Beranda blog Halaman 380

Doa yang Diaminkan Malaikat

DEMI terkabulnya sebuah doa dan pengharapan, sebagian dari kita bersedia melakukan apa saja. Terdapat kalangan yang upayanya lurus dan syar’i, namun tidak jarang dan tanpa sadar, banyak juga yang justru terjerumus dalam kemaksiatan dan dosa karenanya.

Ada yang pergi ke orang-orang shalih dan meminta doa dari mereka. Ada yang berpuasa dan bersamanya memunajatkan permohonan. Ada yang bersedekah dan meminta berkah doa kepada orang-orang yang disantuninya. Ada pula yang bermujahadah dengan bangun di malam-malam yang gelap lagi dingin, lalu bersujud menghadap Rabb-nya.

Di sisi lain, terdapat cukup banyak orang yang melakukan perjalanan berkilo-kilo meter dengan biaya ratusan ribu, lalu bersimpuh di depan makam-makam yang bisu, dengan keyakinan memperoleh berkah dari penghuni kubur itu.

Ada yang melarung sesaji aneka hasil bumi ke laut atau sungai, agar esok hari rejeki dan kehidupan mereka semakin semarak dan berkah. Ada pula yang menyerahkan “mahar” kepada orang-orang “pintar”, supaya apa yang diinginkannya lekas terkabul.

Sesungguhnya, pangkal utamanya adalah keinginan kita agar doa dah harapan kita terkabul, sehingga desakan itu membuat sebagian orang gelap hati dan kehilangan akal sehatnya.

Urusan doa memang gaib, sehingga memicu banyak orang untuk berspekulasi. Kadangkala, kita pun merasa telah melakukan segala cara dalam berdoa, namun belum juga terkabul. Pertanyaannya, benarkah kita telah mencoba segala cara? Atau, jangan-jangan hanya itu cara yang kita tahu dalam berdoa?

Sesunggunya, terkabulnya doa ditentukan oleh banyak faktor. Dan, kadangkala sebuah doa disimpan oleh Allah untuk dibalas dengan kebaikan-kebaikan di masa depan, entah di dunia ini maupun di akhirat.

Diantara faktor terpenting terjawabnya doa adalah “siapa yang berdoa”, dalam hal kebersihan jiwa, ketaatan dan kedekatannya dengan Allah.

Maka, tidak jarang sebagian orang merasa tidak cukup percaya diri untuk berdoa sendiri, dan memilih datang kepada perantara-perantara. Masalah ini sangat rawan, karena sebagian darinya bisa menjerat kita dengan dosa syirik, atau paling tidak maksiat yang akan melemahkan iman.

Bila saja kita memang harus mencari “perantara” itu untuk kemantapan dalam berdoa, sebanarnya syari’at telah menyediakannya. Sebab, wasilah dalam doa memang ada yang syar’i, dan ada pula yang diharamkan.

Meminta kepada orang yang sudah mati tentu tidak relevan, sebab sesunggunya mereka justru lebih butuh kepada doa kita dibanding kebutuhan kita kepada doa mereka.

Bahkan, meminta kepada para Nabi pun sekarang tidak pada tempatnya, sebab mereka pun telah wafat dan menyelesaikan tugasnya.

Daripada meminta kepada orang yang tidak kita tahu rahasia dirinya di hadapan Allah, mengapa tidak kita minta kepada makhluk yang hari ini masih hidup dan sudah pasti sangat dekat dengan-Nya? Siapakah dia? Ya, siapa lagi kalau bukan malaikat.

Akan tetapi, benarkah kita dapat meminta mereka mendoakan kita?

Ada sebuah kisah. Suatu ketika, Shafwan bin ‘Abdillah bin Shafwan datang ke Syam, untuk mengunjungi mertuanya, yakni sahabat besar Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu.

Namun, tidak didapatinya beliau di rumahnya. Hanya ada istrinya di situ, Ummu Darda’. Shafwan ditanya, “Apakah engkau ingin pergi haji tahun ini?” Dijawabnya, “Benar.” Ummu Darda’ melanjutkan, “Doakanlah kami dengan kebaikan-kebaikan, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, ‘Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu pasti dikabulkan (mustajabah). Di sisi kepalanya ada seorang malaikat yang dikirim mendampinginya. Setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang mendampinginya itu akan berkata: aamiin (ya Allah, kabulkanlah!), dan untukmu hal yang serupa.” (Riwayat Muslim, Abu Dawud, al-Bazzar. Redaksi ini dari Muslim)

Dengan kata lain, sebagai misal, jika Anda memintakan rezeki yang luas untuk saudara Anda itu, maka malaikat akan memintakan hal serupa untuk Anda. Begitu pula jika Anda memohonkan ilmu, kesehatan, jodoh, terlepas dari kesulitan, ketenangan jiwa, kebahagiaan rumah tangga, untuk saudara Anda sesama muslim.

