilai Islam yang kaffatan linnas rahmatan lil ‘alamin di segala bidang. Hal ini juga mencakup peningkatan kualitas gerakan Hidayatullah yang tentu masih memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan.

“Setelah dapat ilmu di sini, lihat Hidayatullah sebagai perahu dakwah antum, mana yang bocor, mana yang kurang baik, kalian hadirlah sebagai penyempurna, bukan sebagai pencela,” harapnya.

Rasfiuddin tak lupa meneruskan spirit Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang baru saja selesai dihelat akhir November lalu.

Salah satunya, Rasfiuddin menyampaikan keseriusan Pemimpin Umum Hidayatullah Ust. H. Abdurrahman Muhammad untuk menghadirkan perpustakaan bertaraf internasional di Kampus Ummulqura Hidayatullah Balikpapan bernama Perpustakaan Ar Riyadh.

Perpustakaan ini nantinya diharapkan menjadi pusat pengetahuan tercetak dan terekam yang tidak saja menjadi destinasi wisata untuk warga Hidayatullah tetapi juga bagi masyarakat luas.

Pada Silatnas sekaligus milad Hidayatullah yang ke-50, peserta diminta oleh Pemimpin Umum Hidayatullah membawa buku untuk disumbangkan sebagai bentuk dukungan pembangunan perpustakaan yang menempati areal Masjid Ar Riyadh ini.

“Alhamdulillah sudah terkumpul tapi itu masih kurang. Usahakan kalau antum pulang, bawa buku sebagai hadiah terbaik antum untuk Perpustakaan Ar Riyadh di Kampus Ummulquro Hidayatullah Balikpapan,” tandas Rasfiuddin yang lawatannya ke Tanah Suci kali ini dalam rangka membersamai kedua orangtuanya melakukan ibadah umrah. (ybh/hidayatullah.or.id)

Hidayatullah Ajak Membangun Karakter Bangsa dengan Nilai-nilai Islam

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) –– Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Dr. Nashirul Haq, MA, mengajak segenap kader dan elemen umat untuk bersama sama membangun karakter bangsa dengan dijiwai spirit luhur ajaran Islam.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Hidayatullah sebagai elemen penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia berkewajiban mewarnai pembangunan karakter bangsa dengan nilai-nilai Islam yang kaffatan linnas dan rahmatan lil ‘alamin di segala bidang, termasuk politik,” kata Nashirul.

Demikian pesan tersebut disampaikan pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Tengah di Gedung Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan (BBPMP), Semarang, Jawa Tengah, Selasa, 28 Jumadil Awal 1445 (13/12/2023).

Nashirul menyampaikan bahwa Hidayatullah mengedepankan politik silaturrahim, yaitu membangun kerja sama dan sinergi berbagai komponen bangsa dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar untuk kemuliaan dan kemajuan umat dan bangsa.

Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk merayakan pesta demokrasi ini dengan gembira, berkompetisi secara sehat, mengusung narasi dan diksi yang mencerdaskan.

“Mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik,” imbuhnya.

Lebih jauh, dalam menyikapi tahun politik saat ini, Nashirul menyampaikan seruan hendaknya kontestasi politik berlangsung damai, sportif, jujur, adil, dan cerdas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban.

“Hindari kecurangan, cegah money politic, jauhi sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama,” tandasnya.

Pertama Rakerwil

Hidayatullah Jawa Tengah menjadi wilayah yang pertama kali menyelenggarakan Rakerwil di antara 38 provinsi se-Indonesia. Belum genap satu bulan sejak diselenggarakannya Rakernas (Rapat Kerja Nasional) Hidayatullah di Balikpapan (20/12/2023).

Rakerwil Hidayatullah Jawa Tengah dilaksanakan di Gedung BBPMP (Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan) Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang, pada tanggal 12-13 Desember 2023.

