Beranda blog Halaman 320

Rakerwil Bengkulu, Kabid PPO Sampaikan Lima Alat Kontrol Organisasi

0

REJANG LEBONG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Bengkulu baru saja menyelesaikan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dilaksanakan di Kampus Madya Curup, Kabupaten Rejang Lebong, 20-21 Jumadil Akhir 1444 H (13-14/1/2023).

Pelaksanaan Rakerwil kali ini diikuti oleh Pengurus DPW, Pengurus DPD, Pengurus Organisasi Pendukung; Pemuda Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah, serta amal usaha tingkat wilayah yaitu kampus madya, BMH, dan Posdai.

Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (Kabid PPO) DPP Hidayatullah Ust. Asih Subagyo, M.Kom, dalam sambutan pembukaan membacakan pidato Ketua Umum, menekankan pentingnya membangun 4 kekuatan dalam merealisasikan setiap program kerja yang akan disusun dan dirumuskan.

“Tentu saja berawal dan berdasarkan hasil asesmen DPW yang dilakukan oleh DPP, di mana DPW Hidayatullah, mendapatkan katagori sebagai DPW berkembang, dan secara nasional mendapatkan peringkat ke-11,” katanya.

Adapun keempat kekuatan dimaksud adalah quwwah ruhiyah (kekuatan ruhiyah), quwwah aqliyah (kekuatan akal), quwwah maddiyah (kekuatan material) dan quwwah idariah (kekuatan manajerial).

Selanjutnya, ia menyampaikan 5 alat ukur untuk memonitor bagaimana organisasi ini berjalan dengan maksimal.

Kelima indikator dan alat ukur tersebut adalah, Pertama, kebijakan dari pusat harus sampai dan dipahami hingga ke paling bawah. Kedua, struktur disemua tingkatan berjalan dengan efektif, dimana rapat koordinasi dan koordinasi berjalan secara rutin.

Kemudian, indikator Ketiga, pembinaan secara kultural sebagai transformasi nilai (manhaj), berjalan dengan tertib dan baik berupa halaqah, kajian, dan lainnya.

Keempat, struktur demografis penggerak organisasi (pengurus dan anggota), komposisinya diisi oleh kaum muda. Dan, Kelima, kemandirian pembiayaan organisasi, berasal dari iuran anggota, amal usaha dan badan usaha internal.

Pada kesempatan Rakerwil ini, ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Rakerwil Hidayatullah Bengkulu yang berhasil dengan baik.

Rakerwil DPW Hidayatullah Bengkulu juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pertimbangan Ust. H. Hamim Thohari, M.Si, yang memberikan kajian penguatan kelembagaan di Kampus Madya Hidayatullah Bengkulu dan di arena Rakerwil.

Di kedua tempat tersebut, beliau menyampaikan pentingnya ikhlas dalam berjuang dan beramal. Sebab tanpa dibarengi keikhlasan, maka seluruh amal perbuatan kita akan lenyap tak berbekas. “Apalagi jika merasa dirinya yang paling penting dan berjasa disetiap amal dan aktifitas yang dilakukan,” katanya berpesan.

Berlangsung dinamis

Acara Rakerwil sendiri berlangsung sangat hangat, khidmat, dan dinamis, meski cuaca di luar tempat acara cukup sejuk cenderung dingin. Kegiatan selalu diawali jam 03.00, dengan Qiyamul Lail secara berjamaah, shalat shubuh, serta wirid serta dzikir. Seluruh program kerja dibahas secara ditail dan terperinci.

Ketua DPW Hidayatullah Bengkulu, Ust. Ahmad Suhail, S.Pd, berhasil dalam membangun team work yang baik, sehingga seluruh elemen di DPW Bengkulu dapat bersinergi dalam mensukseskan program kerja yang telah dirumuskan pada tahun 2022, dan menjadikan basis bagi program kerja tahun 2023.

Demikian juga ketua DMW (Dewan Murabi Wilayah), Ust. Sutrisno Eko Santoso, sebagai sosok yang membawa Hidayatullah ke Bengkulu, juga memberikan penguatan kelembagaan secara manhaji di hadapan peserta Rakerwil.

