Beranda blog Halaman 339

Kampus Utama Hidayatullah Depok Gelar Silaturrahim Muallimat

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka menguatkan pembinaan dalam kiprah dakwah keumatan bagi komunitas dan segenap stakeholders di lingkungan pendidikan, Kampus Utama Hidayatullah Depok menggelar acara Silaturrahim Muallimat yang digelar intensif sehari pada Jum’at, 05 Safar 1444 (02/9/2022).

Acara dihadiri pula Ketua pengurus YPPH Depok Ust. Lalu Mabrul, M.Pd.I dan ketua unit rekrutmen dan pembinaan Anggota Ust. Aminullah Al-Hafidz.

Adapun peserta adalah para muallimat dari utusan PD Muslimat Hidayatullah Depok dan muallimat PAUD, SD dan SMP Putri Hidayatullah Depok.

Ketua panitia acara yang juga Kepala Departemen Dakwah YPPH Depok Ust. Hafid Bahar, MM, mengatakan kegiatan ini untuk semakin menguatkan sinergi lintas muallimat di Kampus Utama Hidayatullahh Depok dalam mengoptimalkan pembinaan wali murid.

“Penyamaan persepsi serta niat yang baik sesuai perintah agama dan sesuai petujuk dari lembaga dalam melaksanakan pembinaan wali murid,” kata Ust Hafid.

Ust Hafid mengatakan, dalam kegiatan ini juga dilakukan sosialisasi format dan standardisai pelaksanaan pembinaan wali murid.

Ia berharap dengan adanya forum muallimat Kampus Utama Hidayatullahh Depok ini, kehadiran Hidayatullah tidak hanya mencerahkan peserta didik tapi juga mencerahkan wali murid serta masyarakat luas dengan semangat ukhuwah untuk eratkan ikatan ummah. (ybh/hio)

Wakil Bupati Apresiasi Kiprah Hidayatullah Bangun Berau

TANJUNG REDEB (Hidayatullah.or.id) – Wakil Bupati Berau, H. Gamalis, S.E, mengapresiasi kiprah nyata Hidayatullah atas kontribusinya selama ini membangun Kabupaten Berau melalui beragam programnya yang diarusutamakakan dalam gerakan dakwah dan pendidikan yang diorientasikan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) beriman dan bertakwa serta melahirkan insan mulia yang berilmu pengetahuan serta berwawasan kekinian sesuai tantangan zaman.

Hal itu disampaikan Waki Bupati Gamalis saat menghadiri kegiatan bakti sosial, penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis dan pemberian bantuan dalam Pelatihan Dasar (Latsar) Golongan III Angkatan LXI/61 dan LXI/62 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau Tahun 2022, Kamis, 5 Safar 1444 (01/09/2022).

“Terimakasih atas kiprah Hidayatullah yang telah mendukung dan terlibat dalam mendukung program pembangunan khususnya di Kabupaten Berau,” kata Gamalis disela pembukaan acara yang diselenggarakan oleh BKPP/BPSDM Provinsi Kaltim bertempat di Gedung Aula Pesantren Hidayatullah, Kecamatan Tanjung Redeb, Berau, itu.

Di kesempatan yang sama, Wakil Bupati Gamalis yang menyampaikan pidato sambutakn pembukaan acara dalam kegiatan ini menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada segenap jajaran Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Berau atas terlaksananya kegiatan ini.

“Kegiatan ini menjadi ajang pelatihan sekaligus pembuktian bahwasanya para peserta pelatihan dasar CPNS ini memiliki jiwa sosial yang tinggi,” kata Gamalis.

Gamalis pun mengapresiasi kegiatan penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis dalam rangkaian acara ini. Agenda tersebut menurutnya senafas dengan upaya pemerintah dalam pemulihan masyarakat pasca pandemi untuk bangkit lebih cepat dan pulih lebih kuat.

