Beranda blog Halaman 250

Warga Pelosok Tuban Bahagia Terima Bantuan Air Bersih dari Laznas BMH

0

TUBAN (Hidayatullah.or.id) — Warga Dusun Secang dan Dusun Bendo, Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, tersenyum bahagia menerima bantuan air bersih dari Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) pada Kamis, 12 Rabi’ul Akhir 1445 (27/10/2013).

Sebanyak 70 KK di dua dusun tersebut menerima bantuan air bersih berupa tangki air dan mesin pompa air. Bantuan ini sangat dibutuhkan warga, terutama di tengah krisis air bersih selama musim kemarau.

Mbah Mukarom, seorang tokoh masyarakat dusun Secang, mengucapkan terima kasih kepada para donatur Laznas BMH atas bantuan air bersih yang sangat dibutuhkan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan air bersih ini. Selama ini, kami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di musim kemarau. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar Mbah Mukarom.*

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim mengatakan bahwa kebaikan ini akan terus diupayakan sejauh kekeringan masih melanda.

“Kesempatan penting kita semua membantu sesama agar kita bisa menebar manfaat bagi sesama,” tuturnya./Herim

[Khutbah Jum’at] Memperkuat Persatuan Umat, Bangsa, dan Negara

0

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن. قال الله تعالى في كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat, hafidzakumullâh

Mari kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan senantiasa meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada-Nya dengan iman dan takwa yang sebenar-benarnya.

Kita berdoa selalu agar di akhir hayat, kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai muslim, husnul khatimah, dan semoga menggapai syahiid fii sabiilillah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ali Imron ayat 102:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (١٠٢)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.” (Q.S. Ali Imron: 102)

Dan sabda Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan Imam Muslim:

مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ، وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ (رواه مسلم)

“Barang siapa benar-benar mohon mati syahid, kepada Allah swt dengan sungguh-sungguh, maka Allah swt akan menyampaikannya kepada kedudukan mati syahid meskipun dai mati di atas tempat tidur.” (H.R. Muslim)

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam. Marilah kita meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Q.S Al Ahzab: 56)

Kita juga, selalu mendoakan kepada kaum muslimin dan muslimat di seluruh dunia yang sedang ditimpah ujian, musibah, bencana, teraniaya atau terdholimi mendapat pertolongan dan kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Khususnya kaum muslimin wal muslimat di Gaza Palestina, semoga segera mendapat kemenangan dan kemerdekaan atas pertolongan, restu dan ridho Allah swt. Semoga mereka yang wafat diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai syuhadaa’ yang balasannya syurga. Aamiin.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat, rahimakumullâh

Tanggal 28 Oktober, Bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda. Dimana para generasi muda, pada saat itu, yang mayoritas adalah generasi muda Islam, mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Yang intinya adalah menyatakan persatuan bangsa, bahasa dan tanah air yakni Indonesia.

Marilah kita merenungkan Kembali hakekat Persatuan Umat, Bangsa dan Negara.

Perbedaan diantara manusia adalah sunnatullah. Tak ada satupun manusia yang sama persis dengan orang lain. Realitas perbedaan antar manusia mestinya dipahami dengan baik agar terjadi persatuan umat, bangsa dan negara.

Indonesia adalah negara berdasar Pancasila, sila pertama adalah ketuhanan yang Maha Esa. Sesama umat dalam satu agama mestinya bersatu dengan agamanya. Karena mereka sama-sama satu keyakinan dalam hal Tuhan, kitab suci, nabi, ibadah dan ajaran-ajaran mendasar lainnya.

Untuk mewujudkan persatuan dalam satu umat beragama ini tidak boleh menodai ajaran-ajaran agamanya. Tidak boleh, ada ajaran sesat dan penyimpangan dalam agama.

Tidak boleh pula, seseorang membuat ajaran-ajaran baru yang menyimpang dari ajaran agama samawi atau yang sah menurut negara. Apatah lagi dalam Islam. Al Qur’an dijaga Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti firman- Nya:

اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Q.S. Al Hijr: 9)

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjamin akan memenangkan Islam dengan diutusnya para Rasul meskipun orang-orang musyrik tidak rela. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

هُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ رَسُوْلَهٗ بِالْهُدٰى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهٗ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهٖۙ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (QS. Ash Shaff : 9)

Oleh itu kita mesti sungguh sungguh meneladani Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, menjaga kemurnian aqidah Tauhid, senantiasa mendalami kitab suci Al Qur’an & sunnah, berakhlak & beradab mulia, tekun dalam ibadah, menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, dan hidup berjamaah. Maka niscaya kewibawaan, kesucian, dan pelaksanaan ajaran Islam dalam kehidupan nyata akan terjaga.

Misalnya, yang terpenting tentang aqidah Tauhid. Betul-betul harus lurus, suci dan kuat. Tidak boleh dan tidak mungkin menyatukan konsep Tauhid dengan konsep trinitas dalam nasrani atau konsep politeis di Hindu dan lain-lain.