Sungguh, saudara Anda itu didoakan oleh seorang manusia biasa seperti Anda ini, yang banyak salah dan lupa, tetapi Anda sendiri justru didoakan oleh makhluk Allah yang terdekat dan tidak pernah bermaksiat!

Jadi, mengapa tidak sekarang juga Anda mendoakan suatu kebaikan tertentu untuk saudara Anda sesama muslim, tanpa perlu ia mengetahuinya, agar sekarang juga malaikat mengaminkan doa Anda?

Ust. M. Alimin Mukhtar

Dakwah Harus Mampu Sentuh Berbagai Lapisan Masyarakat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust H. Nashirul Haq mengatakan idealnya dakwah harus mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat, yang, dengan demikian, mereka dan memberikan maslahat secara umum.

“Jangan saampai ada masyarakat dan umat yang merasa tidak terlayani dengan gerakan dakwah Hidayatullah. Sebab hal itu dapat menjadi bagian dari pengkhianatan terhadap hakikat dari tujuan dakwah itu sendiri,” kata Nashirul dalam kunjungannya ke DPD Hidayatullah Jakarta Utara disela sela perjalanannya sekembali dari Malang, Jatim, Ahad, 15 Jumadil Awal 1443 (19/12/2021).

Oleh karena itu, lanjut Nashirul, dakwah Hidayatullah jangan sampai ditanggapi sebagai dakwah eksklusif yang hanya berlaku atau menyentuh sebagian masyarakat saja, sebab hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan berdirinya Hidayatullah.

“Dakwah kita harus menyasar semua lapisan, karena Islam ini untuk semua. Kaffatan linnas rahmatan lil ‘alamin,” ungkapnya.

Sosok yang akrab disapa UNH ini mengingatkan agar para pengurus dan dai Hidayatullah dimanapun berada secara khusus Hidayatullah Jakarta Utara untuk memaksimalkan gerakan tarbiyah dan dakwahnya.

“Agar kiranya kontribusi Hidayatullah dapat dirasakan secara massimal oleh umat Islam,” imbuhnya.

Dalam kunjunganya itu, pria Bugis ini didampingi oleh anggota Dewan Mubabbi Hidayatullah, Ust H. Naspi Arsyad dan turut diterima ketua DPD Hidayatullah Jakarta, sekretaris, serta ditemani para pengurus Hidayatullah Jakut lainya.

Silaturrahim ini diadakan di lokasi Cikal Cendikia Salsabila yang merupalan salah satu amal usaha yang dikelola oleh Hidayatullah Jakarta Utara yang berlokasi di sekitar Waduk Pluit.

Yayasan ini Alhamdulillah telah membina sekitar 150-an anak yang ada di sekitar lokasi Yyyasan ini melalui taman pendidikan al Quran dan kegitan sosial keagaam lain serta juga telah mendapatkan kumjungan dari beberapa instasi swasta maupun pemerintahan.

Ustadz Maswiyana selaku pengurus Hidayatullah Jakut menuturkan kesyukaran atas kunjungan Ketua Umum DPP Hidayatullah.

“Kami mendapatkan tambahan semangat dari kunjungan tersebut sebab diakui berdakwah di sekitar pesisir atau pinggiran kota Jakarta bukanlah hal yang mudah karena berdakwaah di pinggiran Jakarta memiliki karakrter serta tantangan yang berbeda.*/Amanji

Pemuda Hidayatullah Gelar Rakernas 2021, Konsolidasi Tiga Program Utama

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah menggelar Rapat Kerja Nasioanal (Rakernas) 2021 di Ar-Rohmah II Pesantren Hidayatullah Malang, 17-19 Desember 2021.

Rakernas Pemuda Hidayatullah 2021 ini dihadiri oleh 110 peserta dari perwakilan Pengurus Wilayah (PW) Hidayatullah dari Aceh sampai Papua.

Rakernas yang dibuka oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia (Menparekraf) RI Sandiago Uno ini mengusung tema, “Membumikan Diskursus Peradaban Islam Menuju Gerakan Pemuda Hidayatullah yang Progesif Beradab.”

Dalam sambutan pidato pembukaan Rakernas, Ust Nashirul yang juga alumnus Universitas Islam Madinah ini menekankan setidaknya dua hal.

Yang pertama, katanya, pemuda harus progresif sebagaimana tema acara rakernas kali ini.

“Pemuda harus progresif, kalau tidak progresif itu lansia namanya, bahkan lansia masih banyak yang progresif,” ujar Nashirul.