“Apalagi latar belakang mereka yang sebagian besar merupakan dokter dan tenaga kesehatan, menjadikan sakin terasa bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

Gamalis mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan positif karena tidak hanya berfungsi sebagai wahana untuk menyalurkan kepekaan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian dan solidaritas kepada sesama.

“Terutama ditengah situasi pemulihan pandemi covid-19 dan perubahan cuaca yang menjadikan masyarakat lebih rentan terserang berbagai penyakit,” ungkapnya.

Dengan demikian, ia selaku pemerintah daerah berharap semua ASN di kabupaten Berau dapat memberikan kontribusi terbaiknya terhadap pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Berau yang maju dan sejahtera dengan sumber daya manusia yang handal untuk transformasi ekonomi dalam peningkatan sumberdaya alam secara berkelanjutan.

Ust Muhammad Arisandi selaku Kepala Sekolah SMP Al Ihsan Hidayatullah Berau sekaligus mewakili Yayasan Hidayatullah Berau menyampaikan terimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara karena telah memilih tempat Kampus Hidayatullah Berau sebagai sarana terselenggaranta kegiatan ini.

“Acara ini juga memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu memberikan tambahan wawasan terkait dengan kesehatan,” kata Arisandi sambil menambahkan sehat itu adalah suatu keniscayaan yang memang harus diupayakan sehingga diorientasikan untuk menjadi sehat itu wajib sejak dini.

“Semoga adik-adik semua bisa menyerap sehingga mendapatkan ilmu bagaimana cara hidup sehat yang baik, sehingga bisa menjadi harapan bagi bangsa kita ini,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan pada kegiatan ini antara lain Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Berau, Kepala Sekolah SMP Hidayatullah, BKPP Berau, Widya Swara BPSDM Kaltim, peserta pelatihan CPNS dan para guru beserta murid sekola Hidayatullah Tanjung Redeb.

Diketahui kegiatan ini adalah salah satu bentuk dari kegiatan bela negara yang diekspresikan dengan bentuk kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Berau. Adapun bentuk kepanitiaan dalam kegiatan ini terdiri dari peserta dari CPNS tahun 2022 angkatan 61 dan 62.*/Hasman

Menyoal Efektifitas Bantalan Sosial Dampak Kenaikan BBM

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Mas Imam Nawawi menyoal efektifitas bantalan sosial (bansos) atas dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), di sisi lain umumnya masyarakat juga berteriak menolak kebijakan tersebut yang dinilai tidak pro rakyat.

“Pemerintah tentu sangat paham bahwa kenaikan harga BBM akan sangat berdampak bagi masyarakat. Kita tahu kesadaran itu mendorong pemerintah siapkan bantalan dampak kenaikan harga BBM, tapi apakah itu solutif,” kata Imam dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 9 Safar 1444 (5/9/2022).

Sebelumnya Menteri Keuangan menerangkan bahwa Presiden telah siapkan bantalan sosial senilai Rp. 24,17 triliun. Lebih lanjut Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah siapkan tiga jenis bansos. Pertama, bantuan langsung tunai (BLT) untuk 20,65 juta kelompok atau keluarga penerima manfaat (KPM).

Besaran BLT adalah Rp. 150 ribu sebanyak empat kali dan akan disalurkan dalam dua tahap melalui Kantor Pos di seluruh Indonesia.

Jenis bansos Kedua, adalah subsidi upah untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp. 3,5 juta per bulan. Ketiga, Presiden juga meminta pemerintah daerah (pemda) memberikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat.

Menurut Imam, berkenaan dengan jenis bansos tersebut sebenarya cukup ganjil terasa. Dia mengatakan, satu sisi kenaikan harga BBM adalah keputusan pemerintah dan pemerintah tahu apa dampaknya.

Kemudian, nyatanya pemerintah tetap mengambil keputusan itu. Lalu agar masyarakat tidak “gerah” pemerintah memberikan “hiburan” berupa bantuan sosial sebagai bantalan.