Tidak bisa disatukan konsep Tauhid dalam islam dengan konsep ketuhanan dalam liberalisme (bebas), sosialisme, komunisme (atheis), dll. Jika ada yang mencoba melakukan, maka harus segera dihentikan. Karena dalam hal keimanan dan keyakinan Islam, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberi tuntunan sangat jelas, dalam Surah Al Kaafirun. Firman-Nya:

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)

“Katakanlah, hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (Q.S Al Kafirun: 1-6)

Artinya keyakinan tidak bisa dan tidak boleh digabung, dicampur, dikotori, disesatkan, atau diselewengkan oleh siapapun. Siapapun boleh berpindah keyakinan namun tidak boleh dengan paksaan.

Keyakinan dan keimanan adalah hak asasi yang paling asasi. Boleh berdiskusi, tukar pandangan dan tukar argumen (dalil) terkait agama dan keyakinan, namun harus menjamin kebebasan pihak lain dalam keyakinannya yang mereka pilih. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 256:

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256)

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S Al Baqarah: 256)

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat, rahimakumullâh.

Persatuan berbangsa maknanya adalah menyepakati sebagai bangsa yang satu. Bangsa yang satu itu memiliki tujuan dan idealisme menjadi bangsa yang besar, unggul, aman, adil dan sejahtera.

Tujuan itu harus dicapai bersama-sama dengan persatuan bangsa yang kuat. Sebagimana telah jelas tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Namun demikian, tiap warga bangsa memiliki asal-usul suku dan bangsa sesuai historinya masing-masing yang harus dihormati. Semua ras, suku dan bangsa di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sama.

Sama-sama ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sama-sama harus taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang membedakan derajadnya.

Maka antar ras, suku, dan bangsa harus saling mengenal dan menghormati. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al Hujurat ayat 13:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Q.S Al Hujurat: 13)

Persatuan bernegara maknanya adalah menyepakati bersama-sama hidup dalam sebuah negara dengan hak dan kewajiban yang diatur dengan benar, baik, dan adil untuk semua warga negaranya. Sehingga setiap warga negara sama kedudukannya.

Maka setiap warga negara harus menjalankan kewajibannya dengan baik sehingga mendapat hak dengan baik pula. Tak boleh ada warga negara yang sengaja berbuat salah dan membuat kerusakan.

Dalam Islam setiap warga atau pribadi harus taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, taat kepada Rasulullah dan taat pada pemimpin, seperti firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah An Nisaa’ ayat 59:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًا ࣖ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S An Nisaa’: 59)

Ma’asyiral muslimin, jamaah jumat, rahimakumullâh

Sebagai komponen umat Islam, Bangsa Indonesia, dan Negara NKRI, sejatinya kita itu lemah dan bodoh di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua harus merasakan dan menghayati itu. Sehingga tidak ada yang merasa hebat, angkuh, dan menyombongkan diri sehingga berbuat zalim.

Apatalagi bagi warga negara (hamba Allah) yang sedang menduduki posisi tinggi dalam status soial, politik, hukum, dan ekonomi. Karena menyombongkan diri itulah penyebab manusia tidak masuk surga. Sebagaimana iblis takabur di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ(رواه إبوداوود)

“Tidak masuk surga barangsiapa di dalam hatinya ada sebiji atom kesombongan” (H.R. Abu Dawud)

Oleh karena itu setiap pribadi harus menyadari bahwa tugas utama dan pertama manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebagai Abdullah (hamba Allah) yakni hidup hanya untuk menyembah dan taat kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Adz Dzariyat ayat 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (tatat) kepada-Ku.” (Q.S/ Adz Dzariyat: 56)

Adapun sebagai makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang paling baik dan mulia, maka tugas manusia di muka bumi adalah sebagai pemimpin (khalifah fil ardhi). Tujuannya untuk mengajak semua manusia menyembah (taat) kepada Allah swt dengan mengelola dan memakmurkan kehidupan di muka bumi. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (Q.S. Al Baqarah: 30)

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat, rahimakumullâh.

Hidup bersatu (berjamaah) dan berkemimpinan berdasar Wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala (Al Qur’an dan As Sunnah) adalah prasyarat tercapainya kebesaran dan kemuliaan manusia, bangsa, dan negara.

Agar mencapai kemuliaan, kebahagiaan dunia, dan akhirat Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam mewariskan Al Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. Pedoman hidup sebagai pribadi, bangsa dan negara. Beliau bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ مَا إِنِ اعْتَصَمْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوا أَبَدًا كِتَا بَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

“Wahai manusia, sesungguhnya aku telah wariskan kepada kalian Kitab Allah (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi (Al Hadits), Jika kalian berpegang teguh dengannya maka tidak akan tersesat selama-lamanya” (H.R. Muslim)

Namun, kita harus selalu waspada akan godaan hawa nafsu dan syetan yang ingin menceraiberaikan kekuatan jamaah dan kepemimpinan umat Islam.

Maka hendaknya, Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat, rahimakumullâh, hendaknya berupaya keras untuk memperkuat aqidah Tauhid, pemahaman Qur’an dan Sunnah, akhlaq mulia, taat kepada syariah (hukum-hukum) Islam, ibadah (shalat, tadarus Qur’an dan dzikir, dll), menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan hidup berjamaah (berkepemimpinan Islami).

