Beranda blog Halaman 317

Kiprah Hidayatullah Perekat Persatuan bagi Keragaman Bangsa

0

KEEROM (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, mengatakan keberadaan dan kiprah Hidayatullah dimanapun berada termasuk di Papua selalu mendaraskan gerakannya pada upaya penguatan ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa dengan segala keragamannya.

Insya Allah, Hidayatullah dimanapun akan menjadi perekat bagi elemen bangsa yang beraneka warna budaya dan corak adat istiadat,” kata Dudung dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Papua di Hotel Arso Grande, Jln Yuwanaim, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu, 6 Rajab 1444 (28/1/2023).

Dudung menyampaikan, Hidayatullah sebagai sebuah ormas yang ada di Indonesia selama ini sudah bersinergi dengan berbagai elemen umat termasuk dengan pemerintah.

“Dimanapun Hidayatullah berada, termasuk di Papua, nilai sinergitas dan penguatan persatuan umat selalu menjadi perhatian,” katanya.

Hidayatullah, lanjut Dudung, tidak saja ingin meluaskan dakwah dan khidmat keumatan ke penjuru Nusantara, melainkan juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat di berbagai penjuru dunia sehingga umat semakin tercerahkan dengan ajaran luhur Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin.

Ia menyebutkan, dalam skala nasional Hidayatullah kini sudah hadir di 34 provinsi dan sekarang sedang menyiapkan kepengurusan baru untuk empat provinsi baru yang kebetulan berada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Sementara itu, KH. Muallimin Amin, Sos.I selaku ketua DPW Hidayatullah Papua menyampaikan ucapan terima kasih atas support dari Pemda Provinsi Papua selama ini untuk mendukung khidmatnya di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.

Pada kesempatan itu, Muallimin juga melaporkan perkembangan berbagai kinerja DPW Hidayatullah Papua, satu diantaranya capaian Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura dimana pada tahun lalu sukses mewakili Provinsi Papua dalam Liga Santri nasional yang diselenggarakan di Bandung.

“Alhamdulillah di Liga Santri, tim Hidayatullah Papua tembus hingga babak 16 besar tingkat nasional,” kata Muallimin yang pada kesempatan itu juga mengapresiasi kepelatihan tangan dingin legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang menukangi Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura.

Muallimin menerangkan, Rakerwil ini selain sebagai kegiatan evaluasi juga untuk menderivasi program kerja nasional. Dia mengatakan, hasil Rakernas dan kesepakatan Rakernas yang dilakukan di Jakarta pada Desember 2022 lalu menjadi acuan penyusunan program di seluruh wilayah termasuk di Papua.

Peserta Rakerwil yang hadir adalah pendamping dari DPP Hidayatullah, unsur DMW, pengurus DPW, organisasi pendukung tingkat DPW, amal usaha tingkat DPW, utusan kampus utama dan utusan DPD se Papua berjumlah 100 orang.

Peresmian Rakerwil Hidayatullah Papua itu ditandai dengan pemukulan tifa, alat musik tradisional Papua, oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, SH, MH, mewakili Plh Gubernur Papua, DR. M Ridwan Rumasukun, SE, MM, bersama Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, DR. Dudung A. Abdullah, SH, MH, Ketua DPW Hidayatullah Papua KH. Muallimin Amin, Sos.I, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Papua KH. Sudirman Yambal, dan sejumlah jajaran pengurus.

Hadi pula pada kesempatan itu peserta unsur 29 DPD, unsur organisasi pendukung, unsur badan/ amal usaha Hidayatullah se-Papua, dan hadir pula bintang tamu legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang juga merupakan pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura, serta undangan dari Kemenag, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat setempat.*/Yacong B. Halike

Buka Rapat Kerja Wilayah Papua, Pemerintah Provinsi Apresiasi Kiprah Hidayatullah

KEEROM (Hidayatullah.or.id) — Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, SH, MH, mewakili Plh Gubernur Papua, DR. M Ridwan Rumasukun, SE, MM, mengapresiasi kiprah Hidayatullah di Provinsi Papua saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Papua.