“Kalau kita ibaratkan sebagai orangtua, pemerintah ini sikapnya apa kepada anaknya, tepat, kurang tepat atau seperti apa,” kata Imam seraya menambahkan dalam sisi ini terlihat ada absurditas. Kata Imam, inilah fakta dan akan jadi catatan sejarah.

“Permasalahan belum selesai pada kebijakan bansos yang katanya bantalan sosial itu. Lebih jauh waktu juga merekam catatan penting bahwa tidak jarang bansos sangat kerap diselewengkan,” kata Imam sambil mengutip temuan ICW bahwa Bareskrim Polri menerima 107 aduan dugaan penyelewengan bansos Covid-19.

“Jadi pertanyaannya bertambah untuk pemerintah. Apakah ada jaminan bansos ini tepat sasaran dan bersih dari potensi penyelewenangan seperti yang sebelumnya telah terjadi,” tukasnya.

Imam mengingatkan, dalam skala umum bisa diihat bahwa pengelolaan apapun yang tidak berlandaskan kejujuran dan sifat amanah pasti akan berdampak ketidakbaikan, cepat atau lambat.

Imam menilai polemik kenaikan BBM dan dampak ikutannya boleh jadi menjadi pukulan terberat yang Presiden Jokowi alami selama memerintah. Terlebih sebagian masyarakat merespon dengan semangat 45 turun ke jalan melakukan unjuk rasa.

“Sebuah pelajaran pasti, memimpin bukan perkara mudah. Memimpin tidak bisa semena-mena. Dan, memimpin harus siap berkorban, bukan siap bersenang-senang,” kata Imam.*/Amanji

Beginilah Cara Meneladani Rasulullah Muhammad ﷺ

0

BILA seorang muslim ditanya: siapakah manusia terbaik yang patut Anda teladani? Ia pasti menjawab, “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ini adalah jawaban yang jujur dan seharusnya, sesuai firman Allah dalam surah al-Ahzab: 21, “Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharapkan Allah dan Hari Akhir, dan dia banyak mengingat Allah.”

Pertanyaannya, bagaimana cara meneladani beliau?

Dalam hal ini, Sufyan bin ‘Uyainah berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah timbangan terbesar (al-mizan al-akbar). Terhadap beliaulah segala sesuatu dihadapkan (untuk ditimbang), berdasarkan akhlak, gaya hidup dan perilaku beliau. Apa saja yang selaras dengannya maka itulah kebenaran, sedangkan apa saja yang bertentangan dengannya maka itulah kebatilan.” (Riwayat Al-Khathib al-Baghdadi dalam Al-Jami’, no. 7).

Maka, untuk meneladani beliau, maka kita harus menghadapkan kehidupan kita dengan ajaran beliau, memperbandingkannya, kemudian mengambil tindakan yang diperlukan. Jika belum selaras, kita harus segera berbenah.

Beliau bersabda, “Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama selalu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (Riwayat Malik, dalam al-Muwatha’, dengan sanad yang hasan-mursal).

Mengapa demikian? Sebab, mustahil mengevaluasi sesuatu hal jika tidak ada standarnya. Ketika seorang guru memeriksa lembar jawaban yang dikerjakan muridnya, dengan mudah ia bisa memberikan penilaian, karena ia sudah mengerti jawaban yang benar dari setiap soalnya.

Bayangkan, bagaimana jika setiap soal bebas dijawab sekenanya! Pasti tidak akan ada jawaban yang bisa disalahkan atau dibenarkan. Semuanya menjadi relatif. Tampaknya, inilah yang dikampanyekan oleh para penganut faham relativisme-liberalisme, dimana menurut mereka tidak ada kebenaran yang mutlak, dan setiap orang boleh mengembangkan standarnya sendiri-sendiri.

Namun ajaibnya, penganut faham relativisme-liberalisme bisa dengan penuh takzim menerima “Deklarasi HAM” yang digariskan oleh PBB, misalnya, tetapi sangat sengit menolak standar yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya!