Hadir dalam agenda ini seluruh unsur organisasi; mulai dari DMW (Dewan Murabbi Wilayah), DPW (Dewan Pengurus WIlayah), Orpen (Organisasi Pendukung) tingkat wilayah, hingga Amal usaha & Badan usaha tingkat wilayah yang dihadiri perwakilan tidak kurang dari 70 peserta. (ybh/hidayatullah.or.id)

Ketika Ustadz Hamim Thohari Tak Kuasa Menahan Tangis

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Warisan paling berharga di Hidayatullah adalah kepemimpinan, yaitu imamah jamaah. Demikian tegas disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah, KH. Hamim Thohari di hadapan ribuan Muslimat yang memadati Aula Masjid Nurul Mukhlisin, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jum’at, 10 Jumadil Awal 1445 (24/11/2023).

Dalam taushiyah Shubuh yang digelar di sela acara Silaturahim Nasional (Silatnas) beberapa waktu lalu, Ustadz Hamim, sapaan akrabnya, lalu menceritakan masa transisi setelah Pendiri Hidayatullah, KH. Abdullah Said meninggal dunia.

“Jadi banyak yang meragukan. Apakah Hidayatullah ini akan berlanjut? Ataukah akan berakhir ketika pendirinya meninggal?” ucapnya menceritakan desas-desus yang beredar di sebagian kalangan waktu itu.

Alhamdulillah, lanjutnya, ternyata ormas yang kini sudah berusia lebih lima puluh tahun tersebut malah terus tumbuh dan berkembang sepeninggal Allahuyarham Ustadz Abdullah Said.

Hal itu diakui, setelah izin Allah, karena Hidayatullah punya konsep perjuangan dan kepemimpinan yang jelas.

“Ada manhaj Sistematika Wahyu dan warisan berharga berupa imamah jamaah,” terangnya singkat.

Selanjutnya, para pengunjung Silatnas di arena putri tersebut mendapat sejumlah nasihat yang cukup menggetarkan jiwa.

Pantauan Media Silatnas Hidayatullah di masjid khusus putri itu, ustadz yang juga sosok perintis Majalah Suara Hidayatullah tersebut sampai tak kuasa menahan derai air matanya saat menyebut bahwa usia Hidayatullah benar-benar telah menapak masa emas atau separuh abad lamanya.

“Pekan lalu di Jakarta rencananya ada Musyawarah Majelis Syura (MMS) atau forum musyawarah tertinggi di Hidayatullah. Saya menemukan catatan yang luar biasa. Baru kali ini dalam sejarah Hidayatullah tidak satupun anggota Majelis Penasihat Hidayatullah bisa datang,” lanjutnya bercerita dengan suara tertahan.

Ustadz Hamim mengaku, saat itu dirinya hanya bisa menangis. Ia sadar, ayat-ayat Allah bahwa Allah mempergilirkan manusia itu sangat jelas.

“Satu per satu orang tua kita sudah meninggalkan kita. Padahal masih ada masa depan yang harus diwujudkan,” sambungnya lagi.

“Ini adalah masa yang menentukan. Hidayatullah ini milik kita semua. Kita semua yang menentukan, jangan hanya sebagai pengikut saja,” tutup Ustadz Hamim.* (Azzah/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)

Rakernas Laznas BMH, Bengkulu Raih Award ‘Perwakilan dengan Inovasi Marketing Terbaik’

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Bertepatan dengan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH), BMH Kantor Perwakilan Bengkulu mendapatkan apresiasi BMH Award 2023 dalam kategori “Perwakilan Dengan Inovasi Marketing Terbaik”, di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 1 Jumadil Akhir 1445 (14/12/2023).

Muhammad Irwan selaku Kepala Perwakilan BMH Bengkulu menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah atas anugerah award tersebut. Dia mengatakan, raihan penghargaan tersebut tidak lepas dari doa dan dukungan segenap masyarakat dan keluarga besar Hidayatullah Bengkulu.