“Pemerintah Provinsi memberikan apresiasi atas kiprah ormas Hidayatullah di Papua khususnya. Program programnya dalam bidang pendidikan dan sosial sangat dirasakan oleh masyarakat. Ini program sinergis dan strategis dengan Pemda yang sangat positif,” kata Doren Wakerwa saat membuka Rakerwil Hidayatullah Papua di Hotel Arso Grande, Jln Yuwanaim, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu, 6 Rajab 1444 (28/1/2023).

Pada kesempatan itu, Doren Wakerkwa juga mendorong Hidayatullah untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, termasuk jika Hidayatullah memiliki program yang sulit direalisasikan.

“Silakan bicarakan dengan Pemda Provinsi, pasti ada solusi dan sinergi saling bantu. Pokoknya, jika program untuk Tuhan, tidak boleh minder dan takut,” katanya.

Dalam pada itu, Doren Wakerkwa yang membacakan sambutan tertulis Plh Gubernur Papua, DR. M Ridwan Rumasukun, SE, MM, mengharapkan Hidayatullah Papua terus mengembangkan diri baik dari sektor ekonomi, media, termasuk sektor pendidikan guna membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pondok pondok pesantren, termasuk yang ada di Kabupaten Keerom telah berdiri lembaga pendidikan atau sekolah tingkat SD.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi keberadaan organisasi yang ada di Papua yang merupakan wadah untuk saling mempererat silarurrahim dan Tanah Papua. Dengan organisasi ini dapat mendukung dan mensukseskan program program yang akan dilakukan oleh Pemerintah Papua,” katanya.

Seraya itu, Pemprov juga mengharapkan semoga Rakerwil Hidayatullah kali ini dapat melahirkan program program yang dapat menjadi acuan dasar dalam 5 tahun kedepan kepengurusan Hidayatullah Provinsi Papua, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Selatan.

“Semoga akan banyak lahir kegiatan kegiatan positif lainnya yang dapat dilakukan dan dapat memotivasi dan memberikan kontribusi nyata untuk kita semua,” tandasnya.

Peresmian Rakerwil Hidayatullah Papua itu ditandai dengan pemukulan tifa, alat musik tradisional Papua, oleh Doren Wakerkwa bersama Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, DR. Dudung A. Abdullah, SH, MH, Ketua DPW Hidayatullah Papua KH. Muallimin Amin, Sos.I, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Papua KH. Sudirman Yambal, dan sejumlah jajaran pengurus.

Hadi pula pada kesempatan itu peserta unsur 29 DPD, unsur organisasi pendukung, unsur badan/ amal usaha Hidayatullah se-Papua, dan hadir pula bintang tamu legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang juga merupakan pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura, serta undangan dari Kemenag, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat setempat.*/Yacong B. Halike

“Para Penghina Islam Inilah Teroris yang Sesungguhnya”

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Aksi membakar al-Qur’an yang dilakukan salah seorang warga asal Denmark yang tinggal dan berkewarganegaraan Swedia beberapa waktu lalu, menurut Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, adalah bukti betapa frustasi mereka kepada Islam.

“Mereka tak punya cara lain untuk menghentikan berkembangnya Islam selain lewat tindakan pengecut seperti itu,” jelas Nashirul ketika dihubungi di Jakarta, Jumat sore, 5 Rajab 1444 H (27/1/2023).

Islam ini, kata Nashirul lagi, adalah agama yang haq karena berasal dari wahyu Tuhan. Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang tak ada satu pun manusia yang bisa membantah kebenarannya, termasuk para pembenci Islam seperti orang yang membakar al-Qur’an di Swedia tersebut.

Mereka juga tak berani mengajak debat para ulama karena tahu bakal kalah. Mereka tak bisa menyingkirkan Islam lewat cara-cara intelektual. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan lewat cara-cara pengecut seperti menghina kitab suci Islam atau menghina Rasulullah SAW sambil berlindung di bawah undang-undang negaranya sendiri.

“Para penghina Islam inilah teroris yang sesungguhnya,” jelas Nashirul lagi.

Namun, umat Islam tentu tak boleh berdiam diri dengan penghinaan ini. Umat Islam harus menunjukkan pembelaan manakala agamanya dihina. Ini akan menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah yang menurunkan agama yang haq ini, juga kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang menjadi perantara turunnya Kalam ilahi.

Hanya saja, aksi pengecut seperti mereka tak boleh kita balas dengan aksi pengecut pula seperti tindakan anarkhis. Sebab, jelas Nashirul, ini akan merugikan umat Islam itu sendiri.