Jadi, kita harus mau mengkaji Al-Qur’an dan Sunnah. Inilah sumber terpercaya tuntunan Islam. Mempelajari agama adalah kewajiban setiap muslim, minimal dalam kadar agar bisa hidup secara benar dan lurus.

Sebagai misal, seorang pedagang muslim tidak harus mengkaji semua ilmu Islam sampai tuntas, tetapi ia harus mengerti bagaimana berniaga yang benar, agar tidak terjerumus dalam riba, penipuan, syubhat, atau memakan harta orang lain secara batil.

Seorang guru muslim pun tidak harus mengerti seluruh khazanah Islam, tetapi ia harus paham bagaimana menanamkan ilmu dengan tepat, agar pendidikan yang diberikannya bisa membenahi jiwa, meluruskan perilaku, dan menghantar menuju ketakwaan.

Semua profesi, keadaan, kasus, status, mestinya dihadapi dengan ilmunya masing-masing, agar tidak menimbulkan kerusakan dimana-mana. Diatas semua itu, apapun profesinya, selama dia muslim, dia harus mengerti akidah yang lurus, shalat dan ibadah yang benar, juga akhlak/adab yang baik. Oleh karenanya, Imam Bukhari memberi judul salah satu bab dalam kitab Shahih-nya, “Bab : ilmu sebelum berbicara dan berbuat.”

Di sisi lain, banyak diantara kita yang seolah merasa kurang afdol jika belum membaca koran, atau merasa sayang jika melewatkan satu seri sinetron di televisi atau tayangan gosip, namun tidak tergerak untuk menelaah buku-buku yang akan memandu pada kehidupan akhirat. Padahal, membaca koran bukanlah kewajiban, dan takkan berdosa jika tidak melakukannya.

Adapun mengkaji Al-Qur’an dan Sunnah, maka ia adalah konsekuensi dari iman. Jika tidak dilakukan, jelas akan menjadi persoalan yang sangat sukar dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Bukankah Rukun Iman ke-3, yaitu beriman kepada kitab-kitab Allah, mewajibkan kita untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an? Bukankah Rukun Iman ke-4, yaitu beriman kepada para Rasul, adalah tugas nyata untuk meneladani mereka dalam kehidupan? Jangan sampai kita menjadi orang yang lebih menggandrungi novel dan berita olahraga, tetapi tidak tertarik kepada Al-Qur’an dan Sunnah!

Sehubungan dengan ilmu-ilmu agama, yang pada dasarnya merujuk kepada Al-Qur’an dan Sunnah, Ibnu Syihab az-Zuhri berkata, “Sesungguhnya ilmu ini adalah pendidikan dari Allah (adabullah) yang dengannya Allah mendidik Nabi-Nya, dan dengannya pula beliau mendidik umatnya. Ia adalah amanah Allah kepada Rasul-Nya agar ditunaikan kepada yang seharusnya menerimanya. Maka, barangsiapa yang mendengar suatu ilmu hendaklah ia menjadikan ilmu itu di depannya sebagai hujjah antara dirinya dengan Allah ta’ala.” (Riwayat Al-Khathib al-Baghdadi dalam Al-Jami’, no. 8).

Dengan pandangan seperti inilah generasi awal umat Islam meraih kejayaannya. Mereka mendidik diri dan keluarganya dengan adabullah, pendidikan dari Allah, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah, serta segala ilmu yang berputar di sekitarnya.

Mereka samasekali tidak silau kepada yang lain, sebagaimana dikatakan oleh ‘Umar bin Khattab, “Kita dulu adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Maka, kapan pun kita mencari kemuliaan dengan selain yang Allah gunakan untuk memuliakan kita, pasti Allah menghinakan kita.” (Riwayat al-Mundziri dalam at-Targhib wat Tarhib, no. 4393).