Semuanya adalah dalam rangka membangun peradaban Islam di NKRI sehingga menjadi Baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

Oleh karena itu selalu waspada akan tipuan syetan dan rayuan hawa nafsu munkarot, berlindunglah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berkumpulah dengan orang sholih. Karena akan selalu ada golongan pendukung kebatilan (hizbusy syaithon) yang menginginkan umat Islam lemah dan kalah di negara ini.

Dan akan selalu ada golongan Allah Subhanahu wa Ta’ala (Hizbullah) yang senantiasa mengajak kepada kebaikan dan kemulian hidup di dunia dan akhirat yang mengajak bergerak dan membangun umat, bangsa, dan negara menuju ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ma’asyiral muslimin, jamaah Jumat, rahimakumullâh

Pemilu 2024 adalah sarana membangun jamaah dan kepemimpinan umat, agar bangsa dan negara yang kuat, berwibawa dan unggul. Oleh itu sampaikanlah pencerahan sesegera mungkin, jangan ditunda-tunda, kepada seluruh anggota keluarga, santri, murid, mahasiswa, masyarakat, komunitas, institusi, dan organisasi.

Hendaknya pemilu tahun 2024 diniatkan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan demi kemenangan umat Islam. Jangan memilih partai partai atau calon-calonnya yang merugikan, membenci, atau memusuhi Islam dan umat Islam. Hendaklah memilih partai atau calon calonnya yang mencintai Islam dan Umat Islam.

Karena, sangat nerugi jika kita mendapatkan pemerintah dan pemimpin pemimpin yang tidak mampu memberantas korupsi, kolusi, nepotisme, kemaksiyatan, narkoba, judi, miras, pembunuhan, perzinahan, dan kezaliman-kezaliman lainnya.

Hendaknya, jangan terkecoh dengan janji-janji proyek, uang, dan jabatan bahkan amplop uang serangan fajar di rakyat jelata. Abaikan niat dan imbalan duniawi yang sangat sedikit dan sering menipu. Mantapkan untuk niat mendapat pahala ukhrowi yang sangat besar dan memuaskan.

Akhirnya, marilah kita bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kiranya berkenan menjauhkan umat, bangsa, dan negara Indonesia dari berbagai macam marabahaya, bencana, dan berbagai kezaliman.

Semoga pula saudara-saudara kita muslimin wal muslimat di seluruh penjuru dunia, khususnya di Gaza Palestina, diberi pertolongan, bantuan, kemudahan, kemenangan, dan barokah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

Laznas BMH Teken MoU dengan Mitra Pentahelix untuk Cegah Stunting

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama mitra pentahelix, yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media, menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Penandatanganan MoU ini dilakukan di Kantor Tribun Network, Jakarta Pusat, pada Kamis, 11 Rabi’ul Akhir 1445 (26/10/2023).

“MoU ini bertujuan untuk mengajak semua pihak untuk terlibat dalam penanganan dan pencegahan stunting pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dengan intervensi sensitif berupa pemberian makanan tambahan (PMT),” terang Direktur Program BMH Pusat, Zainal Abidin.

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Stunting dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anak.

Pemerintah menargetkan angka stunting di Indonesia turun menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja sama dari semua pihak.

“BMH sebagai salah satu mitra pentahelix berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. BMH akan menyalurkan bantuan berupa PMT, pendampingan, dan sosialisasi kepada masyarakat,” imbuh Zainal.

Selain PMT (Pemberian Makanan Tambahan), BMH juga akan melakukan intervensi sensitif lainnya, seperti perbaikan sanitasi dan air bersih, peningkatan akses pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.*/Herim

Meresmikan Sumur Bor di Pondok Pesantren I’jazul Qur’an Boyolali

0

BOYOLALI (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH bersama Pos Dai meresmikan sumur bor di Pondok Pesantren I’jazul Qur’an Kateguhan, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu, 10 Rabi’ul Akhir 1445 (25/10/2013).

Sumur bor ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi 200 santriwan dan santriwati yang menempuh pendidikan di pondok pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan sumur bor dari BMH dan Pos Dai. Selama ini, kami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama di musim kemarau. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar Ustadz Imam Safii, selaku pengasuh pondok pesantren.

Dua santri pondok pesantren, Wahyu Saputra dan Ihsan, juga menyampaikan terima kasih atas bantuan sumur bor tersebut.

“Terima kasih BMH dan Pos Dai, kesulitan air dalam kegiatan sehari-hari kami sudah teratasi. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan pahala bagi para donatur,” ujar Wahyu Saputra.

Kepala BMH Perwakilan Jawa Tengah, Mohammad Misdawi Syarif, mengatakan bahwa sumur bor ini merupakan salah satu program unggulan BMH untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih.

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Misdawi.

Ia juga menambahkan bahwa dalam pekan depan, BMH akan kembali meresmikan sumur bor di Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Grobogan.*/Herim

BMH dan LAZ Anggota FOZ Salurkan Donasi Lewat Kedubes Palestina

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dan dua lembaga anggota Forum Zakat secara langsung menyalurkan donasi lewat Kedutaan Besar Palestina di Kantor Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 10 Rabi’ul Akhir 1445 (25/10/2023)

Donasi ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas kebrutalan militer yang dilakukan oleh zionis Israel kepada Palestina terutama yang berada di wilayah Gaza.

Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, (H.E) Zuhair Al-Shun menyebutkan menjelaskan bahwa serangan sampai saat ini masih terus dilakukan oleh Israel.

“Ini adalah genosida yang dilakukan Israel sejak 1948 dan kami terus menahan dan memperjuangkan demi kemerdekaan kami. Presiden kami, terus melakukan diplomasi dan cara lain untuk menghentikan serangan ini” ungkapnya.

Atas serangan ini, akibatnya 700 syuhada gugur akibat agresi, dan lebih dari 263 ribu orang kehilangan rumah mereka sendiri, sehingga kebanyakan warga lebih memilih meninggalkan tanah air mereka untuk mencari tempat aman.

“Di Gaza suara roket dan mesil berterbangan,” kata dia.

Dalam perjuangan ini, lanjutnya, Palestina mengandalkan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia untuk Palestina.

“Kami sangat menghargai kedatangan hari ini dan bantuannya yang disalurkan lewat lembaga zakat selama ini kepada kami, semoga Allah membalas dengan sebaik-baiknya balasan,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Kerjasama dan Sinergi Forum Zakat Zainal Abidin menyatakan keprihatinannya atas kekejaman Israel terhadap Palestina.

“Apalagi kita tau banyak korban jiwa anak-anak dan Perempuan, serangan juga menyasar ambulan, rumah sakit & tempat ibadah,” ungkapnya.

“Tentu kita marah dan kita tidak bisa membiarkan saudara di Gaza dizalimi oleh zionis. Maka penggalangan bantuan & donasi ini akan terus kami galakan, kami juga tidak lelah menyiarkan dukungan melalui media sosial dan kanal lain untuk menunjukkan kekokohan dan kesolidan umat muslim” tegasnya.

Senada, Wakil Bendahara Umum FOZ, Suryanto, mengatakan antusiasme masyarakat Indonesia dan gerakan zakat sangat besar dalam mendukung Palestina dan berharap bantuan yang disalurkan sampai dengan aman pada saudara di sana.

Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi menerangkan bahwa antusiasme umat membantu Palestina melalui lembaga zakat sangat tinggi.

“Masyarakat sangat ingin membantu saudara kita di Palestina. Sampai saat ini bantuan untuk Palestina masuk ke BMH di berbagai daerah di Indonesia. Pertemuan ini kita harapkan penyaluran bisa lebih komprehensif,” tuturnya.

Kunjungan dan penyaluran donasi Palestina ini dihadiri oleh oleh tiga lembaga zakat anggota Forum Zakat yakni Rumah Zakat, Baitulmaal Hidayatullah, dan Baitulmaal Merapi Merbabu.

“Total bantuan yang diserahkan adalah Rp350.000.000,” tutup Suryanto.*/Herim

Mengungkap Kekuatan Komunikasi: Berkata Baik atau Diam

0

TAK ada yang menyangkal, kemampuan berbicara yang sering terabaikan dalam kehidupan sehari-hari memiliki kekuatan magis untuk menghubungkan kita dengan orang lain. Ini seperti sebuah sihir kecil yang mampu membuka pintu hubungan manusia.

Bahkan, ketika anak kecil pertama kali mengucapkan kata-kata sederhana seperti “ibu” atau “ayah,” ekspresi bahagianya dapat mengubah dunia.

Pentingnya kemampuan berbicara merembes ke dalam berbagai aspek kehidupan. Di dalam keluarga, misalnya, kemampuan ini memungkinkan anggota keluarga untuk saling berkomunikasi, memahami satu sama lain, dan mempererat ikatan kasih sayang.

Demikian pula di sekolah, guru dan murid harus mampu berkomunikasi dengan baik untuk membantu proses belajar-mengajar berjalan lancar.

Begitupun di dunia dakwah, para da’i memerlukan kemampuan berbicara yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan agama.

Bahkan di dunia bisnis, organisasi, dan pemerintahan, pemimpin yang efektif harus memiliki kemampuan berbicara yang kuat untuk memimpin dan memengaruhi orang lain.

Dalam menyadari pentingnya kemampuan berbicara, acara seminar dan pelatihan public speaking pun semakin menjamur. Ini membuktikan bahwa banyak orang ingin meningkatkan kemampuan berbicara mereka.

Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan “kemampuan berbicara”?

Kemampuan berbicara bukan sekadar memuntahkan kata-kata tanpa arah. Sebuah percakapan yang sukses harus memiliki pesan yang jelas, mudah dipahami, dan fokus. Tanpa itu, percakapan hanyalah sekumpulan kata-kata kosong.

Di samping itu, kemampuan berbicara juga mencakup intonasi suara dan bahasa tubuh yang mendukung pesan yang disampaikan, sehingga pesan tersebut menjadi lebih memikat dan meyakinkan.

Seorang pembicara dianggap mahir dalam berbicara jika ia dapat menyampaikan pesan dengan jelas, utuh, mendalam, dan efektif. Ini berarti bahwa berbicara bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan juga bagaimana kata-kata tersebut disampaikan. Ini adalah kekuatan komunikasi yang hebat, yang mampu mempengaruhi cara berpikir dan bertindak orang lain.