Di sisi lain, umat Islam di Indonesia sulit sekali menghentikan secara langsung aksi penghinaan yang mereka lakukan di negara-negara yang menjunjung tinggi kebablasan berekpresi seperti Swedia. Sebab, mereka dilindungi oleh undang-undang negara mereka.

Yang bisa kita lakukan saat ini, jelas Nashirul, adalah mendesak pemerintah Indonesia agar memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Swedia sampai mereka meminta maaf secara resmi kepada seluruh umat Islam atas perlakuan salah seorang warganya.

Selain itu, kata Nashirul, kita juga bisa memboikot semua produk Swedia; tidak membelinya, menjualnya, apalagi mengonsumsinya.

Jika gerakan ini masif, apalagi bila meluas ke seluruh dunia, maka Swedia atau negara-negara lain yang juga memuja kebebasan berekspesi, akan berpikir dua kali untuk mengabaikan tuntutan kaum Muslim, atau untuk melakukan hal serupa di kemudian hari.*/Mahladi Murni

SAR Hidayatullah Narsum Workshop Kebencanaan di Universitas Budi Luhur

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Komandan Pusat Search and Rescue (SAR) Hidayatullah, Irwan Harun, menjadi narasumber dalam acara Workshop Relawan Kebencanaan bertajuk “Membentuk Relawan Muda yang Berkarakter” di Jakarta, Rabu, 3 Rajab 1444 (25/1/2023).

Workshop yang digelar Universitas Budi Luhur (Budiluhur) kerjasama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) itu berlangsung di Aula Budi Luhur Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Irwan Harun dalam pemaparannya mengatakan penanganan bencana perlu dilakukan secara sinergis kolaboratif dibawah dengan pengelolaan potensi yang baik sehingga dapat berjalan efektif.

“Banyak hal yang perlu disinergikan untuk terus membentuk generasi kader melalui tanggap tangguh aman bencana,” katanya.

Pada kesempatan itu, Irwan menguatkan seluruh relawan pemuda Indonesia agar bisa menjadi relawan kebencanaan yang memiliki karakter peduli sebagaimana diajarkan oleh para Nabi dan selalu menumbuhkan jiwa kerelawanan untuk menolong siapapun yang membutuhkan.

“Karena menjadi penolong sejatinya adalah pekerjaan para Nabi,” tandas Irwan Harun.

Acara yang berlangsung semarak ini didukung BitDefender beserta lembaga lainnya yang dihadiri sejumlah narasumber yaitu Direktorat Bina Potensi Basarnas Hesti Marlina, Founder Yayasan Rumah Cakrawala Indonesia Agus Wiradi, Basarnas Jakarta Muhammad Fazry dan dimodeatori oleh dosen Universitas Budi Luhur Dr. Didik Hariyadi Raharjo, S.Pd., M.Pd.*/Yacong B. Halike

LBH Hidayatullah dan DPW Papua Gelar Training Paralegal Aktifis Keagamaan

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah bergandeng tangan dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Papua menggelar training ilmu hukum dan paralegal yang diikuti oleh perwakilan dai dan aktivis keagamaan se Papua di Kota Jayapura.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari, 3-4 Rajab 1444 (25-26/1/2023) ini diselenggarakan di di Aula Miftahul Jannah, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekam Kota Jayapura.

Dalam sambutannya memulai acara, Ketua DPW Hidayatullah Papua KH. Mualimin Amin berpesan kepada sedikitnya 35 orang peserta pelatihan ini untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik baiknya untuk menyerap dan menyadap ilmu tentang hukum dan paralegal sebagai bekal dalam mengemban tugas dakwah dan pengadian ditengah masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, diharapakan para dai di Papua semakin cerdas hukum serta turut bertanggungjawab dalam memberikan pendampingan hukum ditengah masyarakat,” kata KH. Muallimin.

Sementara itu Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, MH, menyatakan bahwa dengan bertambahnya paralegal di lingkungan LBH Hidayatullah, berharap bisa menjadi kekuatan bagi upaya penegakan hukum di Indonesia.

“Sehingga kontribusi LBH Hidayatullah dalam membantu mewujudkan negara hukum yang berkeadilan bisa terasa ditengah umat,” kata Dudung yang turut didampingi rekan sejawat advokat yang juga sebagai salah satu narasumber, Ahmad Hidayatullah, MH.