Jadi, tidak ada cara lain meneladani beliau kecuali dengan mengerti ajarannya, lalu beramal sebaik-baiknya diatas landasan ilmu itu. Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Gelaran PPKMB 2022 STIE Hidayatullah Depok Teguhkan Aktualisasi

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Kampus Sekolah Tinggi llmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) Tahun Akademik 2022.

Pembukaan PPKMB yang dihadiri seluruh bahasiswa baru ini digelar di Aula Gedung SP, Kampus Hidayatullah Depok, Jln Raya Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu, 29 Muharram 1444 (27/8/2022).

Ketua STIE Hidayatullah Depok, Muhammad Saddam, S.E., M.Ak., dalam sambutannya mengatakan PPKMB merupakan wahana bagi kampus untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri.

Selain itu, Saddam menjelaskan, kegiatan PPKMB STIE Hidayatullah ini sekaligus sebagai katalis dalam proses adaptasi dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di STIE Hidayatullah Depok dengan semangat meneguhkan aktualisasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pada kesempatan itu Saddam juga menyampaikan ihwal kebijakan MBKM Kemendikbud Dikti sebagai konsep baru yang mendorong dan memberikan keleluasaan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa.

Dengan spirit tersebut PPKMB STIE Hidayatullah 2022 ini mengusung tema “Aktualisasi Iman dan Ilmu pada Kampus Merdeka dalam Menghadirkan Peradaban Islam” dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.

Sementara itu, Ketua Panitia PPKMB STIE Hidayatullah 2022, Abdul Khaliq, S.M, dalam keterangannya mengatakan kegiatan pengenalan instusi kampus disampaikan oleh Ketua, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua III, dari berbagai bidang di dalamnya.

“Selama kegiatan berlangsung ada kegiatan outdoor ataupun indoor yang sudah terjadwal mulai dari ibadah, olahraga, termasuk praktik di lapangan, kedisiplinan, serta akselerasi kebahasaan, dan bina al Qur’an,” kata Khaliq.

Selain diikuti peserta secara offline, ada juga mahasiswa baru dari sejumlah daerah di Tanah Air yang mengikuti kegiatan PPKMB STIE Hidayatullah 2022 ini secara daring yang sebelumnya telah melakukan konfirmasi mengalami kendala tertentu dari daerah asal.

Khaliq menambahkan, selain mengenalkan sistem pembelajaran dan kehidupan sivitas akademika di perguruan tinggi, PPKMB STIE Hidayatullah 2022 ini juga memperkenalkan hak dan kewajiban sebagai mahasiswa, sebagai insan pra dewasa, bagi diri, dan lingkungan sekitar dalam rangka mewujudkan kampus yang ramah, aman, dan sehat.

“Kami berharap, dari kegiatan PPKMB STIE Hidayatullah 2022 ini, akan mewujudkan mahasiswa pembelajar yang lincah dan tangguh. Powerfull agile learner!,” pungkasnya.

Pembukaan PPKMB STIE Hidayatullah 2022 dihadiri juga oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Ustadz Lalu Mabrul, M.Pd.I, yang didampingi jajarannya, Direktur Utama Laznas BMH, Supendi, dan sejumlah tokoh dan undangan.

Wejangan ‘Tombo Ati’ Ustadz Abdul Latief untuk Peserta Scouting Skill Pramuka

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ustadz mengisi ceramah depan jamaah itu biasa. Ustadz mengajak bernyanyi itu tidak biasa. Itulah yang terjadi pada acara Pembukaan Scouting Skill Satuan Komunitas Pramuka Hidayatullah di Aula Prasmanan, Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Kamis, 27 Muharram 1444 (25/08/2022).

Momennya terjadi Ketika Sekretaris Badan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Ustadz Abdul Latief Usman, didaulat memberi sambutan pamungkas di hadapan ratusan peserta yang datang dari penjuru Indonesia.

Ia lalu meminta ada peserta yang tampil untuk maju ke depan. “Ayo, Pramuka harus siap selalu, tidak boleh menolak,” ucapnya memberi semangat.