Pesan beliau yang kedua adalah pemuda harus beradab. kata dia, kalau dua sisi ini dikuatkan, maka pemuda akan menjadi jawaban atas tantangan zaman.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim kita buka secara resmi acara Rakernas Pemuda Hidayatullah,” ucapnya.

Sementara itu, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam video sambutannya mengajak pemuda Hidayatullah lahirkan inovasi dalam menghadapi pandemi yang kini masih menyisakan dampak yang tidak sederhana di berbagai sektor kehidupan.

“Kemenparekraf terus mendorong pelaku usaha kreatif termasuk Pemuda Hidayatullah untuk melakukan strategi, inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” kata Sandi.

Dalam sambutannya itu, Sandiaga mengatakan pandemi telah memberi dampak yang sangat signifikan terhadap seluruh sektor dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tidak terkecuali pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Namun kita harus bangkit dimana kita dapat menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini dengan menciptakan peluang peluang baru,” katanya.

Menurut Sandiaga, pandemi covid 19 tidak boleh sampai menghalangi kita untuk terus aktif dan terus melakukan berbagai inovasi.

Dalam pada itu, kendati masih dalam hantaman pandemi, Sandi juga mengajak agar terus dilakukan inovasi dalam menjalankan usaha agar semakin bersaing dengan menerapkan apa yang disebutnya sebagai semangat “3G”.

“Gercep, gerak cepat. Geber, gerak bersama. Dan, gaspol, garap semua potensi online untuk bangkit dan ciptakan lapangan kerja,” katanya menjelaskan perihal akronim tersebut.

Menyapa segenap peserta Rakernas Pemuda Hidayatullah yang berlangsung selama 3 hari tersebut, Sandiaga menyampaikan rasa syukur karena peserta dapat hadir dalam keadaan sehat walafiat.

“Mari kita bergerak bersama Pemuda Hidayatullah dan berperan aktif dalam pemulihan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif. Semoga semakin banyak membentuk kader muda bangsa dalam bingkai Islam yang rahmatan lil alamin dan berdedikasi serta memiliki loyalitas yang tinggi,” pungkas Sandi.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi dalam sambutannya mengatakan bahwa Rakernas ini sebagai langkah dan tindakan konkret untuk menyiapkan program atau kegiatan Pemuda Hidayatullah 2022.

“Karena sebuah spirit bahwa sebuah peradaban harus dimulai dengan langkah-langkah konkret yang diikuti oleh kehadiran sumber daya manusia yang unggul,” ujar Imam Nawawi dalam pembukaan Rakernas Pemuda Hidayatullah, Sabtu (18/12/2021).

Imam Nawawi memesankan kepada para peserta Rakernas bahwa pelaksanaan program-program Pemudah Hidayatullah ini sebagai kerja peradaban. Karena itu patut disyukuri bahwa dapat menerima amanat tersebut.

“Karena orang yang punya visi peradaban itu bukan realitas yang menjadi pijakan untuk bergerak. Tapi spirit wahyu, spirit dari Rasulullah SAW,” terangnya.

Spirit itulah, menurut Imam Nawawi akan dijabarkan dalam program kerja Pemuda Hidayatullah 2022.

Dalam arena rakernas ini, Pemuda Hidayatullah terus menyempurnakan dan menkonsolidasikan tiga program utama yaitu Leadership Training Center (LTC), Lembaga Pendidikan Al Qur`an Bersanad dan Satu Kota/Kabupaten Satu Penulis (Sakotulis).

Rakernas yang berlangsung selama 3 hari tersebut ditutup pada Ahad malam (19/12/2021) oleh Ketua Bidang Organisasi dan Pengembangan DPP Hidayatullah, Asih Subagyo.

Dalam arahan penutupannya, Asih mendorong Pemuda Hidayatullah untuk terus bergerak sehingga semakin progresif dan tetap selalu beradab.

Dia berpesan agar selalu tabah, sabar, dan terus melangkah ke depan betapapun besarnya tantangan yang dihadapi dengan segala kelebihan dan keterbatasan Pemuda Hidayatullah. Sebab, yang namanya pemuda, terangnya, selalu berenergi.

“Pemuda itu bicaranya tentang masa depan, jangan jadi orangtua yang selalu membahas masa lalu. Tantangan yang Anda hadapi memang tidak mudah. Jadilah pemuda yang ketika dipuji tidak terbang, dihina tidak tumbang, dan ketika difitnah terus berjuang,” tandas Asih yang mengawal Rakernas selama 3 hari ini.*/Rofi/ Faruq

Program Bulatih Budidaya Maggot Lele Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Santri

0

PENAJAM (Hidayatullah.or.id) — Program Program Budidaya Lalat Hitam atau Bulatih yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah Girimukti, Penajam Paser Utara, turut menumbuhkan jiwa wirausaha dan minat santri di bidang budidaya lalat maggot black soldier fly (BSF) ini.

