Beranda blog Halaman 315

Rakerwil DPW Riau Dirangkai Seminar Hukum Bertajuk Dai Cerdas di Era Digital

PEKANBARU (Hidayatullah.or.id) — Sebagai informal leaders di masyarakat, dai memiliki peran penting tidak saja membangun karakter dan mentalitas melalui pembinaan agama, dai juga berperan sebagai agen kohesi sosial melalui pesan pesan Islam.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, MH, usai acara Seminar Hukum Nasional bertajuk “Dai Cerdas di Era Digital” di Hotel Resty Menara, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1444 (21/2023).

“Oleh sebab itu, pemahaman yang baik dalam penggunaan perangkat teknologi informasi akan mendukung progresifitas dai dalam berdakwah di era digital,” kata Dudung dalam seminar kegiatan rangkaian acara Rakerwil Hidayatullah Riau itu.

Dia menjelaskan, sudah saatnya dai memanfaatkan teknologi untuk berdakwah mensyiarkan kebenaran. Namun, tidak semata aktif, seorang dai dituntut juga memiliki pengetahuan, kecermatan, dan kecakapan dalam menggunakan perangkat teknologi informasi tersebut.

Islam adalah kebenaran yang menuntun manusia kepada jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat. Maka oleh sebab itu, terang dia, kebenaran ini pun harus disampaikan dengan benar dan penuh hikmah.

“Salah satunya, dengan cerdas bermedia sosial. Sampaikan dakwah dan kebenaran, hindari menyebarkan hoax dan content yang tidak bermanfaat,” pungkasnya.

Acara ini dibuka oleh Kepala Biro (Karo) Admininstrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur .

Dalam sambutannya, Zulkfli menyampaikan bahwa dakwah tidak hanya dimaknai sebagai proses transformasi ilmu agama saja, akan tetapi nilai-nilai Islam yang disyiarkan adalah nilai-nilai yang dapat bersinggungan dengan perkembangan zaman, salah satunya era digital.

Menurutnya era digital merupakan era dimana masyarakat masuk ke dalam gemuruh banjir informasi yang mengakibatkan masyarakat mengalami gegar budaya dan kesulitan mengambil makna dari setiap informasi yang bertebaran.

“Dakwah di era digital harus mampu mengakomodir kepentingan masyarakat yang bergerak ke arah “budaya massa”. Maka dari itu, perlulah dilakukan strategi dan metode dakwah yang humanis dan terbarukan,” kata Zulkifli Syukur.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut sebagai narasumber Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto dan Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau M. Kastulani, SH. MH.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Riau, Suheri Abdullah, MM, mengatakan selaku penyelenggara acara pihaknya berharap dari seminar nasional hukum ini para dai semakin tercerahkan dalam masalah hukum dan cerdas di era digital saat ini.

“Harapanya, agar para dai mampu dan semakin tercerahkan sehingga bisa memaksimalkan media sosial ini dengan baik untuk menjadi alat dakwah dan juga semakin paham akan aturan dalam bermedia sosial,” kata Suheri.*/Yacong B. Halike

Peran Komunikasi Penting dalam Dunia Dakwah di Era digital

PEKANBARU (Hidayatullah.or.id) — Kepala Biro (Karo) Admininstrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur mengatakan bahwa dakwah tidak hanya dimaknai sebagai proses transformasi ilmu agama saja, akan tetapi nilai-nilai Islam yang disyiarkan adalah nilai-nilai yang dapat bersinggungan dengan perkembangan zaman, salah satunya era digital.

Hal itu disampaikannya pada acara pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Riau sekaligus Seminar Hukum Nasional di Hotel Resty Menara, Pekanbaru, Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1444 (21/2023).

Menurutnya era digital merupakan era dimana masyarakat masuk ke dalam gemuruh banjir informasi yang mengakibatkan masyarakat mengalami gegar budaya dan kesulitan mengambil makna dari setiap informasi yang bertebaran.