“Suara saya sebenarnya lebih merdu, cuma kali ini minta anak buahnya saja yang maju duluan,” ucap ustadz Latief tersenyum sambil menyebut nama seorang instruktur yang hadir di ruangan.

Singkat cerita, Habib peserta asal Papua, didapuk menyanyikan lagu nasional berjudul “Dari Sabang sampai Merauke”.

Menurut ustadz yang juga perintis majalah nasional Suara Hidayatullah ini, sebagian masyarakat hanya bisa melagukan lirik-lirik di atas, dari Sabang sampai Merauke, namun masih sulit untuk melakukan apa yang dilagukan atau dinyanyikan tersebut.

“Alhamdulillah Hidayatullah sudah melakukan itu, berjajar pulau-pulau dan berjajar pula pondok-pondok pesantren Hidayatullah dari Sabang sampai Merauke,” lanjutnya.

Tak cukup, kali ini Ustadz Latief meminta Milza Taga, peserta dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara menyanyi lagu “Tombo Ati”.

Pantauan Media Center @Ummulqurahidayatullah (MCU), seketika seisi ruang pecah dengan suara peserta yang tertawa. Rupanya Milza memberi isyarat mengaku tidak hafal lirik lagu tersebut.

“Pakai versi Indonesia saja, ustadz ya?” tawar Milza yang langsung diiyakan oleh peserta dan selanjutnya mereka lalu menyanyi ramai-ramai.

“Barusan kita dengar lagu Tombo Ati, apa yang berat? Lagu itu gampang, semua orang bisa hafal. Tapi laku itu yang tidak mudah,” terang Ustadz Abdul Latief menjelaskan perbedaan antara kata lagu dan laku.

“Harusnya semua kader dakwah di Hidayatullah sudah laku, dilakukan,” ucap ustadz sambil mengeja kata terakhir dengan pelan tapi tegas.

Selanjutnya, ustadz yang telah malang melintang berdakwah itu memberi penjelasan singkat dari beberapa lirik lagu tersebut. Membaca al-Qur’an, shalat malam, zikir, puasa, hingga berkumpul dengan orang-orang shaleh adalah sumber kekuatan spiritual seorang kader dakwah. Ia tidak boleh diabaikan apalagi sampai ditinggalkan.

“Saya harap tadi malam peserta tidak ada yang tidak shalat lail dan mulai nanti malam semua peserta shalat lail berjamaah di masjid,” nasihat ustadz mengingatkan.

Terakhir, Ustadz Abdul Latief Usman mengaku terharu sebagai orang tua melihat generasi penerus dakwah Islam yang terus bersemangat.

“Kalian semua datang dari Sabang sampai Merauke, inilah pemimpin masa depan Indonesia, yang antara luar dan dalamnya satu. Inilah senyum saya dan inilah senyum hati saya, tidak ada orangtua yang tidak terharu melihat ini,” ujarnya.

“Pemimpin masa depan bangsa yang ditunggu adalah yang luar-dalamnya sama. Bukan hanya pintar lagu tapi juga pintar laku, banyak yang pintar dan hafal lagu tapi tidak laku (mengerjakannya),” pungkasnya.* (Abu Jaulah/MCU)

[Khutbah Jumat] Istiqomah Dalam Keimanan

0

Kita semua ingin masuk husnul khotimah atau akhir hidup di dunia ini dengan kebaikan. Sebab dengan husnul khatimah menjadi salah satu tanda yang akan mengantar kepada syurga. Husnul khatimah itu bukan datang dengan tiba-tiba tapi melalui syarat yaitu beriman dan beramal secara istiqomah.

Istiqomah adalah beriman dan beramal secara continue, konsisten dan terus menerus. Ada dua doa yang Rasulullah dan Allah ajarkan untuk senantiasa kita panjatkan agar istiqomah. Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya, unduh sekarang:

Daurah Marhalah Wustha se-Sumatera Barat dan Riau

0

PEKANBARU (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah sebagai ormas Islam terus berkiprah dengan program dakwah, sosial, dan pendidikan. Kader-kader Hidayatullah tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia.

