AdvertisementAdvertisement

Silaturahim Syawal Pemanasan Songsong Silatnas Hidayatullah 2023

Content Partner

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Pekan-pekan bakda Ramadhan ini, ramai digelar Silaturahim Syawal 1444 Hijriyah di berbagai kampus Hidayatullah se-Indonesia. Di antaranya yang digelar di Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.

Perhelatan Silaturahim Syawal 1444H, menurut salah seorang pembimbing Hidayatullah Gunung Tembak, Ustadz Abdul Latief Usman, merupakan ajang pemanasan menuju Silaturahim Nasional Hidayatullah.

“(Silaturahim Syawal) ini warming up, pemanasan untuk 5 bulan yang akan datang (Silatnas Hidayatullah 2023). Silaturahim Syawal ini gladi resik, baik bagi panitia maupun peserta,” ujar Ustadz Abdul Latief Usman dalam rangkaian Silaturahim Syawal di Masjid Ar-Riyadh, 23 Syawal 1444H, Ahad (14/5/2023) bakda ashar.

Menurut Sekretaris Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan ini, hasil yang diperoleh dari kerja keras selama pelaksanaan Silaturahim Syawal 1444H, menggambarkan hasil kerja seandainya Silatnas digelar saat ini.

“Alhamdulillah! Kalau Silatnas kita laksanakan hari ini, insya Allah hasilnya ya seperti saat ini,” ujarnya di depan ratusan jamaah mulai dari peserta Silaturahim Syawal hingga santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) yang baru masuk kampus lagi bakda liburan.

Gasspoll

Oleh karena itu, Ustadz Abdul Latief mengajak warga Hidayatullah khususnya di Kalimantan untuk meningkatkan persiapannya jelang silatnas. Gasspoll, istilah populernya saat ini.

Ustadz Abdul Latief mengajak segenap warga Hidayatullah untuk lebih nge-gas menyongsong silatnas. Ibarat kendaraan, jika selama ini berjalan biasa saja dengan bahan bakar bensin, misalnya, maka mulai saat ini hingga silatnas mendatang, laju ‘kendaraan’ harus dinaikkan drastis. Hal demikian, tambahnya, yang diharapkan KH Abdurrahman Muhammad.

“Pemimpin Umum (Hidayatullah) ingin mengajak ‘kendaraan’ kita ganti bahan bakarnya dengan bahan bakar pesawat. Kalau kemarin lajunya mencapai 70-80 km per jam, maka (sampai) 4 bulan ke depan menempuh jaraknya mencapai 800 km,” ujar Ustadz Abdul Latief Usman sembari berilustrasi.

“Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita semua,” tambahnya.* (SKR/MCU)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Mengapa Allah Tak Menolong Gaza?

DITENGAH rentetan peristiwa mencekam yang sedang dialami keluarga kita di Gaza dan juga terjadi di tempat lain pada umat...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img