BSF adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon yang menjadi pakan ternak lele yang dikelola oleh santri Pondok Pesantren Hidayatullah Girimukti dibawah bimbingan pembina.

Ustadz Murysid M. Salbu, pengurus Ponpes Hidayatullah Girimukti, mengatakan santri yang dilibatkan dalam Program Bulatih dan budidaya ikan lele ini sekitar 30 santri putra tingkat SMA.

“Hasil budi daya lele tersebut selain dijual, sebagian juga dimanfaatkan sebagai konsumsi para santri di Ponpes Hidayatullah,” ujar Mursid.

Mursyid mengatakan, program Bulatih ini juga dijadikan ajang penerapan edupreneurship di Pondok Pesantren Hidayatullah dan dimasukkan dalam ekstrakurikuler siswa SMA berupa budi daya lalat hitam dan pemanfaatan maggot sebagai pakan lele dengan menggunakan bioflok.

Program Bulatih dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, saat ini dijalankan oleh tiga kelompok masyarakat yaitu Kelompok Himpuli dan Kelompok Hidayatullah di Desa Girimukti serta untuk pemberdayaan wanita kepada Kelompok Usaha Wanita Maggot Lestari di Kelurahan Tanjung Tengah.

PHKT memfasilitasi pembuatan kandang, bantuan alat untuk proses produksi BSF, hingga pelatihan dan pendampingan selama proses berlangsung. Ketiga kelompok binaan PHKT merasa sangat terbantu dengan adanya pakan alternatif berupa maggot untuk hewan ternaknya.

Kelompok peternak unggas dapat berhemat sebesar 30 persen untuk biaya pakan atau setara dengan Rp828.000 per 3 bulan. Besarnya penghematan tersebut dapat digunakan untuk ternak 100 ekor unggas.

Sementara bagi kelompok peternak lele dapat berhemat sebesar Rp3.000.000/bulan. Mulai Januari-Agustus 2021 sampah organik yang telah dimanfaatkan untuk pakan maggot pun terus meningkat hingga mencapai hampir 1,7 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Penajam Paser Utara Tita Deritayati mengatakan inovasi pengelolaan sampah yang diikutsertakan dalam ajang Proper 2021 ini diharapkan pula dapat menjadi opsi atau pilihan bagi pemerintah setempat dalam pengelolaan sampah dan lingkungan di wilayah bakal ibu kota negara ini.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung Program Bulatih ini karena sejalan dengan target Pemkab PPU dalam menangani sampah organik di masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, program Bulatih merupakan program pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sampah organik melalui budi daya lalat BSF yang hasilnya digunakan sebagai alternatif pakan ternak.

Program Bulatih mengajarkan masyarakat manfaat yang diperoleh dari sampah organik, terutama nilai ekonominya jika dilakukan dengan metode yang tepat.

Tita mengatakan Program Bulatih juga sebagai upaya mengubah perilaku dan pola pikir masyarakat bahwa sampah tidak cuma untuk dibuang di tempat pembuangan, tetapi juga bisa memberi manfaat sosial dan ekonomi.

“Menyelesaikan masalah sampah juga termasuk mengubah perilaku dan pola berfikir, bagaimana cara dimanfaatkannya, yang merupakan tugas dari Dinas Lingkungan Hidup untuk bersinergi dengan sekolah dan masyarakat dengan harapan program ini berkelanjutan dalam upaya memaksimalkan sampah organik,” ujar Tita.

Ia mengungkapkan rencana ke depan untuk mendirikan Sentra Edukasi Pengelolaan Sampah Organik di TPS3R Kabupaten PPU, memfasilitasi perluasan jaringan pemasaran produk maggot, melakukan pengembangan produk daur ulang sampah, memberikan literasi kurikulum muatan lokal pemanfaatan sampah organik dan budi daya lalat hitam, dan penguatan unit usaha kelompok.

“Kami akan gencarkan edukasi dan membuat pusat percontohan Bulatih. Diharapkan badan usaha juga ikut memberikan dukungan mengingat anggaran pemerintah yang masih terbatas,” katanya.

