
GORONTALO (Hidayatullah.or.id) — Muslimat Hidayatullah didorong untuk mengambil peran yang lebih strategis sebagai penggerak perubahan peradaban melalui penguatan keluarga, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan kepedulian sosial. Untuk mewujudkan peran tersebut, dibutuhkan kepemimpinan organisasi yang solid, visioner, dan memiliki kapasitas dalam mengelola gerakan secara berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Bendahara Umum Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Suwito Fatah, M.M., saat menjadi narasumber utama pada kegiatan Upgrading Pengurus Inti yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (Mushida) Gorontalo di Aula Al El, Kota Gorontalo, Ahad (28/6/2026).
Kegiatan bertema “Optimalisasi Peran Pengurus Inti untuk Mewujudkan Organisasi yang Maju dan Berkelanjutan” itu diikuti 16 pengurus inti yang mewakili enam Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah se-Provinsi Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Suwito menegaskan bahwa Muslimat Hidayatullah tidak cukup berperan sebagai organisasi perempuan yang menjalankan aktivitas rutin, tetapi harus menjadi motor lahirnya perubahan sosial yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Muslimat Hidayatullah tidak hanya sekadar wadah berkumpul, melainkan sebuah gerakan yang memelopori lahirnya peradaban Islam yang maju. Karena itu, pengurus inti harus memiliki kapasitas dan soliditas yang kuat,” ujarnya.
Menurut Suwito, sedikitnya terdapat empat peran strategis yang perlu menjadi fokus penguatan organisasi. Pertama, sebagai pusat pendidikan keluarga yang melahirkan generasi berakhlak melalui pembinaan keluarga sebagai madrasatul ula. Kedua, sebagai pusat dakwah perempuan yang mampu membina dan memberdayakan muslimah di berbagai lapisan masyarakat.

Selanjutnya, Muslimat Hidayatullah juga didorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dengan mengembangkan berbagai program produktif yang mampu memperkuat kemandirian keluarga dan organisasi. Selain itu, organisasi diharapkan hadir sebagai pusat pemberdayaan sosial yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Keempat peran tersebut harus berjalan secara terpadu. Ketika keluarga kuat, dakwah hidup, ekonomi mandiri, dan kepedulian sosial tumbuh, maka di situlah fondasi peradaban Islam dapat dibangun,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di setiap tingkatan. Karena itu, proses pembinaan pengurus perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu melahirkan pemimpin yang adaptif terhadap perubahan tanpa kehilangan arah perjuangan organisasi.
Kegiatan upgrading ini menjadi bagian dari upaya Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Gorontalo dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, menyamakan visi organisasi, serta meningkatkan sinergi antara pengurus wilayah dan daerah.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Muslimat Hidayatullah Gorontalo diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai organisasi perempuan yang berkontribusi dalam bidang pendidikan keluarga, dakwah, pemberdayaan ekonomi, dan pelayanan sosial sebagai bagian dari ikhtiar membangun peradaban Islam.






