
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Forum Riyadhah Murabbi digelar sebagai ruang penguatan spiritual bagi para kader dan murabbi agar memaksimalkan momentum akhir Ramadhan dengan ibadah yang lebih berkualitas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah bersama Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah secara daring melalui Zoom pada Selasa, 20 Ramadhan 1447 (10/3/2026), dan diikuti oleh kader serta pembina dari berbagai wilayah.
Agenda tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Materi yang dibahas mencakup pemaknaan Lailatul Qadar, praktik i’tikaf, serta penguatan tadabbur Al-Qur’an sebagai bagian dari pembinaan spiritual di akhir bulan Ramadhan.
Imam Besar Masjid Ar-Riyadh Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Ust. H. Muhammad Baharun Musaddad, Lc., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Ia menerangkan bahwa istilah Lailatul Qadar juga dipahami sebagai malam yang “sempit” karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi.
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan. Pada malam itu para malaikat turun dalam jumlah yang sangat banyak untuk membersamai turunnya Al-Qur’an,” jelasnya dalam forum tersebut.
Dalam sesi berikutnya, anggota Dewan Murabbi Pusat, Ust. H. Abdul Kholiq, Lc., MHI., menyampaikan bahwa i’tikaf merupakan bagian dari latihan spiritual yang menguji kesungguhan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah.
“I’tikaf adalah ujian kecintaan seorang hamba kepada Allah. Apakah ia siap memfokuskan diri hanya untuk beribadah dan mendekat kepada-Nya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memahami prinsip fikih prioritas dalam pelaksanaan ibadah. Menurutnya, i’tikaf memiliki status sunnah sehingga pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang muslim.
Pandangan tersebut turut diperkuat oleh Wakil Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah, Ust. Dr. Ir. H. Abdul Aziz, M.Si. Ia menyampaikan bahwa penguatan budaya i’tikaf di kalangan kader perlu disertai pengelolaan waktu dan ibadah yang baik.
“Kita perlu menerapkan fikih prioritas agar i’tikaf berjalan dengan baik. Kebersamaan dan saling membantu antarkader akan memperkuat pelaksanaan ibadah di akhir Ramadhan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Perkaderan DPP Hidayatullah, Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, mengajak para kader untuk menjaga konsistensi ibadah hingga penghujung Ramadhan.
Ghofar Hadi juga menyebut bahwa tradisi i’tikaf yang telah berkembang di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam menghidupkan suasana ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Melalui kegiatan Riyadhah Murabbi ini, para peserta diharapkan memperoleh penguatan pemahaman serta motivasi spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah pada fase akhir Ramadhan. Forum tersebut juga diarahkan sebagai sarana memperkuat pembinaan kader agar mampu membimbing masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai keagamaan selama bulan suci.