Dalam meningkatkan dan menguatkan peran kader dalam melayani umat, Hidayatullah melakukan upgrading melalui Daurah Marhalah Wustha.

Pelatihan lanjutan atau Daurah Marhalah Wustha yang dibawa Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Riau bertujuan sebagai ikhtiar untuk terus menguatkan layanan keummatan khususnya di kawasan Riau dan Sumatera Barat.

Daurah Marhalah Wustha kali ini bekerjasama dengan Hidayatullah Wilayah Sumatera Barat yang berlangsung selama 4 hari. Dimulai dari Kamis, 25 Agustus 2022 sampai hari Ahad, 28 Agustus 2022, di kantor Aula DPW Wilayah Hidayatullah Riau dan Pondok Pesantren Hidayatullah Pekanbaru.

Peserta Daurah Marhalah Wustha ini berjumlah 30 orang, berasal dari daerah-daerah yang ada di Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Hadir sebagai pemateri yaitu Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah Ust. Hamim Thohari; Kepala Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ust. Ir. Abu A’la Abdullah, Anggota Dewan Murobbi Pusat Ust. Sholih Hasyim; dan Ketua Departemen Perkaderan DPP Ust. Muhammad Shaleh Utsman S.S, M.I.Kom.

“Setelah kegiatan Daurah Marhalah Wustha se-Sumbari ini, para peserta diharuskan memperdalam materi di Halaqah Wustha dan mengimplementasikan pada kehidupan sehari-hari,” ujar Muhammad Shaleh Utsman. Daurah Marhalah Wustha ini ditutup dengan olahraga futsal bersama.*/Suheri Abdullah

Upgrading untuk Lahirkan Generasi Muda Berkualitas dan Kompetitif

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta menggelar kegiatan upgrading pemuda sebagai ikhtiar penguatan mutu serta peningkatan kualitas dan kapasitas pemuda dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia berdaya saing yang siap berkompetisi di masa mendatang.

Program upgrading pemuda dalam kemasan program Leadership Training Center (LTC) ini mengangkat tajuk “Millenial Leaders: Melejitkan Potensi dan Progresifitas Pemuda Bersama Al Quran” digelar selama 3 hari di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Otista, Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, yang dibuka pada Jum’at (26/8/2022).

Ketua PW Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta, Haniffudin Chaniago, mengatakan kegiatan yang didukung Baznas Bazis DKI dan BMH ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap pengentasan masalah remaja dan kepemudaan yang menurutnya penting menjadi perhatian bersama.

“Masalah kepemudaan di kawasan Metro Jaya penting menjadi perhatian kita, apalagi generasi milenial seperti mereka rentan terpapar pengaruh narkoba, kejahatan, dan juga kenakalan remaja,” kata Hanif.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2022 ini, Haniffudin menyebutkan kawasan Metro Jaya yang meliputi DKI Jakarta dan sekitarnya menduduki posisi kedua sebagai daerah dengan kejahatan tertinggi di Indonesia dengan sebanyak 26.585 kasus.

“Oleh sebab itu, kita perlu memastikan bahwa generasi muda muslim khususnya di kawasan Metro Jaya DKI Jakarta dan sekitarnya tak terpapar kerentanan tersebut, salah satunya dengan menggelar kegiatan positif yang intensif berupa training motivasi dan pengembangan bakat leadeship,” kata Haniffudin dalam keterangannya, Ahad (28/8/2022).

Dia mengajak peserta memaksimalkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dan inspirasi serta menjalin ukhuwah islamiyah antar sesama.