Sebelum penutupan, dilakukan komitmen dan lelang terhadap struktural, amal usaha dan juga kader untuk pelaksanaan Silaturrahim Nasional (Silatnas) tahun 2023 dan penyelesaian masjid Ar-Riyadh. Pada acara tersebut terkumpul komitmen tersebut sejumlah 216 juta lebih.

Dalam penutupan acara, Asih menyampaikan acara selama 2 hari tersebut memberi harapan dan semangat baru bagi seluruh elemen Hidayatullah di Bumi Raflesia itu. “Dan ini sebagai wujud tagline Bidang PPO, bahwa berorganisasi itu mesti membahagiakan dan menggembirakan,” kata Asih menutup acara tersebut.*/Yacong B. Halike

Bukan Sekedar Peras Pikiran, Rapat Kerja sebagai Momen Muhasabah

0

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Hidayatullah, Ust. H. Hamim Thohari, MA, mengatakan rapat kerja (raker) yang digelar hendaknya menjadi momentum melakukan muhasabah secara serius dan mendalam seraya berupaya memeras pikiran untuk menghasilkan program kerja yang baik.

“Rapat kerja bukan saja menyusun program kerja. Namun, lebih daripada itu, Rapat Kerja adalah sebuah muhasabah. Introspeksi diri,” kata Ust. H. Hamim Thohari.

Demikian itu disampaikan Ust. H. Hamim Thohari dalam arahannya pada acara pembukaan Rapat Kerja di Aula Kampus Utama Hidayatullah Medan, Sumatera Utara, Senin, 23 Jumadal Akhirah 1444 H (16/1/2023).

Hamim menjelaskan seraya menukil Ibnul Qayyim Al Jauziyah, bahwa muhasabah itu tidak hanya dilakukan pada saat sudah selesai sebuah pekerjaan, namun muhasabah harus juga dilakukan sebelum sebuah pekerjaan itu dimulai.

“Dipikirkan baik-baik apakah sebuah rencana program atau rencana kerja itu mengandung kebaikan atau tidak. Apa manfaat dari program tersebut untuk umat, untuk dakwah, dan untuk perjuangan,” jelasnya sambil mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surah Al-Hasyr 59 ayat 18.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan”

“Jangan sampai program yang kita buat itu justru akan menimbulkan dampak yang buruk bagi ummat sehingga menimbulkan dosa dan penyesalan bagi kita dunia akhirat,” pesan Hamim yang juga Ketua Pembina Kampus Utama Hidayatullah Medan ini.

Oleh karena itu, dia mengingatkan, perlu dilakukan muhasabah sebelum dibuat sebuah program. “Dan itulah yang dinamakan perencanaan,” katanya.

Disamping muhasabah, dalam Rapat Kerja harus dibangun sikap mental kita bagi para peserta rapat. Bahwa, tegasnya, Rapat Kerja ini adalah Ibadah karena rapat itu adalah perintah Allah juga sebagaimana dalam Al Qur’an surah Ali ‘Imran 3 ayat 159.

“Oleh karena rapat kerja nilainya sama dengan ibadah-ibadah yang lain seperti shalat dan lainnya, maka kita hadir dalam rapat dan musyawah ini adalah dalam rangka melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala,” imbuhnya.

Ibarat shalat, rapat kerja ini adalah sajadah kita untuk sujud kepada Allah SWT. Jikalau tadi dalam rangakaian kegiatan Rapat Kerja diawali dengan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an, maka itu menandakan bahwa rapat kerja yang dilakukan ini betul-betul dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.

“Karena rapat itu adalah bagian daripada ibadah, maka yang perlu dijaga adalah keikhlasan kita semua para peserta rapat dalam mengikuti kegiatan ini. Penting sekali untuk menjaga niat kita, menjaga kemurnian tujuan kita dalam rapat. Jangan ada niat untuk saling menjatuhkan, saling menegasikan, saling mendiskreditkan,” pesannya.

“Jangan riya’ dengan prestasi yang sudah dicapai, jangan ‘ujub, jangan sum’ah, bahkan tega melakukan pembunuhan karakter teman saudara sendiri seperjuangan dengan menjelek- jelekkannya dihadapan musyawwirin demi menunjukkan kelebihan diri,” tambahnya.