Namun, di balik kekuatan kemampuan berbicara, ada beberapa catatan yang perlu diingat oleh seorang pembicara. Komunikasi seharusnya bukan hanya tentang menyampaikan pesan dengan meyakinkan, tetapi juga tentang kejujuran.

Terlalu sering kita terkesima oleh cara seseorang menjelaskan sesuatu, bahkan jika pesan yang disampaikan salah atau tidak memiliki dasar. Interpretasi yang berlebihan dan retorika yang memukau hanya akan membawa kita kepada keyakinan yang salah.

Penting untuk memahami bagaimana kemampuan berbicara harus digunakan. Islam, sebagai contoh, memberikan panduan yang jelas tentang berbicara.

Islam menekankan pentingnya berbicara dengan sederhana dan menghindari berbicara berlebihan. Hal ini mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam melebih-lebihkan hal-hal yang sebenarnya sederhana.

Jika seseorang tidak mampu berbicara dengan baik, ada saatnya lebih baik diam. Ini adalah pelajaran yang diajarkan oleh agama Islam agar kita terhindar dari perkataan sia-sia.

Jadi, seiring dengan pengembangan kemampuan berbicara, kita juga harus memahami bahwa ada saatnya untuk berbicara dengan bijak dan saatnya untuk lebih baik diam.

*) Adam Sukiman At Tiniji, penulis adalah pemetik hikmah di kebun kehidupan. Saat ini menjabat sebagai Ketua PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta

HSN 2023 Kemenag Gelar Tabligh Akbar Maulid Nabi di Ponpes Hidayatullah Bulungan

0

BULUNGAN (Hidayatullah.or.id) — Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Kabupaten Bulungan menggelar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023 bertempat di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Senin, 8 Rabi’ul Akhir 1445 (23/10/2023).

Acara yang bertema “Jihad Santri Jayakan Negeri” ini dihadiri langsung oleh Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara Drs. H. Saifi, M.Pd, dan Kepala Kemenag Bulungan H. Muhammad Ramli. M

Hadir pula para tokoh lainnya seperti Wakil Ketua DPRD Bulungan H. Aluh Berlian, Ketua DPW Hidayatullah Kaltara Ust. Ir. Khirson Sulaiman, Unsur Forkopimda Kabupaten Bulungan, jajaran DPW dan DPD Hidayatullah, ketua-ketua ormas, pimpinan pondok pesantren dan seluruh kepala madrasah Se Kabupaten Bulungan.

Format acara Peringatan Hari Santri tahun cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Seyogyanya acara dilaksanakan dalam bentuk upacara bendera. Tapi, kali ini peringatan hari santri diperingati dengan rangkaian Tabligh Akbar dan Maulid Nabi SAW.

Hadir sebagai penyampai hikmah Maulid Nabi pada tabligh akbar tersebut yaitu penceramah kondang Kabupaten Bulungan Ustadz Kasman Gaffar, SE.

Acara peringatan Hari Santri Nasional ini berjalan lancar dan penuh hikmat yang dihadiri sedikitnya 500 santri yang tersebar di seluruh Kabupaten Bulungan.

Dalam Sambutannya Bupati Bulungan Syarwani berpesan kepada para santri untuk menggelorakan semangat jihad membangun negeri dengan prestasi dan karya nyata.

“Pada hari ini tidak ada lagi jihad peperangan, tapi jihadnya adalah menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengisi kemerdekaan dengan prestasi prestasi yang membanggakan,” kata Bupati.

Selain itu, Bupati melanjutkan, santri memiliki peran penting dalam menjayakan negeri dengan meneguhkan perannya sebagai perekat persatuan dan persaudaraan antar sesama anak bangsa.

“Santri turut serja menjaga kerukunan ummat beragama, sehingga terciptanya kehidupan yang aman dan damai dalam kemajemukan NKRI,” kata Bupati menandaskan.

Sementara itu Kepala Kemenag Bulungan H. Muhammad Ramli dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ponpes Hidayatullah Bulungan yang telah bersedia menjadi tuan rumah peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.

“Ditengah segala keterbatasan anggaran yang ada, Alhamdulillah acaranya berjalan lanjar dan sukses,” kata Ramli seraya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan acara tersebut.

Di kesempatan yang sama Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Bulungan Ust. Fathurrahman, S.Pd.I., bersyukur karena pesantren Hidayatullah Bulungan dapat dipercaya dan bisa bersinergi dengan Kemenag untuk mensukseskan kegiatan hari santri ini.

“Semoga kedepannya Pesantren Hidayatullah bisa terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Bulungan untuk memajukan agama, bangsa, dan negara ini,” pungkas ayah 7 anak tersebut.*/Mustakim Noreng

Money Politics dalam Persoalan Kepemimpinan Memicu Kebinasaan

0

DI ZAMAN ketika pemilihan pemimpin menjadi tugas yang dibebankan kepada masyarakat awam seperti sekarang, kita sering memergoki aneka keanehan. Salah satu yang mencengangkan, namun lazim dan sudah menjadi rahasia umum, adalah praktek politik uang (money politics).