Superintendent Terminal Lawe-Lawe Pertamina Bagus Wahyuntoro dalam kesempatan tersebut mengatakan Program Bulatih pertama kali diimplementasikan di lingkungan Terminal PHKT Lawe-Lawe pada pertengahan tahun 2019, dengan inisiatif dari internal dan eksternal PHKT. Awalnya dimulai dengan memanfaatkan sampah organik sisa makanan katering dari dapur Terminal Lawe-Lawe.*/Sariagri

Santri Hidayatullah Turut Peringati Hari Juang TNI AD di Kodam Kasuari

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) didampingi para pejabat Kodam XVIII/Kasuari bersama para tokoh agama, veteran dan santri anak yatim dari Pesantren Hidayatullah Manokwari mengikuti video conference dengan Mabesad yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M., dalam rangka doa bersama untuk negeri yang di gelar di Mabesad, Rabu, 11 Jumadil Awal 1443 (15/12/2021).

Doa bersama untuk negeri ini digelar dalam rangka memperingati Hari Juang TNI Angkatan Darat ke-76 yang jatuh pada tanggal 15 Desember 2021. Doa bersama dipimpin Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

Dalam sambutannya, Kasad menyampaikan bahwa doa bersama ini juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta kesempatan untuk mengenang sejarah perjuangan TNI Angkatan Darat yaitu peristiwa pertempuran Ambarawa sebagai tonggak sejarah memperingati hari juang TNI Angkatan Darat.

“Peristiwa Palagan Ambarawa yang terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 juga menunjukkan bahwa TNI Angkatan Darat tidak pernah berjuang sendiri sejarah membuktikan bahwa hanya bersama rakyat dan dengan dukungan dari seluruh komponen bangsa TNI AD akan kuat dan mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik,” ungkapnya.

Setelah rangkaian doa bersama digelar di Mabesad, acara diwarnai dengan pemberian sejumlah bingkisan sembako kepada para tokoh agama, anak yatim dan santunan renovasi rumah layak huni yang diberikan kepada salah satu Veteran TNI AD yang berada di Manokwari.

Sementara itu Pangdam disela-sela kegiatan mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang luar biasa dimana masih ada pendemi Covid-19 semua berjuang, berjibaku memutus penyebarannya serta menyelamatkan kemanusiaan.

“Saya menghimbau kepada para tokoh-tokoh agama khusunya agar umatnya diajak untuk segera melaksanakan vaksinasi karena kita mempunyai target pada tahun ini harus bisa 70 persen herd immunity di Papua Barat diharapkan kehidupan kita semuanya kembali menjadi normal seperti biasa,” katanya.

Terkait HUT Kodam Kasuari yang ke-5, Pangdam memohon doa restu kepada para tokoh-tokoh agama untuk mendoakan semoga Kodam Kasuari sebagai Patriot Pembela Rakyat dapat melaksanakan tugasnya dan dapat melaksanakan pembinaan teritorial dengan baik karena ancaman saat ini muncul dari ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan hankam.

“Saya juga menghimbau kepada para tokoh agama dalam kegiatan keagamaan agar menghimbau kepada para saudara-saudara kita untuk selalu kompak, bersatu, saling bahu membahu untuk menyelamatkan kita semua baik dari pandemi Covid-19 atau mungkin hal-hal yang lain,” kata Pangdam.*/Pendam XVIII/Ksr

Kritikan Cerdas Al Qur’an

AL-QUR’AN menunjukkan kebatilan sebuah keyakinan melalui berbagai cara. Adakalanya sebuah kekeliruan dikritik secara terbuka, tapi adakalanya tersamar. Keduanya sama-sama dipakai.

Dan, terkadang sebuah pemikiran dibedah penyimpangannya melalui berbagai saluran sekaligus, agar tidak tersisa celah untuk membelanya. Salah satu yang diperlakukan seperti ini adalah akidah Kristen terhadap Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.

Al-Qur’an pernah secara dramatis menggambarkan dahsyatnya kemunkaran akidah Trinitas:

“Dan mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pemurah mempunyai anak”. Sungguh kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat munkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi terbelah, dan gunung-gunung pun runtuh; karena mereka menyerukan bahwa Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak. Tidak layak bagi Tuhan yang Maha Pemurah untuk mempunyai anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (QS. Maryam: 88-89).

Al-Qur’an pun terang-terangan memvonis penganut Trinitas dengan menyatakan:

“Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam.” Padahal, Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu!” Sungguh orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, pasti Allah mengharamkan surga untuknya dan tempatnya ialah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun. Sungguh kafir (pula)lah orang-orang yang mengatakan: “Bahwa Allah ada satu dari yang tiga.” Padahal, sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul, dan ibunya adalah seorang wanita yang sangat jujur. Keduanya biasa makan makanan. Perhatikan, bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikannya).” (QS5. Al-Maidah: 72-75)

Di saat bersamaan, Al-Qur’an juga menempuh cara lain untuk menggambarkan sosok sejati Nabi ‘Isa; bahwa beliau adalah manusia biasa seperti kita. Misalnya, minimal terdapat 4 surah yang namanya bisa dihubungkan dengan beliau, yaitu Ali ‘Imran, al-Maidah, Maryam, dan ash-Shaff. Mari meneliti rahasia di balik nama-nama ini.