Oleh karenananya, Ust. Hamim mengingatkan, menjaga keikhlasan niat itu sangat penting bagi kita agar semua yang kita kerjakan bernilai ibadah disisi Allah SWT.

Oleh karena itu, hindarkan diri dari sikap takabbur yakni merasa diri besar, sombong, seolah olah dirinyalah yang paling bisa, paling berprestasi, paling unggul, dan paling yang yang lainnya yang menghapus seluruh amal sholeh kita.

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu” (HR. Muslim)

Alangkah ruginya kita berlelah lelah dan capek-capek mengumpulkan amal , namun ternyata kemudian hapus sama sekali pahalanya dikarena niat yang rusak.*/Choirul Anam

Bupati dan Komunitas Jelajah Alam Karimun Sambangi Ponpes Hidayatullah

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) – Ratusan anggota komunitas motor mengikuti Jelajah Alam Karimun (JAK) 5, Ahad 15 Januari 2023. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Karimun Aunur Rafiq dan diikuti puluhan klub motor yang ada di Kabupaten Karimun.

Jelajah Alam Karimun dimulai dari Coastal Area – Jalan Nusantara – Sei Lakam – Baran – Meral – Simpang Mutiara – Jelutung dan berakhir di Pondok Pesantren Hidayatullah, Pasir Panjang.

JAK kali ini merupakan yang ke-5 kalinya digelar oleh Trail and Adventure Cakra Karimun (Triack).

Bupati Rafiq mengapresiasi kegiatan JAK kelima ini. Menurutnya kegiatan tersebut bukan hanya sekedar hobi, namun juga terdapat kepedulian sosial di dalamnya.

Sebab, di sela-sela konvoi motor, peserta menyalurkan puluhan paket sembako kepada masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Hidayatullah Karimun yang turut dihadiri langsung Bupati Rafiq.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun saya mengapresiasi dan menyambut baik para pecinta otomotif dari klub-klub motor pada kegiatan hari ini, kegiatan ini bukan hanya sekedar bakat dan hobi tapi juga terdapat kepedulian sosial yang sangat baik,” ujar Rafiq.

Dikatakan, para pecinta otomotif di Karimun harus selalu mematuhi dan menjadi contoh kepada masyarakat bagaimana berkendara yang baik dan patuh terhadap aturan-aturan berlalu lintas.

“Mereka orang-orang pecinta otomotif yang taat berlalu lintas dan juga dapat memberikan contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Bupati mengaku kagum dengan antusias dan semangat klub motor yang memiliki tujuan untuk menggelar kegiatan-kegiatan positif.

Dengan semangat ini, ia mengajak para pecinta motor di Karimun untuk terus bersama dan bergandengan tangan dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Karimun.

“Semoga klub motor di Kabupaten Karimun terus kompak dan melalui kegiatan seperti ini dapat memperkuat tali silaturahim kita semua,” harapnya.

Terakhir, Bupati juga memuji peran aktif pecinta otomotif di Karimun yang terus mempromosikan Kabupaten Karimun melalui media sosial mereka.

“Saya melihat aktivitas-aktivitas klub motor yang sering membuat konten di jalan raya dan kegiatan positif lainnya, cara ini secara tidak langsung telah mempromosikan Kabupaten Karimun melalui peran media sosialnya masing-masing,” pungkas Rafiq.*/Ilfitra

Plt Walikota Hadiri Wisuda Penghafal Al Qur’an Alburhan Hidayatullah Semarang

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) – Plt Walikota Semarang, Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos, merasa bangga dengan orang tua yang menitipkan anaknya di pondok pesantren. Sebab anak di pesantren akan dibina akhlaq dan karakternya sehingga kelak menjadi orang yang baik di masyarakat.

Hal itu disampaikan Bu Ita, panggilan akrabnya saat menghadiri Wisuda Tahfizh 30 Juz santri Pondok Pesantren Alburhan Hidayatullah di Kampung Gedawang, Kelurahan Gedawang Banyumanik, Kota Semarang, Ahad, 22 Jumadal Akhirah 1444 H (15/1/23).

