Beranda blog Halaman 254

Membumikan Gerakan Dakwah Kolektif Ditengah Kemajuan Zaman

0

ISLAM hadir sebagai agama rahmat bagi semesta (rahmatan lil ‘alamiin) tidak hanya bagi pemeluknya melainkan juga bagi orang yang belum menyakininya dapat merasakan kebaikannya.

Agar kehadiran Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam dapat dirasakan kebaikannya, maka diperlukan cara (jalan) yang diharapkan mampu mengirimkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Dakwah menjadi satu-satunya cara dalam menyebarkan Islam yang sekaligus menjadi misi sepanjang sejarah dan zaman. Dimana dalam proses dakwah dilakukan melalui lisan (bil-lisan), dengan tulisan (bil-kitabah), dan dakwah dengan perbuatan (bil-hal).

Tugas mulia tersebut pada mulanya diemban oleh para nabi yang juga merupakan sifat nubuwwah. Sejak Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Para nabi telah melaksanakan tugas mulia itu dengan sukses, namun tetap menghdapi tantangan dan rintangan.

Sejarah telah mencatat, bahkan telah diabadikan dalam Al-Qur’an, bagaimana manis dan pahitnya perjalanan dakwah yang dialami oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama para sahabatnya (assabiqunal awwalun).

Kendati dalam langkah dakwah mereka mengalami penghinaan, penganiayaan, persekusi dan intimidasi yang terus menyasar Rasulullah dan para sahabatnya dalam menjalankan misi menyebarkan Islam rahmatan lil’alamin.

Meskipun mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan, Rasulullah dan para sahabatnya sedikit pun tidak goyah. Mereka tetap riang gembira menyambut perintah dakwah. Aktivitas amar ma’ruf nahi munkar berjalan dan terjalin secara berkelanjutan demi terwujudnya Peradaban Islam.

Dalam mencapai puncak kejayaan Islam, tidak sedikit pengorbanan yang diberikan Rasulullah dan umatnya ketika itu. Jiwa dan harta yang dengan ikhlas diberikan demi pejuangan Islam.

Mereka begitu yakin dengan apa yang dijanjikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala atas segela pengorbanan yang diberikan dalam memenagkan agama Allah.

Ibunda Khadijah yang sekaligus Istri Rasulullah yang dikenal memiliki kekayaan yang melimpah, seluruhnya diberikan untuk perjuangan dakwah Rasulullah. Begitu pula dengan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali r.a serta banyak lagi sahabat lainnya yang dengan ikhlas meneyerahkan hartanya dijalan dakwah.

Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa Islam begitu cepat dalam melakukan ekspansi, karena ditopang oleh modal yang cukup serta kader militan dan mumpuni sehingga Islam mampu mencapai puncak kejayaannya dalam waktu yang relatif singkat.

Tantangan Dakwah Masa Kini

Demikian halnya di era globalisasi saat ini selain peluang, dakwah juga mengalami tantangan yang sangat berat, terutama dampak dari kemajuan pengetahuan dan teknologi. Sehingga kajian terhadap pengembangan konsep dakwah dan evaluasi terhadap gerakan (harakah) harus terus dilakukan secara intensif.

Pemikir dan pengurus organisasi dakwah dituntut mereaktualisasi dan terus mengembangkan konsep dan gerakan dakwah yang lebih relevan dengan tuntutan zaman. Sehingga, diharapkan aktivitas dakwah mampu menawarkan solusi terhadap problematika kehidupan masyarakat modern dan pascamodern.

Untuk itu, ketersedian sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, baik dari segi akhlak maupun keilmuan, kemudian perangkat yang memadai menjadi bagian penting untuk dipersiapkan demi mencapai kesuksesan dakwah.

Tentu kesemua itu membutuhkan modal yang tidak sedikit agar dalam mempersiapkan perangkat serta proses dakwah mengalami percepatan sebagaimana yang telah diwariskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya.

Namun dalam kenyataannya, aktivitas dakwah dewasa ini sepertinya kurang mendapat perhatian serius. Bahkan seringkali dianggap sebagai kerja kerja ikhlas yang sudah menjadi tugas para dai semata yang dipandang tanpa disokong dana pun tetap akan berjalan.

Realitas inilah yang terkadang membuat gerakan dakwah ditengah umat mengalami perlambatan. Dakwah akhirnya tidak mampu melakukan ekspansi dan mobilitasnya sedikit terhambat karena kualitas yang dimiliki oleh penggerak dakwah tidak sebanding dengan kemampuan umat yang ingin didakwahi.

Tanpa topangan yang memadai, pada gilirannya dakwah pun berjalan ala kadarnya, merasa canggung, atau minder yang mengakibatkan para dai tidak maksimal dalam mengemban tugas dakwah. Sehingga model masyarakat yang ingin diwujudkan dari proses dakwah sebagai umat terbaik khairah ummah tidak dapat tercapai dengai baik.

Saatnya kita menerapkan dakwah sinergi, amal jama’i dalam rangka membangun kekuatan dakwah agar proses penyebarannya lebih luas, semakin membumi, serta masif melahirkan dan menumbuhkan produktifitas umat untuk kemaslahatan semesta.

Praktik dakwah sinergis merupakan faktor penting dalam mematangkangkan langkah dakwah dan memperluas cakupannya serta mampu melakukan pembaharuan konsep yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Hal ini sebagaimana banyak ditemukan dalil Al-Qur’an dan Sunnah yang secara eksplisit memerintahkan kepada setiap muslim untuk mengemban tugas mulia ini baik secara individu maupun kolektif.

*) Adam Sukiman, penulis adalah Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta

Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Pesantren dan Warga Terdampak Kekeringan di Bogor

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan 16.000 liter air bersih untuk Pesantren dan warga sekitar Rumah Qur’an Umar bin Khattab, Bojong, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jum’at, 27 Rabi’ul Awal 1445 (13/10/2023).

Bantuan ini diberikan untuk meringankan kesulitan santri dan warga akibat kekeringan yang terjadi saat ini.

Proses pengiriman air bersih ini sempat terkendala. Mobil tangki air yang dipesan BMH baru tiba pada malam hari.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim BMH untuk segera menyalurkan bantuan tersebut yang merupakan amanah mulia dari para donatur.

“Alhamdulillah, bantuan air bersih ini akhirnya bisa kami salurkan. Kami sangat bersyukur atas dukungan para donatur yang telah memberikan amanah ini,” kata Adi Yusuf, Amil BMH di lokasi.

Ustadz Suaidi, pengasuh Pesantren Umar bin Khattab, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan BMH. Ia mengatakan, bantuan air bersih ini sangat bermanfaat bagi para santri, terutama santri putri.

“Santri putri kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan adanya bantuan ini, mereka bisa mandi, wudhu, dan memasak dengan lebih nyaman,” ujar Ustadz Suaidi.

Air bersih yang disalurkan BMH akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan 250 santri dan warga sekitar selama beberapa hari ke depan. Selain itu, BMH juga akan terus menyalurkan bantuan air bersih ke pesantren dan warga lainnya yang membutuhkan.

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban mereka,” pungkas Adi Yusuf.*/Herim

“Palestinians Only Fight for Their Rights, Robbed for 75 Years”

FOTO: Zionis ‘Israel’ nyatakan telah menghujani Gaza dengan sekitar 6000 bom di target-target Hamas selama enam hari sejak Sabtu, 7 Oktober 2023. Jumlah yang hampir sama dengan jumlah bom yang AS jatuhkan di Afghanistan setahun. (Sumber: Twitter @AnadoluAgency, @QudsN, @sahabatalaqsha)

“Palestinians Only Fight for Their Rights, Robbed for 75 Years”

‘Israeli’ aggression is again taking place in the Gaza Strip, and Palestinians especially the babies are being slaughtered, their houses turned into rubles, and their rights to live fear-free constantly threatened.

The Israel Zionists occupation forces wish to convince the world that the ongoing war was initiated by the Palestinians because they launched the first attack.

This is a blatant disregard of the historical fact that had the British not handed its so-called British Mandate onto the Zionist entity on 14 May 1948, generations of criminals would not have been raised, subjecting the Palestinians to all forms of violence.

This message is a call to the international world to be clear: The aggressors are the Israeli Zionists, the Occupiers, the Robbers of Palestinian lands, the Killers of Children, the Terrorists.

The People of Gaza, who have been forced to merely exist under severe, illegal blockade for the past 17 years, and all Palestinians are only fighting for their rights.

We, Indonesians, look back to our own fight for Independence from the Dutch, when we boldly proclaimed: “We love peace, but we love independence even more.” We believe this is the spirit of the Palestinians today: They would love to have peace, but they would prefer Independence any day.

We do not demand the United Nations, that have shown only abject failures and incompetence over the years to provide protection for Palestinians, much less to take any punitive actions against the Israelis.

Instead we are calling upon the world’s citizens with conscience, to escalate their effort to block the Criminals, and to support the Palestinians’ fight for their rights.

We are calling upon all Muslims to continue their Rabbaniyah and Nabawiyyah tasks, namely to work towards the liberation of Masjidil Aqsa, the City of Baitul Maqdis, and the Palestinian Land.

It is an ongoing Test. May Allah help us pass it successfully.

Jakarta, 27 Rabiul Awwal 1445 / 12 Oktober 2023

Nashirul Haq, President
Candra Kurnianto, General Secretary

Letter No. : 287/28/A28/X/2023

SDN Mekarjaya 31 Depok Gembira Sambut Indonesia Bercerita

0

DEPOK (Hidyatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar program Indonesia Bercerita di SDN Mekarjaya 31, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 24 Rabi’ul Awal 1445 (10/10/2023). Kegiatan ini diikuti oleh 550 murid dari kelas 1 hingga 6.

Kegiatan ini menghadirkan Kak IEA sebagai pemateri dongeng. Kak IEA menceritakan kisah teladan Nabi Muhammad SAW yang penuh dengan akhlak mulia.

“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Saya jadi tahu banyak tentang kisah Nabi Muhammad SAW,” kata salah seorang murid usai acara.

Kepala Sekolah SDN Mekarjaya 31, Hjh. Beti Nurbaeti, S.Pd, MM, menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi murid-muridnya.

“Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan murid-murid tentang akhlak mulia,” kata Beti.

Amil BMH Depok, M. Khoirul, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BMH untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi murid-murid untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW,” kata Khoirul.*/Herim

Yayasan Regina Pacis FMM Berkunjung ke Pesantren Hidayatullah Jambi

JAMBI (Hidayatullah.or.id) — Rombongan Yayasan Regina Pacis Fransiskan Misionaris Maria (FMM) Cabang Jambi melakukan kunjungan edukatif bersama siswa SD Xaverius 1 Jambi ke Pondok Pesantren Hidayatullah, Jalan Lintas Timur Km 26, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Kamis, 26 Rabi’ul Awal 1445 (12/10/2023).

Kunjungan rombongan yang dipimpin Direktur Yayasan Regina Pacis Cabang Jambi Emiliana Surajinah FMM, M.Pd diterima langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantrren Hidayatullah Jambi Ust. Arif Abidin, S.Pd.I, M.Pd di kantor pondok pesantren.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Kepala Sekolah SD Xaverius 1 Kota Jambi Romualdus Kaju, S.Fil, M.Pd, dan Sekretaris Antonius Sumadi, S.Ag yang sekaligus mendampingi para murid SD Xaverius 1 Jambi yang turut serta dalam kunjungan tersebut.

Selain saling bertukar informasi dan pengalaman dalam penyelenggaraan yayasan masing masing, pertemuan tersebut berlangsung hangat dengan obrolan santai berkaitan dengan pengelolaan pendidikan dan tema menarik lainnya seputar lembaga masing masing.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam lebih tersebut diakhiri dengan foto bersama dan serah terima partisipasi dari Bank Indonesia dalam rangka kegiatan 90 Tahun karya FMM di Indonesia. (ybh/hidayatullah.or.id)

Silatnas Hidayatullah sebagai Media Penguatan dan Pencerahan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Ust. H. Hamzah Akbar menyampaikan urgensi gelaran forum perkumpulan sebagai media penguatan dan pencerahan bagi kader dan warga Hidayatullah.

Menurut Hamzah, muatan tersebut pula yang terkandung dalam spirit Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang akan digelar November mendatang.

Lebih jauh diuraikan Hamzah, Hidayatullah sejak awal perlangkahannya telah memiliki tradisi pertemuan dalam rangka mengisi ulang (re-charge) semangat para kader yang bertugas di berbagai daerah.

Dulu, pertemuan biasanya dibagi dalam bentuk Koordinasi Wilayah (Korwil) seperti Korwil Jawa, Korwil Sumatera, Korwil Sulawesi Papua, dan Kalimantan.

“Dulu ada 1 Muharram, ini setiap tahun digelar, untuk Ustadz Abdullah Said menyampaikan pikiran besar dan menggambarkan keadaan futuristik,” kata Hamzah.

Hal itu disampaikan Hamzah Akbar di Balikpapan saat menjadi narasumber pada acara Diskusi Daring Kamisan DPW Hidayatullah DKI Jakarta edisi ke-39 bertajuk “Silatnas, Apa Keuntungan Bagi Progresivitas Kader Kedepan” dalam rangka menyambut Silatnas Hidayatullah (Silatnas) 2023, Kamis, 26 Rabi’ul Awal 1445 (12/10/2023).

Jebolan Kuliah Muballigh Muballighat (KMM) di awal aktifitas Hidayatullah di Balikpapan ini mengaku bersyukur sebab Hidayatullah pada 50 tahun pertama berhasil menguatkan falsafah gerakannya yang hari ini disebut Jatidiri Hidayatullah.

Lantas, terang dia berpendapat, pada momentum Silatnas nanti posisi strategisnya ada pada proses memberi pencerahan yang membuka jalan pikiran.

Ditengah masih banyaknya kekurangan dan keterbatasan yang ada, Hamzah merasa bersyukur sebab produksi kader terus bergeliat yang secara kuantitas menurutnya sebenarnya cukup tinggi. Walaupun pencapapain itu dianggap masih belum memadai karena sepenarian dengan tingginya permintaan.

Berikutnya, Hamzah menilai salah satu tantangan kedepan adalah soliditas. Selain soliditas antar sesama elemen umat, Hamzah memandang soliditas jamaah ini yang menjadi sangat penting.

“Institusi harus memandu dan mendistribusikan kepemimpinan yang kuat. Ruh ini yang ingin kita kuatkan. Sistem kepemimpinan dan jamaah yang solid akan mengantar semua elemen organisasi menjadi penguat dalam berbagai agenda kita,” katanya.

Menurut dia, sepanjang warga dan kader memahami serta menginternalisasi jatidiri, maka perlangkahan ini semakin indah dan menarik.

“Kita harus membangun perspektif positif dalam proses membangun kekuatan jamaah,” imbuhnya.

Ditegaskan Hamzah, selama masih ada media sebagai kultur esensial untuk menguatkan seperti Silatnas, maka apapun yang berkembang secara modern baik itu politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya, kita akan tetap pada jaminan kader dan fokus gerakan.

“Demikian pula gerakan yang bersifat relasional, ini sangat strategis. Semua harus menjadi penguat pada sistem kita,” tandas Hamzah.

Seraya itu ia menekankan bahwa Silatnas juga diharapkan menjadi medium untuk memuluskan proses transisi dialektika gerakan dan pikiran pikiran Hidayatullah pada generasi berikutnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

[Khutbah Jum’at] Baitul Maqdis Palestina dan Solidaritas Dunia Islam

0

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ

الحمد لله الذي بَعَثَ في الناس رسولاً يَتْلُو عليهم آياتِه ويُزكِّيهم ويُعلِّمُهم الكتاب والحكمة، أَحْمَدُكَ يا ربّ على أنِ اخْتَرْتَ الرَّسُولِ الْكَريمِ لِيَكُوْنَ نُوراً لِلْعَالَمِين. ثم الصلاة والسلام على نبينا محمدٍ الذي كان ضِياءً للسَّالِكين، وقدوةً للناس أجمعين. أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أنّ محمداً رسول الله. أما بعد،

فأوصي نفسي وإياكم بتقوى الله، قال تعالى: (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ)
وقال: (لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا)

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Segala pujian dan sanjungan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, pemberi pertolongan dan ampunan kepada hamba-Nya yang mau menyapa-Nya. Kami memohon perlindungan-Nya dari kejahatan jiwa dan keburukan amal.

Dia-lah pemberi petunjuk dan yang mampu menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya, tanpa seorang pun kuasa menolaknya.

Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, tiada sekutu apapun bagi-Nya. Dan kami bersaksi jua bahwasanya Muhammad ﷺ. adalah hamba dan utusan-Nya.

Selanjutnya kami berwasiat kepada diri kami sendiri dan kepada Jamaah shalat Jumat seluruhnya agar senantiasa berusaha untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berusaha bertakwa kepada Allah di saat senang dan susah, lapang dan sempit, sehat dan sakit, di tengah-tengah banyak orang atau pun di saat sendirian dan di kala masih muda dan setelah kita tua.

Sesungguhnya, bekal terbaik untuk pulang ke akhirat sebagai tempat tinggal abadi adalah ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan dan memampukan kita semuanya agar bisa menjadi orang yang bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya, bukan hanya sekedar di bibir semata.

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Hari ini, kita ingin berbicara tentang suatu isu yang mendalam dan penting bagi umat Islam di seluruh dunia, yang saat ini sedang terjadi yaitu sebuah keniscayaan yang menuntut kita untuk membangun Solidaritas Dunia Islam.

Solidaritas ini tidak hanya merupakan aspek moral, tetapi juga menjadi kewajiban moral kita sebagai umat Islam, sesuai dengan tuntunan Islam dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

{وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ} [آل عمران: 105]

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itu mendapat siksa yang berat.” [Ali Imran: 105]

Allah ta’ala juga berfirman:

وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (Al-Anfal: 46)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِيْ حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : ((لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [مِنَ الْخَيْرِ])) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Dari Abu Hamzah, Anas bin Mâlik Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan”. [HR al-Bukhâri dan Muslim]

Ini adalah panggilan Allah bagi kita umat Islam untuk bersatu dan solidaritas di antara sesama saudara kita umat Islam, terutama di saat-saat sulit. Kita adalah saudara-saudara seiman, dan kita memiliki kewajiban untuk mendukung satu sama lain dalam kesusahan dan kesulitan.

Jama’ah yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala

Hari ini, kita tidak bisa berbicara tentang solidaritas Dunia Islam tanpa membahas situasi di Baitul Maqdis Palestina. Selama puluhan tahun, Palestina telah menghadapi penjajahan oleh Israel yang telah menyebabkan penderitaan besar bagi rakyat Palestina.

Kaum Muslim di Palestina menderita dan menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan, kekerasan, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Beberapa hari lalu, setelah terjadi operasi badai al-Aqsa, yang dilakukan oleh HAMAS (حركة المقاومة الاسلامية atau Harakat al-Muqawama al-Islamiyya), yang melakukan serangan mendadak ke wilayah Palestina yang diduduki Israel, dimana ini sebagai bentuk pertahanan diri sekaligus perlawanan atas penjajahan Israel yang telah terjadi bertahun-tahun itu.

Menurut layanan kesehatan Palestina dan Israel, lebih dari 900 orang tewas dan 2.600 orang terluka di Israel dan setidaknya 687 orang tewas dan 3.700 orang terluka di Gaza. Dan hingga saat ini, penjajah Israel masih meakukan serangan ke berbagai wilayah Palestina.

Sehingga, inilah salah satu momen penting bagi kita untuk mengingat firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَمَا لَـكُمۡ لَا تُقَاتِلُوۡنَ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ وَالۡمُسۡتَضۡعَفِيۡنَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَآءِ وَالۡوِلۡدَانِ الَّذِيۡنَ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَاۤ اَخۡرِجۡنَا مِنۡ هٰذِهِ الۡـقَرۡيَةِ الظَّالِمِ اَهۡلُهَا‌ ۚ وَاجۡعَلْ لَّـنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ وَلِيًّا ۙۚ وَّاجۡعَلْ لَّـنَا مِنۡ لَّدُنۡكَ نَصِيۡرًا

“Dan mengapa kamu sekalian tidak membantu (kaummu) terhadap (membela) Allah? Padahal orang-orang yang tertindas di antara laki-laki, perempuan, dan anak-anak, yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang zalim ini dan anugerahkanlah kepada kami pelindung dari sisi-Mu dan anugerahkanlah kepada kami penolong dari sisi-Mu.” (An-Nisa: 75)

Dengan demikian maka, tidak ada alasan bagi kita sebagai umat Islam memiliki kewajiban moral untuk mendukung saudara-saudara kita di Palestina dan untuk berjuang melawan penjajahan dan kezaliman yang mereka alami.

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Dengan melihat realitas di atas, maka kita harus bertindak dalam solidaritas dengan Palestina dan seluruh kaum Muslim yang menderita. Setidaknya ada 4 tindakan yang dapat kita lakukan, sesuai dengan kemampuan kita, yaitu berupa:

Mengirmkan Doa: Hal yang paling ringan yang kita lakukan adalah, berdoalah kepada Allah SWT agar memberikan perlindungan, kekuatan, dan kemenangan kepada rakyat Palestina. Hal yang sama juga melakukan Qunut Nazillah di masjid-masjid yang ada.

Bantuan Kemanusiaan: Inilah saatnnya kita memberikan sebagian apa yang kita miliki, dengan memberikan bantuan melalui lembaga kemanusiaan yang legal, untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina yang membutuhkan.

Advokasi dan Aksi Damai: Umat Islam juga perlu melakukan aksi-aksi damai dalam solidaritas untuk menuntut pihak-pihak yang berkepentingan turun tangan dalam menyelesaikan penjajahan bangsa Palestina. Disaat yang sama juga melakukan kampanye advokasi yang mendukung hak-hak rakyat Palestina.

Memberikan Informasi yang benar: Sebagai umat Islam kita memiliki kewajiban untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah, latar belakang dan situasi terakhir di Palestina agar mendapatkan data dan informasi yang bener dan terverifikasi dengan baik, selanjutnya dibagikan ini kepada keluarga dan teman-teman, serta media sosial.

Konsekwensi logisnya adalah, Kita harus menjadi barisan terdepan dalam mendukung perjuangan mereka untuk kemerdekaan dan hak-hak dasar yang sah.

Solidaritas dunia Islam adalah kunci dalam mencapai kedamaian dan keadilan di Palestina, dan itu mencakup dukungan finansial, politik, dan moril.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Sebagai penutup berkenaan dengan solidaritas dunia Islam ini, maka sepatutnya kita merujuk hadits Rasulullah ﷺ, dimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَنْ رَدَّ عَنْ عِرْضِ أَخِيْهِ كَانَ لَهُ حِجَاباً مِنَ النَّارِ.

“Barangsiapa membela kehormatan saudaranya (sesama Muslim), maka hal itu menjadi penghalang untuknya dari api neraka.” (HR Tirmidzi).

Sehingga, solidaritas dunia Islam adalah panggilan moral yang harus kita jawab. Palestina adalah bagian dari tubuh dan hati umat Islam, dan kita memiliki kewajiban untuk menjaga kehormatannya dengan mendukung saudara-saudara kita yang menderita.

Marilah kita menjalin solidaritas, berdoa, dan bertindak dalam upaya mendukung rakyat Palestina dan seluruh kaum Muslim yang memerlukan perlindungan dan dukungan kita.

Doa Penutup

Saudara-saudaraku yang terkasih, mari kita tingkatkan doa-doa kita untuk saudara-saudara kita di Palestina, dan mari kita bersatu dalam usaha mencari solusi yang adil dan berkelanjutan bagi konflik yang berkepanjangan ini, dengan kemerdekaan Palestina dan lepas dari penjajahan Israel.

Semoga Allah SWT menguatkan solidaritas dunia Islam dan menjadikan kita sebagai alat-Nya dalam membawa keadilan dan kedamaian di dunia.

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ
الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

Meneguhkan Gerakan Transformasi Wawasan Islam untuk Masa Depan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Islam sebagai rahmah, jalan, dan pedoman perlu terus menerus ditransformasikan sebagai nilai yang diharapkan senantiasa membimbing dan mewarnai kehidupan umat manusia.

Karenannya, wawasan dan inspirasi Islam ini tidak hanya penting dinarasikan secara teologis simbolik, tetapi juga amat strategis disajikan secara universal rasional agar semakin banyak yang menangkap pesan pesan esensial di dalamnya sebagai risalah luhur yang membumi.

“Karena itu, penting sekali menguatkan gerakan dakwah transformatif ini dengan pendekatan logika umum sehingga ide ide besar tentang peradaban Islam bisa sampai dan dapat diterima secara lebih luas,” kata Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Ust. H. Hamzah Akbar.

Hal itu disampaikan Hamzah Akbar di Balikpapan saat menjadi narasumber pada acara Diskusi Daring Kamisan DPW Hidayatullah DKI Jakarta edisi ke-39 bertajuk “Silatnas, Apa Keuntungan Bagi Progresivitas Kader Kedepan” dalam rangka menyambut Silatnas Hidayatullah (Silatnas) 2023, Kamis, 26 Rabi’ul Awal 1445 (12/10/2023).

Menurut Hamzah, Islam adalah masa depan yang pada gilirannya menjadi apa yang telah digariskan Tuhan sebagai rahmat bagi kehidupan, merawat semesta, dan memandu manusia sebagai khalifah yang diamanatkan untuk memakmurkan alam ini.

Karenanya, memasuki usia 50 tahun kedua kini, terang Hamzah, Hidayatullah harus mengambil peran lebih kuat dalam kancah yang tentu tak lebih ringan dari 50 tahun pertama sebelumnya.

“Kalau kita mengambil jalan pikiran 50 tahun pertama, maka relevansinya untuk 50 tahun kedua Hidayatullah ini adalah adanya tantangan yang semakin tidak ringan dan membutuhkan energi yang lebih besar lagi. Pesan ini yang harus ditangkap,” kata Hamzah.

Oleh sebab itu, Hamzah mengatakan, Silatnas sebagai media kultural hendaknya tidak saja menjadi momen kebersamaan membangun memori kolektif sebagai warga Hidayatullah, tetap juga momentum reuni untuk menyadap energi Ilahi.

Menurutunya, sebagai wadah perjuangan, selalu diperlukan adanya media untuk terus menajamkan visi serta memantapkan langkah sehingga formulasinya selalu relevan dengan perkembangan zaman.

“Secara institusi memang harus ada media agar pikiran besar dapat ditransformasikan dan selalu menemukan titik relevansinya, karena itulah ada Silatnas ini. Saat momen seperti itu ada mobilitas pikiran pikiran besar dan progres aktifitas kader dilaporkan dalam dua arah, dari generasi 50 tahun pertama dan generasi 50 tahun berikutnya,” imbuhnya.

Hamzah menguraikan, apa yang menjadi pengalaman 50 tahun pertama Hidayatullah harus menguatkan dan memantapkan optimisme para kader. “Adik adik sekarang harus ikut menyelami untuk perjalanan 50 tahun kedua, sehingga dua kutub ini saling bertalian,” imbuhnya.

Membuka Jalan Pikiran

Lebih jauh diuraikan Hamzah, Hidayatullah sejak awal perlangkahannya telah memiliki tradisi pertemuan dalam rangka mengisi ulang (re-charge) semangat para kader yang bertugas di berbagai daerah. Dulu, pertemuan biasanya dibagi dalam bentuk Koordinasi Wilayah (Korwil) seperti Korwil Jawa, Korwil Sumatera, Korwil Sulawesi Papua, dan Kalimantan.

“Dulu ada 1 Muharram, ini setiap tahun digelar, untuk Ustadz Abdullah Said menyampaikan pikiran besar dan menggambarkan keadaan futuristik,” kata salah satu jebolan Kuliah Muballigh Muballighat (KMM) ini di awal aktifitas Hidayatullah di Balikpapan.

Hamzah mengaku bersyukur sebab Hidayatullah pada 50 tahun pertama berhasil menguatkan falsafah gerakannya yang hari ini disebut Jatidiri Hidayatullah. Lantas, pada momentum Silatnas nanti posisi strategisnya ada pada proses memberi pencerahan yang membuka jalan pikiran.

Ditengah masih banyaknya kekurangan dan keterbatasan yang ada, Hamzah merasa bersyukur sebab produksi kader terus bergeliat yang secara kuantitas menurutnya sebenarnya cukup tinggi. Walaupun pencapapain itu dianggap masih belum memadai karena sepenarian dengan tingginya permintaan.

Berikutnya, Hamzah menilai salah satu tantangan kedepan adalah soliditas. Selain soliditas antar sesama elemen umat, Hamzah memandang soliditas jamaah ini yang menjadi sangat penting.

“Institusi harus memandu dan mendistribusikan kepemimpinan yang kuat. Ruh ini yang ingin kita kuatkan. Sistem kepemimpinan dan jamaah yang solid akan mengantar semua elemen organisasi menjadi penguat dalam berbagai agenda kita,” katanya.

Hamzah mengatakan , sepanjang kita memahami dan menginternalisasi jatidiri, maka perlangkahan ini semakin indah dan menarik. “Kita harus membangun perspektif positif dalam proses membangun kekuatan jamaah kita di Hidayatullah,” imbuhnya.

Ditegaskan Hamzah, selama masih ada media sebagai kultur esensial untuk menguatkan seperti Silatnas, maka apapun yang berkembang secara modern baik itu politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainya, kita akan tetap pada jaminan kader dan fokus gerakan.

“Demikian pula gerakan yang bersifat relasional, ini sangat strategis. Semua harus menjadi penguat pada sistem kita,” tandas Hamzah seraya menekankan bahwa Silatnas juga diharapkan menjadi medium untuk memuluskan proses transisi dialektika gerakan dan pikiran pikiran Hidayatullah pada generasi berikutnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

DPP Hidayatullah Serukan Qunut Nazilah untuk Palestina

0
FOTO: Sebagian dari ratusan warga Gaza yang dibunuh oleh Zionis ‘Israel’ dalam agresi militernya sejak Sabtu, 7 Oktober 2023 (SOURCE: Twitter @gazaalannet via @sahabatlaqsha)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum DPP Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq menyerukan kepada seluruh masjid di pesantren-pesantren Hidayatullah di seluruh Indonesia untuk memanjatkan doa Qunut Nazilah sehubungan dengan kezaliman yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel, utamanya dalam sepekan ini.

“Mari kita panjatkan doa dalam Qunut Nazilah pada shalat-shalat jahr (shalat dengan bacaan yang dikeraskan), terutama pada shalat Jumat besok,” jelas Nashirul di Jakarta pada Kamis, 26 Rabi’ul Awal 1445 (12/10/2023).

Selain itu, untuk para khatib, diserukan agar memberikan pencerahan kepada jamaah terkait perjuangan kemerdekaan Palestina.

Himbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat luas, bukan sekadar kader-kader Hidayatullah.

“Kami menghimbau juga kepada seluruh kaum Muslim di Indonesia untuk manfaatkan moment shalat Jumat besok (13/10), kita panjataatkan doa dalam qunut Nazilah dan kita cerahkan masyarakat tentang apa yang terjadi di Palestina,” ungkap Nashirul.

Doa di dalam Qunut Nazilah sangat penting untuk mengundang pertolongan Allah Ta’ala. Sebab, jelas Nashirul, kezaliman yang dilakukan serdadu Zionis Israel sudah berlangsung sangat lama, bukan hanya terjadi sekarang ini saja. Namun, sampai sekarang, belum bisa dihentikan.

Karena itu, kata Nashirul, sebagai Mukmin yang yakin dengan datangnya pertolongan Allah Ta’ala, maka tak ada kekuatan yang sanggup menghalangi bila Allah Ta’ala telah berkehendak untuk menghancurkan kezaliman di Bumi Palestina. Terlebih ketika saat ini seolah-olah tak ada lagi yang bisa menghentikan kezaliman tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya di kanal berita www.hidayatullah.com, sejak sepekan ini tentara Israel telah menyerbu wilayah Palestina. Serangan ini menyebabkan lebih dari 187 ribu warga Gaza mengungsi, 950 orang syahid, dan 5 ribu warga cedera.

Hingga kini wilayah Gaza, Palestina, terus dihujani bom oleh Zionis, sementara akses listrik, makanan, dan obat-obatan telah diputus.

Sebelumnya, Nasirul juga telah mengajak kepada warga Muslim di seluruh Indonesia untuk peduli dengan persoalan yang dihadapi bangsa dan negara Palestina. Sikap peduli tersebut, salah satunya, bisa diwujudkan lewat bantuan yang disalurkan lewat lembaga filantropi profesional, termasuk Baitul Maal Hidayatullah. (ybh/hidayatullah.or.id)

DPP Hidayatullah Ajak Seluruh Muslim Peduli dengan Persoalan Palestina

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. H. Nashirul Haq, mengajak kepada seluruh kaum Muslim untuk peduli kepada bangsa dan negara Palestina yang sekarang sedang diserang dari berbagai penjuru oleh tentara Zionis Israel.

Bentuk kepedulian tersebut bisa berupa desakan agar Zionis Israel menghentikan aksi penjajahannya, pengiriman doa saat qunut nazilah, atau bantuan materi yang disampaikan lewat berbagai lembaga filantropi profesional, termasuk Baitul Maal Hidayatullah.

“Kekejaman Zionis Israel sudah luar biasa. Kita tak bisa diam saja melihat ini. Setidaknya, kita harus mendorong berbagai pihak untuk peduli kepada persoalan yang dihadapi bangsa dan negara Palestina,” jelas Nashirul yang Selasa lalu, 24 Rabi’ul Awal 1445 (10/10/2023) ikut menyampaikan keprihatinan dalam Konferensi Pers Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) di Jakarta bersama sejumlah tokoh dan pimpinan ormas Islam Islam.

Hari ini, Rabu, 25 Rabi’ul Awal 1445 (11/10/2023), para tokoh KIBBM bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Prof Mahfud MD, untuk menyampaikan sikap keprihatinan dan desakan akan pemerintah Indonesia melakukan langkah yang konkrit dalam membantu Palestina.

Sebagaimana kita ketahui, sebanyak 187 ribu penduduk Gaza, Palestina, telah berada di wilayah pengungsian sejak Selasa (10/10/2023) akibat serangan tentara penjajah Israel sejak 5 hari lalu. Menurut laporan kanal berita www.hidayatullah.com, bahwa jumlah syuhada karena pemboman Zionis Israel telah bertambah menjadi 704 orang, sementara 3900 warga lain cedera.

Kondisi ini, kata Nashirul, jelas memprihatinkan kita semua. Padahal, semua bentuk kekerasan yang terjadi di Palestina sesungguhnya disebabkan oleh sikap dan tindakan yang tak berperikemanusiaan dari Zionis Israel sejak lama. Tak ada satu pun negara di dunia, termasuk organisasi negara besar dan berpengaruh, yang bisa menghentikan ini.

Padahal, kata Nashirul, apa yang dilakukan Zionis Israel selama ini nyata-nyata telah melanggar hukum internasional, konstitusi nasional, dan kemanusiaan. Dari sisi hukum internasional, mereka telah melanggar resolusi PBB.

Sedang dari sisi konstitusi nasional, apa yang dilakukan Zionis Israel telah melanggar apa yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Adapun dari sisi kemanusian, tindakan arogan tentara Zionis Israel ini nyata-nyata telah melanggarnya.

Karena itu, jelas Nashirul lagi, satu-satunya solusi mengatasi seluruh persoalan ini adalah menghentikan aksi penjajahan Zionis Israel kepada negara dan bangsa Palestina, dan mengembalikan seluruh wilayah yang selama ini telah mereka rampas. Ini semua perlu desakan dari banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. (ybh/hidayatullah.or.id)