Bukan rahasia lagi bahwa untuk bisa menduduki kursi tertentu, banyak orang bersedia membayar ratusan ribu rupiah per kepala. Terkadang praktik ini disamarkan dengan sumbangan-sumbangan, walau pada kenyataannya sama saja.

Seorang teman bercerita bahwa menjelang pencoblosan Kepala Desa di daerahnya, setiap kandidat membagikan minimal 100 ribu rupiah per pemegang hak pilih. Alhasil, banyak keluarga yang meraup lebih dari setengah juta, hanya dari satu kandidat.

Hitung saja berapa yang akan mereka dapat jika ada tiga kandidat? Akhirnya, yang terpilih adalah orang yang menggelontorkan 125 ribu per kepala. Konon, dia telah menghabiskan nyaris setengah milyar!!

Ini baru pemilihan Kepala Desa. Bagaimana dengan bupati, gubernur, presiden; atau para caleg (calon legislatif) yang nama dan wajah mereka semakin ramai menghiasi jalanan kita akhir-akhir ini?

Tampaknya, sebagian orang semakin pragmatis dalam persoalan kepemimpinan. Mereka sudah tidak peduli akan dibawa kemana masyarakat ini, yang penting sekarang dapat duit.

Memang, pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar janji-janji kampanye itu mirip petasan melempem yang telah disulut sumbunya, lalu semua orang sudah menahan nafas dan menutup telinga, tapi kemudian tidak terjadi apa-apa. Sunyi-senyap, tidak terdengar suara apa pun!

Akhirnya, sebagian kalangan seolah-olah berpikir begini: “buat apa kami memilih orang yang jika sudah berkuasa tidak peduli pada kami? Toh nanti mereka hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri. Sekarang, selama masa kampanye, mereka sedang membutuhkan kami. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kepedulian dan kedekatannya dengan rakyat kecil. Sekarang mereka harus melayani kami, sebab kami tidak tahu bagaimana tingkah mereka setelah berkuasa. Siapa saja yang mau membayar lebih, maka suara kami akan menjadi miliknya.”

Logika ini terkesan ada benarnya, menilik banyaknya kandidat yang mirip “petasan melempem” setelah berkuasa. Banyak kebijakan yang mereka buat justru tidak bijak, sebaliknya malah merugikan masyarakat, bahkan mengantarkan pada kerusakan permanen dan kebangkrutan jangka panjang. Misalnya, mengeluarkan izin operasi tempat-tempat maksiat, mengalihfungsikan hutan lindung dan daerah resapan air menjadi resort, area hunian, atau konsesi pertambangan; atau menggeser pasar-pasar tradisional dari lokasi strategis untuk ditempati mall dan supermarket.

Masih berjibun contoh-contoh lain yang dapat kita saksikan di berbagai tempat. Dalam skala besar, kita bisa menderetkan aneka kasus kontemporer yang pasti melibatkan para pembuat kebijakan di level tertentu, semisal impor daging sapi, kedelai, beras, bahkan bawang putih dan cabe!

Namun, pikiran seperti itu hanya logika kemarahan yang dilandasi keputusasaan. Sungguh kemarahan tidak pernah mendatangkan kebaikan, dan keputusasaan hanyalah jebakan iblis yang akan membawa kita kepada kehancuran lebih dalam.

Sebenarnya, Rasulullah pernah mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap para pemimpin yang licik dan egois.

Usaid bin Hudhair menceritakan bahwa suatu ketika seseorang dari kaum Anshar berbicara dengan Rasulullah secara pribadi. Ia berkata, “Mengapa Anda tidak mengangkat saya menjadi pejabat sebagaimana si fulan itu?” Beliau bersabda, “Sungguh kelak sepeninggalku kalian akan melihat tindakan mementingkan diri sendiri (di kalangan para pemimpin). Maka, bersabarlah sampai kalian menjumpaiku di al-Haudh (yakni, telaga Kautsar).” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Hadits di atas dimasukkan oleh Imam Muslim dalam bab “bersabar pada saat mendapati para pemimpin yang zalim.” Alhasil, Rasulullah menyuruh kita bersabar dan tidak menjatuhkan diri ke dalam kezhaliman yang sama dengan para pemimpin yang buruk itu.

Sungguh, segala kezaliman mereka akan tiba saatnya untuk dibongkar dan diadili, entah di dunia ini atau di akhirat nanti.

Di lain kesempatan, Rasulullah juga bersabda, “Sungguh kelak sepeninggalku akan terjadi tindakan mementingkan diri sendiri dan perkara-perkara yang kalian ingkari.” Para Sahabat bertanya, “Bagaimana yang Anda perintahkan kepada salah seorang diantara kami yang mendapati hal itu?” Beliau menjawab, “Tunaikanlah kewajiban kalian dan mintalah hak kalian kepada Allah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Mas’ud).