“Saya merasa berbahagia dapat hadir dalam acara wisuda tahfidz ini. Bagi walimurid yang menitipkan anaknya di pondok pesantren merupakan keputusan yang tepat karena dipesantren ditekankan pendidikan akhlaq dan karakter. Karakter yang kuat inilah yang akan membekali mereka kedepan menjadi pribadi yang sukses,” kata Bu Ita.

Atas nama kepala daerah, dia juga mengingatkan sekitar Gedawang merupakan tanah merah yang subur. Cocok untuk penanaman karakter santri dengan mengajarkan gerakan menanam.

“Pada menanam inilah dibutuhkan jiwa sabar, harus merawat, memupuk, menyiangi hingga dapat dipanen,”imbuhnya.

Menurutnya bonus demografi saat ini hingga tahun 2045 harus disikapi dengan bijak. Sehingga benar- benar lahir generasi emas. Dia berharap dari pesantren Hidayatullah akan lahir generasi hebat yang menentukan arah bangsa kedepan.

“Bukan hanya seperti generasi yang gila konten, yang sampai mempertaruhkan nyawanya demi konten,”tambahnya.

Ust Ahmad Ali Subur, S.E, Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah sekaligus Pembina Yayasan Al Burhan Hidayatullah Semarang mengatakan, wisuda tahfiz 30 Juz ini diikuti 15 santriwati.

Tujuan wisuda membangkitkan semangat menghafal dan menumbuhkan keyakinan bahwa semua hamba Allah mampu menghafal. Bukan hanya sekedar menghafal untuk dirinya, tetapi juga bermanfaat untuk orang lain.

“Ini juga mensyi’arkan al-Quran bahwa al-Quran mudah dihafal,”katanya.

Menurutnya, Pesantren Al Burhan merupakan 1 dari 400an pesantren Hidayatullah di seluruh Nusantara. Peantren Hidayatullah berdiri 5 Februari tahun 1972 sehingga 5 Februari nanti merupakan HUT ke 50.

Ustad Zainudin Musaddad menyampaikan, wajah penghafal Alquran saat ini kelihatan biasa saja. Namun sesungguhnya ada yang luar biasa pada diri meraka.

“Apakah itu? Allah titipkan Ayat -ayat Alquran dalam diri mereka, dan hal itu sudah cukup dijadikan alasan untuk berbahagia melebihi harta yang dikumpulkan ber
tahun- tahun,”katanya.

Hadir dalam acara tersebut adalah Muhammad Afif Wakil Ketua DPRD kota Semarang, Drs. H. Zeinudin Musaddad. MA, Anggota MMP (Majelis Murobbi Pusat),Donator dan simpatisan dari Yayasan Al Burhan, BMH, Pos Dai, Pengasuh, Guru, wali santri, dan karyawan Mts MA Al Burhan.*/Arif Budiman

Abah Zain Ajak Praktikkan Nilai nilai Al-Quran dalam Kehidupan

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. Drs. Zainuddin Musaddad, MA, mengajak untuk mempraktikkan nilai nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari hari sebab ia merupakan obat kegersangan hati, pelipur lara, dan memuat nilai nilai agung di dalamnya sebagai mukjizat akhir zaman.

“Lewat amal jariyah orang-orang yang selalu mengirimkan do’a-do’a, bacaan Al-Qur’an itu bisa menjadi pelipur lara di akhirat kelak,” katanya.

Hal itu disampaikan Ust. Drs. Zainuddin Musaddad, MA, saa gelaran wisuda tahfizh santriwati MTS-MA Al Burhan, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Semarang, Ahad, 22 Jumadal Akhirah 1444 H (15/1/23).

“Jadi, banyak-banyaklah menanam amal Sholeh, yang jika kita sudah kembali maka akan banyak kiriman amal jariah yang bisa meringankan keadaan kita dialam kubur nantinya,” imbuhnya.

Dalam taujihnya, Ust. Zainuddin berpesan kepada para orangtua, guru, pengasuh, dan seluruh undangan untuk terus praktikkan nilai-nilai Al-Qur’an seraya menekankan bahwa peran dan usaha para orang tua anak, hari ini Allah takdirkan untuk titipkan huruf-huruf mulia dalam hati-hati mereka.

“Sebuah kehormatan yang Allah titipkan kepada mereka. Hari ini mereka menjadi luar biasa dihadapan-Nya. Karena kalau Allah tidak berkenan menitipkan kalam-Nya, hari ini sudah hafal, besok lepas. Itulah yang mukjizat Allah lewat kalam-Nya,” kata dai yang karib disapa Abah Zain ini.

“Antara tangis, senyum dan haru pada hari ini harus direkat kembali, tunjukan kita memuliakan mereka bukan karena tubuh mereka, tapi karena titipan Allah lewat kalam-Nya,” katanya.

Dalam lanjutan motivasinya, Abah Zain berpesan perlunya banyak-banyak bersyukur kepada Allah, karena banyak diantara kita, secara penilaian dunia, mereka bisa kaya, sehat bahkan gagah, kuat, cantik dan Perkasa, bahkan seluruh manusia mengatakan dialah orang yang beruntung di dunia ini.

“Namun, jika Allah tidak izinkan untuk menitipkan Al-Qur’an ini, jangankan 30 Juz, satu surah atau ayat, bahkan satu huruf pun jika Allah berkenan kita tidak mau menitipkan itu tidak akan mampu kita miliki,” kata ayah 6 anak yang semunya hafidz/ hafidzah ini.

Padahal, terangnya melanjutkan, dalam berbagai pesan Allah begitu jelas bahwa betapa dahsyatnya alam kubur itu, begitu mengerikan dan panasnya dalam masa-masa penantian itu, hanya akan bisa didinginkan oleh bacaan Al-Qur’an.

“Mari terus praktikkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan,” tandasnya.

Event wisuda tahfidz yang diselenggarakan Mts-MA Al Burhan Hidayatullah Kota Semarang awal tahun 2023 ini juga dihadiri Wakil Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu, yang sekarang juga sebagai Pelaksana tugas (Plt) Walikota Semarang, Ketua Yayasan Al Burhan Hidayatullah Kota Semarang, Ust. Muhlis, dan Kepala Prodaya BMH Perwakilan Jawa Tengah, Yusran Yauma.*/

Wakaf untuk Kesejahteraan Umat

0

Oleh Asih Subagyo*

BARU baru ini saya menghadiri acara makan malam dan diskusi tentang wakaf yang digelar oleh Bank Waqf International di Ikhwan Delights Restoran Sungai Pencala Kuala Lumpur (5/1/2023). Sesi itu berlangsung secara konsisten yang saat saya menjadi salah satu pembicara malam itu, forum tersebut adalah edisi yang ke-25.

Bagi saya sawala yang dihadiri 4 pembicara dari berbagai negara itu, seperti Prof. Dr. Ramzan Aliti (STEM Labs – Nort Macedonia), Sultan Salahudeen (Pengusaha India) dan Bambang Kuswijayanto (Deputi Director Bank Waqf International) sangatlah penting bagi kita semua memajukan dunia atau gerakan wakaf di Tanah Air.

Ulasan dari Prof Ramzan Aliti misalnya benar-benar membuat kita harus berpikir bagaimana wakaf benar-benar berjalan di Indonesia. Jadi beliau berkisah bahwa di Nort Macedonia penduduk Muslim hanya 50% dan pernah dikuasai oleh komunisme yang berakhir pada 1990-an.

Namun dunia wakaf di sana sangat luar biasa. Berkat kesadaran tinggi penduduk Muslim di sana kembali mengelola aset-aset wakaf yang tersebar termasuk di lokasi strategis dengan tujuan meningkatkan ekonomi umat. Kini wakaf telah berjalan dengan baik.

Prof Ramzan pun kini menyampaikan bahwa umat Islam saat ini harus menguasai yang namanya STEM (science technology), engineering and mathematic untuk bisa bangkit dan kembali mewarnai dunia.

Wakaf dalam Bisnis

Tidak kalah menarik adalah uraian dari Sultan Salahudeen. Sebagai pengusaha ia menekankan pentingnya setiap pengusaha muslim melakukan yang namanya menanamkan (embedded) wakaf dalam aktivitas bisnis.

Pengusaha muslim harus berupaya agar dalam setiap profit atau benefit yang diterima, sebagian dialokasikan untuk kepentingan wakaf. Mengingat secara faktual tantangan umat sekarang sangat tidak ringan.

Oleh karena itu owner dari usaha di bidang gas dan kimia yang beroperasi di Malaysia, India dan Kanada itu mengajak kaum pengusaha muslim untuk memprioritaskan wakaf pada empat hal strategis, yaitu ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan dan perumahan.

Pengalaman Hidayatullah

Saya sendiri menjabarkan perihal pengalaman Hidayatullah dalam gerakan wakaf di Indonesia. Hidayatullah merupakan salah satu ormas Islam di Indonesia yang telah memiliki jaringan di seluruh Indonesia.

Kiprah dalam hal pengelolaan wakaf Hidayatullah telah memiliki beberapa pengalaman dalam beragam model penerapan. Sebab sebagaimana visi Hidayatullah membangun peradaban Islam, wakaf merupakan elemen penting dalam peradaban Islam itu sendiri.

Hidayatullah telah mengelola wakaf kaum Muslimin dalam dua bidang utama gerakan, yaitu dakwah dan pendidikan, sehingga publik mengenal bahwa kata Hidayatullah identik dengan dai, pesantren dan sekolah. Pengembangan pengelolaan wakaf ke depan akan diarahkan juga pada sektor pangan, kesehatan dan ekonomi.

Ternyata gagasan ini relevan dengan apa yang jadi gagasan dari Presiden Bank Waqf International Dr Dato’ Abu Ubaidah. Beliau menerangkan bahwa wakaf dapat menguatkan ekonomi umat, terlebih saat ini ekonomi yang berbasis kapitalisme dan sosialisme telah sempoyongan dan akan menuju kehancuran.

Sebab utamanya mengapa kapitalisme dan sosialisme mengalami itu adalah karena faktor riba (bunga) dan pajak. Berbeda dengan Islam, kata Dato’ yang memiliki solusi bernama wakaf yang sebenarnya merupakan bagian dari instrumen keuangan umat Islam.

Menariknya Dr Dato’ Abu Ubaidah telah lama menerapkan konsep bahwa dalam setiap keuntungan bisnis yang ia lakukan, 10% keuntungan dialokasikan sebagai wakaf yang kemudian dikelola secara profesional. Jadi, salah satu yang menurut Dato’ penting dalam gerakan wakaf saat ini adalah pentingnya profesionalisme nadzir.

Meski demikian sejatinya tantangan terbesar umat Islam dalam hal wakaf adalah minimnya literasi terhadap wakaf itu sendiri. Oleh karena itu Hidayatullah dalam hal ini seperti yang telah diupayakan terus menerus oleh Baitul Wakaf terus mengedukasi umat akan pentingnya wakaf dalam beragam media komunikasi dan penyiaran.

*) Penulis adalah Pembina Baitul Wakaf Hidayatullah

Beasiswa BMH Hadirkan 6 Hafidzah Al-Qur’an 30 Juz

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) —Event wisuda tahfizh yang diselenggarakan Mts-MA Al Burhan Hidayatullah Kota Semarang awal tahun 2023 ini menjadi bukti bahwa dana ziswaf yang diamanahkan para donatur menghasilkan sedekah jariah yang tidak akan ada putus-putusnya.

“Bersyukur pada Allah, amanah ziswaf yang diamanahkan kepada BMH dari para donatur, hari ini kembali diwisuda 15 orang tahfizh dari santriwati MTS-MA Al Burhan, 6 orang diantaranya beasiswa dari BMH,” kata Kepala Prodaya BMH Perwakilan Jawa Tengah, Yusran Yauma.

Hal itu dusampaikan Yusran saat menghadiri Wisuda Tahfidz 30 Juz santri Pondok Pesantren Alburhan Hidayatullah di Kampung Gedawang, Kelurahan Gedawang Banyumanik, Kota Semarang, Ahad, 22 Jumadal Akhirah 1444 H (15/1/23).

Sebuah kolaborasi apik dari lintas organisasi pendukung dan amal usaha dilingkup ormas Hidayatullah Kota Semarang yang pada wisuda kedua ini langsung dihadiri oleh Plt. Walikota Semarang, Ibu Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M. Sos dan Anggota Dewan Murabbi Hidayatullah Pusat, Ust. Zainuddin Musaddad, MA.

Dalam sambutannya, Ibu Ita, sapaan akrab ibu Walikota ini memberikan dukungan dan penghargaan kepada Hidayatullah Kota Semarang, dalam membimbing santriwatinya menjadi para penghafal Al-Qur’an.

“Wisuda ini menjadi salah satu kebanggaan para santri dan orang tua, pasti perjuangan anak-anak ini sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan wisuda Tahfizh kedua di Yayasan ini,” jelasnya.

Bahkan Ibu Ita, sempat memuji kado Wisuda dari BMH yang dibuat ibu-ibu Amil BMH salam bentuk buket bunga berisi uang,

“Bagus kreasi ini, bentuknya mirip bunga tapi bernilai karena berisi lembaran uang yang bernilai, ini bisa ditiru,” canda Walikota dihadapan 500 undangan yang hadir dalam kesempatan itu.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Burhan Hidayatullah Kota Semarang, Ust. Muhlis, mengatakan terlaksananya wisuda putri kedua ini, juga kedepannya, semoga santri-santri dipondok ini benar-benar mutqin 30 Juz.

“Dan semoga kita bisa syiarkan kepada umat bahwa di Kota Semarang ini masih ada sekolah formal namun tetap bisa menjadikan para santri-santrinya menjadi hafidza-hafidzah setiap tahun, Insyaallah,” harap Muhlis.

Salah satu penerima manfaat beasiswa BMH yang ikut penamatan tahfidzul Quran ini, Aulan Nuril Adha, mengaku bersyukur dan bangga. Dia mengaku memang butuh perjuangan harus meninggalkan orang tua dan tanah kelahiran untuk memutuskan melanjutkan jenjang pendidikan dan di sekolah ini.

“Saya bisa selesaikan hafalan Al-Qur’an lewat beasiswa BMH. Terimakasih BMH dan para donatur,” tutur Nuril dengan penuh haru.*/Yusran Yauma

Semarak Kegiatan Game Outbond PAUD Yaa Bunayya Hidayatullah Sumenep

0

SUMENEP (Hidayatullah.or.id) — Rona bahagia tampak terlihat di raut wajah anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Yaa Bunayya Kampus Hidayatullah Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu, 21 Jumadal Akhirah 1444 H (14/1/2023).

Hari itu, suasana semarak penuh keceriaan di Komplek Kampus Ponpes Hidayatullah Sumenep dengan diadakannya acara yang bertajuk Smart Game Outbound yang diikuti oleh anak anak PAUD Yaa Bunayya Sumenep.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Team Combat Surabaya didatangkan oleh sekolah yang memiliki akreditasi A tersebut. Berbagai permainan dan lomba dalam kegiatan edukatif itu membuat suasana pembelajaran berbasis game out door itu sangat antraktif, berkesan, dan penuh kenangan manis bagi para anak anak didik yang mengikutinya.

Seperti penuturan Azam Faiq Al Arkam yang mengaku senang ikutan acara ini dengan kakak-kakak instruktur baik dan ramah. “Mermainannya juga keren, tapi aku masih takut pas naik tangga dari tali,” ujarnya dengan nada polosnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh ananda Fahrudin Mumtaz, peserta didik cilik yang sedang duduk di bangku TK B Yaa Bunayya. Dia merasa sangat puas dan bahagia sekali bisa ikutan belajar dan bermain game di luar sekolah.

“Itu flaying foxnya tinggi sekali, aku awalnya merasa takut, namun saat saya dilepas, seolah saya seperti terbang kayak pesawat, saya sangat senang sekali,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Yaa Bunayya Sumenep, Nur Qayati, S.Pd menjelaskan, bahwa dipilihnya acara ini dimaksudkan agar anak-anak tidak merasa bosan berada di ruangan kelas.

“Selain itu ini juga menjadi ajang silaturrahim antara wali murid dengan pihak sekolah. Pilihan awal tahun 2023 ini juga, agar anak-anak kami semakin semangat belajar,” terang wanita berkecamata ini.

PAUD Yaa Bunayya Sumenep Madura adalah salah satu lembaga pendidikan Islam dibawah naungan Yaysan Salsabila Ponpes Hidayatullah Sumenep.

Yayasan ini telah memiliki beberapa lembaga pendidikan setingkat PAUD, SD hingga SMP, bahkan sekarang akan dikembangkan di tempat baru, yaitu kecamatan Batuan yang merupakan penyanggah kota Sumenep di sebelah baratnya.*/Jules Sofyan Amarta

BMH Hadirkan Asrama Santri di Ponpes Hidayatullah Kabupaten Lingga

0

LINGGA (Hidayatullah.or.id) — Laznash BMH Kepri melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama tahfidz di Kampus Ponpes Hidayatullah yang berlokasi di Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, baru baru ini, 17 Jumadal Akhirah 1444 H (10//1/2023). Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat serta orang tua santri hadir dalam seremonial peletakan batu pertama tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BMH Kepri, Abdul Aziz Elhaqqy, menyampaikan bahwa pembangunan asrama enam lokal untuk para tahfidz ini merupakan komitmen BMH Kepri untuk menghadirkan fasilitas yang memadai agar aktivitas pembinaan di pondok pesantren dapat berjalan dengan baik.

Dengan adanya fasilitas ini, jelas Abdul Aziz, kaum muslimin yang menitipkan anaknya di pondok dapat terlayani dengan baik.

” Kami juga berharap tidak ada lagi anak-anak khususnya dari kalangan tidak mampu yang putus sekolah, karena selain fasilitas kami juga menyiapkan beasiswa untuk para dhuafa,” imbuh Abdul Aziz.

Selain di Kabupaten Lingga, BMH Kepri juga telah memberikan bantuan gedung asrama di ponpes Hidayatullah kabupaten Bintan dan Tanjung Balai Karimun termasuk beberapa sumur bor dan instalasi air bersih di berapa ponpes di Kepulauan Riau.

Pengurus Ponpes Hidayatullah Lingga, Ust. Awwalin, menyatakan rasa syukur Alhamdulillah dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMH Kepri dan para donatur atas bantuan gedung asrama ini.

“Insya Allah ke depannya santri-santri kami tidak akan tidur di masjid lagi sehingga dapat lebih maksimal menjalani aktivitas pendidikan dan ibadah,” ucap Ust. Awwalin semringah.*/Mujahid M. Salbu

PMI Latih Jiwa Empati Murid SD Integral Hidayatullah Baubau

0

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) — Guna menggugah jiwa kemanusiaan dan sikap empati kepada sesama sejak dini sebagai salah satu wujud pengamalan sila kedua Pancasila: Kemanusiaan yang adil dan beradab dan juga terkandung dalam Kurikulum Merdeka, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Baubau berkolaborasi dengan SD Integral Hidayatullah Baubau melakukan edukasi Palang Merah kepada murid, Jum’at, 20 Jumadil Akhir 1444 H (13/1/2023) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah tercinta SD Integral Hidayatullah Baubau menghadirkan narasumber dari Staff Markas dan Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Baubau dan diikuti oleh sejumlah siswa kelas 2.

Wali Kelas 2 Rizkiani, S.Pd.I mengatakan dalam pembelajaran inipun siswa sangat antusias mengikuti dan menyukai kegiatan tersebut.

“Jazakumullah khairan katsiran kami ucapkan kepada PMI Kota Baubau yang telah berbagi ilmu kepada siswa kami sehingga para siswa dapat mengetahui dasar-dasar pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan baik yang terjadi di sekolah ataupun di rumah. Subhanallah,” kata Rizkiani.

Rizkiani berharap para siswa yang telah mendapatkan pembelajaran ini dapat terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikapnya terkait dasar pertolongan pertama serta tindakannya.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SD Integral Hidayatullah Baubau, Asmaun, S.Pd. berharap edukasi seperti ini dapat dilaksanakan tidak hanya saat ini saja.

“Kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan mengingat banyaknya kegiatan PMI yang dapat disinergikan dan dikolaborasikan dalam hal ilmu dan pengalaman ke-PMI-an kepada seluruh siswa,” katanya.*/Noer Akbar