
MANSEL (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd, meninjau secara langsung program peternakan ayam yang tengah dikembangkan oleh Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kabupaten Manokwari Selatan.
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program ekonomi organisasi berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan tujuan pemberdayaan yang telah ditetapkan.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan pada Senin, 21 Syaban 1447 (9/2/2026), di sela agenda Sekretaris Jenderal mendampingi Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Papua Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang Nurpatria menyempatkan diri berkunjung ke lokasi pengembangan peternakan ayam yang dikelola oleh pengurus DPD Hidayatullah Manokwari Selatan sebagai salah satu unit usaha berbasis ekonomi produktif.
Fokus utama kunjungan ini adalah melihat secara langsung progres dan kondisi lapangan program peternakan ayam yang menjadi bagian dari pilar ekonomi Hidayatullah. Program tersebut dalam rangka mendukung kemandirian operasional dakwah sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan. Peternakan ayam dipilih sebagai unit usaha yang dinilai relevan dengan potensi lahan dan kebutuhan pangan lokal di Papua Barat.
Dalam suasana dialog yang berlangsung, Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah berdiskusi langsung dengan pengelola peternakan, Ustadz Maghfuri, S.Pd. Dialog tersebut dilakukan di area kandang kayu yang berisi bibit-bibit ayam unggul yang sedang dikembangkan. Diskusi mencakup kondisi teknis peternakan, pola pengelolaan, serta rencana pengembangan ke depan.
Pada kesempatan tersebut, Nanang Nurpatria menekankan beberapa hal penting terkait keberlanjutan program. Menurutnya, unit usaha peternakan harus dirancang dengan perencanaan jangka panjang agar mampu bertahan dan berkembang secara konsisten. Ia juga menekankan bahwa kemandirian menjadi aspek utama yang harus diwujudkan melalui program ekonomi organisasi.
Selain itu, Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah menyoroti pentingnya menjadikan peternakan ayam sebagai model percontohan bagi masyarakat sekitar dalam mengelola ketahanan pangan secara mandiri. Ia menyampaikan bahwa keberadaan unit usaha ini diharapkan tidak hanya memberi manfaat internal organisasi, tetapi juga menjadi referensi praktis bagi warga dalam mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Dalam konteks penguatan sumber daya manusia, Dr. Nanang Nurpatria juga menekankan perlunya melibatkan kader-kader muda dalam pengelolaan teknis peternakan. Menurutnya, keterlibatan kader muda akan menjadi sarana pembelajaran langsung untuk mengasah jiwa kewirausahaan dan tanggung jawab dalam mengelola usaha ekonomi produktif.
“Program peternakan ini juga bagian dari dakwah bil hal, dakwah dengan perbuatan, untuk menunjukkan bahwa kemandirian adalah kunci tegaknya kemuliaan umat,” ujar Nanang Nurpatria di sela-sela peninjauan lokasi peternakan.
Ia juga menambahkan bahwa program ekonomi yang dijalankan oleh Hidayatullah harus mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Menurutnya, keberhasilan dakwah tidak hanya diukur dari aspek lisan dan tulisan, tetapi juga dari kontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian umat.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Hidayatullah Papua Barat, Muhammad Rusdan, M.Pd, yang turut membersamai kunjungan ini, mengatakan kehadiran pimpinan pusat di lokasi peternakan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan semangat bagi jajaran pengurus DPD Hidayatullah Manokwari Selatan untuk terus berinovasi.
“Dengan potensi lahan yang tersedia serta budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat, program peternakan ayam ini diproyeksikan mampu memenuhi sebagian kebutuhan pasar lokal di wilayah Papua Barat,” kata Rusdan.
Rangkaian kunjungan kerja tersebut ditutup dengan sesi diskusi mengenai berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan. Dalam diskusi tersebut, dibahas pula langkah-langkah strategis untuk pengembangan infrastruktur peternakan agar lebih modern, efisien, dan produktif, sehingga program dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi organisasi dan masyarakat sekitar.