Hadits ini mengingatkan kita – sebagai warga masyarakat – untuk tidak berpikir pendek, namun berusaha memilih tindakan yang “lebih tinggi”. Jika benar bahwa praktik-praktik money politics itu dipicu oleh egoisme para pemimpin, sehingga rakyat merasa harus bisa menjebol pundi-pundi pemimpinnya sebelum kelak para pemimpin egois itu merampok mereka baik secara legal maupun ilegal, maka sebenarnya ini adalah pikiran yang sangat buruk dan mengerikan.

Jika itu terus dibiarkan, akan menjadi lingkaran setan yang tidak berujung-pangkal. Mestinya, masing-masing pihak menahan diri dan menunaikan kewajibannya secara tulus, dengan semata-mata mengharap balasan dari Allah.

Rasulullah pun mengecam keras orang-orang yang memilih pemimpin semata-mata karena keuntungan duniawi, bukan pertimbangan-pertimbangan moral dan agama.

Menurut beliau, ada tiga golongan yang kelak pada Hari Kiamat tidak akan diperhatikan oleh Allah, tidak pula disucikan dari dosa-dosanya, dan pasti mendapat siksaan yang pedih. Salah satunya adalah: “Seseorang yang membai’at (yakni, memilih dan setia) kepada pemimpinnya semata-mata karena kepentingan duniawi. Jika pemimpin itu memberinya keuntungan duniawi, dia rela. Namun jika pempimpin itu tidak memberinya, dia pun marah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).

Jadi, berhentilah memilih pemimpin dengan menimbang berapa duit yang dia berikan kepada kita. Sebab, ini hanya akan memicu kebinasaan bagi kedua belah pihak, baik di dunia maupun akhirat. Na’udzu billah. Wallahu a’lam.

*) Ust. M. Alimin Mukhtar, penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Ar Romah Hidayatullah Malang

Upacara Hari Santri di Ponpes Hidayatullah, Inilah Pesan Pj Walikota Jayapura

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey saat membacakan sambutan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Hidayatullah Jayapura, Senin, 23 Oktober 2023 (FOTO: Natalya Yoku/Kabarpapua.co)

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar peringatan Hari Santri Nasional di lapangan Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekamp, Senin, 8 Rabi’ul Akhir 1445 (23/10/2023).

Peringatan ini diikuti 900 santri di Kota Jayapura yang berasal dari 32 madrasah dan 7 pondok pesantren. Adapun tema peringatan yakni ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’.

Penjabat (Pj) Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara mengatakan sesuai amanat presiden bahwa pondok pesantren menjadi pusat ilmu pengetahuan. Selain itu juga menjadi tempat pembentukan pendidikan keagamaan.

“Santri menjadi benteng untuk menjaga 4 pilar bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, ideologi Pancasila dan juga konstitusi negara Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Frans Pekey.

Ia mengatakan peran santri sebagai pilar keagamaan dan keilmuan dapat menjadi motor penggerak bangsa.

“Tidak hanya memahami agama dengan baik tapi mewujudkan agama dalam kehidupan sehari-hari dan tingkat utama dalam memajukan bangsa yang berjuang keras dalam ilmu agama dan pengetahuan,” ujar Pekey.

Frans Pekey berpesan kepada para santri untuk senantiasa menjaga hubungan harmonis di antara sesama masyarakat yang berbeda-beda. Di mana Kota Jayapura adalah rumah bersama seluruh agama dan suku.

Ia juga berpesan kepada para santri untuk menjadi generasi santri yang agamis dan patuh kepada ajaran agama dan kaidah Islamiah.

Kemudian Pj Wali Kota juga berpesan semoga para santri khususnya di Jayapura menjadi generasi muda yang humanis dan selalu menjaga hubungan persatuan dan kesatuan antara satu dan lainnya.

“Para santri harus tetap mempertahankan dan menjalankan empat pilar bangsa di Kota Jayapura. Kemudian menjaga keamanan dan kenyamanan hidup bersama, sehingga Kota Jayapura aman dan damai,” harapnya.

Tidak hanya itu, Pekey juga mengatakan santri membawa harapkan dan cinta dalam hati setiap insan. Santri melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan, yang senjata utamanya adalah buku dan pena.

“Tema Hari Santri tahun ini memberi pesan sebagai semangat pahlawan pendidikan dan perjuangan kebodohan. Santri pembawa pesan perdamaian, mengedepankan persatuan. Hargai santri sebagai pilar pembangunan dan pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Pekey berharap santri di Kota Jayapura mendapat dukungan baik moral dan materi, menjadikan mitra, dengan semangat jiwa santri sehingga tumbuh dan berkembang serta menjaga persatuan dan kesatuan menjaga toleransi tanpa membeda-bedakan.

“Saya berharap para santri terus meningkatkan kualitas diri, mengingat nasehat guru, kyai, ustadz dan ustadzah, menjaga persatuan dan kesatuan menjaga toleransi tanpa membeda-bedakan. Selamat Hari Santri, semoga Allah SWT memberkati perjuangan kita semua,” pungkasnya.