Ali ‘Imran berarti keluarga ‘Imran. Beliau adalah kakek Nabi ‘Isa, yakni ayah dari Maryam. Menurut Imam as-Suyuthi dalam ad-Durrul Mantsur (penafsiran QS Ali ‘Imran: 33), beliau adalah ‘Imran bin Matsan, dan istrinya bernama Hannah binti Faqudz.

Mereka dikenal sebagai keluarga yang shalih dari Bani Israil pada zamannya. Hannah memiliki seorang saudari bernama Elisabet, dan ia adalah istri Nabi Zakariya sekaligus ibunda dari Nabi Yahya.

Benar-benar keluarga yang hebat, sebab di dalamnya terdapat tiga orang Nabi (Zakariya, Yahya, ‘Isa) dan seorang wanita suci (Maryam). ‘Imran adalah imam besar di masa itu, dan Hannah dikenal sangat shalihah.

Nama surah kedua yang terhubung dengan Nabi ‘Isa adalah al-Maidah, surah ke-5. Dinamai demikian karena di dalamnya terdapat kisah diturunkannya hidangan (maidah) dari langit untuk Nabi ‘Isa dan para sahabatnya.

Allah berfirman:

“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” ‘Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman!” Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikannya.” ‘Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit, (yang mana hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda kekuasaan-Mu. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu. Barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” (QS Al-Maidah: 112-115)

Nama surah ketiga yang terkait dengan Nabi ‘Isa adalah Maryam, surah ke-19. Sosok Maryam dikenal sebagai gadis suci yang sangat tekun beribadah kepada Allah sejak masih kecil.

Banyak kisah teladan yang dihubungkan dengan beliau. Kita juga sudah mengetahui bahwa beliau adalah ibunda Nabi ‘Isa, yang mengandung tanpa melalui proses pembuahan laki-laki, sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah.

Nama surah terakhir yang terhubung dengan Nabi ‘Isa adalah ash-Shaff, surah ke-61. Surah ini disebut juga dengan al-Hawariyyun, yakni sahabat-sahabat setia Nabi ‘Isa. Dinamai demikian karena kisah mereka disebutkan di dalamnya, tepatnya pada ayat terakhir.

Nama surah-surah ini betul-betul menggambarkan sosok Nabi ‘Isa sebagai manusia biasa, sebab beliau memiliki kakek, nenek, ibu, makan, minum, dan hidup di tengah-tengah masyarakat bersama para pengikutnya.

Dengan sendirinya, sangat aneh jika beliau disembah dan dijadikan tuhan. Dari sini pula, kita harus banyak belajar mengkritik segala sesuatu dengan cerdas.

Sebab, dewasa ini ada teramat banyak kebatilan yang harus ditunjukkan penyimpangannya dari berbagai segi, baik secara terbuka maupun sembunyi-sembunyi. Wallahu a’lam.

USTADZ ALIMIN MUKHTAR

Santri Hafizh Hidayatullah Baubau Raih Juara Turnamen Kempo se-Sultra

0

KENDARI (Hidayatullah.or.id) -– Ungkapan rasa syukur dan bangga Pesantren Hidayatullah Baubau atas raihan juara 1, 2, dan 3 sejumlah santrinya dalam Open Tournament Shorinji Kempo Dojo se-Sulawesi Tenggara (Sultra), Yudhianto Mahardika Cup 2021, yang dilaksanakan di Aula Poltekkes Kemenkes Kendari (10-12/12/2021).

Sedikitnya 19 atlet santri diturunkan dari perwakilan Dojo Pesantren Hidayatullah Baubau di bawah bimbingan Senpai Zainal Abidin Mansur (3 Dan Kempo).

Dalam turnamen ini para santri peraih medali emas atas nama Nabil Bakhtari Jafar Dahiru, medali perunggu atas nama Muhammad Rehan Ismail dan Ferlin Sucipto kelas 55-60 kg, serta medali perak atas nama Bayu Dermawan Syah kelas 35-40 kg.

Zainal merasa bersyukur sekaligus bangga dengan capaian prestasi dari atlet santri didikannya ini. Pasalnya mereka memiliki daya serap dalam memahami teknik-teknik olahraga Kempo dan disiplin yang baik saat latihan.

“Sehingga santri tidak banyak mengalami kesulitan dalam pertandingan di event tersebut. Alhamdulillah, santri meraih 1 medali emas, 1 medali perak, dan 2 medali perunggu,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Baubau, Ust Yusran, mengungkapkan rasa syukur dan bangga terhadap pencapaian prestasi santri-santrinya.