“Alhamdulillah berkat doa dan dukungan dari semua pihak khususnya kader dan segenap warga Hidayatullah Bengkulu, Laznas BMH Bengkulu berhasil meraih BMH Award 2023 kategori Perwakilan Dengan Inovasi Marketing Terbaik,” kata Irwan dengan mata berkaca kaca.

Lebih lanjut Irwan menyampaikan rasa syukur atas apresiasi ini. Dia menyampaikan, pencapaian ini semuanya berkat dukungan doa dari berbagai pihak dan dukungan dari para donatur dan dermawan yang memberikan kepercayaan kepada BMH Bengkulu.

“Tidak lupa saya ucapkan terima kasih atas kerja keras jajaran manajemen dan para amil BMH Bengkulu,” tutur Irwan seraya menyampaikan harapan semoga di tahun yang akan datang BMH Bengkulu dapat terus tumbuh berkembang bersama umat.

“Serta lebih maksimal dalam menghimpun dan menyalurkan dana umat dalam bingkai sinergi bersama komponen lain khususnya DPW Hidayatullah Bengkulu sebagai mitra strategis BMH Bengkulu dalam memberikan pelayanan kepada umat,” tandas pria enerjik ini.

Selain menyabet penghargaan tersebut, BMH Bengkulu juga berhasil masuk 3 nominasi terbaik untuk kategori Inovasi Program Terbaik dan Pencapain Penghimpunan Terbaik.

Pada dua kategori ini BMH Bengkulu harus bersaing dengan dua perwakilan BMH yang lebih dulu leading sebagai Laznas yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

BMH Jawa Timur akhirnya merebut kategori tersebut menyisihkan BMH Kepri dengan selisih point tipis.

Gelaran Rakernas yang mengangkat tema “Meningkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Berkelanjutan” kali ini diikuti 34 kantor perwakilan BMH se-Indonesia.

Sekretaris Lembaga BMH Pusat, Dr. Eko Muliansyah, SE, MM, dalam keterangannya menyampaikan bahwa apresiasi ini diberikan sebagai motivasi sekaligus evaluasi setiap perwakilan agar terus meningkatkan kinerjanya, agar pelayanan kepada umat lebih maksimal lagi. (ybh/hidayatullah.or.id)

Laznas BMH Raih Penghargaan sebagai Fundraising ZIS Berbasis Ormas Terbaik

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) meraih penghargaan prestisius sebagai Fundraising ZIS Berbasis Ormas Terbaik dari Institut Fundraising Indonesia (IFI).

Penghargaan ini diserahkan secara resmi oleh Sri Sugiyanti, selaku Direktur IFI, yang dilangsungkan dalam ajang penghargaan Indonesia Fundraising Ward (IFA) 2023 di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Jumadil Awal 1445 (13/12/2023).

“IFA dilaksanakan untuk mengapresiasi seluruh insan fundraising dan filantropi, baik lembaga maupun komunitas, untuk terus bertumbuh dan memperbaiki sistem pengelolaan sehingga dipercaya secara akuntabel,” kata Direktur Institut Fundraising Indonesia (IFI), Sri Sugiyanti.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi BMH dalam penggalangan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berbasis organisasi masyarakat (Ormas) yang sangat efektif. Penerima penghargaan dari BMH adalah Ismail.

Acara pemberian penghargaan juga dihadiri oleh Arifin Purwakananta, pembina IFI, serta Prof. Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Rektor UMJ.

Seluruh proses penilaian penghargaan ini telah dilakukan oleh 6 juri dari IFI selama sebulan terakhir, termasuk tokoh-tokoh terkemuka seperti Ahmad Juwaini, Fatchuri Rosidin, Iqbal Setyarso, Abdul Ghofur, Agus Budi, dan Sri Sugiyanti sendiri.

Salah satu syarat utama untuk mendapatkan nominasi dalam penghargaan ini adalah melalui audit laporan keuangan oleh lembaga auditor.