Sementara Ust. Maryudi, M.Pd selaku ketua Panitia penyelenggara berharap dengan adanya pelatihan paralegal ini dapat menambah wawasan hukum para dai di lingkungan Hidayatullah Papua. “Selanjutnya agar dapat menjadi rambu rambu bagi para dai dalam berdakwah dan bermuamalah,” tukasnya.

Salah seorang peserta utusan dari Kabupaten Mimika, Abdul Sakir, mengaku senang dan bersyukur dapat menjadi bagian peserta dari kegiatan yang berlangsung secara intens selama 2 hari.

“Alhamdulillah selama mengikuti kegiatan Diklat Paralegal Dai Hidayatullah Papua ini saya mendapatkan banyak tambahan ilmu yang bermanfaat dan wawasan tentang hukum,” kata Syakir.

“Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Direktur LBH Hidayatullah yang sangat luar biasa dalam pendampingan hukum dan berbagi ilmu kepada kami. Semoga LBH Hidayatullah tetap Istiqamah dalam melindungi dai dan ulama serta menjunjung tinggi keadilan,” katanya menandaskan.

Pada pelatihan ini peserta mendapatkan materi wawasan hukum serta melakukan praktik dalam membuat kronologi kejadian, teknik wawancara dalam menangani kasus, surat somasi, laporan polisi dan surat kuasa.

Juga ada pemaparan mengenai penggunaan media digital dengan cermat, cerdas, dan proporsional seraya lebih berhati hati dalam dunia ITE untuk share and share yang bisa menjerat diri dalam proses hukum.*/Yacong B. Halike

[Download Khutbah Jumat] Kuasanya Allah, dan Lemahnya Manusia

ALLAH Subhanahu Wata’ala perintahkan seluruh manusia untuk memasang telinga baik baik, mendengarkan perumpamaan ini, bahwa sekiranya Tuhan yang mereka sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat walaupun mereka bersekutu satu sama lain.

Lalu Allah lanjutkan, bahkan jika lalat itu mengambil hak mereka, Tuhan Tuhan sesembahan itu pun tidak akan mampu untuk mengambil kembali makanan yang telah dicicip atau dicuri oleh lalat tersebut. Sebesar dan sekuat apa pun bentuk Tuhannya, kalau lalat itu sudah mengambil makanannya, mereka tidak akan mampu mengambilnya dari lalat tersebut. Sebuah perumpamaan yang sangat intelektual dari Allah swt untuk menunjukkan betapa kuasanya Allah, sehingga tidak ada satu alasan pun untuk menyekutukan Allah dengan segala sesuatu.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ust. Dr. Muzakkir Usman. Unduh sekarang:

Rakerwil Kalteng, Kabid PPO Ajak Kader Angkat Program Besar

PULANG PISAU (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, pada Jum’at-Sabtu, 28-29 Jumadil Akhir 1444 (21-22/1/2023).

Ust. Asih Subagyo, M.Kom, sebagai utusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah dalam pidato pembukaan mewakili Ketua Umum, menjampaikan betapa pentingnya kader untuk mengangkat program-program besar sambil menyitir statemen Pimpinan Umum Hidayatullah, “Mari kita mengangkat program besar, sebagai bukti bahwa Allah maha besar”.

“Dengan adanya program besar maka kita akan mengedepankan prinsip plan your work, work your plan (rencanakan apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang direncanakan),” katanya.

Sebab, menurut Ust. Asih menjelaskan, seringkali dijumpai dalam jaringan organisasi yang tidak tertib dalam melaksanakan program yang telah direncanakan, bahkan mengangkat program baru yang tidak direncakanan, akibatnya program yang telah direncanakan gagal, dan program barupun tidak berjalan optimal.

Oleh karenanya, ditekankan pula bahwa setelah musyawarah berlangsung dengan merumuskan program-program kerja yang disepakati, dilanjutkan dengan mujahadah yang maksimal dengan menerapkan kaidah manajemen modern dan diakhiri dengan munajat, dimana berharap bimbingan dan hidayah Allah dalam setiap melaksanakan program dan juga aktifitas lainnya.

Akhirnya Ust. Asih juga menyampaikan pentingnya doa jamaah, sehingga tidak gampang mengklaim bahwa keberhasilan yang telah dilakukan itu karena kecerdasan, kepandaian, kepintaran diri sendiri atau hanya sekelompok orang.