“Alhamdulillah, ini adalah prestasi yang sangat membanggakan khususnya bagi pesantren kami dan umumnya masyarakat Kota Baubau,” kata Yusran.

Di Pesantren Hidayatullah Baubau, kata Yusran, santri tidak hanya dididik untuk belajar agama, menghafal Al-Qur’an, namun juga diasah skill-nya sesuai dengan minat bakat masing-masing santri. “Salah satunya melalui ekstrakurikuler beladiri Kempo ini,” kata Yusran.

Uniknya, Pesantren Hidayatullah Baubau adalah satu-satunya Dojo Pesantren yang bertanding dalam turnamen ini.

Santri peraih medali emas, Nabil Bakhtari Jafar Dahiru, mengungkap kebanggaan dan terima kasihnya.

“Kami mengucapkan jazaakumullah khairon katsiran atas segala bimbingan dan doa dari para asatidz, utamanya juga para pelatih, orang tua kami, pemerintah serta masyarakat Kota Baubau, sehingga kami bisa meraih prestasi ini,” kata Nabil.

“InsyaAllah ke depan kami akan terus berlatih sungguh-sungguh untuk mengikuti event-event selanjutnya,” ujarny Nabil menambahkan./*Noer Akbar

Nashirul Haq Dorong Umat Kenali Makna Jihad dengan Tepat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Umat Islam harus mengenal konsep dan perintah dalam Islam dengan sebaik-baiknya, terutama tentang jihad.

“Karena Allah memerintahkan kita untuk berjihad. Ia pun membacakan ayat Alquran, Seperti firman Allah di dalam Alquran, ‘Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya”, ungkap Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq Lc MA dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid Baitul Karim Jakarta Timur, Jumat, 6 Jumadil Awal 1443 (10/12/2021).

Namun demikian, ia mendorong umat memahami betul apa yang dimaksud jihad itu sendiri.

“Jihad artinya mencurahkan segala potensi dan kemampuan secara maksimal untuk membela agama Allah. Perlu transformasi makna jihad sesuai dengan kebutuhan umat agar bisa memberi solusi terhadap permasalahan umat dan bangsa. Jadi jihad dipahami secara tekstual dan kontekstual,” jelasnya lebih lanjut seperti dikutip dari Republika.co.id.

Oleh karena itu, kata dia, jihad adalah solusi untuk umat Islam dapat ikut memecahkan persoalan yang dihadapi umat manusia di dalam kehidupan ini, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Ia pun mengutip penjelasan Ibn Qayyim tentang tingkatan jihad. “Menurut Ibnu Qayyim ada empat tingkatan jihad. Pertama, jihad melawan nafsu. Kedua, jihad melawan setan. Ketiga, jihad melawan kaum kuffar. Keempat, jihad melawan orang-orang zalim,” urainya.

Selanjutnya jihad dibagi dalam tiga bentuk di mana setiap umat Islam wajib melakukannya.

Pertama, al-Jihad ‘ala ta’allum al-huda wa din al-haq yang artinya berjihad dalam mempelajari agama Islam).

Kedua, al-jihad ‘ala al-‘amal bih, yang artinya berjuang mengamalkan ajaran Islam.

Ketiga, al-jihad ‘ala as-shabr ‘ala al-masyaqqah, yang artinya berjihad dengan kesabaran atas berbagai kesulitan.

Selanjutnya, Nashirul Haq yang juga anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat itu menegaskan bahwa jihad diperlukan di dalam seluruh bidang kehidupan.

“Jihad mencakup semua perjuangan di semua bidang, pendidikan, konstitusi, ekonomi dan seterusnya,” tegasnya.

Khutbah Jumat itu disampaikan kepada seluruh jama’ah Masjid Baitul Karim, termasuk para peserta Rakernas Hidayatullah 2021 di Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah.

Hidayatullah Institute Gelar Leadership Training Diikuti Ketua DPW se-Indonesia

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Badan pendidikan dan pelatihan Hidayatullah Institute menggelar leadership training selama 11 hari yang dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. H. Nashirul Haq, di aula utama Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (13/12/2021).

Berita video selengkapnya, tonton klik di sini.

Manfaat Gunung bagi Kehidupan Umat Manusia

Oleh Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

ERUPSI gunung Semeru membelalakkan mata kita semua. Betapa tidak, tanpa ada peringatan sebelumnya karena ketiadaan tanda-tanda akan adanya erupsi, gunung tertinggi di pulau Jawa ini tiba-tiba mengeluarkan awan panas yang sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat di sekitarnya.

Diketahui, Gunung Semeru erupsi dengan memuntahkan awan panas guguran pada Sabtu (4/12/2021). Aliran awan panas itu mengarah ke Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dan menerjang permukiman warga di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro.