Haniffudin berharap, kegiatan yang digelar selama tiga hari yang diikuti puluhan peserta ini menjadi ajang refreshing di akhir pekan sambil meluaskan koneksi dan sinergi potensi.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta, Muhammad Isnaini, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya gerakan pendidikan dan pelatihan generasi muda dalam rangka menyiapkan kader pemimpin di masa mendatang.

Isnaini menekankan, dengan bekal Al Quran yang selalu didaras dan diimplementasi dalam kehidupan sehari hari, akan menjadi inspirasi yang menggerakkan generasi muda untuk memberi manfaat luas bagi kehidupan.

“Ditengah gempuran gaya hidup yang serba bebas dan instan dewasa ini, generasi muda muslim perlu dikawal dan didampingi untuk kembali kepada Al Quran sebagai pegangan hidup agar jiwanya tidak kering dari nilai nilai ruh islamiyah,” katanya.

Isnaini menambahkan, dengan Al Quran yang mengisi jiwa para pemuda maka diharapkan mereka akan menjadi pribadi yang tangguh, kompetitif, tidak mudah menyerah, berakhlak mulia, progresif dan beradab.*/Cha

Wadi Barakah Tuan Rumah Training Camp I SARC KAHMI Sulsel

MAROS (Hidayatullah.or.id) – Lokasi pengembangan agrowisata Wadi Barakah di kawasan Pondok Pesantren Tahfidz Putra Hidayatullah Tompobulu, Kabupaten Maros, menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara Training Camp I Satuan Reaksi Cepat (SARC) Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) selama 3 hari, 28-30 Muharram 1444 / 26-28 Agustus 2022.

Pembukaan dilaksanakan pada hari Jum’at (26/8) dan dibuka oleh Presidium MW KAHMI Sulsel, Fadriaty AS. Dalam sambutannya Fadriaty mengapresiasi kegiatan yang diadakan SARC KAHMI Sulsel dan mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Training yang diikuti 41 peserta ini berasal dari utusan MD Kab/Kota, Cabang dan Badko yang telah melalui proses seleksi wawancara dan tes kesehatan yang dilakukan Tim Medis SARC.

Sebanyak 6 instruktur training dihadirkan di antaranya, BPBD Sulsel, PMI Makassar, Sekum MW KAHMI Sulsel, Psikolog dan Koordinator Presidium MW FORHATI Sulsel.

Selain materi mitigasi bencana dan bantuan hidup dasar, manajemen kebencanaan, psychological first aid, volunteerisme, manajemen logistik bencana, tim SARC juga menurunkan materi peran kelembagaan KAHMI terhadap Kesiagabencanaan.

“Setelah semua materi berlangsung, kami juga menyiapkan evaluasi dengan metode outdoor, muatan evaluasi berkenaan dengan semua materi yang telah diberikan,” ujar Faidar Mile, Direktur SARC KAHMI Sulsel.

Sebelum evaluasi, dilakukan pra-test berupa analisis situasi kebencanaan. Tiap peserta dibagi ke dalam lima kelompok dan bertugas menganalisis situasi kebencanaan serta bagaimana menjadikan pengetahuan yang mereka dapatkan sebagai tools.

Direktur SARC Kahmi Sulsel, Faidar, mengatakan rencana tindak lanjut dari kegiatan training ini adalah 6 bulan ke depan pihaknya akan lihat bagaimana relawan ini akan bekerja. “Mereka terbagi dari Pelopor dan Bravo,” kata Faidar.

Sekretaris Umum SARC KAHMI Sulsel, Nasruddin Upel, menambahkan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya juga melakukan kegiatan dengan penanaman 1000 bibit pohon di kawasan.

“Kami juga berterima kasih kepada Pondok Pesantren Hidayatullah atas support dan kerjasamanya, sehingga training ini dapat dilaksanakan,” kata Narsuddin.

Ketua Panitia Kegiatan dr.Sulfian Syam mengatakan kegiatan ini dapat terlaksana atas peran aktif pengurus SARC kahmi Sulsel dan Pengurus KAHMI Sulsel.*/Mudanews