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, foto bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, tamu undangan, dan santri, usai mengikuti upacara Hari Santri Nasional Tahun 2023 di Pesantren Hidayatullah Jayapura, Senin, 23 Oktober 2023 (FOTO: La Ramah/Jubi)
Santri di Kota Jayapura saat mengikuti upacara Hari Santri Nasional Tahun 2023 di Pesantren Hidayatullah Jayapura, Senin, 23 Oktober 2023 (FOTO: La Ramah/Jubi)

Kirab Santri dan Pancasila

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Abdul Hafid Jusuf, mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional 2023 dilakukan dengan menggelar apel akbar serta kirab santri.

Langkah ini memberikan sebuah gambaran yang komprehensif tentang makna Pancasila. Kemudian makna Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45 di Kota Jayapura.

“Untuk tema dalam pelaksanaan Hari Santri Nasional 2003 ini adalah jihad santri jayakan negeri. Kita berharap bahwa dalam pengembangan diri santri mereka tidak hanya bersifat lokal tapi juga regional, nasional bahkan internasional,” ucap Hafid.

Di hadapan para santri dan tamu undangan, dikatakan Abdul Hafid Jusuf, Hari Santri Nasional tahun 2023 dengan tema “Jihad Santri Jayakan Negeri” adalah perjuangan secara keseluruhan, bukan hanya fisik tapi menguatkan iman, memperdalam ilmu, dan memperbaiki diri.

“Hari Santri bukan milik santri semata tapi milik kita semua, yang memiliki keteguhan dalam menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan mencintai tanah air. Saya berharap santri di Kota Jayapura terus memperdalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan,” katanya.

Hafid juga berharap para santri ini akan melahirkan leader yang searah dengan misi Kota Jayapura yakni ‘satu hati membangun kota untuk kemuliaan nama Tuhan’.

“Kita harus senantiasa menjaga dan menguatkan harmonisasi umat, kerukunan umat beragama dan moderasi beragama di Kota Jayapura. Sebab, persatuan dan kesatuan akan memberikan sebuah nilai harapan yang cerah bagi kehidupan masyarakat di Kota Jayapura,” katanya menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Seminar Edukasi Hukum bersama LBH Hidayatullah Kupas UU Perlindungan Anak di Karawang

KARAWANG (Hidayatullah.or.id) — Seminar Edukasi Hukum digelar Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Jawa Barat yang mengangkat tema “Kupas Tuntas UU Perlindungan Anak Menyikapi Kasus Kekerasan Fisik dan Pelecehan Seksual Anak di Lingkungan Satuan Pendidikan” sukses digelar di Kota Karawang, Jawa Barat, Ahad, 7 Rabi’ul Akhir 1445 (22/10/2023).

Acara ini berlangsung di Aula Husni Hamid, Komplek Perkantoran Pemerintah Daerah Karawang, Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Jawa Barat, dan dipandu oleh moderator Rudi Syafaat (Direktur LBH Hidayatullah Jawa Barat).

Seminar ini mengundang keynote speaker Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana. Selain itu, para narasumber yang ahli dalam bidang hukum dan pendidikan juga turut hadir dalam acara ini.

Narasumber tersebut Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono yang diwakili oleh Kasat Binmas Polres Karawang AKP Iis Puspita Ningsih, Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Syaifullah, SH, MH, yang diwakili oleh Kasie Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, Rudi Iskonjaya, SH, MH, dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, SH, MH.

Acara ini dihadiri oleh sedikitnya 75 peserta, terdiri dari unsur guru dan pimpinan lembaga pendidikan, serta mahasiswa dari Karawang dan sekitarnya. Antusiasme peserta terlihat dalam partisipasi mereka dalam berbagai rangkaian acara.

Ketua DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Hidayatullah Abah Qorry, SH, MAg, membuka acara dan menyampaikan harapannya bahwa seminar ini akan menjadi wadah pencerahan mengenai sistem kepengasuhan dan perlindungan anak.

Dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2023, Ustadz Hidayatullah mengatakan seminar yang membahas undang-undang perlindungan anak ini semakin memperkuat implementasi satuan pendidikan yang ramah lingkungan, ramah anak, dan menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang santri di pondok pesantren.

Pemaparan yang disampaikan oleh para narasumber dalam seminar ini menarik minat peserta, yang kemudian terlibat dalam sesi dialog dan tanya jawab yang produktif.

Salah satu peserta, Ade Rizal, yang juga seorang pemimpin pesantren di Karawang, mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat, terutama dalam konteks maraknya kriminalisasi terhadap guru.

“Selama ini guru dihantui ketakutan saat memberikan hukuman. Alhamdulillah, dengan pelatihan ini, guru semakin terbuka wawasannya, sehingga bisa menjalankan profesinya dengan aman, tenang, dan dalam bingkai hukum,” kata Ade Rizal.

Seminar Edukasi Hukum ini berhasil menjadi sebuah forum penting yang membahas isu-isu krusial dalam perlindungan anak dan kehidupan pendidikan di Karawang, yang tentunya memberikan manfaat yang besar bagi peserta yang hadir.

Kegiatan digelar atas kejasama antara DPW Hidayatullah Jawa Barat dengan Pemda Karawang, Polres Karawang, Kejari Karawang, dan LBH Hidayatullah. Acara turut didukung oleh Laznas BMH, Saung Koffe Hideung, Kubah Konveksi, Cormas, dan sejumlah entitas lainnya. (ybh/hidayatullah.or.id)