AdvertisementAdvertisement

Kiprah KH Abdullah Said dalam Dakwah Ekoteologi yang Menyatu dengan Indonesia

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Apresiasi terhadap kiprah dakwah dan pengabdian K.H. Abdullah Said di bidang pelestarian lingkungan menjadi salah satu pokok telaah dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Hidayatullah DKI Jakarta pada Jumat, 21 Jumadil Akhir 1447 (12/12/2025).

Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Adib, M.Ag, menegaskan bahwa kontribusi almarhum tidak hanya penting bagi internal umat Islam, tetapi juga relevan bagi agenda kebangsaan Indonesia yang menjunjung keseimbangan antara pembangunan manusia dan kelestarian alam.

Hal tersebut disampaikan Dr. H. Adib, M.Ag saat memberikan sambutan di hadapan dai Hidayatullah DKI Jakarta pada forum Musyawarah Wilayah yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede, Jakarta. Dalam konteks keindonesiaan, ia menilai kiprah K.H. Abdullah Said sebagai cerminan dakwah yang berakar pada nilai-nilai Islam sekaligus selaras dengan kebutuhan bangsa dalam merawat lingkungan hidup.

Dr. Adib menguraikan bahwa Abdullah Said dikenal sebagai figur pendakwah yang mengintegrasikan pesan keagamaan dengan tindakan nyata. Dakwah tidak berhenti pada penyampaian lisan, tetapi diwujudkan dalam kerja konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat dan alam sekitar. Salah satu warisan terpenting dari pengabdian tersebut adalah pengembangan gerakan ekoteologi yang menempatkan relasi manusia dan alam sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan.

“Gerakan ekoteologi yang dilakukan oleh Kiai Abdullah Said patut mendapatkan apresiasi luas. Beliau membuktikan bahwa dakwah dapat menghadirkan perubahan nyata dengan mengubah kawasan hutan kritis menjadi lingkungan yang hijau, asri, dan produktif bagi masyarakat,” ujar Adib.

Transformasi kawasan Gunung Tembak di Balikpapan menjadi kawasan pesantren yang lestari disebut sebagai contoh konkret komitmen jangka panjang Abdullah Said dalam merawat bumi. Upaya tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman dapat berjalan seiring dengan prinsip pelestarian lingkungan, sebuah pendekatan yang semakin relevan di tengah tantangan kerusakan ekologis yang dihadapi Indonesia saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Adib juga menyinggung kedekatan historisnya dengan Hidayatullah. Ia mengaku mengenal gerakan ini sejak menjalankan tugas di Samarinda selama satu dekade, baik melalui interaksi langsung di Balikpapan maupun melalui Majalah Suara Hidayatullah. Pengalaman itu, menurutnya, memperkuat pemahaman tentang konsistensi gerakan dakwah Hidayatullah dalam bidang pendidikan, sosial, dan lingkungan.

Selain itu, Abdullah Said dinilai merepresentasikan karakter pemuda ideal dalam perjuangan umat. Keteladanan, semangat pantang menyerah, serta idealisme yang kuat menjadi nilai yang terus relevan bagi generasi muda Indonesia.

Pendidi Hidayatullah, Ustadz Abdullah Said, saat menerima anugerah Kalpataru dari pemerintah di Istana Negara tahun 1984

Kiprah Abdullah Said dipandang mampu menginspirasi lahirnya kesadaran bahwa pengabdian kepada agama dan bangsa dapat dilakukan melalui berbagai bidang, termasuk pelestarian alam.

Adib menegaskan bahwa inisiatif ekoteologi yang dirintis Abdullah Said perlu terus diperluas dan diperkenalkan kepada publik.

“Gerakan seperti ini harus kita amplifikasi agar menjadi kesadaran kolektif bangsa, terutama di tengah kondisi lingkungan yang semakin rentan,” katanya.

Pengakuan negara terhadap kontribusi tersebut tercermin dari penganugerahan Kalpataru kepada K.H. Abdullah Said pada tahun 1984.

Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup itu diberikan atas jasanya mengubah lahan kritis menjadi kawasan pesantren yang hijau dan produktif. Capaian tersebut menegaskan bahwa dakwah, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring sebagai bagian dari pengabdian kepada umat dan bangsa.

Reporter: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Hamim Thohari Ingatkan Jangan Sampai Perjuangan Berubah Menjadi Rutinitas Tanpa Makna

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, KH. Drs. Hamim Thohari, M.Si, menyampaikan refleksi mengenai orientasi perjuangan dalam...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img