Akibat peristiwa yang sangat menyayat hati ini, korban pun berjatuhan. Laporan sementara 34 orang meninggal, 69 luka-luka, dan 16 orang hilang.

Selain korban jiwa, bencana awan panas Semeru itu juga merusak fasilitas umum dan ternak warga. BPBD mencatat, fasilitas umum yang rusak sebanyak 31 unit, termasuk Jembatan Gladak Perak.

Alhamdulillah masyarakat kita berbondong-bondong mengirimkan bantuan lewat berbagai lembaga sosial, salah satunya melalui Rabithah Alawiyah di berbagai wilayah. Mereka menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudaranya yang tertimpa musibah.

Bahkan ada yang terjun langsung ke lokasi bencana dengan membawa peralatan yang dibutuhkan. Ada yang bertugas membersihkan debu yang cukup tebal di sejumlah area, ada yang membuka dapur umum, ada yang memberikan pengobatan dan perawatan medis, ada pula yang membantu memperbaiki dan membangun rumah-rumah yang rusak, dan lain sebagainya.

Inilah wujud dari sikap kesetiakawanan sosial. Kita doakan Semoga Allah SWT memberikan balasan yang terbaik kepada para dermawan yang telah memberikan bantuan apapun bentuknya dan Allah jaga para petugas serta relawan yang berada di daerah tersebut.

Kita juga doakan semoga para korban yang wafat, Allah SWT terima amal kebaikannya. Allah sembuhkan yang sakit dan diberikan semangat untuk menata kembali kehidupannya di masa depan dengan lebih baik.

Terlepas dari musibah yang sangat membuat kita berduka dan sedih ini, mari kita kembali merenung tentang hikmah mengapa Allah SWT menciptakan gunung di tengah kehidupan umat manusia.

Kita meyakini bahwa tidak ada satu pun makhluk ciptaan Allah SWT yang diciptakan dengan sia-sia. Semuanya pasti mengandung manfaat dan aneka ragam fungsi yang berguna untuk kehidupan kita.

Dari sela-sela Al-Qur’an kita temukan sejumlah manfaat di balik ciptaan Allah berupa gunung. Banyak manfaat dan fungsi gunung.

Pertama, disebutkan dalam Al-Qur’an fungsi gunung untuk menstabilkan gerakan bumi sehingga tetap berada pada posisi yang semestinya. Allah SWT berfirman :

أَمَّن جَعَلَ ٱلْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَٰلَهَآ أَنْهَٰرًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٰسِىَ وَجَعَلَ بَيْنَ ٱلْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.” (QS: An-Naml : 61)

Al-Qur’an menyatakan bahwa gunung berfungsi sebagai pengukuh bumi. Allah telah menggelar bumi seperti permadani yang sangat luas sehingga dapat dijejak oleh kaki manusia.

Allah menancapkan gunung-gunung di atas muka bumi ini sebagai kekuatan yang mengokohkan bumi agar tidak berguncang, yang dapat menganggu ketentraman kehidupan umat manusia.

Kedua, Allah jadikan gunung berfungsi dan bermanfaat dalam memengaruhi cuaca, menyebabkan turunnya hujan, serta menyajikan aneka ragam bahan mentah yang berguna dalam kehidupan. Allah SWT berfirman tentang gunung yang bermanfaat dalam memengaruhi cuaca :

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنَٰنًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

“Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).” (QS: An-Nahl : 81)

Allah SWT berfirman tentang fungsi gunung sebagai penyebab turunnya hujan :

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

“Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (QS: An-Nuur : 43)

Allah SWT juga menegaskan dalam firman-Nya tentang gunung yang menyajikan aneka ragam bahan mentah yang bermanfaat bagi kehidupan kita :

خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ ۚ وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (QS: Luqman : 10)

Inilah setidaknya dua manfaat dan fungsi Allah menciptakan gunung. Mari kita syukuri dan renungkan.

Gunung bukan musuh kita yang harus kita benci dan perangi. Ia adalah salah satu makhluk ciptaan Allah yang diciptakan dengan berbagai tujuan, dengan fakta-fakta yang sangat menakjubkan tentang manfaat gunung kita bisa mengambil pelajaran di tiap peristiwa yang terjadi.

Sekali lagi, kita semua berduka atas musibah erupsi gunung Semeru ini sekaligus kita membantu semampu yang bisa kita lakukan, sembari bermuhasabah betapa lemahnya makhluk yang bernama manusia dibanding dengan satu saja makhluk Allah yang lain, bernama gunung.

(Artikel ini dikutip dari kanal Kajian Islam situs berita Hidayatullah.com dengan beberapa penyesuaian)