“Dakwah di era digital harus mampu mengakomodir kepentingan masyarakat yang bergerak ke arah “budaya massa”. Maka dari itu, perlulah dilakukan strategi dan metode dakwah yang humanis dan terbarukan,” kata Zulkifli Syukur seperti dilansir laman Pemprov Riau.

Zulkifli Syukur menjelaskan bahwa metode dakwah terbarukan adalah dakwah melalui media digital. Konsekuensinya adalah dai harus mampu mengembangkan soft skill dan menguasai teknologi sehingga metode dan materi dakwah yang disampaikan bersifat modern.

“Tentunya metode dakwah terbarukan ini memberikan peluang bagi para dai untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan dan dinamika kehidupan umat Islam yang sedang berkembang pada saat ini,” terangnya.

Sejalan dengan tema Seminar Nasional Hukum “Dakwah Cerdas Hukum di Era Digital” yang diselenggarakan oleh Hidayatullah Provinsi Riau.

“Tentunya kita berharap terjadinya peningkatan cara berkomunikasi oleh para dai dalam memberikan edukasi tentang hukum di era digital kepada masyarakat,” harapnya.

Ia berpendapat bahwa komunikasi memiliki tiga peran penting dalam dunia dakwah di era digital. Pertama membantu dai dalam memahami karakter masyarakat di era digital.

Kedua, terangnya, memastikan sampainya pesan dakwah kepada masyarakat secara efektif. Ketiga, berperan dalam penyampaian pesan dakwah untuk semua segmen masyarakat di era digital.*/Sam

Rakerwil Aceh, Hidayatullah Didorong Terus Majukan Pendidikan dan Dakwah

ACEH BESAR (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) bertempat di Kampus Hidayatullah Gampong Paroy, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, yang dibuka pada Jum’at, 27 Jumadil Akhir 1444 (20/1/2023).

Dalam sambutannya membuka acara ini, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Mayjen (purn) Achmad Marzuki yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH, mendorong agar Hidayatullah terus memajukan pendidikan dan dakwah di provinsi berjuluk Serambi Mekkah itu.

“Kami menaruh harapan besar kepada Hidayatullah Aceh untuk dapat mengambil peran dan berkiprah secara maksimal, terutama untuk kemajuan pendidkan dan dakwah di Aceh,” kata Zahrol Fajri.

Zahrol Fajri mengungkapkan, salah satu harapan Pemerintah Aceh kedepannya adalah mewujudkan dan menjadikan Aceh yang menerapkan syariat Islam yang komprehensif dan kaffah.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan pola pendidikan yang mumpuni, berkarakter, dan berakhlaqul karimah, yang nantinya generasi yang dihasilkan dari proses pendidikan ini akan mengambil alih tongkat estafeta pembangunan Aceh di segala bidang.

“Karenanya. dalam rangka mengoptimalkan peran Hidayatullah Aceh, maka kami mendorong agar secara kontinyu dapat mengevaluasi program kerjanya,” kata Zahrol Fajri.

Dia menambahkan, pihaknya yakin, momentum Rapat Kerja Wilayah yang diadakan kali ini sangat penting artinya bagi Hidayatullah, karena disamping sebagai sarana konsolidasi jati diri dan organisasi, juga sebagai sarana memperkuat program kerja dan menentukan arah organisasi yang akan dijalankan paling kurang untuk satu tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Aceh, Muhammad Chofadz S.Ag, dalam sambutannya berharap agar seluruh kader Hidayatullah yang mengikuti acara Rakerwil Hidayatullah kali ini hendaknya betul betul serius.

“Karena apa yang dihasilkan dari Rakerwil ini adalah hal yang tentunya akan sangat menentukan langkah dan arah organisasi Hidayatullah Aceh kedepannya,” kata Chofadz.

Menurut Chofadz, kader muda Hidayatullah Aceh inilah yang kedepannya akan mengambil alih tongkat estafeta perjuangan Islam.