Laznas BMH berhasil bersaing dengan lebih dari 60 lembaga filantropi di Indonesia, menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan melalui ZIS.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja keras dan kontribusi positif BMH dalam bidang filantropi.*/Herim

[Khutbah Jum’at] Kuatkan Sifat Kasih dan Sayang

0

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ*مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

Hadirin jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُوا۟ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS. Surah An-Nahl [16]: 7)

Ayat ini memberikan pesan tersirat dan mendorong kita untuk selalu berupaya meningkatkan sifat kasih dan sayang. Sebagaimana Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam juga sangat pengasih dan penyayang kepada setiap orang agar mereka mau beriman.

لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah [9]: 128).

Hadirin jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Krisis kasih dan sayang. Belakangan kita mudah sekali menemukan berita orang begitu mudah menghilangkan nyawa orang lain.

Ada yang cekcok, satu pakai mobil, satu pakai motor. Merasa tidak mau hina, yang punya mobil menabrak yang punya motor hingga tewas.

Ada seorang lelaki cemburu buta, wanitanya pun dianiaya hingga tiada. Media mengabarkan padahal wanita itu memiliki tiga anak.

Lelaki itu memukul kepala wanita berulang kali, termasuk kebagian tubuh lainnya, hingga akhirnya tewas. Padahal korban dalam kondisi belum lama melahirkan.

Itu dalam skala masyarakat biasa. Bagaimana dalam spektrum yang lebih elit, banyak instrumen penting negara jadi alat pemuas hawa nafsu dengan menjadikan hukum, ekonomi, dan keamanan keluar dari koridor.

Akibatnya ketidakadilan merajalela, masyarakat hidup dalam kesulitan. Dan, kekacauan terus terjadi tanpa ada yang bisa mengatasi dengan baik, termasuk mereka yang harusnya terdepan memelihara keamanan.

Semua itu terjadi sebagai satu indikasi nyata, bahwa telah terjadi krisis kasih sayang. Kerugian bersifat kasar, angkuh dan maunya sendiri adalah keburukan, pasti mengundang kerugian.

Hadirin jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Oleh karena itu lihatlah bagaimana pembunuh akhirnya terungkap dan tertangkap. Kelak, siapapun yang membiarkan krisis kasih sayang terjadi pada dirinya dan menganiaya orang lain, pasti akan bertemu penyesalan.

Sebaliknya, siapa yang mau menyayangi sesama, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menyayanginya.

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan kepada umatnya untuk menyayangi siapapun yang ada di muka bumi. Sebagaimana sabda beliau,

ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ.

“Sayangilah siapa yang ada di muka bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh siapa saja yang ada di langit” (HR At-Tirmidzi no. 1924).

“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud).

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوادِهِمْ، وتَراحُمِهِمْ ، وتَعَاطْفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذا اشْتَكَى مِنهُ عُضْقَ تَداعَى لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ والحُمّى

“Perumpamaan sesama kaum mukminin dalam menjaga hubungan kasih sayang dan kebersamaan seperti satu tubuh, jika satu anggota merasakan sakit, maka akan membuat seluruh tubuhnya terjaga dan merasakan demam.” (HRMuslim)

Hadirin jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Bukankah kita ingin, suami atau istri kita menyayangi kita? Selalu hadir rasa ingin mendapat kasih sayang dari anak-anak kita, begitu pun anak-anak, sangat mendambakan kasih sayang dari kedua orangtuanya.

Bahkan berkasih sayang bukan saja kepada manusia, akan tetapi kasih sayang itu harus terus hadir kepada semua ciptaan-Nya.

Dikisahkan dalam hadist Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam:

“Ada seorang wanita masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang diikatnya dan tidak diberi makan, serta tidak membiarkannya makan rerumputan yang tumbuh di bumi.” (HR Al-Bukhari).

Itulah beberapa hadits tentang kasih sayang yang patut diteladani seluruh umat muslim kepada seluruh makhluk hidup ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan demikian, hiduplah dengan sifat penuh kasih dan sayang. Itu adalah jalan penting untuk sukses lahir dan batin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو