
NUSAKAMBANGAN (Hidayatullah.or.id) — Suasana penuh khidmat dan haru mewarnai pelaksanaan Tabligh Akbar di Lapas Kembang Kuning, Nusakambangan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian “Nusakambangan Menyapa Indonesia” tersebut turut melibatkan PosDai sebagai bagian dari upaya penguatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kamis, (20/08/2026)
Ratusan warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Di balik keterbatasan ruang dan status mereka sebagai warga binaan, terlihat semangat yang kuat untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menatap kehidupan setelah masa pembinaan dengan optimisme.
Ketua PosDai Pusat, Abdul Muin, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran dan mitra yang terlibat dalam program pembinaan di Nusakambangan.
Dalam sambutannya, Muin menegaskan bahwa PosDai di tengah warga binaan bukan sekadar memenuhi agenda kegiatan. Lebih dari itu, menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan dakwah yang menyentuh mereka yang sedang berada dalam proses memperbaiki diri.
“Kehadiran PosDai di tengah warga binaan bukan sekadar untuk memenuhi agenda kegiatan. Kami ingin hadir membawa dakwah yang menyentuh hati, menguatkan mereka yang sedang berproses memperbaiki diri, dan menegaskan bahwa pintu taubat serta kesempatan untuk berubah selalu terbuka. Bagi kami, tidak ada manusia yang boleh kehilangan harapan untuk menjadi lebih baik.” ucap Muin

“Hijrah Tanpa Nanti, Taat Tanpa Tapi”
Semangat utama yang mengemuka dalam kegiatan tersebut terangkum dalam slogan:
“HIJRAH TANPA NANTI, TAAT TANPA TAPI.”
Kalimat tersebut menjadi pesan sekaligus ajakan agar setiap orang tidak menunda kesempatan untuk melakukan kebaikan.
Hijrah tidak harus menunggu keluar dari lapas. Perubahan dapat dimulai dari tempat seseorang berada saat ini. Demikian pula ketaatan tidak perlu menunggu keadaan menjadi sempurna. Ia dapat dimulai dengan satu langkah sederhana: kembali kepada Allah dan berkomitmen untuk memperbaiki diri.
Pesan itu menjadi relevan bagi para warga binaan yang tengah menjalani proses pembinaan. Masa di dalam lapas tidak harus dipandang sebagai akhir perjalanan, tetapi dapat menjadi ruang untuk bermuhasabah, belajar, bertobat, dan menyiapkan kehidupan baru.
Dari balik tembok Lapas Kembang Kuning, semangat perubahan itu justru terasa kuat. Antusiasme warga binaan dalam mengikuti Tabligh Akbar menunjukkan bahwa harapan masih hidup dan selalu memiliki ruang untuk tumbuh.
PosDai Perkuat Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan
Keterlibatan PosDai dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk memperluas jangkauan dakwah, termasuk kepada masyarakat yang berada dalam kondisi dan ruang kehidupan yang memiliki keterbatasan.
Abdul Muin, menegaskan pentingnya menghadirkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan bagi warga binaan.
Muin mengatakan bahwa warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian, pendampingan, dan penguatan spiritual. Dakwah di lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk membantu mereka menemukan kembali arah hidup dan membangun optimisme.
“Kehadiran dai di tengah warga binaan juga menjadi pengingat bahwa pintu taubat dan rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh ingin kembali kepada-Nya. Karena itu, proses pembinaan tidak cukup hanya dengan pendekatan hukum dan sosial, tetapi juga perlu diperkuat dengan pendekatan spiritual dan pembinaan akhlak.” tegas Muin pada media ini

Menyiapkan Bekal Kembali ke Masyarakat
Tabligh Akbar di Lapas Kembang Kuning juga menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran bahwa setiap warga binaan memiliki masa depan yang harus dipersiapkan.
Ketika kelak kembali ke tengah masyarakat, mereka diharapkan tidak hanya membawa pengalaman masa lalu, tetapi juga membawa perubahan dalam diri, peningkatan kualitas ibadah, keterampilan, serta komitmen untuk hidup lebih baik.
Di sinilah dakwah memiliki peran penting. Pesan agama tidak hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga dapat menjadi energi untuk membangun karakter dan keberanian memulai kehidupan baru.
“Hijrah Tanpa Nanti, Taat Tanpa Tapi” akhirnya bukan sekadar slogan yang digaungkan dalam sebuah kegiatan. Ia menjadi simbol tekad bahwa perubahan tidak boleh ditunda dan ketaatan tidak boleh dipenuhi alasan.
Dari Lapas Kembang Kuning, PosDai bersama para mitra pembinaan ingin terus menyalakan pesan sederhana: setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, setiap kesalahan memiliki jalan taubat, dan setiap masa depan masih bisa diperjuangkan.