“Dan perlu disadari bahwa para kader kader muda Hidayatullah Aceh inilah yang kedepannya akan mengambil alih tongkat estafeta perjuangan menegakkan agama Allah di bumi Serambi Makkah ini,” ungkap mantan Sekretaris Wilayah Hidayatullah Jawa Timur ini.

Rakerwil Hidayatullah Aceh kali ini dihadiri Kabid Ekonomi DPP Hidayatullah Ust. Drs. Wahyu Rahman, MM, yang pada saat terjadi tragedi tsunami Aceh, ia menjadi Pimpinan Hidayatullah Aceh.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatulah Aceh Tgk. Mahyedin Husra, S.Ag, unsur badan dan amal usaha, unsur organisasi pendukung, serta dipesertai pengurus inti dari sebanyak 12 DPD Hidayatullah se-Provinsi Aceh.*/Oemar Said

Panglima TNI Kunjungi Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A., mengunjungi Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat, 27 Jumadil Akhir 1444 (20/1/2023).

Pesantren ini terletak di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tak begitu jauh dari wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Panglima TNI turut serta mengikuti shalat Jumat bersama seribuan warga, santri, mahasantri, serta jamaah Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak.

Rombongan Panglima TNI tiba sekitar pukul 12.20 WITA menjelang pelaksanaan shalat Jumat. Sesaat setelah rombongan memasuki masjid, azan Jumat pun dikumandangkan.

Berdasarkan informasi dihimpun, Panglima TNI Yudo Margono hadir didampingi sejumlah jenderal.

Panglima TNI beserta rombongan disambut langsung oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan UHamzah Akbar, dan para ustadz pembina/ pengurus Hidayatullah lainnya.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut ini tampak khidmat mendengarkan khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Habib Lukman Hakim Alatas. Ia kemudian turut melaksanakan shalat Jumat yang diimami oleh seorang hafizh pemegang sejumlah sanad Al-Qur’an, Baharun Musaddad.

Setelah melaksanakan shalat Jumat, Ketua YPPH Hamzah Akbar naik ke mimbar memberikan sambutan.

Dalam sambutannya ustadz Hamzah Akbar, demikian dikenal, merasa bersyukur atas kunjungan Panglima TNI beserta rombonga dari Markas Besar TNI ke Pesantren Hidayatullah.

“Rasa syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada bapak Panglima TNI yang hari ini berkunjung dalam agenda rapat di Kalimantan Timur,” ucap Ketua YPPH di depan Panglima TNI dan rombongan.

Usai itu, Panglima TNI Yudo Margono tampil menyampaikan sambutannya. Di hadapan seluruh jama’ah Jumat, Panglima TNI merasa senang dan mengaku menikmati berada di Pesantren Hidayatullah.

“Senang rasanya saya bisa hadir bersama dan tentunya berada di depan adik-adik maupun anak-anak, karena ini banyak seumuran anak saya, adik-adik semua di Pesantren (Hidayatullah Gunung Tembak). Tadi saya merasa, kenapa tadi begitu saya duduk rasanya kok dingin, ternyata berada di tengah-tengah para santri. Alhamdulillah,” ucap Panglima TNI Yudo Margono yang tampil dengan seragam loreng hijau.

Ia kemudian berpesan agar santri senantiasa bersyukur dan berbesar hati dalam menuntut ilmu.

“Alhamdulillah! Adek-adek sudah berguru di sini ya tetaplah berguru dengan ikhlas ya, karena itu merupakan modal awal untuk kalian menatap masa depan. Jangan berkecil hati!,” pesannya kepada seluruh santri yang tampil dengan seragam putih-putih.

Panglima TNI itu juga mengungkapkan terima kasih kepada para sesepuh dan ustadz di Hidayatullah atas jasanya mendidik dan mengajar seluruh santri.

“Para ulama, para sesepuh yang telah membimbing para generasi muda harapan bangsa ini untuk nantinya mereka akan meniti karya mereka, akan meneruskan perjuangan para bapak,” tambahnya.

Sumbang Pembangunan Masjid Ar-Riyadh

Tak lupa, pada kesempatan itu Panglima TNI menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan pembangunan Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Gunung Tembak.

“Saya akan sumbang Rp 500 (juta, red), nanti mudah-mudahan bisa lebih menyempurnakan masjid ini ya. Sehingga nanti segera masjid ini bisa bermanfaat untuk semuanya khususnya di pesantren ini,” sebutnya.

Usai acara di masjid, rombongan tamu beramah tamah di Kantor YPPH Balikpapan, tepat di sisi timur masjid. Panglima TNI bersama rombongannya ditemani para pengurus Hidayatullah bersantap siang bersama.

Setelah silaturahim itu, Panglima TNI dan rombongan meninggalkan Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak pada sekitar pukul 14.07 WITA. Rombongan menuju Amborawang, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berbatasan dengan Kelurahan Teritip.

Sebelumnya diketahui, Kamis (19/01/2023), Panglima TNI Yudo Margono mendarat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan tepat pukul 11.30 WITA.

Pesawat B-737 400/500 TNI AU membawanya beserta rombongan yang terdiri dari Pangkogabwilhan II, Asrenum Panglima TNI, Asintel Panglima TNI, Asops Panglima TNI, Aslog Panglima TNI, Aster Panglima TNI, Askomlek Panglima TNI, dan Kapuspen TNI.

Kedatangan Panglima TNI dalam rangka kunjungan kerja di wilayah Kodam VI Mulawarman.

Kunjungan Laksamana TNI Yudo Margono ke Ponpes Hidayatullah Gunung Tembak itu tepat sebulan usai dilantik sebagai Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta (19/12/2022).* (Asrijal/MCU/SKR)

Hidayatullah Papua Barat Gelar Rakerwil di Raja Ampat, Perkuat Ukhuwah Islamiyah

0

WAISAI (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Papua Barat pada Tahun 2023 ini dilaksanakan di Waisai, Kabupaten Raja Ampat yang dibuka pada hari ini bertempat di Aula Kantor bersama MUI-PHBI Kabupaten Raja Ampat, Jum’at, 27 Jumadil Akhir 1444 (20/1/2023).

Hadir membuka acara ini Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Raja Ampat H. Drs. Mansyur Syahdan, SE, Msi.

Dalam sambutan dan sekaligus membuka secara Resmi Rakerwil Hidayatullah Papua Barat ini, Mansyur Syahdan memberikan pesan Kepada Hidayatullah bahwa hadirnya Hidayatullah dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah di Bumi Para Raja ini.

Dia pun berharap Hidayatullah terus fokus menjalankan program kerja yang telah dihasilkan dari Rakernas dan diderivasi oleh wilayah dan daerah sesuai dengan kearifan lokal yang ada.

“Mari terus perkuat ukhuwah dan perkuat kerjasama baik dengan pemerintah maupun elemen elemen masyarakat lainnya,” pesan Mansyur yang juga peraih penghargaan Satya Lencana Karya atas dedikasinya selama 30 tahun mengabdi sebagai ASN.

Sementara Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Ust. H. Hasdar Ambal mengucapkan terimakasih kepada pemerintah dan tokoh agama Kabupaten Raja Ampat atas partisipasinya sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses hingga usai.

“Selamat datang dan selamat bermusyawarah memeras pikiran dan memberikan ide ide terbaiknya untuk kemajuan dakwah,” kata Hasdar dalam sambutan singkatnya.

Segendang sepenarian, Ketua Dikdasmen DPP Hidayatullah Dr. Nanang Nur Patria yang mendampingi Rakerwil itu menyampaikan pentingnya memperhatikan hasil evaluasi program kerja tahun sebelumnya untuk selanjutnya dirumuskan program kerja.

“Program DPW Hidayatullah Papua Barat dan Seluruh DPD yang di angkat harus berdasarkan evaluasi Program dari Tahun sebelumnya,” pesannya menandaskan.*/Nashiruddin Al Bani

Pemimpin Umum Hidayatullah Ajak Jalankan Pancasila dengan Baik

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Pemimpin Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad mengajak umat Islam untuk menjalankan Pancasila dengan baik di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk menjalankannya dengan baik, maka, kata Pemimpin Umum Hidayatullah, umat Islam mesti memahami Pancasila dan memahami hal-hal terkait Indonesia dengan baik.

Ajakan itu secara khusus disampaikannya untuk warga Hidayatullah di manapun berada.

“Warga Hidayatullah harus memahami ke-Indonesia-an,” ujar Pemimpin Umum pada acara penutupan Rapat Pleno LPJ 2022 dan Program Kerja 2023 YPPH Balikpapan di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 26 Jumadil Akhir 1444 H (19/01/2023) pagi.

Menurut Pemimpin Umum Hidayatullah, lima sila yang tertuang dalam Pancasila selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Mulai dari sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, hingga sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Menurutnya, di antara contoh pelaksanaan Pancasila yang baik adalah penegakan hukum sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Misalnya, katanya, jika ada pencuri atau pelaku kejahatan, maka ditangkap dan diadili secara adil. Pelaku kejahatan, katanya, mestinya dihukum lewat pengadilan. “Dibawa ke meja hijau. Jangan dihakimi sendiri,” tegasnya.

Hal itu kata dia merupakan contoh pelaksanaan sila kedua Pancasila yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dan sila kelima.

Penegasan Pemimpin Umum Hidayatullah terkait Pancasila dan NKRI berulang kali disampaikan dalam berbagai kesempatan, baik acara-acara yang bersifat internal Hidayatullah maupun bersifat publik. Termasuk dalam pelaksanaan Jambore Wilayah Sako Pramuka Hidayatullah Kalimantan Timur di IKN, Penajam Paser Utara, beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Rapat Pleno YPPH Balikpapan 2023 digelar pada Senin hingga Kamis (16-19/01/20223). Mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi, dan WawasanMenuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik”.

Rapat Pleno dihadiri Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. H. Dr. Nashirul Haq, para Pembina dan Pengawas YPPH Balikpapan, Ketua YPPH Hamzah Akbar, serta para pengurus yayasan lainnya.*/Muhammad Abdus Syakur

Menebarkan Rahmat Ikhtiar Wujudkan Umat dan Bangsa Bermartabat

0
Sejumlah jamaah berfoto bersama Ust. Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si usai acara tabligh akbar (Foto: Wahyudin/ Hidayatullah.or.id)

RAJA AMPAT (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Papua Barat menggelar tabligh akbar yang bertajuk “Menebar Rahmat Ikhtiar Mewujudkan Umat dan bangsa yang Bermartabat” hadirkan narasumber yaitu Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah Ust. Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si, Kamis, 27 Jumadal Akhirah 1444 H (19/1/2023).

Acara yang digelar di Masjid Agung Waisai Raja Ampat ini dihadiri tokoh agama serta umat muslim yang terkhusus berada di Kota Waisai seperti Ketua MUI Kabupaten Raja Ampat KH. Abubakar Lodji, Sekretaris KKSS Raja Ampat H. Muhammad Said, dan Ketua Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Raja Ampat Suherni Ibrahim.

Hadir pula Ketua Baznas Kabupaten Raja Ampat H. Muhammad Habir Pamessangi, Ketua DMW Hidayatullah Papua Barat Ust. H. Muhammad Sultan, Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat Ust. H. Hasdar Ambal, dan segenap pengurus DPW dan unsur pengurus inti DPD Hidayatullah se-Papua Barat.

Pada kesempatan tersebut Ust. Dr. Ir. H. Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, M.Si menyampaikan materi mengenai universalitas ajaran Islam yang tidak saja diturunkan untuk bangsa Arab tapi untuk semua bangsa bangsa di dunia.

Dengan spirit ajaran Islam yang sedemikian lengkap tersebut, jelas Aziz, agama ini membawa nilai nilai persaudaraan yang tidak dibatasi sekat sekat wilayah, ras, suku, ataupun bangsa. “Setiap muslim adalah bersaudara,” katanya mengutip sebuah hadist shahih.

Oleh karenanya, sambung Aziz, silaturrahim adalah hal utama yang mesti selalu dihidupkan untuk mencapai tujuan sebagaimana tema tabligh akbar ini, yaitu menebarkan rahmat untuk mewujudkan umat dan bangsa Indonesia yang bermartabat.

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim,” tambahnya yang mengutip sebuah hadis dari Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Yang tak kalah penting, menurut Aziz, ada hubungan persaudaraan yang langka yaitu adalah ketika antar satu sama lain saling mendoakan. Dengan saling mendoakan, akan dimudahkan rizki dan akan dipanjangkan umurnya dalam usia yang penuh berkah.

“Ketika kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, maka kebaikan tersebut akan kembali kepada diri kita. Diam diam mendoakan orang lain adalah latihan keikhlasan dalam keimanan dan beribadah,” katanya.

Mantan senator tiga periode ini mengatakan, tujuan utama kehadiran kita di tempat ini adalah silaturrahim, “dimana kita dipersatukan bukan hanya tentang suku, ras, dan daerah, akan tetapi lebih daripada itu adalah karena keimanan,” kata Aziz.

Ustadz Aziz menambahkan bahwa manusia yang paling mulia adalah manusia yang akhlak dan perilakunya paling sesuai dengan Al-Qur’an.

“Dengan terbangunnya akhlak mulia atau mental yang Qur’ani, maka inilah yang kelak mengundang keberkahan dari Allah untuk terwujudnya umat dan bangsa yang bermartabat,” tandasnya.

Terlihat jamaah antusias menyimak kata demi kata dan kalimat demi kalimat yang disampaikan oleh narasumber hingga tabligh akbar ini ditutup dengan doa oleh beliau.*/Wahyudin

[Download Khutbah Jumat] Peradaban Islam Manifestasi Tauhid

0

ISLAM adalah ajaran sekaligus sebagai sistem kehidupan yang akan mengantarkan ummat manusia kepada hakikat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Islam mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kesesatan menuju keselamatan, dari kezaliman menuju keadilan, kerusakan menuju kemaslahatan.

Untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, kita diperintah melakukan perbaikan (ishlah), baik secara pribadi, keluarga, masyarakat hingga berbangsa dan bernegara. Perbaikan yang dilakukan harus mencakup seluruh aspek kehidupan yang dimulai dari perkara prinsip yaitu tauhid hingga masalah sederhana seperti kebersihan dan sifat malu. Inilah makna membangun peradaban Islam, yakni manifestasi tauhid atau perwujudan dan pembuktian iman dalam seluruh aspek kehidupan.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ust. Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA. unduh sekarang:

Wantim Hadiri Konsolidasi Papua Barat, Tekankan ‘5T’ dalam Beroganisasi

SORONG (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah Ust. H. Dr. Ir. Abdul Aziz, M.Si, menghadiri undangan menjadi narasumber dalam acara Konsolidasi Wilayah (Konswil) Pengurus Hidayatullah Papua Barat Daya yang digelar di Kota Sorong, Rabu, 25 Jumadil Akhir (18/1/2023).

Dalam materinya, menekankan pentingnya konsolidasi. Menurutnya, konsolidasi dilakukan tidak saja pada momen tertentu, melainkan harus dijalankan secara terus menerus.

“Konsolidasi ini mutlak dilakukan, sebab jika tidak, merugi kita, karena ini perintah Allah agar supaya kita semakin baik dan dari sini akan melahirkan perjumpaan ide dan pikiran,” katanya.

Dia menjelaskan, konsolidasi adalah upaya menyatukan dan memperkuat hubungan untuk melahirkan terobosan yang segar dalam gerakan dakwah dan akan memperkuat pelayanan umat yang lebih baik dan massif.

Itulah sebabnya, kata dia, perintah musyawarah dalam Al Qur’an semuanya mengarah kepada konsolidasi yang tidak saja untuk memecah kebuntuan dalam beragam perkara yang dihadapi. Musyawarah juga menuntut kapasitas kemanusiaan kita yang mesti membangun interaksi, komunikasi, sinergi, dan kolaborasi dengan menjunjung tinggi adab di dalamnya.

Nilai nilai utama dalam musyawarah juga termuat dalam konsepsi 5 Tertib Organisasi yang dianut oleh Hidayatullah. Aziz menyebutkan 5T tersebut, yaitu Tertib Administrasi, Tertib Regulasi,Tertib Manajemen, Tertib Kepemimpinan dan Tertib Budaya (kultur) Organisasi.

“Kelima T ini perlu kita perhatikan dan dikonsolidasikan terus menerus,” katanya berpesan.

Konsolidasi Wilayah yang digelar di Kampus Madya Hidayatullah Kabupaten Sorong kali ini diikuti oleh Pengurus DPW, Pengurus DPD, Pengurus Organisasi Pendukung; Pemuda Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah, serta amal usaha tingkat wilayah yaitu kampus Madya dan BMH.

Acara Konsolidasi Wilayah Hidayatullag Papua Barat sendiri berlangsung khidmat, meski cuaca di luar tempat acara sedang hujan gerimis yang cukup awet.*/Wahyudin

Luruskan Mindset Menuju Perubahan, Penting untuk Kemandirian Ekonomi

0

LUWU TIMUR (Hidayatullah.or.id) — Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Drs. Wahyu Rahman, MM, mengatakan perubahan hanya dapat dilakukan apabila mindset atau pola pikir diperbaiki yang senafas dengan dimensi yang dituntunkan oleh Al Qur’an. Kemandirian menurutnya berawal dari mindset yang benar.

“Sebuah perubahan bisa terjadi jika diawali dari hal yang mendasar. Apa itu? Yaitu mindset. Itulah yang pertama kali yang dilakukan Nabi melalui Iqra’,” Wahyu Rahman.

Hal itu disampaikan dia ketika memberikan penguatan pada hari ketiga Rakerwil Hidayatullah Sulsel di Pesantren Hidayatullah Towuti, Ahad, 15 Jumadil Akhir 1444 (8/1/2023).

Ia menjelaskan, iqra’ secara substantif adalah proses pembentukan worldview, yang dimana hasilnya adalah syahadat yang berlandaskan pada pemahaman dan kesadaran.

Sehubungan dengan itu, Wahyu menekankan pentingnya memiliki mindset yang senantiasa bertumpu pada progresifitas. “Mindset berpikir tersebut merupakan hal yang sangat mendasar untuk sebuah perubahan,” jelasnya.

Ustadz berdarah Malili tersebut mendorong agar para kader Hidayatullah sudah selayaknya bermental untuk menjadi orang yang sejahtera. Ia mencontohkan bagaimana sembilan dari sepuluh sahabat Rasulullah merupakan orang kaya.

“Jangan salah pak. Jangan dikira sahabat-sahabat Nabi itu miskin. Perlu diketahui, 9 dari 10 sahabat Rasulullah yang dijamin surga, mereka adalah orang kaya. Hanya Ali bin Abi Thalib yang dikhususkan menuntut ilmu,” kata Wahyu.

Penguatan tersebut bertujuan agar para kader serta seluruh pengurus daerah yang tersebar di berbagai kabupaten/kota Sulawesi Selatan, untuk senantiasa mengingat bahwa agenda besar Hidayatullah Sulsel yakni, dakwah, kebangkitan pendidikan, dan kemandirian ekonomi.

Salah satu hasil dan yang telah menjadi resolusi agenda 2023 dalam Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sulsel yang diselenggarakan di Hidayatullah Towuti ini, yaitu keharusan membawa atmosfer dakwah dan pendidikan Hidayatullah Sulsel lebih maju dan berkembang. Demikian juga halnya di sektor perekonomian.*/Ian Kassa