“Tetapi, bisa jadi keberhasilan DPW Kalteng dan seluruh jaringannya itu, berkat doa doa dari berbagai wilayah, dan terutama doa dari Bapak Pimpinan Umum,” katanya.

Selain dihadiri 7 pengurus dari Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah (DPD) se Kalteng, juga dihadiri unsur Dewan Pengurus Pusat, Dewan Murabbi Wilayah (DMW), Muslimat Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, BMH, Posdai dan Kampus Madya Palangkaraya.

Selain itu juga mengundang Bupati Pulang Pisau yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra H. Edy Purwanto Casmani, Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono, Ketua PDM Pulang Pisau H. Supardi, Ketua PCNU Ust. Nasrun Rambe, Camat Kahayan Hilir dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Edi Casmani yang mewakili Bupati Pulang Pisau, menyampaikan betapa pentingnya membangun kehidupan beragama di Pulang Pisau.

Sehingga, lanjut dia, kehadiran ormas Islam termasuk Hidayatullah merupakan wahana untuk menciptakan keharmonisan kehidupan berbangsa dan dalam rangka mendukung pembangunan Kabupaten Pulang Pisau pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Sementara itu Ust. H. Muhyidin Nur Rabbani, Ketua DPW Hidayatullah Kalteng dalam sambutannya juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi agar, semua program yang akan disusun nanti merupakan ikhtiar bagi segenap jajaran pengurus dan kader di Kalteng untuk merealisasikan kebijakan yang telah digariskan di pusat.

Sedangkan Ketua DMW Kaltim, Ust. Kisman, juga menekankan berapa pentingnya menjaga ibadah dan ruhiyah bagi semua kader, serta senantiasa melaksanakan Gerakan Nawafil Hidayatullah, sebasgai benteng untuk mengarungi hidup dan kehidupan.

Sebelum penutupan hadir Ust. Muhammad Arfan AU, Ketua Silatnas 2023 yang sedang menyelesaikan Desertasinya di UIN Antasari, meluangkan waktu melakukan sosialisasi terkait dengan Silatnas 2023. Arfan hadir bersama Ust. H. Zulkifli Mansur Salbu (Ketua DPW Kalsel), dimana jarak Kabupaten Pulang Pisau dengan Banjarbaru hanya 2,5 jam.*/Yacong B. Halike

Buka Rakerwil Sumsel, Ust Shohibul Anwar Tekankan 4 Target Capaian Penting

PALEMBANG (Hidayatullah.or.id) —– Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Selatan melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sumatera Selatan tahun 2023. Rakerwil kali ini ini dilaksanakan di Kantor DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Jln. Torpedo No. 1 RT/RW 32/03 Skip Ujung, Kelurahan 20 Ilir, Kec. Kemuning, Palembang, selama 2 hari yang dibuka pada Sabtu, 27 Jumadil Akhir 1444 (21/2/2023).

Dalam sambutan dan sekaligus membuka secara resmi Rakerwil Hidayatullah Sumatera Selatan, Kadep Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah Ust. Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I, memberikan pesan kepada para peserta Rakerwil Hidayatullah tentang 4 target capaian penting.

“Ada empat target yang ingin dicapai dalam rakerwil ini, yakni Quwwah Ruhiyyah (kekuatan ruhiyyah), Quwwah Aqliyah (kekuatan intelektual), Quwwah Maaliyah (kekuatan ekonomi), dan kekuatan manajerial”, ujar Shohibul Anwar.

Dia menjelaskan, Quwwah Ruhiyah, bisa dicapai melalui halaqah dan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH). Quwwah Aqliyah melalui pembelajaran, peningkatan literasi, seminar, dan sejenisnya. Quwwah Maaliyah, peningkatan ekonomi para kader. Quwwah Manajerial dengan mengikuti diklat di Hidayatullah Institute (HI).

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Ust. Lukman Hakim, M.H.I dalam sambutannya menyatakan, masih banyak PR yang belum diselesaikan baik di DPD yang sudah eksis maupun perintisan.

“Berbagai tantangan dan persoalan harus kita hadapi, bukan kita hindari, harus kita diskusikan, kita bicarakan, untuk menghasilkan program kerja yang berbobot dalam Rakerwil,” kata Lukman.

Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sumatera Selatan yang bertema “Konsolidasi Jati diri, Wawasan, dan Organisasi untuk Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik” merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPW, DPD, unsur organisasi pendukung, amal-amal usaha, dan unsur dari DPP Hidayatullah sebagai pendamping untuk merumuskan program kerja dengan memperhatikan hasil evaluasi program kerja tahun sebelumnya.

Dalam pembukaan Rakerwil tersebut, diserahkan secara simbolis motor dai dari Posdai Pusat kepada dai yang bertugas di Sumatera Selatan.

Sebagai rangkaian dari pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sumatera Selatan ini, pada malam sebelum pembukaan juga dilakukan Halaqoh Kubro dengan mengambil tema “Mengokohkan Jati Diri, Membangun Dakwah Wasathiyah” yang diisi oleh pemateri dari Dewan Murobbi Wilayah, Ust. Joko Mustafa, S.Sos.I, Kadep Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Ust. Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I dan Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Ust. Lukman Hakim, M.H.I.

Materi yang disampaikan dalam Halaqah Kubra kali ini oleh masing masing pembicara secara berurutan adalah Makna Wasathiyah Menurut Al-Quran, Fiqih Dakwah, dan materi Urgensi Dakwah oleh Ust. Lukman Hakim, M.H.I.*/Kosim Abu Aziyz

Rakerwil Jawa Barat, Kader Didorong Melaksanakan 4 Program Dakwah

CIREBON (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat sukses menggelar acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang bertempat di Kampus 2 Yayasan Manarussalam Hidayatullah Kota Cirebon, dibuka pada pada Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1444 (21/1/2023).

Acara bertema “Konsolidasi Jati Diri, Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standardisasi Sentralisasi dan Integrasi Sistemik” yang digelar selama 2 hari ini dibuka oleh Kabid Tarbiyah DPP Hidayatullah Ust. Ir Abu A’la Abdullah, M.HI.

Dalam pembukaannya, Abu A’la membacakan kata sambutan dari Ketua Umum Hidayatullah, Ust. Dr Nashirul Haq, Lc, MA, bahwasannya seluruh pengurus struktural agar terus berkomitmen untuk aktif mengikuti pembinaan melalui halaqah kader, halaqah diniyah dan halaqah taklim.

“Dari halaqah kader tersebut setiap kader diberi tugas untuk menjalankan dakwah fardiyah dalam rangka rekruitmen anggota baru,” ujarnya.

Abu A’la mengungkapkan, “Kebijakan ini menjadi kultur (budaya) sehingga setiap kader Hidayatullah aktif berhalaqah untuk meningkatkan kualitas diri secara ruhiyah dan keilmuan serta aktif berdakwah mengajak umat untuk berislam lebih baik lagi.”

Insya Allah seluruh aktifitas yang kita lakukan di lembaga perjuangan ini dengan niat karena Allah dan untuk mencari ridha-Nya akan bernilai ibadah, amal shaleh dan jihad fi sabilillah,” ucapnya.

Ketua DPW Hidayatullah Jabar, Ust. Taufik Wahyudiono menyampaikan bahwa, “Rakerwil ini merupakan agenda tahunan dalam rangka mengevaluasi, menyusun program kerja dan anggaran pendapatan belanja organisasi serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya.”

Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jabar, Ust. Dadang Abu Hamzah menyampaikan bahwa dakwah Hidayatullah di Jabar terus berkembang dan diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong kader untuk melakukan 4 program Rasulullah Saw.

“Program ini harus dilakukan oleh kader Hidayatullah yaitu menyebarkan salam, memberi makan, menyambung silaturahim dan melaksanakan shalat di malam hari,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, hadir panitia Silatnas Hidayatullah Ust. Fathun Qarib. Ia mengajak peserta Rakerwil untuk mensukseskan Silatnas yang akan digelar pada November 2023 di Kampus Induk Hidayatullah Balikpapan.

“Amanat Pemimpin Umum Ust. Abdurrahman Muhammad bahwasannya Silatnas tidak akan digelar sebelum pembangunan Masjid Ar Riyadh selesai,” ujarnya. “Karena itu, mari kita berkontribusi baik itu untuk acara Silatnas maupun Masjid Ar Riyadh,” ajaknya.

Alhamdulillah, saat itu dana yang terkumpul untuk pembangunan Masjid Ar Riyadh Balikpapan dari DPD, amal usaha dan orpen di Jabar terkumpul sebesar Rp 54.328.900.

Raker kali ini menghadirkan seorang inspirator pertanian terpadu, Jajang Ade Rukmana, owner An Nabawi Agro Lestari.

“Luar biasa Hidayatullah banyak lahannya, bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” ujarnya. Namun katanya, “Kerja keras dan fokus sangat diperlukan untuk menghasilkan produk pertanian yang menjadi harapan kita bersama, yang mampu memberi dampak positif bagi kehidupan kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita,” ujar Jajang di hadapan peserta Rakerwil.

Acara Rakerwil bertambah semarak dengan kehadiran stan Niroga Caffea. “Kami hadir untuk berkhidmat kepada peserta Rakerwil agar tetap sehat dan semangat. Gratis minuman kopi dan wedang herbal,” ujar Ust. Suharno, pengurus DPD Hidayatullah Indramayu.

Acara ini dihadiri oleh pengurus DPW, DMW, unsur badan dan amal usaha, orpen, dan pengurus inti 20 DPD Hidayatullah Jabar.*/Dadang Kusmayadi

Mendidik Anak dengan Cinta dan Keteladanan

MENDIDIK tidaklah sama dengan membentuk. Mendidik arti dari kata-kata ‘allama-yu’alillmu-ta’liman” yang artinya mengajari, mentransfer ilmu dan mentransfer nilai, baik itu nilai baik atau nilai buruk.

Mendidik itu hanyalah usaha yang di dalamnya ada proses dan do’a dengan harapan anak yang dididik menjadi anak yang baik. Sebab kadang kala anak-anak didik kita ada juga yang hasilnya kurang baik

Bisa jadi kita mengajarkan kebaikan yang bersumber dari Al Qur’an dan hadits tetapi yang dilihat dan dicontoh justru malah kekurangan dan keburukan yang kita miliki

Pendidikan juga ada yang mengatakan berasal dari kata-kata addaba-yuaddibu-ta’diban yang bermakna menempatkan sesuatu kepada yang Allah kehendaki.

Yaitu mendidik manusia untuk bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya berdasarkan petunjuk dari Allah subhana wa ta’ala.

Pendidikan juga berasal dari kata-kata rabba yurabbu yang maknanya menata, menata alam kepada keseimbangannya

Atau menata poros pendidikan pada proses yang mengantar kembali kepada fitrah.

Sedangkan cinta itu adalah kata sifat yang bermakna pemberian. Jadi mencintai berarti memberi bukan menerima.

Hakikat cinta adalah kebaikan sehingga seluruh kebaikan adalah pancaran dari cinta itu sendiri

Sebaliknya seluruh keburukan adalah pancaran dari kebencian

Sehingga pendidikan yang melahirkan kebaikan adalah pendidikan yang dibangun di atas rasa cinta

Sedangkan keladanan tergambar di dalam Al Qur’an yang bisa kita jumpai dari kisah-kisah para nabi dan orang-orang shaleh.

Bagaimana keteladanan yang di contohkan Nabi Nuh yang mengajak dan mendidik kaumnya siang dan malam tanpa lelah meskipun demikian masih banyak juga yang ingkar bahkan anaknya sendiri juga ingkar

Keteladanan dari Nabi Ibrahim dan keluarganya, anaknya menjadi nabi, keluarganya tidak pernah merasa terbebani dengan dengan perintah Allah.

Keteladanan dari keluarga Nabi Imran, Lukmanul Hakim dan masih banyak lagi.

Betapa pentingnya mendo’akan, mengikhlaskan serta memaafkan kesalahan-kesalahan anak-anak apatalagi ketika hendak menuntut ilmu

Sebab bisa jadi dosa-dosa atau kekhilafan yang dilakukan itu yang menjadi penghalang untuk anak bisa menerima ilmu dengan baik.

Kunci mendidik dengan cinta dan keteladanan adalah saling memaafkan.

*) Ust. Dr. Khairun Misjaya, penulis adalah anggota Dewan Murrabi Wilayah Hidayatullah Sulsel. Disarikan oleh saudara Mansyur dari tausiyah pada Pengajian Orangtua Santri Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar, Ahad (15/1/2023).